
kediaman wiranata
setelah kejadian semalam , pagi ini rumah terasa suram . bu rani pun memilih berangkat pagi bersama suaminya . biasanya dia berangkat menuju kantornya setelah memastikan putranya berangkat lebih dulu . saat agam turun dari kamarnya dia melihat meja makan yang kosong , dia pun memilih berangkat sekolah tanpa sarapan .
" Den agam, tidak sarapan dulu den sudah bibi siapkan ? " ucap bi sari lembut karena dia melihat wajah tuan mudanya terlihat sedih . dia pun ikut merasa sedih , karena dia sudah merawat nya dari kecil . jadi sudah seperti putranya sendiri .
" tidak usah bi , aku langsung berangkat saja , nanti sarapan disekolah " ucap agam sambil berjalan menuju mobilnya . dia tetap berangkat kesekolah walaupun moodnya sedang kacau pagi ini . agam masuk kedalam mobil , saat hendak menaruh tas dikursi sampingnya , matanya melihat sebuah kotak tergeletak di sana .
Dia ingat kalau itu kotak pemberian mikha kemarin . dia mengambilnya dan membuka kotak itu . tenyata itu berisi beberapa kue coklat . dia terus menatap kotak ditangannya itu dan mencoba memakannya namun perasaan bersalah kembali menyelimuti hatinya .
****
Pagi ini mikha bangun dengan tidak bersemangat . namun dia tetap mamaksa tubuhnya untuk beranjak dari tempat tidur karena khawatir orang tuanya akan cemas .
dia berangkat diantar ayahnya , karena dia akan mencoba mencari pekerjaan kembali . karena kemarin belum berhasil . sampai didepan sekolah mikha turun dari motor sambil mwngucapkan terima kasih pada ayahnya .
" ayah pergi dulu , nak ! doakan ayah semoga hari ini ayah segera dapat pekerjaan . supaya kamu bisa sekolah dengan nyaman dan tidak perlu bekerja lagi " ucap ayahnya sambil mengusap kepala putri kecilnya itu .
" iya ayah , hati-hati dijalan ! aku doakan semoga ayah segera mendapat yang terbaik " ucap mikha sambil memeluk ayahnya sebentar sebelum mulai mengendarai motornya kembali .
dia masih tetap berdiri mengantar kepergian ayahnya , dia terus menatap punggungnya sampai tidak terlihat lagi . dia berharap ayahnya tetap ada disisinya seperti sekarang , karena dia salah satu sumber kekuatannya . ia menutup wajahnya dengan telapak tangan sambil terisak , namun dia dengan cepat menghapusnya dan segera berlari memasuki sekolahnya .
tanpa mikha sadari agam sedari tadi menatapnya penuh arti dari dalam mobilnya . sebenarnya tadi dia berniat menemui mikha untuk meminta maaf . namun dia urungkan saat melihat mikha dan ayahnya tadi . agam melajukan mobil kembali menuju sekolahnya .
*****
selama disekolah agam sama sekali tidak bisa fokus dan dia memilih untuk mengabaikan riana sepanjang pelajaran hari ini . karena dia malas kalau harus berdebat dengannya . masalahnya dengan orang tuanya dan mikha saja sudah membuatnya pusing .
" gam kenapa lo , ada masalah ? " tanya regan pada agam di sela waktu istirahat mereka , dia melihat agam tidak fokus hari ini .
" entahlah , gue ribut sama ortu gue dan nggak tahu apa yang mesti gue lakuin ! "
"kok bisa , lo bikin masalah apaan emangnya ?" tanya sam penasaran .
agam pun menceritakan kejadian kemarin pada keempat sahabatnya itu termasuk masalah mikha dan riana .
mereka mendengarkan agam dengan seksama . sam kesal saat mendengar mikha terluka .
" lo keterlaluan ! tega banget lo lakuin itu sama mikha . maksud lo apa ! " ucap sam marah sambil menarik kerah baju agam .
" sabar sam , itu bukan sepenuhnya salah dia . tapi riana juga ! " ucap regan sambil menarik tangan sam dari agam .
" iya sam , lo tenang dulu " ucap bagas yang diiyakan oleh kenzo .
"gimana gue bisa tenang ! lo nyakitin mikha gam . yang lebih parahnya lagi . elo diam aja saat lihat riana nindas mikha ! itu kesalahan terbesar lo tau nggak !"
" sori sam , gue tahu gue salah ! gue lemah sama riana . tapi gue sama sekali nggak ada niat buat nyakitin dia !" ucap agam lirih dan terlihat jelas ada penyesalan dimatanya . itu membuat amarah sam sedikit mereda .
" riana udah keterlaluan ! tuh anak lama-lama sikapnya bikin kesel tau nggak " ucap bagas
" sebentar , gimana critanya calon pacar gue , ehh sori maksud gue mikha bisa deket sama ortu lo ? " tanya sam dengan suara jauh lebih tenang .
