
" Hey.... kamu kenapa tiba - tiba diam gitu ? " tanya Anto yang penasaran melihat kepada Ernya.
" Nga apa - apa kok , tiba - tiba teringat waktu dulu kita di sekolah aja " ucap Ernya dengan senyum .
" Kapan - kapan kita harus rayaain disini ni walau beda kota ucap Hapza dengan semangat.
" Benar juga tu kan kalau Sony mau main tinggal ke kota B .kalau si Rudy kan dia itu kan selalu siap kapan aja, " ucap Anto.
Setelah sekian lama mereka bersendah gurau akhirnyak mereka sepakat untuk mengakhiri percakapan karena sudah sangat larut malam akhirnya mereka pun berangkat tidur .
Anto yang mengerti keadaan sengaja melangkah lebih dulu memasuki kamar di mana tempat dia dan Rudy akan tidur.
sementara Rudy masih memegang tangan Ernya untuk mengucapkan selamat tidur dengan sebuah kecupan mesrah pada sang kekasih .akhirnya dia pun menyusul Anto yang sudah lebih dulu berada di kamar tidur.
........
pagi itu Ernya terlihat sangat sibuk menyiapkan sarapan untuk.mereka bertiga sebelum nanti mereka akan beraktifitas .
" Slamat pagi sayank , masak apa sih wangi bangat ? "tanya Rudy yang tiba - tiba muncul dari blakang dan langsung memeluk pinggang Ernya.
" Aduuuh...kaget aku , biasa buat sarapan Nasi goreng aja kok ?" jawab Ernya.
" Aku dan Anto hari ini mungkin nga bisa makan siang bersama tapi nanti malam kami jemput ya ?" ajak Rudy.
Ernya hanya mengangguk dan menyelesaikan pekerjaannya.
sementara Rudy masih terus mengekor di belakang Ernya membuat Ernya merasa agak sedikit grogi seperti diawasin .
" Kamu duduk aja dulu disana , aku jadi sedikit grogi kalau kamu terus mengekoriku?" ucap Ernya.
" mengapa gitu ? " tanya Rudy dengan nada pura - pura keheranan.
" Ya iyalah...aku kan seperti orang yang lagi diawasi aja." jawab Ernya kesal.
" Aku cuma mau liatin kamu aja kok , gitu aja marah, ya udah aku balik kamar lagi aja deh...? ucap Rudy dan langsung membalikan badannya.
" mandi aja ntar lagi sarapannya siap kok ! " teriak Ernya.
" Rudy berbalik dan " sudah mandi tau " jawabnya dan kembali melangkah masuk ke kamar untuk membangunkan Anto yang masih terlelap.
sementara di dapur Ernya telah selesai dengan masakannya kemudian dia mengatur masakannya di atas meja makan dan kemudian berangkat menuju kamarnya dan membersihkan diri .
setelah itu mereka pun sarapan bersama dan menikmati hari libur dengan mengelilingi kota B .
Hari - hari berlalu begitu cepat tanpa terasa sudah setahun Ernya tinggal di kota B dan Hapza juga berserta keluarganya sudah pindah ke kekota itu juga .sementara Anto dan Ayah Hapza sekarang sudah mulai menjalankan bengkel yang mereka resmikan beberapa bulan yang lalu.
dan Rudy tetap tinggal di kota A untuk menyelesaikan pendidikan kedokterannya. dia hanya datang dua minggu sekali .
__ADS_1
Sore ini Ernya di kejutkan dengan kehadiran mamanya dan tantenya.
" Lho...kok pintunya terbuka ? pada hal tadi pagi ketika dia berangkat ke kantor semua pintu dan jendela sudah dia tutup." ucapnya pada diri sendiri.
Dia memarkir motornya dan melangkah masuk ,dia begitu terkejut melihat sang mama sedang duduk di ruang tamu dan tantenya.
" Mama..! kok datang dan kabarin , aku kan bisa menjemput kan ?" ucapnya dan kemudian langsung menghamburkan dirinya di pelukan mama kemudian berbalik memeluk tantenya.
" sana mandi dulu , kamu kan baru pulang, " ucap sang mama."
kemudian dia menuju ke kamar dan membersihkan diri , kemudian dia keluar dari kamar menghampiri mama dan tantenya yang lagi menonton acara televisi.
