
nanda terus berusaha melepaskan diri dari cowok itu . mereka berhenti didepan mobil berwarna biru itu .
" gue bakal lepasin lo , tapi gue minta lo jangan teriak , bisa ? " ucapnya pelan ditelinga nanda yang kontan membuatnya merinding . nanda hanya bisa mengangguk mengiyakan .
dia pun melepas tangannya dari mulut nanda begitu juga dari tubuhnya . nanda pun merasa lega . dia langsung berbalik menatap cowok itu .
" astaga regan ! kamu bikin aku jantungan tahu nggak " ucap nanda kaget karena tenyata cowok itu adalah regan . karena tadi dia tidak melihat jelas wajah cowok yang menariknya . nanda seketika sadar caranya memanggil regan .
" sori , gue cuma bantuin agam ! dia mau minta maaf sama mikha " ucap regan yang masih tidak terbiasa dengan panggilan itu padanya dan nanda bisa menyadari itu dari wajah regan .
" jadi agam yang nyuruh lo ngakuin itu ? " tanya nanda setelah memutuskan untuk merubah panggilannya .
" heemm , kenapa diganti ? " ucap regan tidak suka .
"apanya ? " jawab nanda yang bingung dengan pertanyaan regan .
"manggilnya , gue lebih suka yang pertama ! jadi mulai sekarang jangan dirubah lagi , mengerti ! " ucap regan memerintah .
" terserah gue lah "
regan berjalan mendekatinya karena takut dengan tatapannya , nanda memundurkan tubuhnya sampai menabrak mobil regan . dia sudah terpojok tidak bisa mundur lagi . regan mengangkat kedua tanganya disamping nanda .
" menurutlah " ucapnya sambil menatap matanya lalu mengusap pucuk kepala nanda . nanda terkejut atas perlakuan regan padanya .
" aku anter kamu mau ke kafe atau pulang ? " ucap regan lagi sambil mebukakan pintu mobilnya untuk nanda .
" ke-kekafe aja , aku mau kerja soalnya ! tapi kamu harus janji mikha nggak bakal di apa-apain kan ? " tanya nanda khawatir pada sahabatnya itu .
" janji , agam bukan cowok kayak gitu ! dia cuma pengen ngomng berdua sama mikha " ucap regan sambil melajukan mobilnya . itulah regan kalau orang itu sudah mengisi hatinya , maka dia akan sangat menjaganya .
*****
sedangkan mikha masih menunggu nanda , dia khawatir nanda belum juga kembali . akhirnya memutuskan untuk menyusulnya . dia berdiri di tengah dilapangan basket mencari nanda namun bingung karena tidak menemukannya disana .
" nanda kemana , masa iya gue ditinggalin ! "
" udah puas ngumpetnya ? "
mikha menoleh kearah suara tersebut dia terkejut melihat agam berdiri dibelakangnya . orang yang sedang coba dia hindari sekarang .
" Agam ! "
__ADS_1
" kenapa nomer lo nggak aktif dan kenapa nggak mau ketemu gue ?"
"nggak papa ! udah ketemu kan sekarang , kalu gitu gue balik kalo gitu " ucap mikha berniat pergi dari sana . namun agam menarik tangan mikha masuk ke sebuah kelas karena dia melihat beberapa guru sadang berjalan kekantornya . dia ingin berbicara dengannya tanpa gangguan .
" agam lo mau ngapain , buka pintunya " gumam mikha takut karena agam menutup pintunya .
"mikha , gue mau minta maaf sama lo atas kejadian kemarin , gue tahu gue salah dan gue juga udah nyakitin lo ! maaf gue udah bikin lo nangis " gumam agam sambil menatap mata mikha . mikha mencari kebohongan dimata agam namun nihil .
" lo nggak perlu ngelakuin hal seperti ini ! gue bukan siapa-siapa seperti yang lo bilang , jadi sudahlah agam kita kembali ke tempat kita masing-masing . gue juga minta maaf karena udah masuk ke kehidupan lo ! gue nggak mau berurusan lagi dengan riana , jadi kumohon hentikan ini agam " ucap mikha dengan mata berkaca-kaca lalu tertunduk terisak .
" mikha gue menyesal soal riana ! gue bener- bener minta maaf ! beri gue kesempatam buat menebus semuanya " ucap agam sambil menarik mikha kedalam pelukannya . dia merasa sakit melihatnya menangis dan dia sangat menyesal . setelah semua perhatian yang mikha berikan namun dia membalasnya dengan luka .
mikha terus menangis dipelukan agam , dia menumpahkan semua kesedihan yang dia pendam saat itu .
" lo jahat ! gue marah , gue kesel sama lo salah gue apa sama lo !" racau mikha ditengah tangisnya sambil memukuli punggung agam .
" aduhh ! lo nggak salah , semua salah gue jadi lo boleh pukul sepuasnya , tapi habis itu lo harus maafin gue , janji ?" ucap agam sambil meledek mikha agar dia berhenti menangis .
" minta maaf kok maksa " balas mikha masih sesenggukan sambil melepas pelukan agam . agam tersenyum melihat wajah lucu mikha , karena matanya sembab dan hidungnya merah .
" jadi udah dimaafin belum ? kalo belum nanti lo nggak bakal lihat gue lagi ! karena pulang nanti gue pasti dikukus sama mama karena buat lo nangis lagi "
" eh , tante rani ? kok bisa ! ya udah gue maafin tapi nggak boleh gitu lagi " ucap mikha sambil memanyunkan bibirnya itu membuat agam gemas padanya . namun dia menahan agar tidak mencubit pipinya .
