
pagi mikha sudah bersiap berangkat kerja . karena kafe pasti ramai karena hari ini akhir pekan .
memang setiap libur sekolah , mikha selalu bekerja dari pagi untuk mengisi waktu luangnya .
"pagi yah , bu ! sapa mikha pada orang tuanya yang sedang duduk di meja makan .
"pagi sayang , udah mau berangkat kerja ! " tanya ayahnya .
" apa sebaiknya kamu istirahat nak , memang kamu gak capek ? " tambah
ibunya .
" gak kok bu , lagian daripada di rumah gak ngapa-ngapain , mending kerja , kan lumayan bu "jelas mikha lalu duduk menyantap sarapannya
" oya nak , kamarin dokter bilang katanya kondisi ayah sudah stabil tinggal pemulihan saja , jadi gak perlu kontrol lagi kerumah sakit " ucap ibunya lega .
" oya , syukurlah , aku seneng dengernya " mikha senang mendengar kabar baik itu . karena hampir 2 tahun ini mikha dan ibunya banting tulang untuk biaya terapi ayahnya yang terbilang tidak murah . kadang mereka sampai harus meminjam uang pada tetangga untuk membayarnya .
" iya sayang , mungkin dalam waktu dekat ayah akan mulai mencari kerja , supaya kita bisa cepat melunasi hutang kita "
" pelan-pelan saja yah , ayah baru pulih , jangan terlalu memaksakan diri " ucap istrinya karena ia khawatir kondisi suaminya drop lagi .
" iya yah , lagian aku dan ibu juga sudah mulai mencicilnya , jadi ayah jangan khawatir " ucap mikha menengkan ayahnya .
" ayah hanya tak mau terus menjadi beban kalian , karena itu tugas ayah , sudah cukup kalian menderita karena ayah " ucap ayah dengan mata berkaca-kaca .
" ayah gak boleh ngomong gitu , ayah bukan beban untuk kami , ayah segalanya buat mikha " ucap mikh di pelukan ayahnya .
" iya yah jangan ngomong gitu , ini semua cobaan , kita harus iklas dan sabar " gumam ibu menguatkan suaminya
" iya sayang , ayah minta maaf ya "
" iya ayah , mikha sayang kalian berdua "
" kami juga sayang " ucap ayah sambil mengusap kepala putrinya tersebut .
memang kondisi keuangan keluarga mikha menurun semenjak ayahnya sakit . Dulu ayahnya bekerja menjadi karyawan tetap di perusahaan yang tidak terlalu besar .
namun ayahnya dipecat karena sering tidak berangkat bekerja karena sakitnya .
__ADS_1
mereka pun melanjutkan sarapan mereka . setelah mikha melepas pelukan ayahnya .
setelah menyelesaikan sarapanya , mikha pun berangkat menuju Dessert Bar .
******
kafe masih sepi karena masih pagi , hanya ada para staf sedang membereskan dan membersihkan kafe sebelum buka .
Setelah menyapa teman-temanya , mikha masuk dan berganti dengan seragam kerjanya . tak lupa iya mengikat tinggi rambutnya . tak lama nanda juga menyusul mikha menuju ruang ganti .
" pagi mikh , napa lo tumben seneng banget kayaknya "
" pagi nan , iya gue lagi seneng soalnya bokap gue udah pulih sekarang "
" syukurlah mikh ,gue ikut seneng dengernya "
" iya nan , makasih ya ini berkat doa kalian juga "
obrolan mereka terhenti saat pak manager mwnyuruh mereka berkumpul
" hari ini kita ada pesanan untuk acara pukul 2 siang , ini daftar pesananya dan alamat nya juga , jadi kalian siapkan semuanya , dan ingat jangan ada yang terlewat !
dan mikha nanti kamu yang anter , minta antar sopir kafe saja , karena pesananya cukup banyak takutnya rusak dijalan kalo pake motor !"
ucap pak hendra panjang lebar sambil mengingatkan .
" baik pak "
huft , butuh tenaga ekstra hari ini batin mikha
Pada pukul 1 siang , mikha berangkat mengantar pesanan ke alamat tujuan . Ia memilih berangkat awal karena takut terkena macet karna ini akhir pekan .
setelah berkendara sekala 30 menit akhirnya mikha sampai di alamat yang dia terima . ia terkagum melihat rumah yang lebih seperti istana itu . halaman luas dan sangat terkesan sangat mewah .
"wah ini mah istana , bukan rumah " ujar mikha lirih sambil menikmati keindahan rumah itu .
sampai di gerbang ada satpam mendekati mobilnya ,
"cari siapa non ?"
__ADS_1
"non ?" tanya satpanya berulang karena mikha masih sibuk melamun.
" ehh , maaf pak saya gak denger ! gini pak saya mau nganter pesanan atas nama bu maharani , benar ini rumahnya ?"
" oh , benar non , masuk aja non sudah ditunggu di dalem " ucap pak satpam sambil membuka gerbang supaya mobil mikha bisa masuk .
benar saja saat turun dari mobil ia disapa oleh para maid rumah itu , mereka mwmbawa kotak itu masuk kedalam rumah , mikha pun ikut membantu membawa masuk , karena kasian para maid kalo harus bolak balik .
ia mengikuti para maid dan meletakan kotak itu di meja makan . ia menatap isi rumah itu dan semakin dibuat takjud , karena berisi perabot mewah dan mahal .
" pesenannya udah dateng bi "
mikha lalu menoleh dan terus nenatap asal suara itu , ia melihat wanita seusia ibunya namun masih sangat cantik dan elegan wanita itu sedikit terkejut melihat mikha berdiri mematung disana .
(siapa gadis itu , dia cantik banget , cocok sama agam ) batin bu rani .
"kamu siapa , dan cari siapa ?" tanya bu rani setelah beberapa saat memperhatika wajah mikha yang menurutnya sangat cantik .
" oh maaf nyonya saya lancang , saya datang mengantaran pesanan anda " jawab mikha gugup dan sedikit takut . karena sudah lancang masuk kerumah orang .
"gak usah takut , saya gak makan orang kok " ledek bu rani sambil tersenyum ramah .
mikha pun tersenyum , ia terkejut ternyata bu rani orang yang sangat ramah , sopan dan baik . tidak seperti orang kaya kebanyakan .
"Acaranya udah mau mulai ma ?" tanya agam sambil menuruni tangga setelah selesai bersiap .
mikha menoleh karena seperti mengenal suara itu . dan ternyata dugaan nya benar .
" Agam " ucap mikha
"mikha "
agam sedikit terkejut melihat mikha berada dirumahnya . itu terlihat jelas diwajahnya .
Dan itu tak luput dari penglihatan mamanya . bu rani penasaran bagaimana putranya bisa mengenal gadis itu .
__ADS_1
bagaimana agam mengenal gadis ini , dia terlihat seperti anak yang baik , aku harus mencari tahu pikir bu rani .