Engkaukah Sayap Pelindungku

Engkaukah Sayap Pelindungku
episode #19


__ADS_3

Disudut lain pusat perbelanjaan , dua pasang mata menatap mereka dengan perasaan campur aduk . seorang yang tadinya berniat menemani adiknya bermain secara tidak sengaja melihat samuel dan mikha disana .


dia bisa lihat samuel sangat bahagia , dia menjaga mikha dengan sangat baik . hatinya terasa begitu sakit , karena bukan dia yang menjadi alasan cowok itu bahagia . tak terasa airmata luruh membasahi pipinya . gadis itu sedikit terisak , namun dia langsung menutup mulutnya .


"mungkin harusnya gue nggak kembali kesini , terutama kembali hadir di kehidupanya . gue hanya sahabat kecil yang menoreh luka dalam hidup lo , maafin gue , berbahagialah sekarang , dan lupain semua hal tentang gue , gue mohon " batin gadis itu dalam tangisnya .


dadanya terasa sesak , melihatnya tersenyum lepas saat bersama sahabatnya . namun dia besyukur sahabatnya bisa membuat samuel bahagia . tidak seperti dia yang hanya menoreh luka di dalam hatinya . dia mengusap wajahnya sambil tersenyum getir .


" gue harap lo terus bahagia seperti ini , semoga mikha bisa memberi lo kenangan dan kisah yang manis , tidak seperti gue yang hanya menjadi mimpi buruk buat lo , yasha !" ucapnya sambil berlalu menjauh dari tempat mereka .


sedang ditempat lain agam menatap dingin pasangan bahagia itu . dia mengepalkan tangannya . wajahnya memerah menahan amarah . namun sentuhan di lenganya sedikit menyadarkannya .


" sayang, kamu kenapa ? "


" nggak kok , udah belanjanya , kita bisa pulang sekarang , aku capek !" ucap agam datar pada riana sambil berjalan mendahuluinya . riana menatap bingung pada sikap agam yang tiba-tiba berubah .


" ada apa dengannya ! sayang tunggu aku " ucap riana sambil mengejar agam .


**********


samuel mengantar mikha sampai ke rumahnya , mereka pulang saat mereka sudah merasa lelah bermain seharian ini .


" thanks ya sam , udah ngajak gue jalan hari ini "


"tentu , nggak masalah ! lain kali gue bakal ajak lo ketempat lain , kalo lo mau tentunya ?"


"kalo gue ada waktu , gue mau kok ! tapi bakal lebih seru kalo kita ajak temen-temen kita sam "


" bener juga ide lo ! oya ini buat lo , makasih udah nemenin gue hari ini dan bantuin gue nyari kado buat quennzy . udah sana turun istirahat , gue langsung balik ya , pamitin gue sama ayah dan ibu . gue udah ditungguin nyokap soalnya , " ucap samuel sambil memberikan paperbag pada mikha .


" ya udah , makasih ya sam ! hati-hati dijalan " ucap mikha sambil turun dari mobil samuel . samuel melambai pada mikha lalu melajukan mobilnya menjauh dari rumah mikha . dia pun berjalan memasuki rumahnya saat mobil samuel sudah tidak terlihat .


" sore ayah , ibu " sapa mikha saat melihat orangtuanya sedang duduk di ruang tv .


" sore nak , nak samuel kemana kok tidak ikut masuk ?


" samuel langsung pulang yah , karena sudah ditunggu mamanya . tadi dia nitip salam buat kalian "


"oh , ya sudah kamu mandi sana lalu istirahat , nanti ibu siapkan dulu mqkan malamnya " ucap ibunya sambil berjalan ke dapur .


" ya sudah , aku mandi dulu ya " mikha berjalan menuju kamar . dia merebahkan tubuhnya diatas ranjang , lalu dia menatap paperbag pemberian samuel dia bangkit lalu meraihnya karena penasaran . disana terdapat 1 kotak persegi berwarna pink , ternyata kotak itu berisi buku diary sang sangat cantik .



" wah , cantik banget ! tapi kapan samuel beli ini , kok gue nggak tahu ya ? " ucap mikha bingung sambil memegang buku diary tersebut . dia merogoh ponsel dari tasnya , dia berniat mengirim pesan .

__ADS_1


✉️" sam , makasih diarynya , tapi kok gue nggak liat waktu lo beli ini ?"


📩 " udah pake aja , gak usah kepo , kalo gak sini balikin ! 🤣"


✉️ "haiss , cuma nanya sam ! ya udah thanks ya "


📩 "sippp"


mikha membaringkan tubuhya sambil mengirim pesan pada samuel . dia tersenyum dengan obrolan receh mereka . samuel memang paling mudah dekat dengan orang lain , dia bisa membuat orang merasa nyaman dengannya . kadang mikha berfikir dia belum lama mengenal samuel , namun bagaimana mereka bisa sedekat ini .


mikha terkadang merasa bersalah dia merasa seperti mempermainkan samuel . dia takut memberinya harapan yang tidak bisa ia wujudkan , karena hatinya telah dimiliki oleh orang lain .


saat mulai hanyut dalam pikirannya perlahan dia memejamkan matanya , dia tidak bisa menahan kantuknya karena lelah seharian ini . sedetik berikutnya dia sudah tertidur pulas dan nafasnya mulai terdengar teratur .


**********


pagi itu mikha sudah bersiap menuju sekolahnya , seperti biasa dia diantar ayahnya , karena ayahnya sudah mulai bekerja . sampai didepan gerbang sekolah dia melihat sisi baru turun dari mobilnya , dia segera mendekatinya .


"pagi , si "


" pagi " balas sisi lirih seperti tidak bersemangat . mereka jalan berdampingan menuju kelasnya .


