
" mau kemana dia ." tanya Ernya dalam hatinya .
kemudian nga brapa lama terlihat Dewi dan temannya keluar.
Ernya semakin terkejut , seandainya kalau nga lagi memanduh acara , mungkin dia uda keluar , ujar ernya .
kemudian Ernya meneruskan permainan tapi matanya tak lepas memandang ke arah pintu. sampai permainan selesai dan acara akan di tutup baru terlihat Rudy masuk ke dalam ruangan.
Ernya masih terus penasaran dari mana aja dia sebenarnya , kalau hanya ke WC ,nga mungkin selama ini . ah sudahlah pusing juga bodohnya aku, sudah tau laki - laki itu tidak boleh di percaya masih saja percaya , ucap Ernya yang kesal pada dirinya sendiri.
kemudian semua pada bubar untuk beristirahat , karena kesal Ernya pun beranjak meninggalkan ruangan tapi di panggil oleh sony
" Er..., tungguh dulu , pengurus jangan bubar dulu ? "
" maaf aku kebelet mau ke kamar mandi dulu ," jawab Ernya sambil berlalu.
sampai di kamar ternyata Hapza dan kedua temannya belum ada, Ernya langsung membaringkan tubuhnya dan terus membolak balikkan badannya pikirannya masih berkecamuk memikirkan tentang Rudy.
sudah jam sebelas kedua temannya masuk tapi Hapza nga ikut .
" Lho....Hapza mana ? tanya Ernya
" Er....kamu uda disini to, Hapza nungguin kamu di aula tu., " jawab nining.
Ernya tidak mejawab temannya dia mengambil ponselnya dan menelpon
" Hallo Za....aku uda di kamar , " ucap Ernya.
" ha ....kami nungguh kamu disini dari.tadi kamu malah uda tidur," jawab Hapza kesal .
" aku ngantuk, " ucap Ernya dengan suara serak.
" Er....katanya kamu tadi ke WC , kamu kenapa ? ya uda ntar aku ke sana .
Hapza langsung menutup ponselnya.
ketika dia pamit kembali ke kamar Rudy menahannya
" knapa ? mau kemana ?
" Er....uda balik ke kamar , tadi suaranya serak gitu, ntar aku lihat dulu." ucap Hapza .
Hapza pun berjalan menujuh kamarnya dia nga menyadari kalau Sony , Rudy ,Manto mengikutinya dari belakang.
kemudian dia membuka pintu dan segera.menghampiri sahabatnya itu tanpa menutup kembali pintu kamarnya
__ADS_1
" kamu knapa ? kamu sakit ? " tanya Hapza cemas ? yang melihat temannya kelihatan seperti orang yang linglung gitu, duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur, sambil menghadap ke jendela.
tiba - tiba Rudy masuk tanpa permisi langsung mendekati Ernya dan memegang pundaknya serta berkata " kamu kenapa ? kamu sakit , apa yang sakit ? tanya Rudy dengan raut wajah cemas.
" kalian kenapa ke sini , ini kamar cewe , ayo keluar sana , aku nga apa - apa , aku cuma sakit kepala." ujar Ernya dan menyuruh mereka keluar dan duduk di teras depan kamar .mereka bertiga keluar tapi tidak beranjak meninggalkan kamar itu malah duduk di teras .
" Er.....! minum obat dulu biar sakitnya berkurang , " kata manto.
" uda nga sakit lagi ko , tadi aku uda minum obat." jawab Ernya berbohong pada hal kepalanya nga sakit .
" tadi kamu kemana ? " tanya Ernya sambil memandang Rudy seperti mengintrogasi , terlihat dia begitu kesal pada Rudy.
" oh ...aku ke kampung untuk belanja ." jawab rudy dengan memandang Ernya penuh selisiki.
" sama siapa ? " balas Ernya .
" oh itu sama ....Dewi , " jawab Rudy dengan intonasi yang rendah hampir nga kedengaran .
" sama siapa ?tanya Ernya agak keras suaranya sehingga sony ,manto , hapza .kaget .
" sama Dewi dan temannya." jawab Rudy dengan santainya , pada hal dia sudah menduga kalau Ernya mulai kesal
" oooo....., trus knapa kau datang ke sini ? kasihan pasti mereka lagi menungguh kau disana tu? " ucap Ernya ketus.
