
setelah kejadian itu mereka saling diam tak berbicara . agam membawa menemui ibunya , karena terus mencarinya . setelah itu dia pergi kearah ayahnya .
acara itu berlangsung sampai sore . para tamu mulai pulang pukul 4 sore .
para maid mulai membereskan ruangan setekah semua tamu pulang . ada sekitar 10 maid wanita dan 5 maid pria .
mikha berniat membantu namun dilarang oleh tante rani karena itu tugas para maid , sedang ia adalah tamunya .
pukul 5 sore mikha ikut berpamitan pulang , karena sudah merasa lelah .
" om , tante mikha pamit ya , ini bajunya aku cuci dulu nanti baru aku kembalikan "
" gak usah dikembalikan sayang , itu buat kamu ! gaun itu sangat cocok buat kamu "
" kalo gitu makasih ya tante , maaf kalo udah ngrepotin "
" nggak kok , tante malah seneng ,
jadi ngerasain punya anak cewek "
" udah mau pulang , maaf ya soal ulah jahil om dan tante tadi ! biar dianter agam saja pulangnya , udah mau gelap " ucap papa agam yang juga diangguki bu rani .
"pa , kan ada supir lagian agam capek ! bukannya kalian harusnya minta maaf juga ke aku "
" gak ada bantahan agam , ngapain kita harus minta maaf sama kamu , ya kan ma ? " ledek pak wiranata pada putranya yang sedang kesal itu yang langsung diangguki istrinya .
agam pun langsung terdiam , karena kata-kata papanya adalah perintah yang tak bisa di bantah lagi .
"iya sayang , jangan kapok main kesini ya . sering-sering tengokin tante ,biar tante gak kesepian dirumah , kalo ngga nanti tante suruh agam sering jemput kamu buat main kesini , ya pa !" ucap bu rani sambil menatap putranya .
"iya , terserah mama aja "
agam semakin dibuat kaget dengan ucapan ibunya barusan .
agam dan papanya dapat melihat rona bahagia diwajah wanita kesayanganya itu .
karena selama ini bu rani memang agak sulit dekat dengan orang asing .
namun tidak saat bersama mikha , ia langsung dekat dan menerima kehadirannnya .
" iya gak papa , mikha pulang sendiri aja om , kan bisa pesan taksi , lagian agam udah capek seharian ini .
makasih juga om dan tante , karena udah ngundang mikha ke acara keluarga tante rani "
" sama gue ?ngga bakal gue anterin kalo gitu !" ucap agam kesal karena dicuekin daritadi . namun sedikit tersentuh dengan perhatian kecil dari mikha .
" agam makasih , tolong anterin mikha pulang ya " ucap mikha dibuat manja, karena ingin meledek agam .
orang tua agam tertawa sambil menggelengkan kepalanya melihat sikap kakanakan putranya .
*******
Setelah sekitar 30 menit mengendarai mobilnya , ia sampai disebuah rumah sederhana namun sangat asri dan rapi .
__ADS_1
" makasih ya , udah nganterin gue pulang sampe rumah "
"heemm " ucap agam singkat
saat pak fandi keluar dari rumahnya dia melihat mobil mewah berhenti di depan rumahnya . apalagi saat putrinya turun dari mobil itu dan
berdandan sangat cantik .
" nak kamu darimana kok pake baju gini , trus siapa yang nganterin kamu pulang ?" tanya ayah pada mikha .
agam yang tadinya hendak pergi , memilih mengurungkan niatnya setelah melihat orang tua mikha .
itulah ajaran utama keluarga wiranata
" itu temenya mikha yah , tadi ada acara dirumahnya ! maaf mikha nggak kasih tau ayah , karena acaranya dadakan "
agam pun memutuskan keluar dari mobil untuk menyapanya .
" sore om , saya agam !
maaf saya telat nganter mikha karena acaranya baru selesai "
sapa agam pada ayah mikha , karena takut ayah mikha salah paham .