" oya si , weekend kemarin kemana aja lo , gue telephonin nggak diangkat -angkat ? " mikha bertanya karena sisi sama sekali tidak menjawab panggilannya , bahkan nomernya sempat tidak aktif .


" sori , gue sibuk kemarin ! " ucap sisi dengan senyum sedikit dipaksakan . mikha menyadari sahabatnya terlihat aneh hari ini , dia tidak banyak bicara seperti biasanya .


" si , lo kenapa , apa ada masalah ? " mikha memberanikan diri bertanya karena cemas dengan sikap temannya itu .


" iya si , kalo lo ada masalah , cerita sama kita , kita siap dengerin kok dan sapa tahu kita bisa bantu ! " tambah nanda sambil mengusap punggung sisi .


" gue nggak papa , kalian sante aja kali ! gue cuma lagi males sekolah aja plus ngantuk , hehehe " ucap sisi mencoba tersenyum .


"ya udah. kalo ada apa-apa , jangan sungkan buat cerita sama kita " ucap mikha pasrah , yang segera diangguki sisi dan juga nanda .


namun mikha bisa melihat ada kesedihan dimatanya . entah masalah yang coba dia sembunyikan . dia memilih tidak memaksanya , mungkin sisi belum siap untuk menceritakannya .


****


Bel pulang sekolah sma garuda sudah berbunyi , para siswa mulai keluar dari kelasnya , ada yang masih membereskan buku yang berserakan dimeja mereka .


mereka bertiga pun berjalan keluar kelas menuju parkiran. mereka melihat tiga mobil yang mereka kenal terparkir di depan sekolah . sisi menatap nanar samuel dari jauh , bayangan kemarin terpampang jelas di matanya . tanpa sadar dia menghentikan langkahnya .


" kenapa si ?" tanya mikha bingung karena sisi berhenti mendadak . dia juga satu-satunya yang belum tahu soal samuel dan sisi , karena dia belum sadar saat di rumah sakit .


" gue nggak papa , gue cuma pengen ke toilet ! kalian duluan aja " ucap sisi sambil berjalan masuk kembali kedalam sekolah .

__ADS_1


" sisi , mau kita temenin nggak ? " tambah nanda sedikit berteriak pada sisi yang sudah berlari jauh . namun tqk dihiraukan olehnya .


" sisi kenapa sih nan , dia seharian ini aneh ! apa lo tahu kenapa ? "


" gue nggak yakin sih , cuma tebakan gue apa ada hubungannya sama samuel ! karena waktu kita nungguin lo dirumah sakit , gue dengar dari nyokapnya samuel kalo mereka udah kenal dari kecil "


" apa ! samuel sama sisi ? kenapa lo nggak bilang dari kemarin nanda " mika menatap samuel dengan penuh pertanyaan di pikirannya . dia penasaran apa masalah yang terjadi pada mereka , karena sisi seperti mwnghindarinya . mereka berdua berjalan mendekati agam dan temannya .


" hai , kalian ngapain disini ? "


" kita pengen jemput kalian , kenapa nggak boleh ? " tanya samuel namun matanya seperti mencari sesuatu disana .


" nyari siapa lo ? " tanya mikha sqmbil mwnatap kwgugupan di wajah samuel .


" nggak kok ! "


"ohh , kirain nyari cewek cantik sahabat gue ! dia lagi ditoilet , kalo mau susulin sono "


regan berjalan mwndekati nanda tampa aba-aba langsung mwnarik tangannya . tubuh nanda lqngsung mwmbentur dada regan .


" kita makan siang dulu , kamu hari ini kekafe nggak ? " ucap regan pada nanda sambil memeluknya . semua orang disana terkejut .karena tidak tahu dari kapan mereka bisa sedekat itu .


" waahh , kayaknya ada yang udah resmi nih gam ?"


" yoi , tinggal kita tagih pj nya "


" wah nan , jahat lo ! jadian nggak kabar-kabar gue lo " ucap mikha pura-pura ngambek .


" maafin gue mikha "


" nggak usah ngambek , jadian ama gue aja , mau nggak ? hahaha " ledek samuel sambil menertawakan mikha .


" apaan sih lo ! kelarin dulu tuh urusan lo sama sisi , baru nyari cewek lain , kasian tahu "


samuel terdiam mendengar ucapan mikha . dia berpikir sisi sudah menceritakan semua pada mikha . dan itu membuatnya kesal . dia mengepalkan tangannya sambil membuang muka jengah .


" gue udah nggak ada urusan sama dia dan gue harap dimasa depan pun akan sama ! " ucap samuel sedikit membentak mikha . mikha sampai terlonjak kaget karena tidak menyangka samuel akan semarah itu .


" sam , apa-apaan lo hah ! jangan kasar lo sama mikha " ucap agam sambil menatap marah pada samuel . dia tidak suka sikapnya yang menyakiti mikha .


" sorri mikh , gue nggak bermaksud bentak lo " ucap samuel menyesal


" iya nggak papa , gue juga minta maaf udah ikut campur urusan lo "


agam dan regan menoleh menatap sahabatnya itu . terlihat kemarahan dan kekecewaan disana . walau mereka berteman dari mereka sekolah dasar , tapi samuel tidak pernah menceritakan soal sisi pada mereka . itulah alasan mereka sama sekali tidak mengetahui permasalahannya mengenai sisi .

__ADS_1


" apa lo sebenci itu sama gue , gue tahu kesalahan gue sangat nyakitin lo , tapi gue nggak nyangka lo sampai sebenci itu sama gue , yasha " ucap sisi disela tangisnya . dia berdiri di balik tembok sekolahnya . mendengar kemarahan samuel dadanya terasa sakit dan sesak . dia menangis terisak sambil menyembunyikan wajahnya diantara kedua lututnya .


__ADS_2