Ernya

Ernya
Brisik


__ADS_3

" Ha..ha...ha ..., mau tau aja ni ?" ucap ernya sambil tertawa.


" Ya iyalah , secara kan kami nga pernah lihat kamu di jemput cowok selama ini." ucap salah seorang rekan kerjanya.


" bukan gitu secara dia juga sibuk sekolah , kerja , aku juga sibuk kerja.jadi ketika dia lagi ada ke daerah sini sempatin dikit liatin pacarnya lah, soalnya kalau tiap hari kan kaga mungkin to." jelas Ernya.


" udah brapa lama sih kalian pacaran ?" tanya aji .


" Eh ni jam kerja bukan , acara talksyow lo," seru Ernya .


" Jawab aja knapa bawel ?" ujar aji kesel .


" Ih marah , emang ya kalian ini bapak - rumpi ya ?" kata Ernya dan mulai melanjutkan pekerjaannya.


" Hei , gadis bawel jawab dulu ,kenal dimana ? udah brapa lama ? " kata rekandi sampingnya.


" kami berdua teman SMA , udah hampir empat tahun sepertinya." jawab Ernya dengan sambil mengetik.


" wauuu....lama juga ya ? udah diapain aja non ? "


" maksud kamu apa ?"


" ya ilee , hari gini kaga ngerti ? terlaluuu..."


" kalian ini ya dasar laki - laki otak mesum ."


" hahahaa...."


mereka semua tertawa sehingga ruangan itu yang penghuninya mayoritas cowok itu langsung gaduh.


thut...thut...


" siang Pak " jawab Aji selaku kepala devisi marketing.


" Kalian kira ini pasar ya ? ini masih jam kerja ," ucap sang Manager.


" iya Pak ,maaf. " jawab Aji dan menutup telepon.


" sssttt..." kerja stop ntar lagi setelah pulang kerja , ketauan kita brisik." ucap Aji.


Akhirnya tiba -tiba ruangan menjadi sepi , tiba - tiba semua orang menjadi bisu .

__ADS_1


Ernya senyum - senyum karena akhirnya dia terbebas dari bulian para kaum adam .


" kapok , emang enak " ucap ernya dalam hatinya.


. ....


Tanpa terasa jam pulang kerja pun tiba terlihat para karyawan berhamburan keluar dari ruangan mereka tak ketinggalan juga Ernya dan rekan -rekannya.


" Eh...ada yang menghindar tu ? " ucap salah seorang rekan kerja mereka.


" Er..! tunggu dulu urusan kita belom selesai ,hei....tunggu kita lanjutin lagi." ucap Aji berjalan dari belakang dan di ikuti dengan timnya, sambil tertawa.


" bodoh amat , Sorry Gue mau pacaran !" ucap Ernya langsung masuk ke dalam lif yang saat itu langsung terbuka pintunya.


dan setelah dia berada didalam lif dia menggoyangkan tangannya kepada rekan - rekan kerjanya yang hanya berdiri melihat gadis kecil mereka.


setelah itu Ernya melajukan motornya menujuh bengkel Rudy.


ketika dia tiba di sana dia melihat ada beberapa karyawan yang lagi sibuk menyelesaikan pekerjaan mereka ,dan ketika mereka melihat kepada Eenya langsung menebarkan senyum manisnya.


Dia melangkah menujuh rumah tinggal Rusy yang berdampingan dengan bengkel itu.


Karena pintu itu terbuka dia langsung masuk dan mengintip kedalam rumah tapi dia tidak menemukan orang yang di carinya .dia memutuskan untuk menujuh ruang tengah tapi tidak ada juga orangnya dan dia melihat ke arah dua kamar yang pintunya tertiutup.


kemudian dia duduk di ruang tamu sambil menyalakan tv dan bersandar di sofa empuk yang bercorak gold yang di letakan di depan tv .


sudah sekitar 25 menit tidak ada tanda - tanda kalau penghuni rumah ini ada ,akhirnya dia memutuskan untuk pulang saja.tapi ketika dia hendak melangkah tiba - tiba salah satu pintu kamar terbuka .


