
setelah kejadian itu agam memilih terduduk sendiri menatap matahari yang mulai kembali ke peraduannya . senja memang indah namun singkat , dia menerawang jauh seakan hanyut dalam pikirannya sendiri .
" apa lo segitu nggak percayanya sama gue riana . apa alesan lo nglakuin sampai sejauh ini ! apa yang gue lakuin selama ini nggak berarti apa pun buat lo , gue emang bodoh ! " ucap agam sendu sambil meremas rambutnya kasar . namun tiba-tiba seseorang memeluknya , seakan menyalurkan kekuatan padanya .
" lo nggak bodoh agam , semua orang bakal lakuin hal yang sama kayak lo , buat orang yang mereka cintai , jadi jangan nyakitin diri lo sendiri . gue tahu lo nggak baik-baik aja , kenapa lo harus berusaha kuat dan menahan semuanya sendiri " ucap mika sambil mengeratkan pelukannya pada agam .
airmata yang coba agam tahan selama ini tumpah dan luruh seketika dalam pelukan mikha . dia memang merasa tidak baik-baik saja sekarang . dia menyusupkan wajahnya dibahu mikha . walau tangisnya tidak terdengar namun mikha bisa merasakan badannya bergetar . dia pasti hancur saat ini . agam yang kuat dan tangguh seakan lenyap entah kemana .
" gue merasa bodoh mikha ! gue pecundang , ternyata semua yang gue lakuin buat dia tidak ada artinya , dan gue hanya seonggok sampah tak berguna dimatanya " ucap agam disela tangisnya .
mikha pun ikut menangis melihat orang yang dia sukai terlihat begitu hancur . dia merasa sakit dan sesak saat menyadari ternyata riana begitu berarti bagi agam . namun dia berusaha menepisnya saat ini , karena dia ingin menjadi sandaran untuknya saat ini .
"ternyata lo begitu mencintai riana , agam " batin mikha
" agam , lepasin semua beban dihati lo ! lo boleh menangis dan terluka hari ini , tapi besok lo harus kembali jadi agam yang dulu , walau gue tahu nggak mudah melupakan orang yang kita cintai begitu aja , tapi bertahanlah , lo nggak boleh terus menerus kayak gini " ucap mikha menguatkanya walau hatinya terasa tercabik .
" lo salah mikha , penyesalan terbesar gue adalah gimana gue berantem sama nyokap demi dia dan gimana bodohnya gue selama ini selalu berusaha menjadi yang terbaik buat dia . tapi sekarang gue sadar , cinta yang lo bilang tadi udah hambar dan mulai terkikis sejak gue ketemu sama lo . karena saat bareng sama lo gue ngerasain apa yang nggak pernah gue rasain saat sama dia " ucap agam sambil menangkup wajah mikha dan menatap matanya dalam .
" agam , jangan seperti ini ! gue takut terluka dan gue nggak mau hanya jadi pelarian buat lo " ucap mikha sambil melepas tangan agam dari wajahnya dan tertunduk .
samuel dan regan hanya menatap mereka dari jauh . mereka memutuskan untuk menjemput mikha setelah agam keluar dari bioskop dan tidak bisa dihubungi . mereka merasa cemas dengan keadaan agam saat ini , karena mereka tahu dia hanya pura-pura baik . regan bahkan sampai menyuruh anak buahnya untuk mencari agam .
" lo bener gan , dia bener-bener hancur sekarang ! dan soal mikha sebenernya gue udah tahu kalo dia suka sama agam , tapi gue berusaha menipu diri gue sendiri , karena gue berharap mikha bisa berpaling ke gue suatu saat nanti "
__ADS_1
" sam , gue tahu perasaan lo sekarang , tapi coba lo rasain siapa yang sebenernya ada di hati lo ! gue nggak bakal maksa lo buat cerita , karena gue tahu lo belum siap buat buka lembaran hidup lo soal raya " ucap regan mencoba menguatkan hati sahabatnya itu .
ucapan regan membuat samuel begitu tertohok , karena jujur dia juga belum yakin dengan hatinya saat ini pada mikha . entah itu cinta atau hanya nyaman sebagai teman .
" gue cuma ngerasa ditikung gan , gue yang ngejar , agam yang dapet " ucap samuel sedikit bercanda untuk mencairkan suasana . walau hatinya terasa sakit melihat mereka yang begitu dekat .
" hahaha , nasib lo sam ! terima aja kan madih ada raya " ucap regan sambil merangkul pundaknya .