" lo inget , bokap gue ngadain acara sama relasinya dirumah , disitulah mereka ketemu mikha . mikha kerja di cafe langganan nyokap gue dan kebetulan dia yang nganter pesenannya ! "
__ADS_1
" sebentar , kemarin setelah pulang dari rumah lo , gue denger bokap gue bilang dia tadi ketemu calon mantu keluarga wiranata , dan itu om wira sendiri yang bilang ! tapi gue pikir itu si riana , jangan bilang itu MIKHA ! " ucap kenzo tidak percaya , dan itu juga membuat tiga sahabatnya sukses membulatkan matanya !
" beneran gam ?" ucap bagas , regan dan sam bebarengan . agam hanya menganggukan kepalan tanda mengiyakan . mereka langsung melongo tidak percaya .
" wah nggak nyangka gue , ternyata lo bisa nurut kayak anak kucing juga " ucap bagas sambil menertawakan agam .
" tanda-tanda jodoh ni kayaknya , sam mending lo cepet cari yang laen , sebelum potek hati lo " ucap kenzo meledek sam yang langsung disambut tawa para sahabatnya .
" tenang sob , lagian belum tentu mikha mau sama dia ! " ucap sam sambil melirik agam yang langsung mendapat tatapan horor dari agam .
" sialan lo ! gue harap kalian bisa bantuin gue buat minta maaf sama mikha " ucap agam sungguh-sungguh . obrolan mereka terganggu dengan kedatangan riana yang langsung mendekati agam sambil terlihat marah .
" sayang , kenapa kamu nggak angkat tlp aku , chat juga nggak kamu bales ! maksud kamu apa , jawab aku ? jangan bilang lo selingkuh ! " bentak riana pada agam namun agam hanya diam saja . malas menanggapi ocehan riana .
" woy woy woy , santai lo ! dateng-dateng nyerocos aja lo kayak petasan gandeng ! " gumam sam sambil meledek riana .
" diem lo , nggak usah ikut campur !"
brraakk
agam menggebrak meja dengan keras membuat semua orang dikantin terkejut . kantin yang tadinya ramai langsung sunyi tanpa suara .
" berisik lo ! kalo lo masih kayak gini , menjauhlah ! gue muak sama sikap lo" ucap agam berubah dingin dan tajam pada riana dan lalu berjalan keluar dari kantin . keempat sahabatnya pun tersenyum puas melihat sikap tegas agam . mereka pun mengikuti agam keluar dari kantin .
" brengsek , awas lo gam , gue bakal buat lo menyesal !" ucap riana percaya diri setelah agam melewati dirinya . brian yang melihat itupun merasa senang karena dia merasa hubungan agam dan riana mulai jauh . dia terus menatap kekesalan riana dari kejauhan .
bel pulang sekolah sudah berbunyi dari tadi , namun mikha dan dua sahabatnya masih duduk dikelas yang sudah mulai ditinggal penghuninya .
" mikha , lo kenapa gue lihat seharian ini lo aneh . kalo ada masalah cerita sapa tahu kita bisa bantu , ya nggak nan " ucap sisi khawatir pada mikha.
" iya , lo kenapa sih , apa ini ada hubunganya sma lo yang kamarin ke rumah tante rani , nyokapnya agam ? " tanya nanda tepat sasaran .
mikha terdiam sesaat dan lalu mengangguk . mikha pun akhirnya menceritakan semuanya pada mereka . mereka melongo tidak percaya atas sikap riana , pacar agam .
" jahat banget tuh cewek ! bisa-bisanya dia lakuin itu sama lo , oengen gue jambak tau nggak . si agam juga keterlaluan " ucap nanda kesal
" iya , pengen gue sobek itu mulut ! dia m ngehina lo dan nganggep lo kayak pembantunya tau nggak . sedang si agam diem aja liat lo digituin , gila kali mereka ya , nggak punya etika banget ! " ucap sisi tidak terima sahabatnya di perlakukan tidak adil oleh mereka .
" nan , si mereka nggak salah kok ! lagian agam bener kan kalo gue itu temenya sam . lagian gue udah nggak mau mikirin itu . hidup gue udah sulit , jadi nggak perlu ada mereka buat nambah beban di pikiran gue lagi " ucap mikha yang sudah merasa lelah .
" tapi menurut gue , tuh cewek kayaknya cemburu sama lo ! dia takut lo ngrebut agam , makanya cari masalah sama lo "
"iya bener , gue juga mikir gitu sih " tambah nanda pada ucapan sisi .
"btw , agam coba ngubungin lo nggak buat minta maaf ? " tanya sisi penasaran begitu juga nanda .
