
pagi itu langit terlihat mendung . bahkan hujan sempat mengguyur kota dengan deras sehingga cuaca berubah dingin . walau kini hujan sudah berhenti namun masih tersisa genangan air di halaman sekolah .
mikha dan agam duduk di kelas sambil memperhatikan gurunya yang sedang menerangkan pelajaran . untung mereka sampai disekolah sebelum hujan mengguyur jalanan .
tok
tok
tok
ketukan dipintu kelas seketika memecah kesunyian , semua orang menoleh saat seorang siswa memasuki kelas mereka .
" permisi pak , saya diminta kepala sekolah untuk mengantar murid baru di kelas ini " ucap daniel , siswa yang menjabat ketua osis disekolah itu .
" baiklah , biarkan dia masuk , terimakasih ya sudah mengantarnya kemari "
" sama-sama pak , kalau begitu saya permisi kembali kekelas " pamit daniel sambil melirik kearah bangku sisi dan mikha , entah siapa yang menjadi tujuannya . " masuklah " tambahnya pada siswa baru yang masih berdiri di depan ruang kelas .
" thanks udah nganterin gue "
" ya sama-sama udah tugas gue " balas daniel sambil berjalan pergi menuju kelasnya sendiri .
" perhatian anak-anak , hari ini kita kedatangan siswa baru , silahkan masuk "
siswa bertubuh tinggi dan tegap berjalan memasuki kelas , semua mata menatap kagum padanya .
" silahkan perkenalkan dirimu "
" baik pak terima kasih . pagi semua namaku samuel adiyasha , salam kenal " ucap samuel dengan wajah datar dan senyum hampir tidak terlihat . agam dan regan sedikit terkejut , karena samuel tidak memberi tahu mereka soal kepindahannya hari ini .
" sam " ucap agam dan mikha kompak .
sisi menegang saat matanya bertemu dengan samuel . dia sangat terkejut karena tidak menyangka kalau samuel akan pindah kesini disaat dia sudah bertekad untuk menjauh darinya .
samuel menatap sisi sekilas lalu menoleh kearah lain . karena dia masih merasa tidak nyaman saat bertatapan dengannya .
regan menyadari tatapan samuel dan dia pun menoleh kesebelahnya . dia melihat sisi menundukan wajahnya dan dia terlihat sangat gugup sekarang .
" apa perlu gue pindah tempat duduk ? " ucap regan pada sisi masih diam dan tertunduk sekarang .
__ADS_1
" jangan regan , gue mohon ! "cegah sisi dengan mata menggenang sambil menahan lengan regan yang akan bangkit dari duduknya . regan dapat merasakan tanganya yang dingin dan sedikit bergetar .
dia pun memilih duduk kembali karena melihat keadaan sisi saat ini . dia tidak ingin terlalu memaksanya . mungkin mereka butuh waktu .
samuel pun duduk di barisan cukup jauh dari agam dan regan . agam menoleh sambil tersenyum pada sahabatnya itu . samuel melirik sisi dan tidak sengaja melihat saat dia sedang bertatapan sambil memegang lengan regan . ada perasaan aneh namun dia abaikan , karena menurutnya itu tidak penting .
saat jam istirahat , mereka memilih berkumpul dikantin sambil makan siang . namun sisi tidak ikut dia beralasan ada urusan di perpustakaan .
" woy sam , pindah nggak kabar-kabar lo ! "
" sori gam , gue pengen kasih kejutan buat lo , hihihi "
" norak lo ! tapi welcome sih " ucap agam sambil menepuk pundak samuel .
" iya sam , akhirnya lo siap juga pindah kesini " tambah regan pada samuel . namun samuel hanya mengangguk tak menjawab . entah kenapa dia merasa jengkel padanya .
" iya sam , semoga lo betah sekolah disini "gumam mikha pada samuel .
" betah kok , kan ada lo " ledek samuel sambil melirikboada agam yang sedang memberinya tatapan tajam .
" coba aja , paling lo cuma kehilangan mall kebanggaan lo sih " ucap agam datar namun mengancam .
" wah , main ancem aja , emang sadis lo ! " ucap samuel begidik ngeri . karena dia tahu betul kalau agam memang tidak pernah main-main dengan ucapannya dari dulu .
" denger tuh ! masalahnya yang lo bilang 'cuma ' itu pabrik uang keluarga gue , kalo nggak ada , gue jadi gembel sob ! lo kadang rada-rada kalo ngancem yee "
" hahaha ! biar lo nggak cari masalah sama gue ! kita emang sahabat , tapi soal mikha , nggak akan ada ampun siapapun itu ! " mikha tersipu mendengar ucapan agam .
" mikha , kenapa sisi nggak ikut ke kantin ? " nanda bertanya karena tidak biasanya dia tidak ikut .
