
sunyi , sepi , itulah suasana yang menggambarkan suasana kamar sisi sekarang . hanya denting jam yang terus menemaninya .
gadis cantik itu berbaring di ranjangnya namun masih dengan mata terbuka . dia menatap lurus langit- langit kamarnya yang sudah gelap .
dia merubah posisinya miring kekanan , kekiri bahkan tengkurap berharap dia bisa memejamkan matanya . namun nihil , pikirannya masih dipenuhi soal daniel , lebih tepatnya gelangnya .
" kenapa gue kepikiran terus soal gelang itu , kenapa gue ngerasa nggak asing dengan inisial digelang itu ? n&s " sisi pun akhirnya terduduk diranjangnya . walau inisial itu terukir sangat kecil , namun sisi bisa melihatnya saat menarik tangan daniel .
"ahhhhh , terserahlah , pusing gue ! " teriak sisi mengacak rambutnya dengan kasar . lalu berbaring lagi sambil menarik selimut sampai menutupi kepalanya . entah mulai kapan , namun perlahan sisi pun mulai terlelap .
...****************...
pagi itu sisi bangun agak terlambat , karena dia mulai tidur pada dini hari . dia berlari terburu-buru menuruni tangga . karena jam sudah menujukan pukul tujuh lewat .
" mom , kok nggak bangunin , sisi jadi telat ! " rengek sisi pada mommynya yang sedang membereskan meja makan .
" emang semalem kamu habis ngapain , bisanya bangun kesiangan ? " tanya raihan pada putrinya yang tidak biasanya bangun terlambat .
" maaf sayang , orang biasanya kamu kan nggak pernah kesiangan , kamu baik-baik aja kan ? " rindi terlihat kawatir dengan keadaan putrinya .
" nggak papa mom , dad . sisi cuma nggak bisa tidur aja semalem" jelasnya sambil meminum susunya .
" si , jangan lupa , nanti kamu kerumah sakit ya " pinta raihan sambil mwnyesap kopinya .
" sisi bosen dad , boleh nggak sisi nggak kesana ? "
" no , ini demi kebaikan kamu . daddy udah bikin janji , nanti asisten daddy jemput kamu kesekolah " ucap raihan tanpa ingin dibantah .
" yes dad , sisi berangkat " ucap sisi lirih , lalu berlari keluar menuju mobil yang sudah menunggunya digarasi .
" pak , kita ngebut ya , udah telat soalnya " punta sisi pada supir pribadinya .
" baik non , kalau sudah siap kita berangkat sekarang " ucap supirnya setelah memastikan sisi memakai sabuk pengamannya . sepanjang perjalanan sisi meremas tangannya . sebenarnya jarak sekolah ke rumahnya tidak terlalu jauh , tapi karena jalannya yang padat dan pasti dia akan terjebak macet .
benar saja , saat sampai di sekolah gerbangnya sudah ditutup dan satpam pun sedang berpatroli , jadi pos jaganya terlihat kosong .
__ADS_1
" aduh , gimana nih ? udah ditutup kan , apa gue bolos aja ya ?" ucap sisi sambil tersenyum nakal . diapun menengok kearah mobilnya yang ternyata sudah tidak terlihat . diapun berbalik berniat pergi , namun suara bariton seseorang menghentikannya .
" mau kemana lo , bolos ? "
"niatnya sih , tapi malah ketahuan sama lo ! " ucap sisi santai saat mengetahui siapa yang menghentikannya .
" sayang banget ya , nggak jadi bolos sekarang ! " ucap arka , si waketos jutek sambil membuka gerbang supaya sisi bisa masuk . " ikut gue " tambahnya lagi .
" malu banget gue kalo sampe dihukum kasih hormat tuh tiang , hufft , apes banget gue , gara-gara tuh kudanil muter-muter di kepala gue , nggak mau pergi ! " batin sisi sambil membuang nafas kasar karena saking kesalnya .
...****************...
mikha merasa khawatir pada sisi , karena tidak biasanya dia tidak ada kabar seperti ini . karena biasanya kalau dia tidak berangkat pasti memberi tahunya . dia berkali-kali menengok ke meja belakangnya yang kosong .
" lo kenapa , kok cemas gitu ? " tanya agam yang melihat sikap mikha yang tidak tenang .
