Engkaukah Sayap Pelindungku

Engkaukah Sayap Pelindungku
episode #29


__ADS_3

sunyi , sepi , itulah suasana yang menggambarkan suasana kamar sisi sekarang . hanya denting jam yang terus menemaninya .


gadis cantik itu berbaring di ranjangnya namun masih dengan mata terbuka . dia menatap lurus langit- langit kamarnya yang sudah gelap .


dia merubah posisinya miring kekanan , kekiri bahkan tengkurap berharap dia bisa memejamkan matanya . namun nihil , pikirannya masih dipenuhi soal daniel , lebih tepatnya gelangnya .


" kenapa gue kepikiran terus soal gelang itu , kenapa gue ngerasa nggak asing dengan inisial digelang itu ? n&s " sisi pun akhirnya terduduk diranjangnya . walau inisial itu terukir sangat kecil , namun sisi bisa melihatnya saat menarik tangan daniel .


"ahhhhh , terserahlah , pusing gue ! " teriak sisi mengacak rambutnya dengan kasar . lalu berbaring lagi sambil menarik selimut sampai menutupi kepalanya . entah mulai kapan , namun perlahan sisi pun mulai terlelap .


...****************...


pagi itu sisi bangun agak terlambat , karena dia mulai tidur pada dini hari . dia berlari terburu-buru menuruni tangga . karena jam sudah menujukan pukul tujuh lewat .


" mom , kok nggak bangunin , sisi jadi telat ! " rengek sisi pada mommynya yang sedang membereskan meja makan .


" emang semalem kamu habis ngapain , bisanya bangun kesiangan ? " tanya raihan pada putrinya yang tidak biasanya bangun terlambat .


" maaf sayang , orang biasanya kamu kan nggak pernah kesiangan , kamu baik-baik aja kan ? " rindi terlihat kawatir dengan keadaan putrinya .


" nggak papa mom , dad . sisi cuma nggak bisa tidur aja semalem" jelasnya sambil meminum susunya .


" si , jangan lupa , nanti kamu kerumah sakit ya " pinta raihan sambil mwnyesap kopinya .


" sisi bosen dad , boleh nggak sisi nggak kesana ? "


" no , ini demi kebaikan kamu . daddy udah bikin janji , nanti asisten daddy jemput kamu kesekolah " ucap raihan tanpa ingin dibantah .


" yes dad , sisi berangkat " ucap sisi lirih , lalu berlari keluar menuju mobil yang sudah menunggunya digarasi .


" pak , kita ngebut ya , udah telat soalnya " punta sisi pada supir pribadinya .


" baik non , kalau sudah siap kita berangkat sekarang " ucap supirnya setelah memastikan sisi memakai sabuk pengamannya . sepanjang perjalanan sisi meremas tangannya . sebenarnya jarak sekolah ke rumahnya tidak terlalu jauh , tapi karena jalannya yang padat dan pasti dia akan terjebak macet .


benar saja , saat sampai di sekolah gerbangnya sudah ditutup dan satpam pun sedang berpatroli , jadi pos jaganya terlihat kosong .

__ADS_1


" aduh , gimana nih ? udah ditutup kan , apa gue bolos aja ya ?" ucap sisi sambil tersenyum nakal . diapun menengok kearah mobilnya yang ternyata sudah tidak terlihat . diapun berbalik berniat pergi , namun suara bariton seseorang menghentikannya .


" mau kemana lo , bolos ? "


"niatnya sih , tapi malah ketahuan sama lo ! " ucap sisi santai saat mengetahui siapa yang menghentikannya .


" sayang banget ya , nggak jadi bolos sekarang ! " ucap arka , si waketos jutek sambil membuka gerbang supaya sisi bisa masuk . " ikut gue " tambahnya lagi .


" malu banget gue kalo sampe dihukum kasih hormat tuh tiang , hufft , apes banget gue , gara-gara tuh kudanil muter-muter di kepala gue , nggak mau pergi ! " batin sisi sambil membuang nafas kasar karena saking kesalnya .


...****************...


mikha merasa khawatir pada sisi , karena tidak biasanya dia tidak ada kabar seperti ini . karena biasanya kalau dia tidak berangkat pasti memberi tahunya . dia berkali-kali menengok ke meja belakangnya yang kosong .


" lo kenapa , kok cemas gitu ? " tanya agam yang melihat sikap mikha yang tidak tenang .