" mama sama papa udah tau semuanya ! dan mereka yang buat gue sadar sama semua kesalahan gue sama loe ! dan gue bersyukur punya mereka . jadi lo udah maafin gue kan , kita mulai dari awal lagi ! lo mau kan jadi temen gue ? " ucap agam sambil mengulurkan tangan nya pada mikha . dia ingin mendekati mikha secara perlahan , agar mikha percaya padanya . supaya dia bisa mengisi seluruh ruang dihati mikha .
mikha sudah cukup senang agam bisa menerima kehadirannya . dia tidak mau serakah , apalagi dia tahu ada riana dihati agam .
" ya udah kita keluar , gue mesti kekafe soalnya , oya soal nanda , itu juga kerjaan lo ? "
" iya sori , tapi dia aman kok ! regan udah nganterin dia " ucap agam sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" lo kenapa , ngantuk ? " tanya mikha karena melihat agam terus menguap sampai matanya berair .
bukannya menjawab tapi agam malah meletakan kepalanya di pundak mikha . dia kembali mencium aroma yang dia sukai itu , dia merasa sangat nyaman dengan aroma itu .
tanpa sadar dia semakin menelusup kepalanya keceruk leher mikha . jantung mikha berdetak sangat cepat seakan mau melompat dari tempatnya . karena dia belum pernah sedekat ini dengan lawan jenis .
" lima menit aja , gue ngantuk ! gue nggak tidur semalem gara-gara lo "
" kenapa gara-gara gue ? "
mikha sangat penasaran , namun agam tidak menjawabnya lagi , dia lihat agam benar-benar tertidur sekarang . dia terlihat sangat nyaman dengan mikha . mikha merasa bahunya sudah terasa pegal karena harus memahan kepala agam agar tidak jatuh . karena tidak tega membangunkan agam .
mikha melihat jam yang melingkar di tangannya , waktu sudah menunjukkan pukul 13.30 berarti agam sudah tidur selama setengah jam . tapi kenapa dia belum juga bangun . bahkan sekarang mikha semakin bisa merasakan nafas agam menerpa lehernya . mikha mengambil ponselnya dan mengaktifkannya . dia terkejut ada sekitar 30 panggilan dari agam dan beberapa pesan dari tante rani . dia pun langsung membalas pesannya .
( jadi ini alasan lo nggak tidur semalaman ! gue nggak tahu lo sekawatir itu sama gue ) batin mikha ia sedikit tersentuh akan tindakan agam .
__ADS_1
kepala agam mulai bergerak , agam mulai terbangun dia mengerjapkan matanya sambil mengumpulkan kesadarannya . tenyata dia benar-benar tidur di bahu mikha .
" berapa lama gue tidur ?" ucap agam sedikit malu .
" 30 menit kenapa ? "
" hah ! kok lo nggak bangunin gue , gimana lo jadi kekafe nggak ? sori ya lo pasti capek , lo punya air nggak ? "
" gue nggak tega buat bangunin lo !ada sih tapi bekas gue ! mending kita keluar dulu ntar beli dijalan aja " ucap mikha sambil berdiri dari duduknya untuk keluar kelas .
"udah gak papa " ucap agam sambil mengambil botol air mineral di tas mikha dan langsung meminumnya hingga tandas . mikha hanya menatap tanpa berbicara .
mereka berjalan menuju gerbang , mereka berpapasan dengan beberapa siswa yang akan mengikuti eskul disekolahnya .
" nyaman juga sekolah lo "
" kalau gitu lo pindah aja kesini " ucap mikha bercanda . namun jawaban agam membuatnya terperangah .
" boleh juga ide lo , kalo perlu gue beli sekalian sekolah ini ! " ucap agam enteng . mikha melongo mendengar entengnya ucapan agam .
*****
saat dalam perjalan mengantar mikha pulang kerumah , ponsel agam berdering didalam tas agam yang dia letakan di belakangnya . agam sedang mengemudi dan mikha berinisiatif mengambilkannya tasnya .
" ini tas loe " mikha tidak berani membuka tas agam tanpa izinnya .
" buka aja , tolong ambilin ponsel gue di kantong kecil yang ada di dalem " ucap agam menjelaskan . mikha membuka tas agam dan mencari kantong yang ditunjukan agam , lalu menyerahkah ponselnya pada agam .
" makasih sayang , tapi bisa minta tolong pegangin nggak ? " ucap agam sambil tersenyum jahil pada mikha . mikha tersipu atas panggilan agam padanya barusan .
agam memintanya untuk mengangkat panggilan itu dan menyalakan loudspekernya . diapun kembali memegang ponsel agam.
ternyata samuel yang menelphonnya.
📞 halo sam , kenapa ?
📞 lagi ngapain lo , jangan macem-macem lo ! kita udah nungguin lo lama tau . jadi kesini nggak lo ?
📞 cuma satu macem kok ! sori sam , gue nggak jadi kesana , gue ngantuk soalnya !
📞 emang dasar lo ya , yang ngajak siapa yang nggak dateng siapa ! ya udah gue sama yang laen pulang aja kalo gitu . tut ... tuut ..tutt
sam langsung mematikan panggilannya . mikha jadi merasa tidak enak .
" gam , mending lo turunin aja gue dihalte depan , gue nggak enak sama temen-temen lo , mereka udan nungguin dari tadi "
" udah biarin aja nggak papa kok , sekali-kali nggak ngumpul bareng mereka ! mikha , kalo kita mampir dulu lo mau nggak , gue laper ?"pinta agam tersenyum manis dan mikha tersenyum mengiyakan karena ini memang sudah lewat jam makan siang . agam memarkirkan mobilnya di depan resto yang cukup ramai . agam entah sadar atau tidak menggandeng tangan mikha saat memasuki resto .
__ADS_1
*****