Engkaukah Sayap Pelindungku

Engkaukah Sayap Pelindungku
episode #18


__ADS_3

cuaca terlihat cerah hari ini , seperti janjinya mikha akan menemani samuel pada akhir pekan ini . kondisinya sudah lebih baik sejak kembali dari rumah sakit . dia bersyukur agam yang mengantarnya kemarin , jadi orang tuanya tidak curiga padanya .


pagi itu mikha sedang bersiap-siap , karena samuel akan segera menjemputnya . tapi dia tidak tahu kemana samuel akan membawanya .


tok tok tok


seseorang mengetuk pintu kamarnya dan mengatakan kalau sudah ditunggu .


" nak , kamu sudah selesai belum ? itu sudah ditunggu temennya loh " ucap bu mira sambil masuk kekamar putrinya .


" sudah bu , ini sudah mau keluar kok , kita kedepan bu takut samuel nunggu kelamaan "


"ya sudah ayok , cantiknya anak ibu , mau kemana si nak ? "


"makasih , mikha juga belum tahu bu , samuel tidak bilang mau kemana " ucap mikha sambil berjalan menuju ruang tamu tempat samuel menunggunya .


" hai sam "


"hai mikha " balas samuel matanya tak berkedip terus menatap mikha . karena mikha terlihat cantik hari ini .


" sam , kita mau kemana sih ? sam ! " tanya mikha berulang karena samuel tidak menjawab dan terlihat melamun .


"ehh ? sori , kenapa ?" ucap samuel gagap sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal . orang tua mikha hanya tersenyum melihat tingksh samuel .


"iya sam , kita mau kemana ? "


"oh , gue mau ajak lo ke mall , sekalian bantuin gue nyari hadiah buat ponakan gue , lo mau kan ? "


" boleh , ya udah berangkat sekarang gimana , takut macet " ajak mikha .


"ys udah , ayah sama ibu samuel ijin ajak mikha keluar boleh ? "


mikha dan orang tua mikha tertegun akan sikap sopan samuel . walau terlahir dari keluarga berada namun dia dididik dengan baik .


" tentu nak samuel , tapi jangan pulang terlalu malam ya " ucap ibu mikha


" jagain mikha nak sam !" tambah ayah .


" tentu ayah , ibu kita pamit ya " ucap samuel sambil mencium tangan kedua orang tua mikha . mereka berjalan menuju pintu keluar dengan diantar ayah dan ibunya .


samuel membukakan pintu mobil sambil mempersilahkan mikha masuk . orang tua mikha senang , karena samuel terlihat anak yang baik . samuel melambaikan tangan sebelum melajukan mobilnya , karena orang tua mikha masih berdiri didepan rumah .


" samuel sepertinya anak yang baik yah , ibu bersyukur mikha memiliki teman-teman yang baik dan bisa menjaga mikha " ucap mira pada suaminya .

__ADS_1


"iya bu , semoga putri kita selalu bertemu orang-orang yang baik " ucap ayah sambil merangkul istrinya masuk kedalam rumah . hari ini pak fandi masih menhabiskan waktu dirumah , karena mulai lusa sudah mulai bekerja , beliau sudah diterima disebuah perusahaan .


****


mobil samuel berhenti didepan mall terbesar dikota itu . dia mengajak mikha memasuki mall ternyata suasana sangat ramai dan penuh dengan pengunjung berlalu lalang . samuel menggandeng tangan mikha , takut terpisah karena mikha masih terkagum sambil bengong melihat megahnya mall tersebut . maklum ini pertama kalinya dia kesana .


" wah sam , gede banget ! berapa lantai mall ini ? " tanya mikha menoleh dengan senyum bahagia lalu menatap keatas dengan kagum .


" 15 lantai , apa lo sebahagia itu ?"


" iya sam , lo pasti malu dan nganggep gue kampungan , karena jujur gue pertama kali kesini sam " ucap mikha tertunduk karena merasa tidak enak membuat sam malu , karena sejak tadi banyak mata memperhatikan mereka .


" kenapa malu , gue seneng karena lo bahagia saat bareng gue ! ayo , gue bakal ajak lo keliling mall ini , kalau perlu lo ambil apapun yang lo mau ! " ucap samuel dengan senyum lebarnya dan menggandeng tangan mikha menuju gerai mainan anak . samuel terus menggenggam tangan mikha .


" sam , lepasin tangan gue ! malu diliatin orang " ucap mikha karena beberapa orang menatap kearah mereka .


" udah cuekin aja ! gue takut lo ilang , ntar gue dimarahin ayah lagi " ucap samuel beralasan , karena sebenarnya dia menyukai tangan mungil itu ada di gengamannya .


" enak aja , emang gue anak kecil ! lepasin sam " protes mikha namun tidak dihiraukan oleh samuel . Dia melepas tangannya saat mereka sampai disebuah toko mainan anak , banyak pernak pernik lucu terpajang disana .


" sam , ponakan lo namanya siapa , cewek apa cowok ? "


"ponakan gue cewek namanya queenzy , umurnya sekitar 6 tahun kayaknya gue lupa , soalnya jarang ketemu juga , lo mau lihat ? " ucap samuel sambil menunjukan foto gadis kecil di ponselnya . mikha pun mengangguk tanda mengiyakan .



" soalnya om gue tinggal di kota s , paling kesini kalo nengok omma "


" ohh gitu , sam lihat yang itu bagus deh " ucap mikha sambil menunjuk kotak boneka barbie 1 set lengkap .


" kalo gue jadi queenzy , gue pasti seneng banget dapet ini ! cantik banget soalnya " ucap mikha berbinar saat memandang mainan itu . samuel tersenyum saat melihat betapa polosnya mikha , dia bahagia hanya dengan menatap sebuah mainan .