Mereka bertiga bercerita dan terlihat tertawa namun tiba - tiba ponsel Ernya berbunyi .
dan ketika tak di sengaja mata sang mama melihat di layar tulisan love.
Ernya pun mengangkat .
" Hallo ...! " jawab Ernya dengan pelan.
" lagi bersama mama dan tante." jawab Ernya, pada sang penelpon.
" Aku juga terkejut , watu pulang kerja tadi kok " jawab Ernya lagi sambil membuang senyum bagi mama dan tantenya.
" Ya udah , ntar lagi baru aku telepon ya ? " ucap Ernya dan menutup ponselnya.
" Teman ." jawab Ernya, gugup.
" teman atau pacar ?" balas mamanya.
" He..he..he.., dua - duanya , " jawab Ernya.
" Orang mana ? " tanya mamanya mulai mengintrogasi.
" Orang dari kota A," jawab Ernya singkat.
" tinggalnya dimana ?"
" di kota A ,"
" Sudah lama kenalnya "
" Udah "
" berapa lama "
" lama sekali , sekitar tiga tahun lebih."
__ADS_1
" Kerja dimana ?"
" Dia lagi kuliah ,"
" kuliah dimana ?"
" Di kota A."jawab Ernya dengan hati - hati karena dia tahu orang tuanya lagi mengintrogasinya dengan cara yang halus.
" Kedokteran "
" Oh..., berarti nga pernah ketemuan dong ? ati - ati jangan sampe di permainkan apa lagi jarak jauh seperti ini." ucap sang mama dengan nada yang penuh dengan penekanan.
" Dia sering ke kota ini kok , soalnya dia juga sambil kerja ,"
" Emang kerja apa ? " tanya sang mama dengan terkejut.
" dia itu pemilik shorum dan bengkel. jadi setiap dua minggu sekali dia akan mengunjunginya.
" Hati - hati jangan sampai.dia itu sudah punya istri dan kamu hanya di bohonginya." ucap sang mama menekankan.
" Tante aja udah kenal kan orangnya kok ,ya kan te ?" jawab ernya sambil melihat ke arah tantenya.
" hmm..." jawab tantenya pelan.
" Kok kamu nga ngomong ke aku kak ?" tanya mama ke kakaknya.
" Kan dulu sering aku ceritain kok , tapi kau nga suka karena alasannya dia tidak seiman ." jawab tante dengan melirik pada Ernya ,
" Kamu juga Er.... apa tidak ada laki - laki lain lagi , cari pasangan itu yang se iman paling tidak supaya bisa saling mendukung dalam pelayanan." ucap dang mama dengan kesal , karena sang anak tidak mendengar nasehatnya dari dulu.
Ernya terdiam , dia tahu pasti mamanya akan menentang hubungan ini ,
kemudian dengan hati hati dia mencoba menjelaskan kepada sang mama.
" Ma...Rudy itu teman dari SMA ku , dia itu memang tidak seiman dengan kita tapi dia selalu mendukung kok pelayanan Ernya di gereja, bukan saja itu dia itu pekerja keras , baik kok orangnya." jelas Ernya.
" tetap aja, mungkin skarang karena masih pacaran dia ikutin aja apa maumu , tapi nanti setelah dia sudah memilikimu kamu akan dilarang ini ,itu, jadi dari sekarang mending udahin hubungan ini.dari pada nanti menyesal di kemudian hari." tutur sang mama yang sudah banyak memakan asam garam hidup.
" Mama ...! Rudy itu berbeda lho ma ? dia tidak seperti itu ? dia tidak pernah memaksakan kehendak kepada ernya atau siapapun, mama tau nga dia itu sering memberikan sumbangan bukan saja pada yayasan yang seiman dengannya tapi kepada yang tidak seimanpun dia selalu rutin memberikannya." ucap Ernya kepada sang mama.
" Ya udah terserah kamu aja ,kamu udah dewasa kamu udah bisa ngurus diri sendiri nga perlu lagi dengarin nasehat irang tua." ucap sang mama dan beranjak dari duduknya.
" Bukan begitu dong Ma , " jawab Ernya dengan wajah sedih ,karena mamanya tidak menyetujui hubungannya.
................
bersambung.
__ADS_1