
mikha duduk sendiri di meja makan keluarga wiranata . karena 10 menit yang lalu tante rani pamit keruang kerja dan meminta dia menunggu sebentar . karena dia ada meeting mendadak yang tidak bisa dia tunda .
mikha mengiyakan saja , namun nertanya terus menatap sedih pada pasangan yang sedang dimabuk cinta di hadapannya .
sang gadis bahkan bergelayut manja di bahu pria yang mengisi hatinya saat ini .
pandangan mereka saling menatap penuh cinta tak luput dari perhatian mikha . terlihat bagaimana agam begitu mencintainya dan memberikan seluruh perhatiaan padanya .
riana melirik pada mikha , dan menyadari ada yang berbeda dari padangan mikha pada agam .
dan itu membuatnya geram dan bertekad menunjukan kepemilikanya pada agam .
"sayang , dia siapa sih kok bisa deket banget sama tante rani ? " tanya riana manja .
" bukan siapa-siapa ! cuma temen samuel namanya mikha ! dan kebetulan dia kerja di kafe dessert langganan mama "
ucapan agam membuat air mata yang ditahannya sejak tadi luruh seketika karena harus menelan kekecewaan .
namun ia cepat -cepat mengusap pipinya karena takut terlihat oleh mereka dan juga orang lain . dia sadar sekarang . selama ini agam tak pernah menganggapnya , walau hanya sebatas teman .
"harusnya lo sadar diri mikha , lo itu gak pantes walau sekedar temenan sama mereka ! apa lagi pacaran ! " ucap mikha lirih
" hei , jadi lo itu pelayan kafe !" ucap mikha dengan nada meremehkan .
" iya , gue pelayan di sana " ucap
mikha dengan senyum getir sambil menatap kearah mereka .
agam sekilas menatap mikha , terlihat genangan air mata dipelupuk matanya , namun ia memilih diam tak mengucapkan sepatah kata pun .
mikha pun memilih pergi kedapur , berniat membantu para maid . daripada diam menahan sakit disana .
para maid membungkukkan badan mereka untuk memberi hormat padanya saat memasuki dapur .
" jangan , aku sama kok kayak kalian ! jadi tidak perlu begitu " ucap
mikha karena merasa canggung diperlakukan seperti itu .
"ada apa nona , ada yang anda butuhkan ? "
"tidak kok , panggil mikha aja bi ! ngomong-ngomong mau masak apa bi ? " tanya mikha ramah .
"baik non mikha , saya bi sari kepala pelayan disini . kami mau masak cah kangkung telur puyuh , udang goreng tepung , sop ayam sama ayam kecap pedas manis kesukaanya den agam ! kenapa non mikha mau dimasakin sesuatu ? " tanya kepala maid pada mikha sopan .
" tidak kok bi , tapi apa mikha boleh ikut membantu ? saya bosan bi kalau cuma duduk menunggu , apalagi sendirian " tanya mikha ragu .
" tapi non , nanti kami dimarahi nyonya ! kenapa nona tidak duduk saja sama den agam dan non riana , sambil menunggu makan malam "
" tidak mau bi , mikha canggung ! tante rani tidak akan marah kok , jadi boleh ya ? " pinta mikha memaksa sambil menggelengkan kepala atas usul bi sari .
"baiklah , terserah non mikha saja " akhirnya bi sari memperbolehkan karena mikha terus memaksa ikut membantu . dan dia pun tidak ingin membuat gadis itu sedih .
"terima kasih bi , aku nyimpen jaket dulu ya ! sayang deh sama bibi " ucap mikha senang
__ADS_1
Bi sari tersenyum mengelengkap kepalanya mendapat ungkapan sayang dari kesayangan majikannya .
mikha pun segera melepas jaket dan mengikat rambutnya lalu segera menuju dapur kembali .
mikha pun memasak dengan sangat cekatan dan terampil , setelah sebelumnya bertanya bumbu apa saja yang biasa digunakan oleh bi sari .
mereka pun memasak sambil bercanda sambil sesekali tertawa . tidak ada jarak diantara mereka . mereka terlihat sangat menyukai mikha yang ramah dan sopan tersebut .
" wah , non mikha pinter masak ternyata , calon mantu idaman ini ! "
ucap bi sari memuji mikha disusul anggukan tanda setuju maid lainya .
" makasih bi sari , kalo bi sari punya anak cowok , boleh kenalin sama aku " ucap mikha bercanda sambil menggoda bi sari .
"sayangnya anak bi sari cewek semua non , kalau ada mah bi sari nggak nolak ! " mikha tertawa bersama maid lainya setelah mendengar ucapan bi sari .
agam menoleh kearah dapur karena terdengar ramai tidak seperti biasanya . Dia melihat mikha disana dengan celemek menempel di badannya itu membuat agam sedikit penasaran sedang apa dia disana . apalagi melihat kedekatan mikha dengan para pelayan rumahnya .
Dia memang pandai mengambil hati orang , karena dia selalu bersikap ramah pada siapapun . termasuk pada dirinya .
Hal itulah yang tidak bisa riana lakukan selama ini . dia enggan beramah taman dengan orang lain , apa lagi dengan orang yang berstatus di bawahnya .
Saat sedang asik memasak . andriana memanggil mikha dari ruang tv , dia pun berjalan mendekati mereka .
" eh , elo kan pelayan kafe ! bisa kan bikinin kita berdua minuman ? " ucap riana memerintah pada mikha yang daritadi sibuk didapur .
"sayang , kan ada maid ! suruh mereka aja kan bisa " ucap agam yang tidak terlalu suka dengan sikap riana yang memperlakukan mikha seperti pelayan di sana .
