Engkaukah Sayap Pelindungku

Engkaukah Sayap Pelindungku
episode #1


__ADS_3

Mentari telah menyapa dunia . cahayanya memasuki jendela kamar dan mengusik tidur gadis cantik yg masih nyaman dengan selimutnya .


Dialah Mikha Rafeyfa gadis cantik 17 tahun yg kini tengah duduk di bangku SMA . mikha memiliki wajah diatas rata-rata , berambut panjang , berkulit putih dan jga memiliki mata yg indah dan bulu mata lentik .


Dia mengerjapkan matanya sambil menggeliatkan tubuhnya untuk mengumpulkan kesadaranya .


" eemmhhh , jam berapa sekarang " gumamnya sambil menambil ponsel di meja nakasnya .


Jam menunjukan pukul 05.30 pagi . gadis itu segara bangun dari kasurnya dan berjalan menuju kamar mandi .


Tak lama terdengar suara guyuran air didalam kamar mandi . 15 menit berlalu pintu terbuka dan gadis itu keluar dan segera berjalan menuju lemari pakaiannya . dia segera memakai seragam sekolahnya dan bersiap .


Dia berdiri didepan cermin dan memandang pantulan dirinya sambil menyemangati dirinya sendiri


" semangat mikha cantik , ini akan menjadi hari yg indah " ucapnya sambil tersenyum manis


" mikha , sudah jam berapa sekarang , apa kau belum bangun ?" panggil ayahnya dari depan kamarnya .


" sudah yah , bentar lagi mikha keluar "sahut mikha sambil keluar dari kamarnya . dia berjalan menuju meja makan , dan disana sudah duduk ayah dan ibu yg sedang menyiapkan sarapan .


" pagi yah , pagi bu ," sapa mikha pada orang tuanya .


"pagi nak " . balas bu mira lembut pada putri tunggalnya sambil menata piring dimeja .


" pagi sayang , gimana sekolahmu , tidak ada masalah kan ?" tanya pak fandi pada putrinya .


" semua baik ayah , jangan kawatir " . ucap mikha sambil duduk di samping ayahnya .


" syukurlah , ayah khawatir padamu dan ayah minta maaf karna kau jga harus bekerja membantu keluarga kita ". ucap pak fandi sedih

__ADS_1


karena sudah 2 tahun ini ia sering sakit dan itu membuatnya sudah tidak bisa bekarja seperti dulu . itulah alasan ibunya akhirnya bekerja dibutik sebagai penjahit untuk memenuhi kebutuhan keluarganya .


" iya nak , ibu juga minta maaf telah merepotkan mu , karena gaji ibu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan kita , kau jadi harus ikut bekerja dan kehilangan masa remajamu dan tidak ada waktu bermain dengan temanmu " ucap mira sambil menahan tangisnya .


"ibu , ayah jangan seperti itu , mikha senang bisa membantu walau tidak seberapa , jadi mari kita pikul semua bersama , jadi ayah jangan banyak pikiran supaya ayah cepat sembuh " ucap mikha menenangkan kedua orang tuanya . sambil mengusap air mata di pipi ibunya .


" sudah kamu sarapan dulu nanti telat kesekolahnya " ucap ibunya setelah tenang .


mereka sarapan dalam diam , tenggelam dengan pikiran mereka sendiri .


Selesai sarapan mikha pamit kepada orang tuanya .


" aku berangkat sekolah ya , takut telat udah siang soalnya ,"ucap mikha


" ya udah hati -hati ya dijalan , jangan ngebut bawa motornya ", ucap ibunya mengingatkan .


" siap bu , udah aku berangkat ya , assalamualikum ". pamit mikha setelah mencium kedua tangan orang tuanya


mikha pun keluar dari rumah diapun menstater motor maticnya , tak lupa memakai helm kesayangannya .


Diapun melajukan motornya menuju sekolannya yg memakan waktu kurang lebih 15 menit .


saat berhenti dilampu merah ia melihat dua mobil mewah berderet di jalan . dan salah satunya berhenti tepat di sebelahnya . iapun menoleh tertegun sejenak dengan sosok dibalik kemudi mobil itu .


" wahh , apa malaikat lagi turun ke bumi ?" gumam mikha lirih sambil terus menatapnya , tak terduga diapun menoleh padanya .sekian detik mata mereka bertemu . mikha dengan cepat mengalihkan pandangannya .


Jantungnya seakan mau melompat keluar saking gugupnya .


" hei , jantung kau ini kenapa , diam dan tenanglah kau ini memalukan sekali " rutuknya dalam hati sambil mengusap dadanya ,

__ADS_1


lalu netranya menangkap seorang nenek renta yg hendak menyebrang jalan . dia lihat nenek itu berjalan dengan tertatih dan terlihat sudah kesulitan berjalan .


Tanpa pikir panjang mikha langsung turun dari motornya dan mendekati nenek tersebut .


dia memapah nenek itu sampai disebrang jalan . dan nenek itupun mengucakan terima kasih atas bantuannya .


" nenek mengucapkan terima kasih nak " ucap nenek tulus


"sama-sama nek , hati-hati dijalan ya " . ucap mikha sambil berlari kecil menuju motornya , karena lampu merah akan segera berakhir .


semua mata menatap kagum padanya tak terkecuali cowok didalam mobil mewah itu , ia terus menatap gadis itu sampai tiba disebelahnya .


" wuihh keren sob , spesies langka tuhh , bentar itu anak SMA garuda kan ?" tanya samuel setelah memperhatikan seragam mikha .


"hemm" ucap ucapnya datar .


" datar amat lo sob , iye tau riana gak da lawan buat lo " ucap sam sambil tertawa .


walau sudah berteman dari kecil , ia kadang heran dengan sahabatnya itu . dia sangat irit bicara dan terkesan dingin tak tersentuh .


Ialah Agam nathanio , cowok ganteng , tinggi dan berkulit putih namun beraura dingin , membuat orang takut untuk mendekat padanya .


ia hanya hangat saat bersama dengan orang terdekatnya atau pacarnya yaitu andriana .


lampu menyala hijau dan motor mikha berbelok sedangkan mobil agam berjalan lurus menuju sekolah SMA sakti mandala .


sekolah elit yg berisikan anak-anak orang kaya dan golongan kelas atas .


mikha melihat spion motornya dan berucap lirih " apa aku bisa melihatnya lagi , huhhh , bermimpi saja ku tidak berani , kastanya terlalu jauh dariku "

__ADS_1


sambil dia terus memacu motornya .


__ADS_2