
setelah kejadian didapan sekolah mikha dan teman-temannya pergi untuk merayakan hubungan regan dan nanda . mereka berniat membaw Mikha dan nanda pergi ke resto favorite mereka . mikha memilih ikut mobil agam , masih sedikit takut pada samuel karena sudah membuatnya marah .
sepanjang perjalanan mikha diam tidak berbicara apapun pada agam .
dia memandang keluar jendela terlihat melamun . agam melirik mencoba melihat apa yang sedang mengganggu pikirannya . dia menggenggam tangan mikha dan itu menyadarkan mikha dari lamunannya . diapun menoleh kearah agam .
" gue cuma bingung gam , sebenernya mereka itu kenapa , sampai sam semarah itu tadi . bahkan sisi pun terkesan menghindarinya . seharian ini sisi terlihat aneh , matanya bengkak dan lebih pendiam dari biasanya "
" jujur gue bingung mau komentar apa . karena walau gue sama regan udah temenan udah lama sama dia . tapi dia nggak pernah sekalipun bahas soal sisi atau raya sama kita . gue sama regan juga baru tahu pas jagain lo dirumah sakit , cuma gue inget dulu waktu kita masih kelas 2 sd , samuel pernah nggak berangkat sekolah hampir 1 minggu , gue nggak tahu kenapa , katanya sih sakit . tiap gue sama regan maen kerumahnya , dia nggak mau keluar dari kamarnya buat nemuin kita " cerita agam sambil terus berkonsentrasi mengemudikan mobilnya .
" ternyata masalah mereka lebih rumit dari yang kita pikirin gam "
" mungkin , sekarang tugas kita cari tahu , supaya semuanya jelas " ucap agam yang diangguki juga oleh mikha
mereka sampai didepan resto yang mereka tuju . regan , samuel dan nanda sudah sampai lebih dulu dari mereka . mereka berdiri menunggu didepan mobil mereka .
" lama banget lo , ampe lumuten gue nungguin lo disini "
"brisik lo sam ! sapa suruh nungguin gue disini "
" wahh , emang temen lacknut loh , ditungguin malah sewot , udah buruan masuk , gue udah laper nih , karena marah-marah dari tadi "
" siapa suruh ! " balas mereka berempat kompak sambil tertawa puas melihak kekesalan samuel .
"emang bener temen lacknut lo semua ! "
mereka masuk kedalam resto dan memilih tempat diujung resto yang sedikit tertutup oleh tembok pembatas antar meja lainnya . jadi mereka tidak terlalu terlihat dari meja pengunjung sampingnya .
" kamu mau pesen apa ? "
" terserah kamu saja , soalnya aku nggak pernah kesini jadi kamu pilihin aja " ucap nanda sedikit malu pada regan . regan tersenyum melihat wajah nanda yang terlihat lucu .
" ya udah , samain sama aku aja " ucap regan sambil mengusap sayang kepala nanda .
" woy pacaran mulu lo berdua ! kita kayak nyamuk gam "
" brisik banget lo , pesen sana biar mulut lo diem !" ucap regan sambil melempar lap tangan pada samuel .
" lo aja kali ! gue mah kagak " ucapan agam pada sanuel membuat mereka tertawa karena wajah samuel terlihat kesal .
mereka pun memesan banyak makanan kesukaan mereka . agam pun memilihan makanan untuk mikha . samuel sedikit mengerjai regan karena masalah tadi . dia memesan banyak makanan dengan harga fantastis . itu membuat mikha dan nanda melongo saat melihat harganya .
__ADS_1
agam dan regan hanya menggeleng kepala saja melihat tingkah samuel . karena itu bukan masalah serius bagi mereka yang notabennya anak orang kaya . beberapa menit menunggu benerapa pelayan masuk mengantar pesanan mereka .
saat mereka sedang menikmati makanan mereka . mereka mendengar obrolan seseorang disebelah yang sefang membicarakan agam . mereka semua menoleh padanya . agam dan sahabatnya langsung membeku saat mendengar suara itu . karena mereka sangat mengenal suara itu .