" gue kawatir sama sisi gam , kira-kira dia nggak berangkat kenapa ya ? "
" emang dia nggak ngabarin lo hari ini ? " mikha hanya menjawabnya dengan gelengan kepala .
" dia pasti baik-baik aja kok , mungkin dia telat , kamu tenang ya " agam berusaha menenangkan mikha yang sudah terlihat khawatir berlebih pada sisi .
"kenapa dia nggak berangkat ? terserahlah bukan urusan gue " batin samuel sambil menatap bangku sebelah regan yang tidak berpenghuni . sedang regan hanya menengok sekilas .
sisi ternyata dibawa keruang osis , dan ternyata disana ada daniel dan beberapa anggota osis lainya . mereka sedang mendata 4 siswa yang juga datang terlambat hari ini .
" niel , satu lagi nih !" panggil arka pada daniel yang sedang duduk di kursinya . dia mendongak menatap kearah arka , dia sedikit terkejut melihat gadis yang berdiri dibelakannya temannya itu .
" sisi ! " ucap daniel sambil berjalan mendekati sisi yang berdiri di depan pintu .
" kenapa telat ? "
"semua itu gara-gara lo ! "
" gara-gara gue ? emang gue ngapain lo ? " ucap daniel bingung dengan ucapan sisi .
__ADS_1
" bodo ! gue udah boleh masuk kelas kan , lagian baru kali ini gue telat . jadi nggak ada hukuman kan ?" ucap sisi mengalihkan pembicaraan . dia tidak berani menatap daniel .
" wah niel , lo apain anak orang ? " ledek teman-teman daniel yang masih berada didalam ruangan ..
" otak lo ngeres ! " sergah daniel pada temanya yang langsung tertawa melihat reaksi daniel . " kirain " tambahnya .
" gue , boleh masuk kelas kan , gue udah telat ini ! " ucap sisi memotong pembicaraan daniel dan para anggota osis lainnya .
" enak aja , peraturannya yang telat mesti dihukum "arka menjawab dengan tegas .
" ka , lo urus mereka , biar sisi jadi tanggung jawab gue "perintah daniel pada arka , karena 4 siswa itu langganan telat dan suka bikin ulah .
" lo , ikut gue ! "
" daniel , lo mau kemana ? " tania bertanya saat memelihat daniel dan sisi keluar dari ruang osis .
" gue mau kasih hukuman sama dia , kenapa ? "
" nggak papa kok " ucap tania lirih karena gugup dengan tatapan daniel . sisi menyadari kalo sepertinya tania menyukai daniel .
" kenapa , lo mau ikut juga ? " ucap sisi dengan senyum meledek pada tania . yang langsung dibalas tatapan tidak suka darinya .
" udah , ayok ! " daniel menarik tangan sisi keluar menuju halaman . saat menyusuri lorong sisi terus menatap gelang dipergelangan tangan daniel . dia benar-benar penasaran dengan daniel sekarang .
dia terus melamun sepanjang perjalanan , bahkan dia sampai tidak sadar tangannya masih di genggam oleh daniel . dia sadar setelah menabrak punggung cowok didepannya yang tiba-tiba berhenti .
bukh
" aduh ! " ucap sisi sambil memegang keningnya yang terasa sakit .
" kalo jalan ati-ati si , ngelamun lo ? coba sini gue lihat " ucap daniel sambil menangkup wajah sisi sambil mengusap dahinya . wajah mereka hanya berjarak beberapa senti saja . jantung sisi berdegup kencang .
sisi sontak mendorong daniel agar sedikit menjauh darinya . dia memegang dadanya yang terasa sedikit sakit . dia pun kearah lain demi menutupi kegugupannya . sementara daniel hanya tersenyum menatap wajah sisi yang memerah .
" nih pegang , sekarang lo sapu tuh halaman , ntar gue kesini lagi buat ngecek kerjaan lo " ucap daniel sambil menyerahkqn sapu ketangan sisi , lalu berjalan meninggalkan sisi yang masih berdiri ditengah halaman .
__ADS_1
" yaakkk ! jahat banget lo , gue kan baru telat hari ini ! " maki sisi menggerutu pada daniel namun di abaikan begitu saja . dia memandang ke sekelilingnya yang daun kering terlihat berserakan disana . dia pun mulai membersihkannya dengan kesal .
tanpa mereka sadari sepasang mata memperhatukqn mereka dengan tajam . dia sampai meremas kertas yqng ditangannya hingga kusut .