Engkaukah Sayap Pelindungku

Engkaukah Sayap Pelindungku
episode #13


__ADS_3

sebuah mobil masih berhenti di depan kediaman keluarga wiranata , dia masih menatap gadis yang sudah mulai berhenti menangis hanya saja masih sedikit sesenggukan . mata membengkak karena cukup lama dia menangis .


"bagaimana tuan , apa perlu saya turun ? " tanya supir pak wiranata .


"tidak perlu , kita perhatikan dulu saja " ucap pak wiranata .


setelah tenang dia mengusap sisa air mata di wajahnya dan mulai berjalan pergi . sebenarnya dia tidak tega membiarkannya menangis sendiri , namun dia memilih membiarkan karena takut gadis itu merasa malu padanya .


ia pun penasaran apa alasan gadis itu bisa terlihat begitu menyedihkan .


setelah itu pak wiranata keluar dari mobil dan menyuruh supirnya untuk mengikuti gadis itu .


"kamu ikuti gadis itu , pastikan sampai dirumah dengan selamat dan segera kabari saya ! "perintahnya pada supir pribadinya .


" baik tuan , saya permisi kalau begitu !"


supir itu melajukan mobil itu untuk mengejar mikha sesuai perintah majikannya sebelum dia kehilangan jejaknya .


pak wiranata masuk kekediamannya dengan berjalan kaki , satpam di gerbang pun terkejut karena biasanya masuk dengan mobil pribadinya dan langsung membukakan pintu sambil membungkuk menyapa .


"sore , tuan besar " sapa mereka


"sore ! "


jawabnya singkat sambil berlalu menuju kedalam rumahnya .


saat memasuki rumahnya dia melihat istrinya sedang duduk di ruang tv sambil melamun . dia terkejut saat suaminya duduk disebelahnya sambil memegang tangannya .


"papa kapan pulang , kok mama nggak denger mobilnya masuk ? "


" baru saja , mama kenapa melamun . ada masalah ? "


"tidak tahu pa , mama bingung ! tadi mikha kesini tapi dia buru-buru pulang dan dia juga bersikap aneh tapi mama tahu kenapa ! " cerita bu rani bingung .


" sudah tidak apa-apa , nanti kita tanya ke agam , mungkin dia tahu "


pak wiranata sedikit paham sekarang , mungkin mikha bertengkar dengan agam . karena tadi dia melihat mobil andriana didepan rumahnya .


" iya pa , ya sudah kita keatas dulu , papa mau mandi kan , mama siapkan air hangat ! nanti kita langsung makan malam " ucap bu rani pada suaminya tersebut sambil membawa jas dan tas kerja suaminya .


saat mereka hendak menaiki tangga , mereka mendengar agam dan riana yang sedang berdebat . namun tidak jelas apa yang mereka bicarakan . agam sedang berjalan dengan marah dari taman menuju ruang keluarga diikuti riana dibelakannya yang tak kalah marahnya .


agam terhenti saat melihat orang tuanya berdiri di depan tangga . dia takut mereka mengetahui kejadian tadi , karena yang pasti mereka akan sangat marah padanya . riana pun ikut berhenti di samping agam dengan sedikit gugup .


" ada apa agam , apa yang kalian ributkan ? " tanya papanya setelah melihat mereka berdua terlihat takut .


"tidak ada apa-apa kok pa " ucap agam tertunduk tidak berani menatap papa dan mamanya itu .


" malem om " sapa riana pada papa agam .


pak wiranata hanya mengangguk lalu naik menuju kamarnya . karena lelah seharian bekerja dikantor dia ingin cepat membersihkan diri . bu rani pun segera masuk ke kamar mandi untuk menyiapkan air mandi untuk suaminya .


para maid sedang menata piring di meja makan dan mulai menata makanan disana . sedang agam dan riana duduk di depan tv , namun tak saling bicara . itu membuat para maid saling melirik heran , karena tadi mereka baik-baik saja . namun mereka memilih untuk tidak ikut . campur .


****


mikha memilih pulang kerumah dengan berjalan kaki . karena dia tidak ingin orang tuanya melihat wajah kacaunya karena habis menangis . dia tidak ingin membuat mereka khawatir .

__ADS_1


dia berjalan dengan perasaan kacau , dan duduk di pinggir jalan . dia mengambil ponselnya untuk melihat kondisi wajahnya . dirasa sudah jauh lebih baik dia memesan ojek online , karena dia sudah lelah dan takut orang tuanya menunggu .