" sialan lo ! balik yuk , gue capek lagian agam udah aman kayaknya" ucap samuel sambil memukul lengan regan .
" aman lah , udah ada pawangnya tuh ! " balas regan sambil memasuki mobilnya begitu juga samuel . mereka melajukan mobilnya kembali kerumah mereka . mereka meninggalkan agam karena dia sudah baik-baik saja sekarang karena mikha .
" mikha liat gue ! gue tahu lo nggak akan segampang itu percaya sama gue , tapi gue mohon kasih gue kesempatan buat buktiin dan bahagiain lo ! ijinin gue buat ngejar lo mikha , gue mohon" ucap agam sambil mengangkat wajah mikha ternyata airmata sudah mengalir dipipinya , dia merasa bersalah telah membuatnya menangis lagi . dia pun mengusap dengan tangannya . dia menatap mikha dengan wajah seriusnya . mikha dapat melihat tatapan memohon dan kesungguhan dimatanya .
tanpa menjawabnya mikha langsung memeluk tubuh agam dan menganggukan kepalanya tanda mengiyakan . karena dia memang telah lama menyukainya . agam tersenyum lega melihat jawaban mikha .
" gue nggak kemana-mana, selama lo masih pengin gue disamping lo ! dan gue harap jika suatu hari nanti lo bosan sama gue , lo harus bilang sama , gue akan bersiap buat pergi dari sisi lo " ucap mikha sendu , karena dia tahu dunia mereka sangat berbeda . agam melepas pelukan mereka menatap tajam mikha .
" jangan harap mikha ! karena hari itu nggak akan pernah ada ! " ucap agam sambil mencubit pipi mikha gemas .
" sakit agam , lepasin " rengek mikha sambil memegang tangan agam diwajahnya . mata mereka saling menatap dalam . wajah mereka hanya berjarak benerapa senti saja . agam menatap bibir mungil mikha , dia merasa sudah kecanduan dengan itu . dia juga sangat merindukan manisnya .
agam perlahan memajukan wajahnya dan menyatukan bibir mereka dengan sempurna . agam awalnya hanya mengecup sekilas bibir mikha , namun merasa tidak ada penolakan darinya , agam pun menarik tengkuk mikha untuk memperdalam ciuman mereka .
mereka saling menyalurkan perasaan yang mereka miliki selama ini .
...****************...
__ADS_1
kediaman adiyasha
samuel sampai di rumahnya dengan lesu . saat melewati ruang keluarga yuke menyapa putranya yang terlihat kacau .
" sam , kamu nggak papa , terus dari mana ? "
" mamah , aku cuma capek aja kok , tumben mama udah dirumah , papa mana ? "
" iya , pasien mama nggak terlalu banyak hari ini jadi bisa pulang lebih awal , kalo papa belum pulang , masih dikantor ! oya sam , mama mau nanya kamu masih suka ketemu raya nggak sih , mama penasaran dengan kabar keluarganya sekarang ? "
" samuel nggak tahu ma , jarang ketemu juga , kenapa mama nggak dateng aja kerumahnya , mama tahu kan alamatnya " ucap samuel singkat .
" mereka udah pindah sam , rumah mereka yang dulu udah dijual , dan mereka juga tidak bisa dihubungi , mama merasa mereka sengaja menghindar " ucap yuke terlihat sedih karena merindukan sahabatnya .
" sam , nggak tahu ma , lagian lupain aja mereka , udah lama juga kan "
" nggak boleh gitu sam , mereka pasti punya alasan yang kuat , mama cuma penasaran , apa kamu nggak pengen tahu kenapa raya dulu pergi tanpa pamit ? jangan tutupi hatimu dengan egomu sayang "
samuel terdiam akan pertanyaan mamanya. dia hanyut dalam pikirannya sendiri . terkadang dia memang penasaran dan ingin tahu alasan dibalik semua ini , namum keegoisan akan rasa sakitnya dimasa lalu membuatnya melupakan akal sehatnya .
" ma , sam kekamar dulu ya pengen mandi "
" ya sudah , nanti cepat turun ya , mama tunggu di meja makan "
" iya ma " ucap samuel sambil berjalan menaiki tangga menuju kamarnya . dia tidak langsung menuju kamar mandi namun menhempaskan tubuhnya di sofa kamarnya .
__ADS_1
dia semakin memikirkan ucapan namanya . benarkan selama ini dia egois dan hanya memikirkan rasa sakitnya sendiri tanpa peduli rasa sakit yang selama ini raya rasakan .