Engkaukah Sayap Pelindungku

Engkaukah Sayap Pelindungku
episode #6


__ADS_3

pagi mikha sudah bersiap berangkat kerja . karena kafe pasti ramai karena hari ini akhir pekan .


memang setiap libur sekolah , mikha selalu bekerja dari pagi untuk mengisi waktu luangnya .


"pagi yah , bu ! sapa mikha pada orang tuanya yang sedang duduk di meja makan .


"pagi sayang , udah mau berangkat kerja ! " tanya ayahnya .


" apa sebaiknya kamu istirahat nak , memang kamu gak capek ? " tambah


ibunya .


" gak kok bu , lagian daripada di rumah gak ngapa-ngapain , mending kerja , kan lumayan bu "jelas mikha lalu duduk menyantap sarapannya


" oya nak , kamarin dokter bilang katanya kondisi ayah sudah stabil tinggal pemulihan saja , jadi gak perlu kontrol lagi kerumah sakit " ucap ibunya lega .


" oya , syukurlah , aku seneng dengernya " mikha senang mendengar kabar baik itu . karena hampir 2 tahun ini mikha dan ibunya banting tulang untuk biaya terapi ayahnya yang terbilang tidak murah . kadang mereka sampai harus meminjam uang pada tetangga untuk membayarnya .


" iya sayang , mungkin dalam waktu dekat ayah akan mulai mencari kerja , supaya kita bisa cepat melunasi hutang kita "


" pelan-pelan saja yah , ayah baru pulih , jangan terlalu memaksakan diri " ucap istrinya karena ia khawatir kondisi suaminya drop lagi .


" iya yah , lagian aku dan ibu juga sudah mulai mencicilnya , jadi ayah jangan khawatir " ucap mikha menengkan ayahnya .


" ayah hanya tak mau terus menjadi beban kalian , karena itu tugas ayah , sudah cukup kalian menderita karena ayah " ucap ayah dengan mata berkaca-kaca .


" ayah gak boleh ngomong gitu , ayah bukan beban untuk kami , ayah segalanya buat mikha " ucap mikh di pelukan ayahnya .


" iya yah jangan ngomong gitu , ini semua cobaan , kita harus iklas dan sabar " gumam ibu menguatkan suaminya


" iya sayang , ayah minta maaf ya "


" iya ayah , mikha sayang kalian berdua "


" kami juga sayang " ucap ayah sambil mengusap kepala putrinya tersebut .


memang kondisi keuangan keluarga mikha menurun semenjak ayahnya sakit . Dulu ayahnya bekerja menjadi karyawan tetap di perusahaan yang tidak terlalu besar .


namun ayahnya dipecat karena sering tidak berangkat bekerja karena sakitnya .

__ADS_1


mereka pun melanjutkan sarapan mereka . setelah mikha melepas pelukan ayahnya .


setelah menyelesaikan sarapanya , mikha pun berangkat menuju Dessert Bar .


******


kafe masih sepi karena masih pagi , hanya ada para staf sedang membereskan dan membersihkan kafe sebelum buka .


Setelah menyapa teman-temanya , mikha masuk dan berganti dengan seragam kerjanya . tak lupa iya mengikat tinggi rambutnya . tak lama nanda juga menyusul mikha menuju ruang ganti .


" pagi mikh , napa lo tumben seneng banget kayaknya "


" pagi nan , iya gue lagi seneng soalnya bokap gue udah pulih sekarang "


" syukurlah mikh ,gue ikut seneng dengernya "


" iya nan , makasih ya ini berkat doa kalian juga "


obrolan mereka terhenti saat pak manager mwnyuruh mereka berkumpul


" hari ini kita ada pesanan untuk acara pukul 2 siang , ini daftar pesananya dan alamat nya juga , jadi kalian siapkan semuanya , dan ingat jangan ada yang terlewat !


dan mikha nanti kamu yang anter , minta antar sopir kafe saja , karena pesananya cukup banyak takutnya rusak dijalan kalo pake motor !"


ucap pak hendra panjang lebar sambil mengingatkan .


" baik pak "


huft , butuh tenaga ekstra hari ini batin mikha


Pada pukul 1 siang , mikha berangkat mengantar pesanan ke alamat tujuan . Ia memilih berangkat awal karena takut terkena macet karna ini akhir pekan .


setelah berkendara sekala 30 menit akhirnya mikha sampai di alamat yang dia terima . ia terkagum melihat rumah yang lebih seperti istana itu . halaman luas dan sangat terkesan sangat mewah .


"wah ini mah istana , bukan rumah " ujar mikha lirih sambil menikmati keindahan rumah itu .


sampai di gerbang ada satpam mendekati mobilnya ,


"cari siapa non ?"

__ADS_1


"non ?" tanya satpanya berulang karena mikha masih sibuk melamun.


" ehh , maaf pak saya gak denger ! gini pak saya mau nganter pesanan atas nama bu maharani , benar ini rumahnya ?"


" oh , benar non , masuk aja non sudah ditunggu di dalem " ucap pak satpam sambil membuka gerbang supaya mobil mikha bisa masuk .


benar saja saat turun dari mobil ia disapa oleh para maid rumah itu , mereka mwmbawa kotak itu masuk kedalam rumah , mikha pun ikut membantu membawa masuk , karena kasian para maid kalo harus bolak balik .


ia mengikuti para maid dan meletakan kotak itu di meja makan . ia menatap isi rumah itu dan semakin dibuat takjud , karena berisi perabot mewah dan mahal .


" pesenannya udah dateng bi "


mikha lalu menoleh dan terus nenatap asal suara itu , ia melihat wanita seusia ibunya namun masih sangat cantik dan elegan wanita itu sedikit terkejut melihat mikha berdiri mematung disana .



(siapa gadis itu , dia cantik banget , cocok sama agam ) batin bu rani .


"kamu siapa , dan cari siapa ?" tanya bu rani setelah beberapa saat memperhatika wajah mikha yang menurutnya sangat cantik .


" oh maaf nyonya saya lancang , saya datang mengantaran pesanan anda " jawab mikha gugup dan sedikit takut . karena sudah lancang masuk kerumah orang .


"gak usah takut , saya gak makan orang kok " ledek bu rani sambil tersenyum ramah .


mikha pun tersenyum , ia terkejut ternyata bu rani orang yang sangat ramah , sopan dan baik . tidak seperti orang kaya kebanyakan .


"Acaranya udah mau mulai ma ?" tanya agam sambil menuruni tangga setelah selesai bersiap .


mikha menoleh karena seperti mengenal suara itu . dan ternyata dugaan nya benar .


" Agam " ucap mikha


"mikha "



agam sedikit terkejut melihat mikha berada dirumahnya . itu terlihat jelas diwajahnya .


Dan itu tak luput dari penglihatan mamanya . bu rani penasaran bagaimana putranya bisa mengenal gadis itu .

__ADS_1


bagaimana agam mengenal gadis ini , dia terlihat seperti anak yang baik , aku harus mencari tahu pikir bu rani .


__ADS_2