15 menit berlalu , mikha sampai didepan rumahnya , dia berusaha memasang wajah cerianya .


" malem ayah , ibu " sapa mikha dibuat seceria mungkin


"malem nak , kamu dari mana tadi mama telphon kafe katanya tutup cepet ? "


" iya bu , tadi mikha jalan sama nanda dan sisi , bosen bu dirumah terus ! "


" ya sudah , tapi lain kali kasih kabar jadi kami tidak khawatir ! sudah makan belum nak ? " ucap ayah mengingatkan .


" iya ayah , ibu ! mikha minta maaf ya ! aku udah makan kok mikha istirahat ya bu , capek ! " ucap mikha sedikit berbohong karena dia tak memiliki tenaga untuk menelan makanan sekarang .


" ya sudah , tapi mandi dulu biar segar nak " ucap ibunya


"iya bu "


mikha merebahkan tubuhnya , tidak hanya tubuhnya yang lelah tapi juga hatinya . dia teringat kejadian tadi tak terasa airmatanya jatuh kembali , namun dia cepat masuk kedalam kamar mandi sambil menyalakan keran air , supaya orang tuanya tidak mendengar .


***


kediaman wiranata .


agam dan keluarganya sedang makan malam , mereka sangat menikmati masakan yang rasanya sedikit berbeda dan rasanya sangat lezat . bahkan agam pun makan dengan lahap .


" bi , ini rasa makanannya beda ya dari masakan bi sari biasanya " ucap bi rani .


" lihat agam saja sudah nambah 2 kali " tambah pak wiranata pada kepala pelayannya itu .


"iya bi , besok agam bikinin kayak gini lagi ya ! tapi yang rasanya sama persis " ucap agam sambil terus melahap makanannya .


bi sari tersenyum bahagia mendengar pujian mereka untuk mikha dan lega mereka menyukai masakannya , namun dia sedikit sedih karena mikha tidak berada disana untuk mendengar pujian mereka sendiri .


" maaf tuan , nyonya sama den agam , mungkin besok makananya tidak akan seenak ini ! karena ini semua bukan saya yang masak tapi nona mikha ! " jelas bi sari pada majikannya itu .


Agam langsung menghentikan makannya setelah mendengar ucapan pelayanya itu . ada perasaan menyesal dan bersalah padanya .


sedangkan riana meletakan sendoknya dengan keras . dia semakin marah dan membenci mikha , karena berhasil merebut perhatian keluarga wiranata , terutama agam .


" apa , kok bisa bi ! kenapa bi sari biarkan mikha melakukan pekerjaan itu ? "


"maafkan saya nyonya , tadi saya sudah melarang namun non mikha memaksa , bosan katanya ! " ucap bi sari menunduk karena takut akan kemarahan nyonya besarnya .


" sudah ma , jangan marah , mungkin dia bosan tadi nungguin mama ! tapi kita jadi tahu kan kalo kesayangan mama itu pinter banget masak " ucap pak wiranata meredakan kemarahan istrinya .


"iya juga pa , ini salah mama juga ! maafkan saya bi sari " ucap bu rani setelah amarahnya hilang .


" tidak apa-apa nyonya , saya mengerti ! ucap bi sari pergi menuju dapur .


selesai makan keluarga wiranata duduk bersama di ruang keluarga . mereka menonton acara favorit mereka . tiba -tiba agam memanggil bi sari .


"bi , agam pengen salad buah , tolong bikinin ya ! " pinta agam pada bi sari , karena agam memang terbiasa harus memakan buah setelah makan .


" baik den , tuan dan nyonya bagaimana mau sekalian ? non riana mau juga ? "


" nggak usah bi ! " ucap riana tanpa menoleh dari ponselnya .

__ADS_1


"boleh bi , kita sekalian aja ! " ucap bu rani sambil melirik kesal pada riana yang dia nilai tidak punya sopan santun sama sekali .



" ini den , salad buahnya " ucap bi sari sambil meletakan nampan di meja depan tv .


" cepet banget bi ? " ucap agam heran namun langsung melahap saladnya yang terlihat enak dan cantik menurutnya . ternyata rasanya enak dan segar . dia sangat menyukai rasanya .


