
sore itu mikha dan agam menikmati semilir angin di balkon mansion wiranata .
dia terus memeluk mikha dengan erat , seakan takut dia menghilang .
"agam , gue bantuin bibik masak ya dibawah sambil nunggu tante rani pulang , boleh kan ? "
" nggak perlu mikha , pelayan disini udah banyak , jadi lo disini nemenin gue " ucap agam semakin mengeratkan pelukannya .
" gue cuma pengen bantuin aja agam , bosen juga nggak ngapa-ngapain kayak gini "
" lo bosen sama gue ? " tanya agam sambil membalikan tubuh mikha . agam menatap lekat mikha .
" bukan gitu agam , gue cuma -" ucapan mikha terpotong saat agam menciumnya . dia ******* bibir mikha , biasanya ciuman agam terasa lembut , namun kali ini dia terasa menuntut .
dia menarik tengkuk mikha untuk memperdalam ciuman mereka bahkan lidahnya menyapu rongga mulut mikha .
mikha tidak bisa mengimbanginya . agam bahkan tidak memberinya jeda untuk bernafas . saat mikha merasa sudah kehabisan nafas dia mulai memukuli dada agam agar melepaskannya .
" maaf sayang , aku kebablasan " ucap agam sambil mengusap bibir mikha yang basah karena ulahnya .
" gue pikir bakal mati tahu nggak " ucap mikha dengan nafas tersengal-sengal .
" itu nggak bakal terjadi mikha , karena aku nggak mau kehilangan kamu dan mulai sekarang jangan panggil lo , gue lagi , tapi aku , kamu paham sayang, hem ? " ucap agam sambil memeluk mikha .
" iya , aku paham . agam boleh ya aku bantuin masak ? "
"sayang "
"ku mohon , hemm , boleh ya " rengek mikha pada agam . agam sampai gemas melihat wajah mikha yang bertingkah manja seperti ini .
" baiklah , ada syaratnya ! "
" syarat ? apa itu " mikha bingung dengan apa yang agam inginkan .
agam tersenyum jahil pada mikha sambil menunjuk bibirnya sendiri . mikha melotot saat melihat itu .
" nggak mau "
" ya udah kalo gitu nggak usah turun kedapur , kamu disini aja " ucap agam semakin mendekatkan tubuh mereka .
cup
mikha pun menuruti keinginan agam dan segera berlari menuruni tangga . dia malu akan tindakannya sendiri . agam tersenyum puas saat melihat mikha berlari menjauh darinya .
...****************...
" om arya , dia anak laki-laki itu kan ? " ucap sisi yang merasa bingung dengan semua ini .
" iya si , dia anak itu . bukannya kalian satu sekolah ya , daniel sering cerita kok soal kamu "
__ADS_1
" apa ? " ucap sisi semakin tidak percaya dengan apa yang dia dengar .
" daniel ada apa ini , bisa jelasin ke papah ? " tanya dokter arya karena melihat wajah bingung sisi .
" maaf pah "
" jadi lo udah tahu gue siapa , tapi lo diem aja , bahkan saat gue nanya soal gelang itu lo masih aja bohong , lo keterlaluan tahu nggak " ucap sisi kecewa sambil berlari keluar dari ruangan itu .
" sisi , kamu mau kemana ? " panggil dokter arya . " kejar niel , jelasin semuanya " tambahnya lagi .
"iya pah . bentar si , gue bisa jelasin ! si " ucap daniel sambil berlari mengejar sisi . sisi terus berlari dengan cepat menuju atap rumah sakit . dia terus lari walau dadanya terasa sesak dan mulai kehabisan nafas .
dia berdiri menatap jauh setelah sampai di atap . semua kenangan masa kecilnya seakan berputar jelas di kepalanya .
flashback
5 tahun yang lalu .
disebuah rumah sakit terbesar di kota swiss , seorang gadis kecil terduduk didepan jendela kamar rawat .
dia terlihat pucat dan sembab , karena dia menangis hampir setiap hari .
dia selalu menatap hamparan rumput hijau tidak jauh dari rumah sakit . dia iri melihat anak seusianya bermain dan berlarian disana dengan begitu ceria .
" sayang , kamu lagi ngapain ? "
" mom , kapan sisi pulang , aku bosan disini terus . pengen main kayak mereka " ucap sisi tanpa menolehkan pandangannya dari luar .
" huaaa ... aku pengen pulang mom , aku pengen ketemu samuel , sisi nggak mau disini lagi , huaa .. huaa .. huaa " sisi menangis dengan begitu pilu . rindi pun tidak bisa menahan air matanya . namun dia berusa kuat demi putrinya .
dunianya seakan runtuh saat seorang dokter memvonis putrinya menderita penyakit sirosis setahun yang lalu . dia tidak percaya , karena selama ini dia terlihat baik-baik saja .
"sayang , dengerin mommy , dia akan sedih melihatmu sakit seperti ini , apa kamu mau melihat dia sedih ? " ucap rindi menguatkan putrinya , karwna dia tahu , mereka berdua bersahabat sangat dekat .
" hiks ..hiks nggak mau mom , sam nggak boleh lihat aku sakit dan jelek kayak gini. nanti kalo samuel sedih lihat aku meninggal gimana ? hiks hiks " ucap sisi sambil menatap ibunya dengan berurai air mata .