" iya pantas dari tadi aku perhatikan , panduh acaranya mga seceria waktu kau belum keluar bro," kata manto , menggoda Ernya
dan mereka pun tertawa ,
Ernya tambah kesal karena dikerjain oleh sahabat sahabatnya.
dan dia berdiri ingin meninggalkan mereka yang sedang tertawa tapi Rudy lansung memegang tangannya dan menariknya pergi menjauh dari teman - temannya sambil berucap
" tunggu sebentar ya, nanti kami balik." kemudian dia mengajak Ernya berjalan menujuh arah parkiran dan membuka pintu mobil menyuruh masuk , setelah didalam mobil mereka duduk dan rudy memegang tangan Ernya .
" aku nga ada hubungan apa dengan dewi, tadi itu dia minta tolong antar mereka beli pembalut temannya , karena hanya aku yang membawah kendaraan makanya aku mengantar mereka , itu aja " ucap Rudy , meyakinkan gadisnya yang masih saja cemberut.
Ernya hanya diam , dia merasa senang tapi juga malu soalnya dia sudah bertingkah kekanakan.
" tapi paling tidak kamu kan bisa sms , kabarin , " kata Ernya sambil tertuduk malu.
" iya , maaf lain kali nga terulang lagi." ucap Rudy sambil memegang tangan dan memeluknya serta mencium keningnya.
" ya uda ayo , kita samperin mereka kasihan gara gara ada yang ngambek, acara kita tertundah.ajak Rudy sambil menggoda Ernya .dan mereka pun keluar dari mobil dan menghampiri teman - temannya yang sudah setia menunggu.
" gimana ...,ok man ? " tanya sony dengan senyum mengejek Ernya yang beลjalan menunduk karena malunya.
__ADS_1
Rudy mengangkat jempol dan tertawa.
akhirnya mereka berlima duduk di aula memainkan gitar sambil bernyanyi sampai jarum jam menunjukan angka satu .mereka pun mengantarkan Ernya dan Hapza kembali kekamar mereka untuk istirahat.
*********
Di kamar cowok mereka bukannya tidur malah melanjutkan curhat curhatan .
" tadi kau ngajak ke mana doi.?
tanya manto.
" aku tau dia pasti gengsi mau mengakui kalau dia itu cemburu , makanya aku ajak dia berdua lalu aku jelasin perlahan , akhirnya seperti yang kalian lihat." jawab Rudy senyum - senyum .
" tapi memang Erny itu nga pernah aku melihat dia itu mau menampakan kesedihannya lho didepan orang , walaupun dia itu sedih atau kecewa, selalu di tanggapi dengan semyum aja ." ujar sony.
" itu dia , makanya aku itu sangat mengagumi dia , benar lho, " ucap manto.
" dulu itu aku pikir Sony pacaran dengan dia , karena sony selalu lempel dengannya makanya aku pacarin si Dewi.tapi ketika aku tau sony dan dia hanya sebatas teman aku putusin si dewi." kata Rudy.
" jahat banget lho bro...? kata manto
" bukan gitu dari awal aku sudah suka sama dia , aku ingat benar waktu dia dengan gaya percaya diri maju ke tengah lapangan sambil memetik gitar dan melantukan lagunya Glen fredly. kasih putih." kata Rudy.
" ha..ha...ha..., sony tertawa , dan memegang bahu Rudy , sebenarnya ini rahasia jangan
sampai kalian berdua bocorin ya .
ini karena aku uda mau kuliah di luar aja , aku brani ngomong sama kalian berdua.
janji sampai kapanpun kalian tidak akan menceritakan ini kepada Ernya atau pun orang lain . " ucap sony
Rudy dan manto langsung mendekatkan duduk mereka dan menganggukkan kepala serta mengangkat kedua jari mereka ,
"Rahasia Apa ? " tanya rudy penasaran.
begitu juga dengan manto
"Ia rahasia apa ?
*****************************
Bersambung
gimana gais....., baca terus ya kelanjutan cerita ini dan tolong dong komen serta like biar autor lebih semangat lagi menulisnya.๐๐๐
__ADS_1