"tentu , kalian mau minun apa ? biar gue bikinin " tanya mikha dengan suara setenang mungkin agar tidak terisak .
" terserah lo , kita pengin yang dingin dan manis , ya kan sayang ? " tanya riana pada agam sambil memeluk lengan agam . namun agam tidak merespon apapun .
" ntar tolong anterin ke taman belakang , gue sama agam mau kesana " tambah riana sambil menarik lengan agam menuju taman .
"oke " ucapnya singkat sambil meninggalkan ruang tv .
para maid pun hanya mendengarkan sambil saling menatap . mereka ikut sedih melihat mikha dipermalukan oleh pacar majikannya itu
namun tidak bisa membantu apapun karena status mereka .
mikha pun berjalan menuju dapur dan menanyakan alat dan beberapa bahan membuat jus pada maid yang sedang memasak disana .
" biar kami saja non , itu tugas kami ! non mikha udah capek daritadi " ucap salah satu maid pada mikha karena itu memang pekerjaan mereka .
" biar aku aja bi , tidak apa-apa kok , mbaknya lanjutin masak aja "
Setelah selesai membuat pesanan riana dia menaruhnya di nampan . dia menguatkan hati , entah hinaan apa lagi yang akan dia dapatkan setelah ini .
huffttt
mikha membuang nafasnya kasar , karena dia lelah dengan takdirnya saat ini dan ada sedikit penyesalan dihatinya hidupnya sudah sulit , kenapa harus dia harus berurusan dengan mereka .
" mikha , cayo " ucap mikha menyemangati dirinya sendiri .
__ADS_1
"biar kami saja non yang mengantar ke den agam "
"tidak bi , biar aku aja ! kalo boleh tahu taman belakangnya sebelah mana bi ? "
" ayo non biar bibi antar "
"kasian non mikha , dasar nenek lampir jahat ! " ucap para maid setelah mikha pergi dari dapur . mereka merutuki tingkah pacar tuan muda mereka .
mikha pun mengikuti langkah maid didepannya karena takut tersesat . rumah ini sangat besar dan diapun belum pernah berkeliling di rumah tersebut .
sampailah mikha disebuah kebun dengan bunga yang sangat indah dan rapi dibelakang rumah besar itu . terdapat gazebo di tengah taman dan ayunan dan beberapa bangku taman tertata rapi disana .
mikha melihat agam dan riana sedang duduk bersantai didalam gazebo . mikhapun melengkah menuju mereka sambil membawa nampan .
" ini minumannya , semoga kalian suka " ucap mikha setelah meletakan nampanya dimeja .
" emang cocok si lo jadi pelayan " ucap rians menusuk .
"riana , stop " ucap agam yang mulai kesal pada sikap riana . dia takut ibunya mrlihat ini dan semakin membencinya .
"terima kasih "
" lihat sayang , dia aja ngucapin makasih karena kata-kataku emang bener ! "
" bukan ! tapi itu yang harusnya lo ucapin saat diberi sesuatu oleh orang lain , bahkan anak kecil pun tahu soal itu ! apa lo nggak pernah diajari itu sama orang tua lo ? " ucap mikha pada riana dengan tenang namun menusuk . karena dia sudah muak mendengar hinaan dari mulutnya.
agam pun terkejut mikha bisa berbicara seperti itu , karena selama ini dia sangat menjaga kata-katanya saat berbicara padanya ataupun keluarganya .
" maksud lo apa hah ! udah miskin belagu lagi ! " hardik riana sambil mendorong keras tubuh mikha sampai jatuh sangat keras diatas bebatuan kecil ditempatnya berdiri saat ini hingga satu batu tajsm menusuk tangannya sampai berdarah .
" achhhh"
" riana , lo udah keterlaluan ! "bentak agam pada riana saat melihatnya berbuat kasar .
mikha merasakan sakit ditanganya . mikha menatap tanganya yang terluka begitupun dengan agam dia mengulurkan tangannya berniat membantu mikha berdiri namun ditepis oleh mikha . dia segera berdiri dan menatap tajam agam .
" pertunjuksan selesai , puas lo !"
"mikha , tunggu ! " ucap agam berusaha menghentikannya namun diacuhkan begitu saja .
Dia meninggalkan mereka begitu saja .karena dia tidak ingin agam melihat airmata sudah jatuh membasahi wajahnya .
Saat mikha berjalan kembali menuju dapur tak sengaja dia berpapasan dengan tante rani .
Dia langsung mengusap air mata di pipinya sebelun tante rani melihatnya dan dia pun menyembunyikan tanganya yang terluka .
" kamu dari mana sayang , tante nyariin kamu dari tadi ! kamu kenapa kok mata kamu merah ? "
" aku keliling nyari tante , mau pamit pulang dulu soalnya ayah udah nyuruh pulang " ucap mikha bohong .
" pulang nanti aja ya habis makan malam ! maaf sayang tante nyuruh kamu kesini malah tante sibuk sama kerjaan " ucap tante rani penuh sesal
" tidak apa tante , mikha ngerti kok kerjaan itu nggak bisa ditunda ! tapi lain kali aja ya aku makan malam disini, udah ditunggu ayah soalnya " ucap mikha beralasan karena ingin cepat pergi dari sana . mikha pun pergi tanpa menunggu jawaban tante rani . tante rani menyadari ada yang salah dengan mikha . namun tidak tahu apa itu .
__ADS_1
mikha mengambil tas dan jaketnya dan langsung berlari keluar dari rumah itu . setelah beberapa langkah melewati gerbang mikha terduduk dijalan dia menangis terisak dengan suara begitu pilu . airmata yang ditahan sedari tadi luruh tak terbendung lagi . namun ysng tidak mikha sadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikannya menangis dari dalam mobil .