Engkaukah Sayap Pelindungku

Engkaukah Sayap Pelindungku
episode #21


__ADS_3

pagi ini agam pergi lebih pagi dari biasanya karena dia berniat menjemput mikha dan mengantarnya kesekolah . saat dia turun dari kamar menuju meja makan , mamanya mwngerutkan alisnya . dia heran melihat putranya sudah siap sepagi ini .


" pagi mah " sapa agam sambil mencium pipi mamanya .


"pagi sayang , kok tumben pagi banget udah siap , emang ada acara apa disekolah ? "


" nggak ada acara apapun kok ma , cuma lagi pengen bangun lebih pagi aja " ucap agam sambil duduk dimeja makan .


"papa mana mah ? " tanya agam sambil memakan sarapannya .


" papa masih dikamar , sebentar lagi juga turun " tak beselang lama terdengar hentakan sepatu menuruni tangga .


"pagi pah "


" pagi sayang , tumben kamu sudah di sini ? " tanya wiranata sambil duduk di kursinya .


" iya pah lagi pengen aja ! oya pah , aku pengen nanya , apa papah masih kerjasama sama perusahaanya om Radit ? " agam bertanya karena itu adalah perusahaan orang tua riana .


" masih , tapi sedang ada sedikit masalah dengan perusahaan itu sekarang , jadi papah belum tahu kelanjutannya , memang kenapa gam , kamu sudah tertarik menggantikan papah ?"


" kenapa pagi-pagi udah ngomongin dia sih , bikin mood mamah hancur tau nggak !"


"maaf mah ! nggak pah , aku belum pengen , hehe ! aku duluan ya pah , mah " pamit agam sambil menyalami kedua orang tuanya .


" hati-hati sayang , jangan ngebut ya " ucap maharani menasehati putranya . yang diangguki oleh agam .


" iya agam , denger ucapan mama "


" siap pah , aku berangat dulu ya " ucap agam sambil berjalan menuju mobilnya . dia lsngsung melajukan mibilnya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan yang masih sedikit sepi .


lima belas menit berkendara agam sampai didepan rumah mikha . dia keluar dari mobilnya dan berjalan menuju teras rumah mikha .


tok


tok


tok


agam mengetuk pintu rumah mikha . fandi yang kebetulan sedang memakai sepatu diruang depan bersiap akan kekantor mendengar ketukan dipintu . dia pun bangkit untuk membukakan pintu


" selamat pagi ayah " sapa agam pada fandi berdiri didepan pintu .


" pagi nak agam , mari masuk , ada apa pagi-pagi sudah kesini ? "


" agam , mau jemput mikha yah , apa boleh ? "

__ADS_1


" tentu nak , mikha masih bersiap ! kalau gitu duduk dulu nak sambil nunggu " ucap fandi sedikit kaget mendengar ucapan agam . dia pun mengambil tas kerjanya .


" bu , ayah berangkat dulu ya "


" loh ayah nggak nunggu mikha dulu ? eh ada nak agam , sudah lama , maaf ibu nggak lihat "


" pagi bu , agam baru dateng kok , agam mau jemput mikha bu "


"ya sudah ayah tinggal dulu ya nak, tolong jagain mikha ya "


" iya yah ,hati-hati " fandi pun berangkat menggunakan motor yang biasa dipakai mikha .


tidak berselang lama , mikha keluar dari kamar menuju meja makan . namun tidak melihat ayahnya disana .


" bu , ayah mana kok nggak kelihatan ? " tanya mikha karena hanya melihat ibunya sedang membereskan tas kerjanya .


" ayah sudah berangkat nak "


" loh , kok mikha ditinggal bu , mikha mesti nyari ojek dong " gumam mikha lesu . agam menoleh saat mendengar suara mikha , dia tersenyum melihatnya yang terlihat sangat cantik pagi ini .


" ngapain nyari ojek , kereta kudanya udah nungguin dari tadi ! "


mikha bingung dengan ucapan ibunya . ibu tersenyum kearah belakangnya , mikha pun langsung menoleh kearah yang ibunya tunjukan . betapa terkejutnya dia saat bersitatap dengan agam yang sedang tersenyum manis di kursi ruang tamunya .


" agam ! " ucap mikha terkejut .


" iya bu , ibu hati-hati ya " ucap agam dam mikha kompak . diapun mengantar ibunya keluar karena tukang ojek langganannya sudah menunggu didepan rumah .


"agam , kok kamu disini ? " tanya mikha penasaran setelah berdiri disamping agam .


" pagi , gue kangen banget sama lo " sapa agam sambil memegang kedua lengan mikha lalu memeluknya .