" oh ya , gue denger lo masih pacaran sama agam ! kapan lo bakal mutusin dia , kasihan brian tuh dinomor duain sama lo " ucap seorang cewek
" sayang lah gue putusin secara dia atm berjalan gue ! lo kan tau dia itu pewaris tunggal wiranata grup . jadi selagi gue masih sama dia , minimal uang shopping gue aman , lagian gue sama brian cuma buat seneng-seneng aja " ucap cewek satunya lagi .
agam diam mendengar ucapan cewek tersebut yang tak lain adalah riana . namun saat memegang gelas tangannya bergetar hebat karena menahan amarahnya . mikha melihat itu , dia lalu memegang tangan agam karena takut gelas itu pecah saking kuatnya pegangan agam dan itu akan melukai tangannya . agam menoleh menatap mikha dengan wajah tanpa ekspresi .
" apa lo nggak takut kalo sampai agam tahu soal ini ? "
" agam itu cinta mati sama gue , dia aja belain gue didepan nyokapnya ! jadi ya tinggal gue pura-pura nangis di depan dia , dia pasti langsung luluh "
" emang serakah lo , agam udah sempurna menurut gue. bisanya lo ngeduain dia sama brian "
" agam emang sempurna , tapi gue benci banget sama nyokapnya , dia tuh ngeselin dan rese banget tau nggak , gue nggak dianggep sama dia , kalo bukan karena keluarga agam jadi investor di perusahaan bokap gue , gue ogah banget nerima hinaan dari tante rani "
" hati-hati lo , bisnis keluarga lo dipertaruhin disini , jangan sampe lo bangkrut gara-gara lo mainin agam , mau lo jadi gembel "
" ya nggak mau lah , enak aja ! lo nggak usah khawatir , agam itu udah dalam genggaman gue " ucap riana bangga .
semua orang dimeja itu hanya bisa terdiam saling menatap , tidak berani bersuara saat melihat wajah agam . tanpa mereka sadari agam mendengar semua omongan mereka . namun agam hanya diam tak bereaksi .
samuel berdiri dari duduknya berniat menghampiri riana dan memberinya pelajaran , namun agam memegang lengannya sambil menggelengkan kepala . samuel pun mengurungkan niatnya .
" akan gue buat lo membayar mahal ! akan gue hancurin lo sampai tak tersisa ! " ucap agam dingin dan penuh ancaman . ucapan membuat mereka begidik ngeri dan merinding . bahkan regan dan samuel sampai kaget melihat aura agam yang begitu mengerikan .
mereka lebih memilih pulang karena sudah tidak memiliki nafsu makan lagi . mereka ngeri melihat raut wajah agam . bahkan mikha pun segan untuk mengajaknya bicara .
" ayok , gue anterin lo balik " ucap agam pada mikha . kata-kata pertama yang keluar dari mulut agam , karena semenjak kejadian tadi dia hanya diam dan dingin seakan tak tersentuh .
" nggak usah gam , gue pulang sendiri aja ! " ucap mikha tanpa memandang agam . namun bukanya menjawab dia malah menarik tangan nya keluar dari resto menuju mobilnya . semua orang tidak berani berbicara apapun , karena mereka tahu suasana hati agam sedang buruk , dan hanya mikha yang bisa menenangkannya .
mikha hanya diam saat agam membawanya ke mobil . agam melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi , agam seakan lupa ada mikha disampingnya . dia baru sadar setelah suara mikha yang sedikit terisak ketakutan memanggilnya .
"hiks.. hikss .. agam , gue takut pelanin mobilnya . . hikss hikkss .."
agam langsung menghentikan mobilnya di jalan dan langsung merengkuh mikha kedalam pelukannya .
" maafin gue mikha .. maafin gue .. gue terbawa emosi ! maaf udah bikin lo takut " ucap agam penuh sesal . mikha tidak menjawab dia hanya mengangguk mengerti .
__ADS_1
agam melepas pelukannya dan keluar dari mobil , ternyata mereka berhenti di samping danau . agam berjalan mendekatinya karena ingin melepaskan emosinya . dia pun memukuli batang pohon sampai tangannya berdarah .
mikha yang melihat itu langsung keluar dari mobil dan berlari mendekati agam untuk menghentikannya . dia memeluk agam dari belakang sambil memintanya berhenti .