"dia ada urusan katanya di perpus , tapi gue nggak tahu juga "
" aneh , kamu tahu gan , kamu kan teman sebangkunya ? "
" aku nggak yakin , tapi aku pikir ada hubungannya sama dia " ucap regan sambil menunjuk samuel sdengan dagunya .
" apaan sih lo , jangan bawa-bawa gue , bukannya lo yang tadi pegangan tangan sama dia ? " sindir samuel pada regan yang menatapnya datar .
" pegangan tangan ? " ucap mikha dan nanda bebarengan .
" lo apa-apaan sam ! " bukan regan yang menjawab namun agam , dia heran dengan sikap samuel , karena ucapanya bisa membuat orang salah paham .
" emang kenapa , lo cemburu ? " regan menjawab dengan singkat namun cukup membuat samuel gelagapan .
__ADS_1
" cemburu ? lo pikir dia siapa , hah ! dia bukan siapa-siapa gue " sergah samuel terdengar gugup .
" pikir sendiri ! lagian kenapa juga lo sewot kalo sisi megang tangan gue , dia bukan siapa-siapa lo kan " regan hanya menjawab sekenanya saja . dia lalu menoleh kearah nanda yang duduk disebelahnya lalu mengusap rambutnya sambil tersenyum lembut . seakan mengatakan tidak ada apa-apa .
...****************...
perpustakaan
suasanya disana terasa sangat sunyi , karena memang tidak banyak siswa yang menghabiskan waktu disana . sisi memilih duduk di kursi paling pojok yang sedikit tertutup . dia memegang sebuah buku namun pikiranya berkelana entah kemana . pandangannya terlihat kosong .
" kenapa lo sendirian disini ? " ucap seseorang didepannya sambil meletakan sekotak susu diatas meja . sisi terkejut lalu mendongak menatap seseorang yang telah mengganggu lamunannya .
" elo ? gue nggak papa kok , lo sendiri ngapain ? "
" gue abis nyari buku , tapi nggak sengaja lihat lo kayak baca buku tapi cuma dianggurin bahkan disentuh pun nggak "
" ckkk , lo ngawasin gue dari tadi , emang sebagai ketos lo nggak punya kerjaan lain apa "
" sisi , gue dari tadi berdiri disana , cuma lo nya aja yang pikiranya kemana-mana , jadi nggak sadar " jelas daniel lembut pada sisi . " nih minum buat lo , kenapa lo nggak makan siang ? " tambah marcel sambil mendorong kotak susu kearahnya .
" nggak usah buat lo aja ! btw gue ngerasa nggak nyaman sebenernya , karena tumben banget lo care sama gue , biasanya juga cuek-cuek aja lo , kesambet apaan lo ? " sisi berusaha menolak karena tidak biasanya si ketos itu peduli sama dia . biasanya ketemu juga diem saja , tidak pernah ngobrol .
" bukan gue yang cuek si , tapi elo selama ini cuma main sama dua sahabat lo doang ! kalo ama yang lain apa lagi cowok emang lo pernah ? nggak kan ! " jelas marcel dengan sabar sambil menggekengkan kepala .
" sapa bilang gue cuek , buktinya gue tahu nama lo. bahkan gue milih lo waktu pemilihan ketos , baik kan gue !"
" iya , nona memang yang terbaik ! terima kasih ya " ucap daniel sambil tersenyum memperlihatkan lesung pipinya sambil meletakan kedua tangannya dimeja .
saat sisi melihat gelang ditangan daniel , dia merasa tidak asing . tatapannya terus tertuju pada gelang itu . daniel menyadari itu dan segera menarik tangannya , namun sisi lebih cepat darinya .
dia memperhatikan gelang itu dengan lebih teliti , dia seperti mengenal gelang itu . dia menatap daniel penuh tanda rasa penasaran .
" dari mana lo dapet gelang ini ? " tanya sisi tidak sadar .
" yang jual banyak si , udah lah gue mau kekelas , lo juga ! jam istirahat udah mau habis ! " ucap daniel sambil menarik tangannya dari genggaman sisi . " jangan lupa minum susunya " tambah daniel lagi sebelum keluar dari perpustakaan .
" gue nggak asing sama liontin itu , tapi dimana ya ? tapi dia bener juga sih , yang jual liontin kayak gitu kan banyak " gumam sisi pada dirinya sendiri sambil menatap susu coklat kesukaannya lalu meminumnya sambil berjalan menuju kelasnya .
ternyata daniel masih memperhatikan sisi dari kejauhan , senyumnya mengembang saat melihat sisi meminum susu pemberiannya . dia pun berbalik dan meneruskan langkahnya kembali .
__ADS_1