" agam , gombal banget lo " ucap mikha sedikit terkejut namun dia tetap membalas pelukan agam , karena dia pun sebenarnya juga merindukannya.


" ih kok gombal sih "ucap agam sambil melepas pelukannya menatap mikha dalam lalu mencium keningnya . mikha merasa senang dengan perhatian agam walau masih terbesit rasa takut .


" agam , lo udah nggak papa soal riana ?" tanya mikha ragu karena takut dia akan marah seperti kemarin .


" mikha , gue bakal urus dia ! dan setelah itu gue ada hadiah buat lo , sekarang lo sarapan dulu ntar kesiangan "


" hadiah ? ya udah , tapi lo harus hati-hati , jangan sampai lo terluka ! lo udah sarapan belum , mau sarapan bareng ?" ucap mikha sedikit khawatir dengan rencana agam .


"gue udah sarapan tadi , gue temenin duduk aja ya " ucap agam sambil menarik tangan mikha menuju meja makan . agam senang merasakan perhatian dari mikha .


beberapa menit berlalu mikha sudah sampai disekolahnya . agam membawa mobilnya sedikit cepat karena beda sekolah dan takut terlambat juga .

__ADS_1


"makasih ya , udah nganterin gue" ucap mikha sambil memegang pintu hendak keluar dari mobil agam .


" tunggu ! " ucap agam menahan mikha .


" kenapa ? "


" cuma makasih doang , sarapan dari lo belum ? "


" sarapan ? tadi katanya udah sarapan , gue mana bawa-" ucapan mikha terpotong saat agam tiba-tiba mencium pipinya . wajah mikha seketika merah karena malu .


" ini sarapan gue yang paling manis , udah sana masuk , sekolah yang pinter ya , tungguin hadiannya lusa ya " bisik agam disamping telinga mikha lalu mengusap kepalanya . jantung mikha terus berdetak cepat . dia hanya mengangguk dan langsung keluar dari mobil sambil memegang dadanya , karena dia takut agam mendengar debaran jantungnya .


agam tersenyum melihat kegugupan diwajah mikha . pipinya yang merah membuatnya semakin cantik . dia merasa mikha sudah menjadi candu baginya . dia tidak pernah merasa seperti ini pada riana ataupun cewek lainnya . agam mengambil ponselnya , lalu menghubungi seseorang .


📞" gimana , lo udah dapet yang gue mau ?


📞 " sudah tuan muda , tapi saya mendapat hal yang tidak terduga , saya sedang menyelidikinya sekarang "


📞 " benarkah , kalau begitu cari tahu semuanya , aku tunggu ! "


📞 " baik tuan muda "


agam pun memutus panggilannya , dan dia memegan ponselnya dengan erat .


" menarik , permainan di mulai ! " ucap agam dengan smirk mengerikan terukir diwajahnya . dia melirik jam di pergelangan tangannya , lalu melajukan mobilnya menuju sekolah karena sudah hampir terlambat .


agam menyusuri lorong menuju kelasnya , sampai dikelas riana mwnyambutnya dengan suara manjanya . agam menatapnya dengan perasaan jijik dan marah , namun dia mencoba menahannya .


" pagi honey , kok telat sih ? " tanya riana sambil memeluk lengan agam erat .


agam hanya berjalan tanpa berniat menjawabnya dia duduk di kursinya dengan tatapan jengah . regan dan samuel saling menatap tanpa berbicara . namun mereka dapat merasakan tatapan mematikan agam pada riana .


" honey , pulang sekolah jalan yuk , aku pengen ke mall " rengek riana sambil terus menggenggam tangan agam dan duduk di atas meja agam .


" menyingkirlah ! " ucap agam dingin sambil menghempas kasar tangan riana . membuat riana sampai hampir jatuh dari duduknya .


" ahhh ! honey kamu kenapa sih ?" ucap riana kesal karena hampir jatuh menabrak meja didepannya .


semua siswa didalam kelas itu terkejut melihat sikap agam , karena yang mereka tahu dia dan riana itu pacaran . dan baru kali ini dia bersikap kasar padanya . mereka saling berbisik heran


" ada apa dengan mereka ? "


" apa mereka sedang bertengkar ? "


" jangan-jangan mereka sudah putus , tapi riana masih mengejarnya ? "

__ADS_1


" berisik lo semua ! " ucap riana kesal sambil berjalan menuju kursinya . dia menghentakan kakinya karena agam hanya diam tidak bereaksi .


semua anak pun langsung diam mendapat bentakan dari riana . dia terus menatap agam bingung karena perubahan sikapnya .


__ADS_2