" agam , gue mohon berhenti , jangan nyakitin diri lo sendiri " ucap mikha sambil menangis karena dia merasa sakit melihat agam terpuruk seperti ini . agam pun berhenti namun dia tidak berbalik . agam hanya terdiam tak membalas , mikha pun semakin mengeratkan pelukannya pada agam , karena dia ingin menguatkannya . dia tahu pria itu sedang hancur .
" agam , gue tahu lo hancur dan terpuruk , karena gue tahu lo sangat mencintai riana , tapi jangan gini jangan nyakitin tubuh lo sendiri "
agam berbalik saat mendengar ucapan mikha . dia menatap wajah gadis yang sedang menangis untuknya itu . dia menangkup wajahnya sambil tersenyum .
" lo salah , gue baru sadar kalo ternyata perasaan gue buat riana sudah hambar , rasa cinta itu nggak ada lagi . gue marah sama kebodohan gue sendiri selama ini . dan gue marah karena gue udah buang-buang waktu setaun ini ! tapi hari ini gue juga sadar , kalo perasaan gue buat lo itu nyata mikha , gue bener-bener sayang sama lo , gue tahu ini terlalu cepat buat lo , tapi gue minta kasih gue kesempatan buat ngejar lo , mikha " ucap agam panjang lebar pada mikha .
mikha hanya diam bingung harus menjawab apa . karena sejujurnya dia takut kalau agam hanya menjadikannya pelarian saja . agam sepertinya menyadari kegelisahan mikha dia pun memeluk mikha dengan erat , dia ingin mikha tahu bahwa jantungnya berdetak sangat cepat karenanya .
mikha pun merasakan debaran jantungnya dan agam berdetak cepat , dia pun tersenyum merasakan itu . agam melepas pelukannya dan memegang pipi mikha ,dia menatap wajah mikha lalu tertuju pada bibir mungil mikha .
mikha merasa gugup dengan tatapan agam . agam semakin mendekatkan wajahnya , mikha sudah bisa merasakan hembusan nafas agam menerpa wajahnya .
cuppss
agam mencium bibir mikha sekilas , namun karena merasa tidak ada penolakan dari mikha ,dia menciumnya kembali , namun kali ini diselingi *******-******* kecil . bahkan dia sampai menarik tengkuk mikha untuk memperdalam ciumannya .
agam sangat senang saat mikha mulai membalas ciumannya , walau sedikit kewalahan. dan dia melingkarkan tanganya di pinggang agam , mulai terhanyut dalam ciuman mereka . mereka sangat menikmati moment itu , karena dari situlah mereka saling menyalurkan perasaan cinta mereka .
agam pun kembali mengantar mikha pulang , karena waktu sudah pukul 7 malam . sepanjang jalan mikha duduk dimobil agam tanpa bicara dan hanya tertunduk .
dia malu saat mengingat kejadian tadi , wajahnya merah saat mengingatnya .agam tersenyum saat melihat wajah merah mikha . karena dia terlihat sangan cantik .
mobil agam berhenti tepat didepan rumah mikha , dia melihat rumahnya masih gelap yang berarti orang tuanya belum pulang . agam mengantar mikha sampai dia masuk kedalam rumah untuk menyalakan lampu .
" makasih ya Gam , lo udah nganterin gue " ucap mikha masih malu menatap agam
" kenapa malu , mulai sekarang lo harus terbiasa mikha , karena gue bakal sering lakuin itu " ucap agam sambil mendekati mikha .
" sering ? maksud lo apa agam ?"
" ntar lo juga tahu , gue pulang dulu ya , tapi lo berani kan dirumah sendirian ! bukanya gue nggak mau nemenin lo , tapi gue takut di kira macem-macem sama tetangga lo "
" gue berani kok , lagian gue udah biasa sendirian dirumah kalo oayah sama ibu lagi lembur "
"ya udah gue pulang dulu ya "
__ADS_1
ucap agam sambil memeluk mikha sebentar , lalu mencium kening mikha lalu mengecup kembali bibir mikha . mikha terkejut dengan kelakuan agam .
jadi ini yang agam bilang tadi . agam tersenyum lalu berjalan keluar rumah menuju mobilnya . mikha menatap mobil agam dari teras rumahnya , dia membalas lambaian tangannya sebelum mobil itu berlalu pergi .