
mikha masih mengikuti pelajaran dengan seksama . dia mencatat dengan teliti apa yang diterangkan oleh gurunya . dia mulai terusik saat agam menatapnya lekat .
" agam , liat kedepan "ucap mikha gugup .
" emang kenapa ? gue bosen sama pelajarannya , pengen liat lo aja !"
" agam , lihat depan sana !" ucap mikha sambil menolehkan wajah agam . agam hanya terkekeh di perlakuan begitu oleh mikha .
" baiklah sayang " ucap agam pada mikha lirih . mikha tersenyum malu mendengar ucapan agam . mereka pun kembali mengikuti pelajaran yang hampir berakhir .
sisi terduduk di halaman karena kelelahan . dia belum bisa menyelesaikan hukumannya , namun matahari sudah mulai terik dan keringat mulai bercucuran di sekujur tubuhnya .
hufft
" capek , malah panas banget lagi ! gue haus " lenguh sisi sambil mengusap keringat yang bercucuran di dahinya . dia menjengit kaget saat sesuatu yang dingin menempel dipipinya .
" nih , haus kan ? wah ternyata lo pinter bersih-bersih juga ya " ucap daniel sambil duduk disebelahnya sambil melihat halaman yang sudah terlihat bersih .
" ini semua gara-gara lo ! " ucap sisi sewot namun tetap menerima air mineral pemberian daniel dan langsung menenggak minumannya sampai tinggal separuh . rasa segarpun langsung mengaliri tenggorokqnnya yang sejak tadi terasa kering .
" salah sendiri lo telat , gue kan harus adil si , nggak boleh pilih kasih , udah sana masuk kelas , hukuman lo udah selesai ! awas besok jangan telat lagi ya " ucap daniel sambil tersenyum kearah sisi . sisi pun segera bangkit dengan senyum lebar terukir diwajahnya , dia senang karena akhirnya bisa masuk kedalam kelas .
" ahhh , akhirnya ! makasih ya " ucap sisi sambil berjingkrak senang lalu segera berlari menuju kelasnya . daniel hanya mengelengkan kepala melihat tingkah lucu sisi .
" gue seneng lo udah baik-baik aja sekarang , dan gue harap lo bisa tersenyum seperti itu terus si " gumam daniel sendiri sambil menatap kepergian sisi . dia pun mengusap gelang yang melingkar di pergelangan tangannya sambil sedikit tersenyum .
...****************...
ruang kelas
sisi sedikit berlari menuju kelasnya , beberapa anak-anak berada diluar sedang mengikuti pelajaran olahraga . dia sampai didepan kelasnya dia mengintip dari jendela , ternyata kosong tidak ada guru yang mengajar .
dia pun langsung masuk kedalam kelas , semua mata menatap kearahnya bingung , karena dia baru masuk kekelas setelah jam pelajaran dimulai . dia berjalan dengan cuek menuju mejanya .
" lo dari mana aja si , gue kira lo nggak masuk ? "
" gue habis kena hukum ama tuh kudanil ! " ucap sisi dengam nafas sedikit tersengal karena tadi dia berlari ke kelas .
" kok bisa lo dihukum , emang lo ngapain si , tumben banget ? "
" gue bangun kesiangan , jadi telat nyampe sekolah , mikha "
" ohh , emang pantes lo dihukum ! hehehe " ledek mikha pada sisi yang langsung memasang muka cemberut .
" emang nggak setia kawan lo ! " mikha hanya tertawa mendengar sisi menggerutu . sedang agam dan regan hanya memperhatikan obrolan mereka tanpa berkomentar .
samuel pun diam-diam memperhatikan sisi yang duduk tidak jauh darinya . ada sedikit perasaan lega melihatnya dikelas .
tet
tet
tet
bel istirahat berbunyi , anak-anak keluar kelas menuju kantin , begitu juga mikha , sisi dan teman lainnya . sedang regan menjemput nanda dikelasnya terlebih dahulu . agam dan samuel berjalan dibelakang mikha dan sisi . kecanggungan masih jelas terlihat diantara keduanya , namun agam dan mikha memilih diam .
__ADS_1
" mikh , lo mau pesen apa ? " tanya sisi pada mikha setelah sampai didalam kantin .
" biar gue aja si , lo pesenin aja tuh buat sam " ucap agam sambil melirik kearah samuel yang sudah duduk disampingnya .
" biar dia pesen sendiri ! gue laper mau makan " ucap sisi sambil berjalan menuju kedai penjual bakso . samuel menatap diam sisi yang mulai menjauh .
" sam , lo jangan diem aja ! kalo lo kayak gini terus yang ada masalah kalian nggak bakal selesai " ucap agam sambil menepuk pundak samuel pelan . samuel hanya menatap agam tanpa menjawab .
" lo mau makan apa , sayang ? "
" gue mau bakso aja kayak sisi , jangan lupa sambelnya yang banyak ya ! " ucap mikha sambil tersenyum .
" nggak boleh banyak-banyak , ntar lo sakit perut mikha "
" gue udah biasa agam , lo tanya aja ama sisi dia tahu kok selera gue " mikha menatap agam dengan tatapan memohon .
" hemm , baiklah lo tunggu sini " agam segera bangun dari duduknya unruk memesan makanan mareka .
" sam , gue nggak tahu apa masalah lo sama sisi , tapi gue kenal dia ! dia selalu punya alasan kuat dibalik setiap tindakannya . jadi dia pasti punya alasan juga buat lo " ucap mikha pada samuel setelah kepergian agam .
" gue ngerti . ya udah gue pesen makanan dulu ya " samuel berjalan meninggalkan mikha dimejanya .
mereka pun diam sambil menikmati makanan mereka masing-masing , hanya mikha dan agam yang sesekali terlibat obrolan .