"iya den , ini dari nona mikha ! bibi senang kalo aden menyukainya " gumam bi sari sambil berlalu pergi dari ruang makan .


agam tersedak karena ucapan bi sari . dia terbatuk-batuk sampai matanya berkaca-kaca . mamanya pun menepuk punggungya pelan dan menyodorkan segelas air putih .


" makannya pelan-pelan sayang , kamu ini kenapa sih , dari tadi mama perhatikan kamu ini aneh ! " ucap mamanya sambil memerikan segelas air .


agam langsung mengambil gelas itu dam mwnenggaknya hingga tandas . mendengar ucapan mamanya , agam hanya terdiam sambil mengelengkan kepalanya . karena dia tidak tahu harus menjawab apa .


" mikha lagi , dia itu emang udah pantes ya buat jadi pelayan ! pinter ngelayanin majikannya ! "


" jaga ucapan kamu disini ! " ucap agam tajam .


seketika ucapan riana membuat orang tua agam menoleh heran padanya . mereka tidak suka dengan ucapan riana yang terbilang kasar .


sesaat kemudian seorang maid lewat membawa gelas bekas minuman dari taman belakang yang masih utuh . bu rani heran siapa yang bisa membuat minuman seperti itu .


" bi , itu minuman siapa yang buat , terus siapa yang minta ? " tanya bu rani penasaran .


" ini minuman den agam sama non riana nyonya , yang membuatnya -"


ucap maid itu terhenti karena tidak berani melanjutkannya .


" baiklah , kamu boleh pergi "


pelayan itupun menunduk lalu segera pergi karena nyonya besarnya sudah terlihat marah . akhirnya bu rani paham sekarang , kenapa mikha bersikap aneh tadi dan terlihat bekas airmata di wajahnya saat pamit pulang .


" Agam nathanio wiranata !!!


jadi kamu menjadikan mikha pelayanmu dan pacar kurang ajarmu itu ! apa pelayan dirumah ini kurang buat kamu ? dan kamu siapa berani-beraninya kamu bertindak seenaknya dirumah ini , kamu bukan siapa-siapa dirumah ini ! " ucap bu rani setengah berteriak pada agam dan riana . karena kemarahannya sudah memuncak melihat sikap mereka yang sudah keterlaluan , terutama putranya sendiri . dia merasa sudah gagal mendidiknya .


" tapi tante dia emang pelayan ! " ucap riana menjawab kata-kata bu rani .


"jag****a** ucapan kamu ! sekarang kamu keluar dari sini dan jangan pernah datang lagi** ! " hardik bu rani penuh kemarahan . riana yang kesal karena diusir pun menghentakan kakinya dan langsung pergi tanpa pamit .


"Agam , apa ini yang kami ajarkan padamu . dimana sopan santun kamu ! walaupun kamu tidak menyukainya , tidak sepantasnya kamu melukai hati orang lain ! apa kamu lupa ucapan papa , pantang bagi pria membuat seorang wanita menangis agam ! "


ucapan pak wiranata membuat agam tertunduk , karena kali ini dia memang salah , dia sudah keterlaluan . bahkan dia sudah membuat mikha menangis . lalu pelayan mendekati mereka dan berkata pada tuannya bahwa supir pribadinya ingin menghadap . dan pak wiranata menganguk menyuruhnya masuk .


"bagaimana ?"


"aman tuan , non mikha sudah sampai dirumah dengan selamat " ucap supirnya


"baiklah , terima kasih " ucapan supirnya semakin membuat agam merasa bersalah , dia tidak menyangka kesalahannya begitu besar , bahkan sampai membuat orang tuanya murka .


" maafin , agam pa ,ma ! " ucap agam lirih tidak berani menatap wajah mereka .


"jangan minta maaf sama kami , tapi sama mikha ! apa sih yang riana berikan padamu , sampai kamu buta dan melupakan etika kamu ! mama kecewa sama kamu agam " ucap mamanya sedih lalu pergi memuju kamarnya . dia sangat menyesal sudah membuat mamanya menangis , dia hanya bisa terus menundukan wajahnya .


sedang papanya hanya menepuk pundak agam , dia tidak terlalu marah padanya karena dia tahu sifat putranya , salahnya adalah diam membiarkanya .

__ADS_1


lalu pergi menyusul istrinya untuk menghibur dan menenangkanya . karena dia tahu istrinya pasti sangat kecewa .


__ADS_2