Engkaukah Sayap Pelindungku

Engkaukah Sayap Pelindungku
episode #16


__ADS_3

Agam sampai dirumah pukul 4 sore , karena mikha memutuskan untuk tidak pergi bekerja . sehingga mereka makan dan ngobrol sampai lupa waktu . saat memasuki rumahnya dia melihat mamanya sedang duduk di ruang tv . agam takut kalau mamanya masih marah .


" siang ma " sapa agam sambil duduk disebelah mamanya .


"hemm" jawabnya singkat tanpa menoleh .


" ma , agam minta maaf ya udah buat mama nangis dan bikin mama kecewa " ucap agam sambil jongkok didepan mamanya .


" kamu sudah tahu apa kesalahan kamu ? "


"iya ma , dan aku sangat menyesalinya terutama udah bikin mama sama mikha nangis " ucap agam sambil menundukan kepalanya di pangkuan mamanya .


" mama udah maafin kamu , tapi inget sayang , mama harap ini yang pertama dan terakhir kamu bersikap seperti itu ! hargailah orang yang baik sama kamu . walaupun kamu tidak menyukai orangnya tapi setidaknya hargailah kebaikannya padamu ! mama sayang sama kamu dan mama ingin yang terbaik buat kamu . maafin mama juga kemarin udah bentak kamu " ucap rani menasehati putranya sambil memeluk putranya semata wayangnya itu .


" aku juga sayang banget sama mama , agam janji nggak bakal ngulangin perbuatan itu lagi " ucap agam sambil tersenyum bahagia dipelukan mamanya . agam tesikap saat mamanya tiba-tiba melepas pelukannya .


" sayang , parfum kamu ganti ya tapi kok kayak wangi cewek ? "


" oh , mungkin parfum mikha nempel waktu aku meluk dia tadi , oops ! agam naik dulu ma mau mandi" ceplos agam , namun saat sadar dia langsung berlari menuju kamarnya . dia malu dan pasti akan diledek oleh mamanya . hal itu langsung disambut tawa senang oleh mamanya , karena dia memeng berharap agam bisa dekat dengan mikha .


********


beberapa hari setelah adegan baikan itu , hari-hari mikha terasa damai seperti sebelumnya . mereka sibuk dengan urusan masing-masing . apalagi mereka beda sekolah . mereka hanya saling mengirim pesan sekedar menanyakan kabar . karena yang mikha dengar agam sudah berbaikan dengan riana .


" hufft , kenapa hari ini terasa panas banget ya " keluh mikha saat mengikuti pelajaran olahraga . keringat bercucuran di dahi dan lehernya .


" iya , gue haus nih " ucap nanda


" kantin aja yuk udah mau nggak tahan gue " tambah sisi yang langsung mengajak mereka berlari kepinggir lapangan menuju kantin . mereka pun memesan air mineral dingin dan langsung menenggaknya hingga tinggal separuh .


"mikha , gimana sama agam , ada kemajuan nggak ? "


" biasa aja si , kita cuma temenan lagian gue denger dia udah baikan sama riana ! gue nggak terlalu berharap lebih si , karena gue tahu dia sayang banget sama riana "


" hemm , serah lo deh ! cuma saran gue cepet move on dan buka hati lo buat orang lain , biar lo nggak sakit hati nantinya "


"iya , bener kata sisi ! lagian disekolah ini banyak yang suka sama lo , tinggal elo nya aja mau pilih yang mana !"


" iya deh , yang udah ketemu pawangnya ! " ucap mikha meledek nanda karena dia tahu regan sedang gencar mendekatinya .


" nggak gitu juga kali " ucap nanda merasa malu pada mereka .


mikha dan sisi pun tertawa keras melihat sikap nanda . untung kantin masih sepi . jadi tidak jadi omongan mereka .


*****


setelah beberapa jam mengikuti pelajaran di kelas . tiba waktunya mereka untuk pulang . saat tiba di gerbang ternyata mobil jemputan sisi sudah memunggu , jadi sisi langsung pamit pulang duluan .


saat mikha dan nanda sedang berdiri menunggu angkot , ada mobil berhenti di depan mereka , mereka bingung karena tidak mengenal mobil itu . pintu mobil terbuka dan ternyata itu riana . dia berjalan mendekati mereka .



" gue mau ngomong sama lo !" ucapnya pada mikha sambil menarik tangan mikha kasar agar sedikit menjauh dari nanda



"mau ngomng apa ?"


"gue peringatin , jauhi agam ! gue nggak suka lo deket-deket sama dia , agam cowok gue ! lo punya harga diri kan . jangan ngubungin dia lagi , atau gue bakal buat lo nyesel ! " ucap riana sambil mendorong mikha dengan telunjuknya .