" Kamu udah pulang kerja ?" tanya Rudy agak sedikit terkejut.


" Kamu Tidur ya ? " tanya Ernya


"maaf say...,aku ketiduran." ucap Rudy.


" kalau gitu sana lanjut aja tidurnya ,aku mau pulang." jawab Ernya dan terus melangkah keluar rumah tetapi sebelum Ernya melangkah kaki menginjak teras rumah, Rudy langsung menahan pergelangan.tangannya dan kemudian membawahnya masuk kembali dan mendudukan diri di ruang keluarga itu.


" Kok mau pulang sih yang , baru juga nyampe , lagian aku belum melepas rinduku ? ucap Rudy sambil senyum senyum.


" Ya udah sekarang lepas aja ," ucap ernya.


" Kok marah -marah yang? kamu nga kangen aku ya ? " ucap Rudy sambil mendekap bahu ernya.

__ADS_1


" Hmmm..., mulai deee...dramanya." jawab Ernya sambil menghela nafasnya.


" tunggu bentar aku ganti baju dulu baru akan mengantarmu pulang ya ?" ucap Rudy dengan mengusap kepala Ernya.


Ernya hanya menganggukkan kepala ,dia merasa begitu nyaman dengan sikap dan perlakuan yang di berikan oleh Rudy.


" ntar dulu aku mau ngomong sesuatu " ucap Ernya memegang tangan Rudy .


"Ada apa ? mau ngomong apa ? " tanya Rudy kembali duduk di samping Ernya sambil merangkul pundak Ernya.


" Begini ,sebenarnya Mama masih belum bisa menerima ...kamu ?" ucap Ernya dengan terbata -bata.


" why ? mengapa ? " ucap Rudy tersentak kaget.


" Bukankah waktu di telepon itu kau katakan beliau ingin bertemu dengan ku ?" kata Rudy dengan suara yang begitu prustasi.


" Mama masih belum bisa menerima hubungan ini karena kita berdua yang ....." Ernya tidak dapat meneruskan kalimatnya dan dia langsung tertunduk meneteskan air mata .


" katakan karena apa ? " ucap Rudy dengan suara yang mulai emosi.


"sebenarnya mama itu bukan tidak menyukai sama kamu , dia ngomong berdua sama aku kalau hubungan kita ini harus di pikirkan mateng - mateng karena jurang diantara kalian terlalu terjal tidak mungkin untuk di lalui,jadi sebelum terlanjut kebih baik di diakhiri sebelum kalian lebih sakit lagi.


" Oooo....aku tau pasti karena perbedaan keyakinan kita kan ? iya kan sayank ? " tanya Rudy.


Ernya hanya menangis dan tertunduk ,tak berani untuk menatap Rudy yang begitu frustasi.


" Terus kalau kamu sendiri apa keputusanmu ? " tanya Rudy lagi.


"Aku.....,aku...., bingung ? " jawab Ernya terus menunduk.


"Bukan kah dulu sudah kita pernah bahas masalah itu? " ucap Rudy.


" Tapi orang tuaku mereka tidak bisa memahami tentang hal itu ,bagi mereka apa kata keluarga besar aku nanti ? terus belum lagi bagaimana keluarga kamu juga ? pasti mereka tidak akan pernah merestui hubungan kita ini ,ucap Erny dengan putus asa. aku tau kalau Ibu dan kakak kamu pasti tidak masalah tapi bagaimana dengan ayah dan keluarga besar kamu yang lainnya? itu yang sebenarnya membebani pikiran Mama ku.


" Ayo aku antar kamu pulang ? " ajak Rudy .


" Tapi motor aku gimana ? " ucap Ernya .


" Biar nanti anto yang mengantar kamu aku yang antar ,sekalian aku juga ingin ketemu dengan mama kamu ?" jawab Rudy dengan tidak mau ada bantahan.


" tàpi....." ucap Ernya.

__ADS_1


.......


Bersambung


__ADS_2