
semenjak sampai dikamarnya , agam hanya duduk diam dipinggir ranjang tak beranjak , kepalanya dipenuhi dengan bayangan saat mikha menangis didalam pelukannya tadi .
" hiks ... hikss ...hiks ..."
" mikha , lo kenapa kalo ada masalah cerita sama gue " tanya agam yang terlihat khawatir mendengar mikha terisak . namun mikha hanya mengeleng dan semakin mengeratkan pelukannya pada agam .
mikha mencari katenangan disana . dia takut kehilangan agam , namun dia sadar mereka terlahir dari keluarga yang sangat bertolak belakang . dia teringat dengan semua ucapan riana padanya yang memang benar itulah kenyataannya ..
" hei sayang , lo kenapa ? emm" tanya agam lagi karena bingung dengan sikap mikha dia berusaha melepas pelukan mikha , namun dia malah semakin memeluknya erat . kini tangisnya sudah berhenti , namun dia masih terdengar sesenggukan . mikha tidak mau agam melihat wajahnya saat ini .
" gue-gue nggak papa agam ! lima menit , lima menit aja .. ijinin gue kayak gini " ucap mikha memohon dengan suara lirih dan sedikit terisak .
"lo boleh meluk gue selama yang lo mau , selagi itu bisa bikin lo nyaman ! tapi gue harap bagilah beban pikiran dan masalah lo sama gue . gue sayang sama lo , gue pengen jadi tempat lo bersandar dan bisa lo andelin , mikha ! " ucap agam sambil mengusap punggung mikha , sedang satu tangannya mengusap kepalanya dengan sayang .
" hem , gue ngerti agam ! gue bahagia dan bersyukur bisa kenal sama lo . gue ngerasa ini kayak mimpi agam dan gue harap mimpi ini nggak akan cepat berakhir "
" lo ngomong apa sih ! gue janji bakal terus jagain lo dan selalu buat lo bahagia , biar lo nggak punya alasan buat ninggalin gue , mikha " ucap agam semakin mengeratkan pelukannya pada mikha .
agam semakin hanyut dalam pikirannya sendiri . dia merasa mikha sedang menyembunyikan sesuatu darinya , tapi dia tidak tahu apa itu .
huft ..
" apa yang lo coba tutupin dari gue mikha , apa penyebab nangis kayak tadi " dia sangat panasaran apa yang terjadi pada mikha . agam membuang nafasnya kasar dan meraup wajahnya dengan telapak tangannya .
tok
tok
tok
agam bangkit dari duduknya saat mendengar pintu kamarnya diketuk seseorang .
" mamah , ada apa ? "
" kamu kenapa , kok kusut banget mukanya ? " tanya rani pada putranya yang wajahnya terlihat muram .
" agam , nggak papa kok ma cuma capek aja , emang ada apa mah ? "
" oh ya udah , kamu mandi dulu , mamah tunggu di meja makan ya , bentar lagi papah pulang nanti kita makan bareng "
__ADS_1
" iya mah , bentar lagi agam turun " ucap agam sambil menutup pintu kamarnya saat melihat rani menuruni tangga . agam pun melepas pakainnya lalu berjalan menuju kamar mandi .
tiga puluh menit kemudian agam turun dari kamarnya . dia berjalan menuruni tangga menuju meja makan tempat kedua orangtuanya menunggu .
" malem mah , pah " sapa agam sambil duduk di sebrang mamanya .
" malem sayang " balas orang tua agam . " ayo makan bibik udah masakin kesukaan kamu , mau mamah ambilin ? " tambah rani pada putranya .
" nggak usah mah , agam ambil sendiri aja " ucap agam sambil mengisi piringnya .
" gimana sekolah barunya ? " tanya wiranata pada agam .
" baik pah , nggak kalah sama sekolah yang lama "
" papa dengar dari guru kamu , kalo kamu minta mereka untuk tidak memberitahu siswa disana nama belakangmu , boleh papa tahu alasannya ? "
"maaf pah , agam cuma nggak pengen ada yang tahu identitas ku . karena agam pengen berteman dengan mereka tanpa mereka memandang statusku , agam nggak pengen kayak di sekolah yang lama , semua mendekat karena tahu aku anak papah , maaf kalo keputusan agam bikin papa kecewa " ucap agam sedikit merasa bersalah pada papanya .