" gue kawatir sama sisi gam , kira-kira dia nggak berangkat kenapa ya ? "


" emang dia nggak ngabarin lo hari ini ? " mikha hanya menjawabnya dengan gelengan kepala .


" dia pasti baik-baik aja kok , mungkin dia telat , kamu tenang ya " agam berusaha menenangkan mikha yang sudah terlihat khawatir berlebih pada sisi .


"kenapa dia nggak berangkat ? terserahlah bukan urusan gue " batin samuel sambil menatap bangku sebelah regan yang tidak berpenghuni . sedang regan hanya menengok sekilas .


sisi ternyata dibawa keruang osis , dan ternyata disana ada daniel dan beberapa anggota osis lainya . mereka sedang mendata 4 siswa yang juga datang terlambat hari ini .


" niel , satu lagi nih !" panggil arka pada daniel yang sedang duduk di kursinya . dia mendongak menatap kearah arka , dia sedikit terkejut melihat gadis yang berdiri dibelakannya temannya itu .


" sisi ! " ucap daniel sambil berjalan mendekati sisi yang berdiri di depan pintu .


" kenapa telat ? "


"semua itu gara-gara lo ! "


" gara-gara gue ? emang gue ngapain lo ? " ucap daniel bingung dengan ucapan sisi .

__ADS_1


" bodo ! gue udah boleh masuk kelas kan , lagian baru kali ini gue telat . jadi nggak ada hukuman kan ?" ucap sisi mengalihkan pembicaraan . dia tidak berani menatap daniel .


" wah niel , lo apain anak orang ? " ledek teman-teman daniel yang masih berada didalam ruangan ..


" otak lo ngeres ! " sergah daniel pada temanya yang langsung tertawa melihat reaksi daniel . " kirain " tambahnya .


" gue , boleh masuk kelas kan , gue udah telat ini ! " ucap sisi memotong pembicaraan daniel dan para anggota osis lainnya .


" enak aja , peraturannya yang telat mesti dihukum "arka menjawab dengan tegas .


" ka , lo urus mereka , biar sisi jadi tanggung jawab gue "perintah daniel pada arka , karena 4 siswa itu langganan telat dan suka bikin ulah .


" lo , ikut gue ! "


" daniel , lo mau kemana ? " tania bertanya saat memelihat daniel dan sisi keluar dari ruang osis .


" gue mau kasih hukuman sama dia , kenapa ? "


" nggak papa kok " ucap tania lirih karena gugup dengan tatapan daniel . sisi menyadari kalo sepertinya tania menyukai daniel .


" kenapa , lo mau ikut juga ? " ucap sisi dengan senyum meledek pada tania . yang langsung dibalas tatapan tidak suka darinya .


" udah , ayok ! " daniel menarik tangan sisi keluar menuju halaman . saat menyusuri lorong sisi terus menatap gelang dipergelangan tangan daniel . dia benar-benar penasaran dengan daniel sekarang .


dia terus melamun sepanjang perjalanan , bahkan dia sampai tidak sadar tangannya masih di genggam oleh daniel . dia sadar setelah menabrak punggung cowok didepannya yang tiba-tiba berhenti .


bukh


" aduh ! " ucap sisi sambil memegang keningnya yang terasa sakit .


" kalo jalan ati-ati si , ngelamun lo ? coba sini gue lihat " ucap daniel sambil menangkup wajah sisi sambil mengusap dahinya . wajah mereka hanya berjarak beberapa senti saja . jantung sisi berdegup kencang .


sisi sontak mendorong daniel agar sedikit menjauh darinya . dia memegang dadanya yang terasa sedikit sakit . dia pun kearah lain demi menutupi kegugupannya . sementara daniel hanya tersenyum menatap wajah sisi yang memerah .


" nih pegang , sekarang lo sapu tuh halaman , ntar gue kesini lagi buat ngecek kerjaan lo " ucap daniel sambil menyerahkqn sapu ketangan sisi , lalu berjalan meninggalkan sisi yang masih berdiri ditengah halaman .

__ADS_1


" yaakkk ! jahat banget lo , gue kan baru telat hari ini ! " maki sisi menggerutu pada daniel namun di abaikan begitu saja . dia memandang ke sekelilingnya yang daun kering terlihat berserakan disana . dia pun mulai membersihkannya dengan kesal .


tanpa mereka sadari sepasang mata memperhatukqn mereka dengan tajam . dia sampai meremas kertas yqng ditangannya hingga kusut .


__ADS_2