" gue setuju pilihan lo ! ya udah , kita ambil itu . lo juga boleh ambil 1 , gue beliin sekalian " ucap samuel sambil menatap mikha dengan senyum jahil .


" makasih sam , gue masih inget umur kali !" ucap mikha pada samuel sambil memasang muka cemberut . samuel pun tertawa lepas mendengar ucapan mikha , saking gemasnya dia sampai mencubit pipi mikha . mikha kaget dengan tindakan samuel barusan .


" ya udah , kita kekasir kalo gitu " ajak samuel sambil masih tertawa .


" hentikan sam , lo buat gue malu " ucap mikha kesal karena samuel masih saja menertawakannya .


" baiklah " jawab samuel sambil mengusap kepalanya . para pelayan toko itu menatap iri padanya , karena samuel begitu perhatian padanya .


" ini barangnya tuan ! pacar anda begitu cantik , kalian sangat serasi tuan muda !" ucap salah satu pelayan toko .

__ADS_1


" kita bukan- " ucapan mikha tidak selesai karena dipotong oleh samuel


"benarkah , terima kasih ! doakan ya supaya dia mau selalu disampingku " ucap samuel pada pelayan itu sambil merangkul mikha . mikha melotot tajam mendengar ucapan samuel . samuel menyadari itu namun dia abaikan sambil berjalan keluar


" tentu , hati-hati dijalan tuan muda" ucap pelayan toko membungkuk sambil mengantar kepergian mereka . saat sudah cukup jauh dari toko mikha akhurnya bertanya pada samuel hal yang menganggunya dari tadi .


" sam , lo apa-apaan tadi ! dan kenapa dia manggil lo tuan muda ? jawab sam , gue penasaran ! " tanya mikha penasaran , karena sejak tadi dia perhatikan hampir semua pelayan di mall itu membungkuk pada mereka , terutama saat samuel lewat .


" ohh , jadi lo merhatiin dari tadi , gue kira enggak " ledek samuel .


"sam ! kalo lo nggak mau kasih tau , gue marah dan nggak mau ketemu sama lo ! " ancam mikha pada samuel .


" ih kok ngambeknya gitu , ngancem maennya "


"biarin , biar lebih gampang lo jawab iya atau nggak ! mall ini punya keluarga besar lo ? " tanya mikha ragu , tapi hanya itu yang terlintas dipikirannya sekarang . namun keraguan itu lenyap seketika saat samuel menganggukan kepala .


" bukan keluarga besar , tapi punya bokap gue tepatnya " ucap samuel tenang . mikha sampai menutup mulutnya saking kagetnya , dia tahu kalau samuel anak orang kaya , namun dia tak menyangka ternyata samuel anak sultan .


"wah , gue mimpi apa bisa kenal sama anak sultan ?"


"mikha ! nggak usah berlebihan , lagian yang kaya itu bokap gue , bukan gue " ucap samuel mengingatkan . karena sejak kecil dia memang tidak suka memamerkan kekayaan keluarganya , karena menurut dia itu tidak perlu , itu bukan hasil kerja kerasnya sendiri .


" iya sori ! habis gue iri sama lo , nyokap lo punya rumah sakit sedang bokap lo punya mall segede ini , keren tau nggak !" ucap mikha memuji samuel .


" denger pujian lo , kenapa gue mendadak laper ya ?"


" nggak ada hubungan sam " ucap mikha kesel namun samuel malah tertawa sambil menarik mikha menuju kafe . mereka duduk dikafe yang cukup ramai , samuel memesan makanan untuk mereka berdua karena mikha bingung harus memilih apa .


setelah selesai makan samuel menepati janjinya membawa mikha berkeliling .


samuel membawa mikha ke arena permainan . disana mikha mencoba hampir semua wahana ditemani samuel . mereka menghabiskan waktu dengan penuh keceriaan .


mikha mengajak samuel duduk dibangku yang tersedia disana . setelah beberapa jam bermain , mikha sudah merasa lelah . dia melihat arloji dipergelangan tangannya , dia kaget ternyata sudah pukul 3 sore .


"sam , udah sore ternyata , pulang yuk lo pasti capek nemenin gue main seharian , sori ya gue kesenengen jadi lupa waktu " ucap mikha penuh sesal pada samuel .


" nggak perlu minta maaf , lagian gue seharian ini seneng banget bareng sama lo , kapan-kapan main lagi , mau nggak ? "


"boleh , gue juga seneng kok !" ucap mikha jujur , karena dia merasa samuel sangat baik padanya , dan dia cukup nyaman bersama samuel . dia ingat ucapan sisi untuk membuka hatinya , dan belajar menerima orang lain disekitarmu .


dan dia ingin memeliki teman dekat sebanyak mungkin .


" sam , makasih ya udah ngajak gue kesini , gue seneng banget hari ini , gue puas main dan gue bisa ngerasain apa yang belum pernah gue rasain dan itu berkat lo , makasih sam !" ucap mikha serius pada samuel sambil menatap wajahnya .

__ADS_1


" sama-sama , gue harap lo nyaman sama gue !" balas samuel sambil memeluk mikha . mikha sebenarnya terkejut namun membiarkannya .


samuel tersenyum mendengar ucapan mikha , karena sejujurnya dia lebih bahagia darinya . hatinya yang dingin mulai menghangat . walau dia tahu belum tentu dia bisa memilikinya . namun setidaknya dia akan berusaha memberi yang terbaik untuknya . agar tidak ada penyesalan dimasa depan .


__ADS_2