" gue cuma temenan sama agam ! emang lo nggak sadar kalo dia sayang banget sama lo "


" gue tahu ! tapi lo itu kayak parasit yang lagi nyoba ngerusak hubungan gue , lihat aja kalo lo macem-macem , gue bakal hancurin lo sama keluarga lo sekalian " ancam riana sambil berjalan pergi menuju mobilnya dan berlalu pergi dari sana .


" mikha , lo nggak papa kan ? dia ngapan sih kesini " tanya nanda segera mendekati mikha yang masih berdiri terpaku .

__ADS_1


"gue nggak papa nan , ya udah kafe yuk "


"yakin lo ? ya udah kalo gitu "


mereka pun berangkat menuju kafe . walau sebenernya mood mikha sudah kacau sekarang . namun dia mencoba bersikap biasa .


saat tiba di kafe , mereka mulai bekerja seperti biasa . mikha melayani pengunjung dan mengelap meja yang terlihat kotor . dia merasa aneh pada tubuhnya karena terus berkeringat dingin dan kepalanya juga terasa berat . namun perhatiannya teralih saat melihat pasangan dan beberapa anak yang dia kenal memasuki kafe .


" hai , mikha apa kabar lo ? " sapa mereka semua .


" hai , gue baik ! kalian gimana kabarnya ? "


" kita nggak baik ! kita butuh obat darah tinggi mikha ! "


"ehh ? kenapa emangnya ? "


"liat tuh mereka berdua , udah kayak perangko , nempell tross ! " ucap sam sambil melirik agam dan riana yang duduk di meja sebelahnya . mikha pun ikut menoleh , ada perasaan sakit saat melihat agam menggenggam tangan riana , namun segera ia tepis .


" iri bilang ! makanya cepet nyari pacar , jomblo dipiara ! ya kan sayang ? " balas riana sambil tersenyum penuh kemenangan sambil melirik mikha .


" iya " jawab agam sambil tersenyum padanya . disusul tawa teman-temannya


"mikha lo lihat kan ! besok lusa lo harus kencan sama gue , hari sabtu lo temenin gue ya " ucap sam tersenyum miring sambil meletakkan kedua tangannya di pundak mikha . mikha merasa gugup ketika sam mendekatkan wajahnya .


" emang mau kemana sam ? " ucap mikha lirih sambil menahan sakit dikepalanya yang terus berdenyut .


" ada lah , ntar lo juga tahu! " ucap sam tersenyum menggoda mikha . namun sam seperti menyadari kalau wajah mikha terlihat pucat .


" pepet terus sam ! keburu diambil orang ntar , ya nggak gas ? " ucap kenzo sambil merangkul bagas .


"yoii , setuju gue ! " balas bagas .



setelah mencatat pesanan mereka mikha pergi kebelakang dan menyerahkan pesanan itu . dia meminta tolong pada temannya untuk mengantar karena kepalanya semakin sakit . mikha terduduk di lantai kamar mandi karena sudah tidak bisa menahan sakitnya . dia sudah merasa badannya mulai demam dan tiba-tiba dia mimisan .


nanda yang khawatir karena mikha tak juga kembali memilih menyusul mikha , dia sangat terkejut melihat keadaan mikha dia langsung berlari mendekatinya .


" mikha , lo kenapa ! lo mimisan mikha , bentar gue ambil tisu "ucap nanda panik berlari mengambil tisu ditoilet .


" gue nggak papa nan , gue cuma pusing " ucap mikha lemah .


" mikha , lo kenapa ? " tanya sam yang tidak sengaja melihatnya saat hendak ke toilet .


mikha dan nanda menoleh kesuara tersebut dan melihat sam disana .


" sam !" ucap mikha lirih hampir seperti bisikan .


"sam , tolongin gue ! bawa mikha kerumah sakit , gue mohon !" ucap nanda sambil menangis .


sam pun langsung berlari merengkuh tubuhnya , dia mengusap wajah mikha dan mengusap darah dari hidungnya . dia merasa panik melihat kondisi mikha yang sudah lemah dan terlihat sangat pucat . dia pun langsung menggendongnya . bahkan tubuh sam bisa merasakan panas tubuh mikha .


" sam , kita lewat pintu samping saja , gue nggak mau buat orang lain panik " bisik mikha sambil menyandarkan kepalanya di dada sam .


"oke , nan tunjukin dimana pintunya ! " ucap sam sambil menahan tubuh mikha dalam gendongannya .


"lewat sini sam , tapi gue nggak bisa ikut lo sekarang sam , gue mesti kasih kabar ke manager dulu ! gue nitip mikha , kalo ada apa-apa segera kabari gue ! " ucap nanda pada sam .