" iya tidak papa , jangan panggil om ! panggil saja ayah , semua temennya mikha juga gitu .
kenapa tidak masuk dulu nak , mampirlah kegubug kami " ucap ayah merendah
" terimakasih yah , tapi-" ucap agam gagap karena masih canggung memanggilnya ayah .
" ibumu belum pulang , katanya lagi banyak orderan , jadi pulang agak telat "
mikha mengangguk tanda mengerti .
kalau dilihat dari mobil yang dikendarai agam , ayah langsung tahu kalau anak ini dia dari keluarga terpandang .
" ayo nak , ajak temanmu masuk " ajak ayah mikha sambil menepuk pundak agam pelan .
mikha menoleh menatap agam , seakan mencari persetujuan disana
agam pun menoleh tanpa bicara , lalu berjalan mengikuti ayah mikha
saat memasuki rumah itu , dia merasakan rumah hangat dan cukup nyaman .
" mau minum apa , biar mikha buatin ?" tanya mikha
" air putih aja " jawab agam
mikha pun berjalan menuju dapur untuk mengsmbilkan minuman untuk agam .
agam duduk di ruang tamu rumah mikha , didinding rumah itu terpajang foto mikha dari masih kecil sampai ssekarang
dan dilemari kaca pun terpajang banyak piala penghargaan atas nama mikha . mulai dari tingkat antar sekolah sampai tingkat nasional .
"ternyata cewek itu cerdas juga " gumam agam lirih
__ADS_1
ia merasa kagum padanya , karena disamping ia harus bekerja , namun prestasinya tetap bagus .
" nak , kalian teman satu sekolah ? maaf ayah bertanya begitu , karena baru kali ini mikha membawa teman prianya pulang !"
" tidak yah , kita beda sekolah " jawab agam pada ayah mikha .
ayah mikha hanya menganggukan kepala tanpa bertanya lagi .
namun kata-kata ayah mikha cukup membuatnya senang . karena dia pria pertama yang di ajak kerumahnya .
" ini minumnya , gue tinggal ganti baju bentar ya "
agam mengiyakan tanpa suara .
"diminum dulu , maaf seadanya "
mikha masuk kekamarnya dan mencari baju ganti , karena tubuhnya terasa lengket .
dia segera keluar dari kamar setelah selasai menghapus make up dan mengganti gaunya dengan kaos santai dan mengikat rambutnya asal . saat keluar dia melihat mereka sedang berbincang akrab .
(kalo sama orang tua sopan banget , giliran sama gue , juteknya tapi hari ini dia keren banget sih ) batin mikha .
dia melamun sambil berdiri didepan kamarnya . tak sadar kalau agam sudah menoleh dan sedang menatapnya sambil memegang gelas minumnya .
waktu menunjukan pukul 6 sore , dan langit diluar pun sudah berubah gelap .
ayah memanggil mikha karena agam sudah pamit akan pulang ,
mikha segera mendekat pada mereka .
" pamit dulu yah , udah gelap soalnya "
" hati-hati ya , terima kasih sudah mengantar mikha pulang "
"iya yah sama-sama " ucap agam sambil berjalan menuju mobilnya .
mikha mengantar agam sampai disebelah mobilnya
"gue balik "
"iya , hati-hati dijalan " ucap mikha saat agam masuk kemobilnya .
ia pun melambaikan tangan saat mobil agam mulai berjalan menjauh
agam melihat mikha dari spion mobilnya , ia teringat dengan perhatian kecil yang seharian ini diberikan oleh mikha .
dia masih berdiri menatapnya dan baru masuk kerumah saat mobil agam sudah tak terlihat lagi .
tanpa sadar senyum tipis terlihat dibibirnya . perhatian kecil yang tidak dia dapatkan dari riana .
karena dialah yang lebih sering memberi perhatian pada pacarnya itu , dia tidak peduli walau tidak mendapat perhatian yang sama .
__ADS_1
tapi hari ini dia sadar , betapa bahagianya saat ada yang memberi perhatian padanya walau untuk hal sekecil apapun itu .