
Ibu yang mendengar penuturan Ayah langsung menarik kesimpulan kalau dia juga sebenarnya menyukai Ernya.
" Ayah...bukankah perbedaan itu indah ? Ayah cinta itukan tidak mengenal perbedaan suku ,status ,maupun keyakinan.jadi untuk apa kita mempermasalahkan itu semua ? kita sudah hidup di jaman melenium , lagian anak - anak kita juga tidak mempermasalahkan semua itu juga,"
" Iya sih , cuma nanti apa kata keluarga kita Bu ?" ucap Ayah dengan menarik nafas panjang.
" Lhoo...yang penting anak - anak kita kan tidak mempermalukan keluarganya," ucap ibu kepada Ayah.
" Ayah juga nga enakan sama keluarga Dewi, kami sudah sepakat untuk menjodohkan anak -anak ," sambung Ayah kembali.
" Lho..tapi kalau anaknya nga mau masa kita harus memaksakan aja ? udah lah Ayah nanti kita janjian untuk ketemu dan minta maaf ke keluarga Dewi ,"
" Iya lah terserah Ibu aja, " ucap Ayah dan berdiri meninggalkan Ibu yang masih duduk di kursi santainya.
" Ayah,"
" Ada apa lagi Bu ? " tanya Ayah yang berbalik melihat ke arah ibu.
" Ayah mau kemana ? " tanya ibu sambil berdiri berjalan menghampiri suaminya.
" Ya mau istirahat lah ," ucap Ayah santai.
" Kok Ibu nga diajak sih ?" ucap Ibu dengan menggandeng tangan Ayah.
" Ihh ...Ibu seperti anak Abg aja, udah mau nenek -nenek juga ,hahahaaa..." ucap Ayah dan kemudian menggandeng tangan ibu untuk memasuki kamar tidur mereka.
Sementara itu Rudy dalam perjalanan menujuh ke kediaman Hapza sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Hapza.
sehingga dia memacuhkan mobilnya dengan kecepatan penuh dan memang tidak lama kemudian dia sudah memarkirkan mobilnya di depan lorong menujuh rumah Hapza. setelah itu dia pun turun dan melangkah menujuh rumah Hapza.
ketika dia sudah tiba di depan rumah Hapza yang sedang tertutup dia pun mengetuk.
" tok...tok...tok..."
tidak lama terlihseorang wanita parubaya dengan senyum yang mengembang di wajahnya membuka pintu.
" Eee nak Rudy, ayo masuk ,mau ketrmu Hapza ya ? duduk dulu ntar Ibu panggilin ya ? " ucap sang ibu segera masuk dan memanggil anaknya.
Rudy pun duduk dan sambil mengeluarkan ponselnya dia melihat lihat gambar foto yang ada di galeri ponselnya.
dan tidak beberapa lama kemudian terlihat Hapza keluar dengan senyum - senyum mengejek
__ADS_1
" kalau ada maunya baru mau nyari ya , hahahaa..."
" Sorry ,kalau aku tiap saat kunjungi kau terus nanti suamimu cemburu lagi ," ucap Rudy membalasnya juga.
" susah banget sih Rud di hubunginya , " lanjut Hapza.
" Maaf , kmarin tu ponsel aku ngerop ,aku sendiri aja nga menyadarinya." ucap Rudy dengan muka yang serius .
" Makanya aku hubungi Sony minta tolong hubungi kamu , untuk mengabari kalau Ernya itu ada titip pesan sama kamu." ucap Hapza.
" Za ! dimana dia skarang ? knapa dia nga telepon aku ? " tanya Rudy penasaran.
" Dia sudah pindah ke kota B dan dia juga sudah mulai kerja sekarang tapi nga memberi tahu kerja di perusahan apa ."ucap Hapza.
" Lalu terus apa lagi za ?" tanya Rudy sudah nga sabaran.
" Sebenarnya dia bilang jangan kasih tahu kalau dia pindah ke kota B , karena dia nga mau nanti kamu bisa nekat lagi ." ucap Hapza .
" Dia tau aja ,ha..ha .ha.." ucap Rudy dengan tertawa sinis.
" Rud...Aku tau kamu sangat mencintai Nia tapi sebaiknya kau selesaikan kuliahmu dan buktikan kalau kau tidak akan muda pindah kelain hati."
ucap Hapza.