" papa tidak kecewa agam , justru papa bangga sama kamu yang tidak menyombongkan status mu ! papa akan dukung apapun keputusan kamu selagi itu baik buat kamu dan kamu merasa nyaman menjalaninya . justru papah minta maaf sama kamu , karena sudah membuat kamu tertekan selama ini "
" agam bahagia pah , karena terlahir dari orangtua yang terbaik seperti kalian , itu suatu keberuntungan buat agam "
" mamah dan papah juga beruntung punya anak sebaik kamu sayang " ucap rani dengan mata berkaca-kaca . " udah jangan melow-melow lagi , cepat habiskan makanan kalian " tambah wira pada istri dan anaknya .
...****************...
mikha pun baru saja menyelesaikan mqkqn malamnya . dia duduk didepan tv , sedang ayahnya belum pulang bekarja karena sedang lembur di kantornya .
" nak , kamu masih disini kenapa belum tidur ? " tanya mira pada mikha setelah kembali dari dapur dan melihatnya duduk sendiri . dia mendekat dan mengusap kepala mikha .
" mikha belum ngantuk bu , ngomong-ngomong ayah pulang jam berapa bu ? "
" katanya si nanti jam 9 , tapi ibu nggak tahu juga . mikha , boleh ibu nanya sesuatu ? " tanya mira mendekati putrinya .
" tentu , soal apa bu ? "
" kenapa kamu tiba-tiba berhenti bekerja , karena setahu ibu kamu sangat senang bekerja disana ? "
" tidak ada apa-apa bu , mikha hanya ingin istirahat dan fokus belajar bu , sebentar lagi kan mikha kelas 3 "
" kamu yakin , tidak ada masalah apapun yang kamu sembunyikan dari ibu ? "
__ADS_1
" nggak ada yang mikha sembunyikan bu , memang kapan putri ibu yang cantik ini bohong ? " ucap mikha tersenyum sambil memegang pipinya sendiri .
" baiklah ibu percaya , tapi dimasa depan kalo ada apa-apa kamu harus segera kasih tahu ayah atau ibumu , janji ? "
" iya bu janji , mikha sayang banget sama kalian " ucap mikha memeluk ibunya erat . namun airmata sudah menggenang pelupuk matanya . ia merasa bersalah telah berbohong pada ibunya . maaf bu batin mikha .
" ibu juga sangat menyayangimu nak , kamu segalanya buat ibu dan ayah " ungkap mira yang mengusap punggungnya .
...****************...
pagi itu agam sudah siap dengan seragam lengkapnya . dia segera turun dari kamarnya menuju ruang makan . kedua orang tuanya sudah lebih dulu berada disana .
" pagi mah , pah " sapa agam sambil meminum susunya sambil berdiri dan terlihat buru-buru .
" pagi sayang , kalo minum duduk agam ! kenapa buru-buru ini kan masih pagi , sarapan dulu " ucap rani heran melihat sikap agam pagi ini .
" hehe , maaf ma , agam sarapan ini aja , mau berangkat sekarang soalnya takut telat mah " ucap agam sambil mengambil roti dan memakannya dengan cepat .
" emang mau kamana agam , ini masih pagi , lagian sekolah kamu kan nggak terlalu jauh , nggak bakal telat cuma buat sarapan dulu " tambah wira pada agam .
" agam mau jemput mikha dulu pah , biar berangkat bareng "
" ohh , kayaknya anak papa udah nggak jomblo lagi deh " ledek rani .
"iya mah , udah nggak galau lagi sekarang , pantes minta pindah sekolah cepet-cepet , ternyata udah nemu target "
" apaan sih mama sama papa ini , udah ah , agam berangkat dulu ntar telat , dah " pamit agam lalu berjalan keluar menuju garasi .
" iya , hati-hati agam , jangan ngebut ! " ucap rani mengingatkan . agam menaiki motornya setelah memakai jaket dan helmnya . dia menyalakan motornya menuju gerbang mansionnya .
diapun memacu kendaraannya dengan sedikit cepat namun hati-hari , karena dia ingin segera sampai di rumah mikha . gadis yang sangat dia rindukan beberapa hari ini .
limabelas menit berkendara , dia pun sampai di depan rumah gadis yang selalu memenuhi pukirannya , dari jauh dia melihat kalau mikha sedang menunggu di teras rumahnya .
tin
tin
agam mematikan motornya didepan gadis itu . dia pun segera turun dari motornya dan mendekati gadis yang sedang tersenyum menatapnya .
__ADS_1
" gue kangen sama lo " ucap agam sambil merengkuh tubuh mikha dalam pelukannya .
" iya , gue juga agam " mikha pun membalas pelukan agam . karena dia juga sangat merindukannya , walau terkadang rasa takut masih menghantuinya .