"gue nggak tahu , soalnya gue matiin ponsel dari kemarin , soalnya gue takut tante rani nyuruh kesana ! gue belum siap ketemu mereka , terutama agam "
sisi maupun nanda tidak bertanya lagi karena mereka tahu kalo mikha sebenernya sudah memiliki perasaan suka pada agam sejak pertama mereka bertemu . mereka pun memilih diam .
setelah sekolah sudah kosong , mereka pun bangkit dari duduknya mulai meninggalkan ruang kelas . perasaan mikha sudah lebih baik dari kemarin , dia menyadari tidak boleh terus larut seperti itu . dia tidak boleh lemah karena masih banyak orang yang sayang padanya .
__ADS_1
saat tiba di halaman sekolahnya , mereka melihat ada empat mobil menunggu didepan gerbang , mereka berdiri menyender dan mereka jadi pusat perhatian para siswi yang sedang berjalan keluar sekolah .
mikha menghentikan langkahnya menyadari keberadaan mereka . nanda pun menyadarinya .
" mikha , itu agam sama temen-temenya kan ? "
"oh jadi itu mereka ! gue kayak
pernah liat cowok yang pake mobil putih itu sama yang disebelahnya , tapi dimana ya ?" ucap sisi menerawang
"itu samuel sama kenzo si ! agam tuh yang pake mobil item , kalo yang di mobil biru regan sama bagas" ujar nanda menjelaskan sisi mengangguk mengerti .
" nan , lo bawa motor nggak ? " tanya mikha gugup .
"astaga gue lupa , motor gue lagi dibengkel ! "
"ya ampun nan , kenapa nggak ngomong dari tadi , sekarang gimana caranya kita pulang coba " ucap mikha panik sambil bersembunyi di balik tembok sekolahnya .
" lo tenang aja , gue keluar dulu nanti gue bilang sama mereka kalo lo udah pulang ! mereka kan nggak tahu gue temen lo , gue duluan ya kalian berdua hati-hati ya " ucap sisi sambil berjalan menuju gerbang .
mikha dan nanda mengintip dari balik tembok , saat sisi mulai mendekati mereka .
" eeh sini lo , gue mau nanya !" ujar sam
"lo ngomong sama tembok , nggak ada sopan.sopannya lo ! nanya apaan cepet , gue mau balik "
"sabar mbak , jutek amat ! " sisi yang kesal berniat pergi namun agam menghentikannya .
" tunggu , gue cuma mau nanya , lo lihat mikha dia masih didalem apa udah balik ? "
"mikha siapa anak kelas berapa ? " tanya sisi sedikit memberi pelajaran padanya .
" mikha rafeyfa , anak kelas 11 ipa 1 , lo tahu ? " ucapan agam membuat sahabat kaget , bagaimana dia tahu nama lengkapnya bahkan sampai ruang kelasnya .
"oh , dia udah balik ! sekolah udah kosong dari tadi , udah kan gue mau balik ! " ucap sisi sambil berlalu pergi , namun agam tersenyum karena sekilas seperti melihat mikha dan nanda yang sedang bersembunyi .
" bentar sob , darimana lo bisa tahu nama mikha sama kelasnya ?" tanya sam penasaran .
" iya sob , tau dari mana lo ? "
"nomernya aja gue punya ! udah gue masuk dulu , kalian pergi dulu dari disini , ntar ketemu di tempat biasa ! regan lo temenin gue " ucap agam sambil berjalan masuk bersama regan , sedang tiga sahabatnya saling menatap tidak percaya . namun mereka mengikuti perintah agam meninggalkan sekolah itu .
" kita ngapain kesini ! tadi katanya mikha udah balik kan ? "
" tenang , gue ada tugas buat lo !
regan tidak mengerti namun tetap mengikuti agam memasuki sekolah yang sudah sepi itu . mereka berhenti dibalik tembok , agam bersandar disana sambil menarik tangan regan . dia meletakan jarinya dibibir agar regan tidak membuat suara . agam tersenyum sambil melipat tangannya didada .
tak beberapa lama mereka mendengar suara dua orang yang sedang berbicara dengan berbisik .
" nan , mereka udah pergi belum sih , ntar kita telat kekafe nya ? "
" ya udah lo tunggu sini , gue lihat dulu !" ucap nanda sambil berjalan keluar dia melihat ke arah gerbang disana masih ada 2 mobil namun tidak ada orangnya . mikha pun lega karena berpikir mungkin mereka sudah pergi .
" mikha , mereka udah pergi kayaknya " ucap nanda sambil berbalik namun dia terkejut melihat dua orang sedang menatapnya sambil tersenyum . saat akan memanggil mikha tiba-tiba ada yang berlari membekap mulutnya sambil membawanya pergi dari sana .
__ADS_1
nanda terus berusaha memberontak namun tenaganya kalah kuat dari pria itu , karena dia semakin erat memeluk tubuhnya , dia sangat ketakutan memikirkan bagaimana dengan mikha .