" Tapi....Rud , dia meminta supaya jangan memberikan nomornya kepada siapa pun." ucap Hapza dengan sedikit ragu - ragu.
" walaupun itu aku yang memintahnya ? " kata Rudy dengan nada sedikit kecewa.
" seperti itu ," ucap Hapza dengan sedikit tidak enak hati.
" udah berikan aja nomornya ,aku tidak akan menelponnya tapi akan mengunjunginya ."ucap Rudy dengan sedikit emosi.
" jangan nekat lho Rud , nanti keluargamu terutama ayahmu lebih tidak menyukai Nya." ucap Hapza dengan sedikit kesal kepada Rudy.
" Ya udah kalau gitu beri aja nomornya ,aku janji aku tidak akan melakukan hal yang nekat kok ," ucap Rudy nga sabaran.
" oke.., aku beri tapi kamu janji ya jangan buat masalah ya ? " ucap Hapza dengan melangkah mengambil ponselnya tertinggal di dalam kamar .
Setelah dia sudah mengambil ponsel dan kemudian mencari nomor ponsel Ernya yang semalam menelponnya.
" Kamu jangan kwatir bulan depan lagi suami ku sudah di pindahkan ke kota B.jadi aku akan menjaga nia untuk dirimu." ucap Hapza dengan lantangnya.
__ADS_1
" Apa ? " ucap Rudy terkejut.
" iya ,benar.makanya aku bilangin ke kamu , ntar kalau aku udah di sana kau bisa main ke sana dan kalian dapat bertemu lagi ,mantap kan ?" ucap Hapza sambil tertawa ngakak dan Rudy pun tertawa ." bisa juga tu , pastinya dia akan lebih terkejut lagi ya? " ucap Rudy tertawa dengan ide gila yang di sepakati dia dan Hapza barusan.
" Kau memang sahabat yang top abiss." sambil mengacungkan kedua ibu jarinya.
" Demi kalian berdua apa pun aku akan iklas melakukan kok ," ucap Hapza dengan senyum manisnya.
" Okey ,kalau gitu aku pamit dulu , ntar lama - lama disini suami mu cemburu lagi ," ucap Rudy tertawa.
" mana ada , dia mau cemburu sama kamu ." ucap Hapza dengan senyum juteknya.
" Ehh..mana kau tahu..? " ucap Rudy mengejeknya.
" kaga bakalan mungkin , dia tau kamu itu siapa kok." ucap Hapza sambil menggelengkan kepalanya tak percaya.
" Kalau gitu salam buat suami mu ya , kok dia nga keluar sih ? pada hal kan ada tamu." ucap Rudy sengaja menggoda Hapza.
" Dia lagi di kamar ,"ucap Hapza .
" mau olah raga ya ? " ucap Rudy tertawa...hahaha.....
Hapza pun memukul lengannya dengam wajah memerah karena malu dan mendorong Rudy untuk keluar dari rumahnya .
" Udah pulang sana lama - lama kamu disini,aku bisa pusing ." ucap Hapza tertawa.
akhirnya Rudy pun meninggalkan rumah Hapza dengan senyum bahagia karena walau hanya mendengar kabar sang pujaan hati yang baik -baik saja tapi juga memiliki sahabat - sahabat yang solit yang selalu setia di setiap situasi. kemudian Rudy melajukan mobilnya menujuh ke rumahnya kurang lebih 25 menit dia telah tibadi rumahnya dia memarkirkan mobilnya serta turun dan melangkah masuk dengan bersiul - siul .
pada saat dia membukaan pintu tiba - tiba dia terkejut melihat.ada sang mama yang tiba - tiba berdiri di depan pintu kamarnya.
"Ibuuu..akhirnya aku dapat nomor ponselnya , " ucap Rudy sambil berlari memeluk sang ibunda yang selama ini menjadi tempat curhatnya.
" sepertinya suasana hatimu lagi senang ,ada apa nih ,kasih tau dong ?" ucap sang Ibu dengan keponya.
" Ihhh...Ibu kepo amat sih ? mau.tau aja." ucap Rudy menggoda sang bunda balik.
Tiba - tiba sang ayah terlihat keluar dari kamar.
"Ada apaan sih kok brisik banget ," ucap sang ayah menghampiri istri dan anak laki bungsunya.
.......
__ADS_1
Bersambung.