" iya udah gue pergi dulu ! " ucap sam sambil berjalan cepat menuju mobilnya . dia bersyukur kunci mobilnya ada disaku . jadi tidak perlu masuk lagi . dia mendudukan mikha di kursi samping kemudi lalu memakaikan sabuk pengamannya .


dia menjalankan mobilnya dengan sedikit cepat menuju rumah sakit .


sam sampai didepan rumah sakit yang cukup besar , dia menggendong mikha sambil berteriak memanggil dokter . karena dia melihat mikha sudah tidak sadarkan diri .


" dokter .. dokter tolong ! "

__ADS_1


beberapa perawat langsung mendekatinya sambil membawa brangkar . sam membaringkan tubuh mikha disana dan langsung membawanya ke ruang icu . sam hanya bisa menunggu sambil mondar-mandir panik didepan pintu saat mikha diperiksa .



" tuan muda adiyasha ? " panggil seorang dokter pada samuel .


" gimana keadaan mikha dok , apa sakitnya serius ? " tanya samuel panik .


" tidak ada yang serius tuan , dia hanya kelelahan saja dan sedikit dehidrasi , kalau mimisannya karna cuaca ekstrem , mungkin dia tadi beraktivitas diluar cukup lama " jelas dokternya .


" benarkah , mungkin kalian kurang teliti ! lakukan pemeriksaan secara teliti kalau perlu lakukan ct scan , atau apalah itu ! . " ucap sam


" samuel , apa-apan kau ini ! " tegur seorang dokter yang masih terlihat cantik walau usianya sudah tidak muda lagi .


"mamah ! "


" doktet rian , anda boleh pergi sekarang " ucap dokter yuke , pada dokter yang tadi memeriksa mikha .


" baik dok , saya permisi !


" dasar anak nakal , kamu mau buat kekacauan di rumah sakit mama ?" tanya dokter yuke , mamanya samuel .


" bukan gitu ma ! maaf , sam cuma khawatir "


" memang dia siapa , temen kamu ?"


" iya ma mikha temen aku , makanya aku panik tadi ! " ucap samuel dengan lirih . dia membawa mikha kerumah sakit keluarganya . karena fasilitasnya paling lengkap . ditambah lagi mamanya adalah dokter terbaik disana .


tak berapa lama mikha dipindahkan keruang rawat . mikha belum sadar dan infus masih terpasang ditangannya . sam dengan setia mendampinginya . dia ingin mengabari kekuarganya , namun bahkan dia tidak tahu nomer kontak keluarganya .


" sam , kamu tidak mengabari keluarganya ?" tanya mamanya disamping ranjang mikha .


" sam , nggak tahu kontak orang tuanya ma " ucap sam tertunduk


namun tiba-tiba pintu kamar terbuka , masuklah dua gadis keruangan itu .


" mikha , lo kenapa ? dokter mikha sakit apa , nggak parah kan? " ucap sisi panik setelah mendekat ke ranjang mikha .


" tidak apa-apa , dia hanya kelelahan saja , dan sedikit dehidrasi . jadi tidak perlu cemas !"


" syukurlah , makasih sam lo udah nolongin mikha tadi " ucap nanda


" iya nan ,sama-sama ! lagian mikha temen gue juga " eh nan , dia kok bisa sama lo si kesini ? " ucap sam sambil menunjuk sisi .


" iya , dia temen kita . dan udah sahabatan sama mikha dari smp "


"tck , berarti kemarin lo ngerjain kita waktu disekolah elo ?" tanya sam pada sisi .


" gue cuma bantuin temen gue , salah ?"


"sudah jangan bertengkar , ini rumah sakit . sebentar kamu anaknya stela bukan , gimana kabar orang tua kamu ?" ucap dokter yuke pada sisi .


" mereka baik , dokter kenal mereka ? " ucap sisi bingung .


" tentu , kita sahabat lama , wajar kamu lupa sama tante ksrena dulu kamu masih kecil , sekarang udah cantik banget ! sam apa kamu lupa dia dulu sering main bareng kamu waktu kecil ? "


sam menatap bingung pada sisi , karena dia benar-benar lupa . namun seketika dia ingat teman mainya waktu kecil karena dulu orang tua mereka sering berkumpul .


" raya ? " ucap sam terkejut sambil membulatkan matanya .


sisi terkejut dengan panggilan sam , karena hanya 1 orang yang memanggilnya begitu .


" yasha " ucap sisi gugup karena tatapan samuel padanya , pantas dia seperti mengenalnya saat melihat samuel kemarin .


samuel tidak percaya dia bertemu kembali dengan gadis kecil yang dulu membuatnya menangis karena kepergiannya .

__ADS_1


__ADS_2