"kamu nggak boleh ngomong begitu ! dengar mammy sayang , kamu nggak boleh ninggalin mommy dan daddy . kami akan mencari pengobatan terbaik buat kamu , supaya kamu cepat sembuh , kamu janji ya sama mommy , kalau kamu akan berjuang buat sembuh "
" iya mom , sisi janji ! mommy jangan nangis lagi ya , aku nggak mau lihat mama sedih "
" iya sayang , maafin mommy ya " ucap rindi sambil memeluk putrinya lagi dengan erat .
sisi yang dulu ceria kini berubah menjadi pendiam dan suka memendam semuanya sendiri . dia ingat beberapa minggu yang lalu melihat kedua orang tuanya menangis saat tahu bahwa kondisinya semakin memburuk .
saat itu , rindi dan raihan menangis pilu saat dokter arya mengatakan kalau ia tidak segera mendapat donor hati , maka umurnya tidak akan lama lagi . sisi berdiri terpaku didepan pintu saat mendengar itu .
dia menatap nanar kedua orang tuanya yang menangis berpelukan saling menguatkan . dia melihat ibunya terlihat begitu hancur . dia meraung tidak berdaya menerima kenyataan .
"maafin sisi mom , dad ! maaf sudah membuat kalian menangis hiks ... hiks " ucap sisi dibalik pintu tanpa sepengetahuan mereka .
__ADS_1
sejak kejadian sisi sekarang jarang sekali bicara . dia menutup diri pada orang lain . dia sudah tidak pernah menangis didepan orang tuanya lagi . dia hanya menangis saat kamarnya kosong .
karena penyakit sirosisnya yang sudah memasuki stadium 4 . sisi diharuskan bolak balik masuk kerumah sakit . bahkan dia sekarang semakin sering muntah darah dan pingsan . akhirnya orang tuanya memutuskan untuk menempatkannya di rumah sakit agar kesehatannya dapat terjaga .
" pagi cantik , bagaimana keadaanmu hari ini ? " sapa dokter arya saat memasuki kamar rawat sisi .
" pagi juga dokter , aku masih seperti biasa " ucapnya lirih .
" cantik , kau harus kuat , kau pasti akan sembuh "
" aku lelah dan bosan dokter , aku bosan disini , obat ini dan semua pengobatan yang harus aku jalani selama ini , aku ingin pulang dokter , aku ingin bermain dengan anak-anak yang lain " ucap sisi sedikit terisak sambil menatap dokter arya .
" aku bisa bermain denganmu dan aku bisa menemanimu disini kalau kamu mau , bolehkan pah ? " ucap anak laki-laki sebayanya yang tiba-tiba masuk sambil tersenyum lebar padanya .
" hai niel , kapan kamu sampai ? oya , sini papah kenalin sama peri cantik ini " ucap dokter arya pada putra kecilnya yang baru datang dari indonesia .
" hai , namaku niel , kalo kamu siapa ? " sapa daniel sambil mengulurkan tangannya .
dia terdiam menatap tangan yang terulur padanya . dia menatap wajah yang terus tersenyum padanya .
" pah , apa dia tidak mau berteman denganku ? " ucap niel dengan wajah sedih dan perlahan menurunkan tangannya . namun dia tersenyum lagi saat tangan kecil itu menyambutnya .
" sisi , namaku sisi " ucapnya lirih dengan sedikit senyum ysng hampir tidak terlihat . dokter arya tersenyum senang melihat dua anak itu . terlebih lagi sisi yang mulai membuka diri lagi pada orang lain .
flashbak end .
sisi membuang nafas kasar . dia berdiri menatap jauh pada hamparan gedung yang berjejer disana .
" si " seseorang perlahan mendekatinya dan dia berdiri disampingnya .
" kenapa lo nggak jujur dari awal niel , apa gue ini lelucon buat lo ? "
" maafin gue si , gue nggak bermaksud buat bohong sama lo , gue ngerasa bersalah karena dulu gue nunggalin lo saat lo dioperasi . gue pikir lo udah lupa sama gue dan cukup buat gue liat lo baik-baik aja sekarang " ucap daniel menatap sisi lekat .
" gue nggak mungkin lupa sama lo niel , karena berkat lo , gue bisa bertahan hidup sampai sekarang " sisi pun balas menatap daniel dengan mata berkaca-kaca . " terima kasih , itu yang pengen gue ucapin dari dulu sama lo , tapi lo nggak pernah balik lagi " tambahnya lagi .
daniel pun merengkuh tubuh sisi kedalam pelukannya . sisi menangis semakin keras , dia juga memukuli dada daniel untuk meluapkan kamarahannya .
" lo jahat niel , lo jahat ! hiks .. hiks .. hiks .." sisi mulai terisak di dalam pelukan daniel .
" maaf si " ucap daniel yang semakin mengeratkan pelukannya . dia menyalurkan semua rasa rindu yang dia pendam selama ini . sisi pun menghentikan pukulannya dan membalas pelukan daniel dengan erat .
tanpa mereka sadari sedari tadi ada sepasang mata yang menatap dan memperhatikan mereka dari jauh . dia mendengar semua pembicaraan mereka dalam diam sambil menyandarkan punggungnya ke dinding .
...----------------...
maaf ya author up nya agak lama , karena sibuk beberapa hari ini ..🙏🙏🙏
mohon dimaafkan ya 🙏🙏🙏
__ADS_1
peluk jauh dari othor ...❤❤❤❤