" mikh , ntar pulang sekolah kerumah gue ya , mama kangen sama lo katanya , lo bisa kan ? "
" emm , bisa kok. ntar gue kabarin ibu kalo pulang telat . gue kangen juga sama tante rani , udah lama nggak ketemu " ucap mikha sambil tersenyum manis kearah agam .
" kalo sama gue nggak kangen nih ?"
" ngapain , orang tiap hari juga ketemu kan "
" sialan lo ! kalian pada mau ikut nggak , nyokap gue juga nanyain ?" samuel tertawa melihat kekesalan diwajah agam .
" sorri gam , gue nggak bisa hari ini ada janji sama bokap gue soalnya , salam deh buat mama rani ya " ucap samuel merasa tidak enak karena menolak ajakan agam .
" iya gam , gue juga nggak bisa , mau nganter nyokap gue check up hari ini , sori ya , besok-besok deh gue kerumah lo " jelas regan tidak bisa ikut juga hari ini .
" oh ya udah nggak papa , ntar gue kasih tahu mama "
" oya si , lo mau ikut gue nggak kerumah agam ? " bukan agam melainkan mikha yang bertanya pada sisi .
" sori mikh , gue nggak bisa , gue ada janji sama bokap gue , lo sendiri aja nggak papa kan ? "
" emm , ya udah nggak papa si , nanda juga harus kerja hari ini " mikha menatap nanda yang terlihat tidak enak padanya .
" maaf ya " ucap nanda pelan .
...****************...
bel pulang sekolah sudah berbunyi , para siswa berhamburan keluar menuju parkiran sekolah . mikha dan teman-temannya pun berjalan beriringan menuju kendaraan mereka yang terparkir .
dihalaman sekolah terlihat mobil hitam yang terlihat asing dimata mereka . namun sisi tahu kalau itu mobil sekertaris ayahnya . tak berselang lama pintu mobilpun terbuka menampakan pria berpakain rapi dan berusia kira-kira berkepala 3 .
" guys , gue balik ya , udah dijemput soalnya "
" kok buka supir lo yang biasa si , dia siapa ? " tanya mikha
" dia sekertaris bokap gue mikh , gue duluan ya semua , dahh ! " ucap sisi sambil berjalan kearah mobil hitam jemputannya . pria itu pun segera membukakan pintu belakang untuknya .
__ADS_1
setelah sedikit membungkuk pada agam dan yang lainnya , dia selalu mengemudikan mobilnya meninggalkan sekolah . mereka pun ikut menaiki kendaraan mereka ketujuan masing-masing .
...****************...
agam dan mikha sampai di mansion keluarga wiranata . agam memarkirkan motornya di halaman rumah . dia pun menggandeng tangan mikha sambil memasuki rumahnya .
" siang , den " sapa beberapa maid yang sedang bekerja membersihkan ruangan mansion .
" siang , mamah dirumah nggak bik ? "
" nyonya sedang dikamarnya den , mungkin sedang istirahat "
" ohh ya udah , tolong bikinin minum ya bik , ntar bawa ke balkon atas ya , makasih " ucap agam sopan sambil membawa mikha menaiki tangga .
" baik den "
" lo tunggu sini ya , gue ganti baju bentar " ucap agam sambil berjalan memasuki sebuah kamar . saat pintu dibuka sempat tercium wangi maskulin menyeruak dari kamar itu . mikha sangat menyukai wangi itu , karena tidak terlalu menyengat .
mikha berjalan kearah balkon , dia bisa melihat pemandangan yang cukup indah . dia baru melihat taman bunga yang indah dan tertanam rapi . hamparan rumput hijau yang juga terlihat begitu terawat .
" wah , bagus banget " ucap mikha kagum sampai agam memeluknya dari belakang .
" lo suka ? "
" hem , gue suka agam " ucap mikha berbinar sambil menggenggam tangan agam yang melingkar diatas perutnya .
...****************...
asisten raihan mengantar sisi ke ruang dokter yang baru . dia pun mengetuk pintu .
tok
tok
tok
" masuk " suara berat seorang pria terdengar dari dalam ruangan . diapun membuka pintu dan melangkahkan kakinya . seorang dokter berkacamata yang usianya hampir sama dengan ayahnya duduk di kursi kebesaraannya sambil tersenyum ramah .
sisi begitu terkejut melihat wajahnya . wajah yang tidak pernah dia lupakan , orang yang dulu merawatnya selama bertahun-tahun kini ada di hadapannya .
" dokter arya ! "
" hai , lama tidak berjumpa " sapa dokter bernama arya abimana tersebut . dia berdiri dari kursinya dan menghampiri sisi lalu mengusap kepalanya .
" bagaimana keadaanmu sekarang ?" tambahnya lagi .
" baik dokter , semua berkat mu , terima kasih " ucap sisi sambil memeluk dokter arya . dia sudah seperti ayah baginya , karena selama bertahun-tahun diluar negeri dia lah yang merawatnya selama berada di rumah sakit .
" tidak sayang , itu karena semangatmu dan tekad kuatmu untuk hidup "
" pah , aku di-" ucap seseorang yang tiba-tiba memasuki ruangan . semua orang menoleh dan sama-sama terkejut .
" daniel " ucap sisi terkejut .
" daniel , sudah papah bilang ketuk pintu dulu kalau mau masuk , kebiasaan kamu nggak ilang-ilang "
" maaf pah , daniel lupa " ucap daniel lirih sambil tertunduk .
" papa ? jadi lo -" sisi semakin terkejut dan tidak percaya mendengar ucapan daniel , karena dia sangat mengenal anak dokter arya . daniel hanya bisa menatap sisi diam , tidak bisa mengucapkan apapun .
__ADS_1