Ernya

Ernya
pengunduran Diri


__ADS_3

" Kamu nga kenal suara saya ya ? saya ayahnya Rudy " ucap si penelepon.


" amm....maaf om ,apa kabar om ? " jawab Ernya tertatih - tatih.


"Saya ingin bertemu dengan kamu ,kamu bisa ke kantor saya ? " tanya Ayahnya Rudy.


" Bisa om ,tapi ada apa ya om ?" tanya Ernya dengan sangat hati -hati.


" kamu datang dulu ini menyangkut Rudy." jawab sang Ayahnya.


" Ia om saya janji ,saya pasti datang ." jawab Ernya.


" kalau begitu saya tunggu.kamu saat istirahat makan siang ya ?" balas Ayahnya Rudy.


kemudian teleponpun terputus tanpa menungguh jawaban dari Ernya.


saat sedang mengerjakan tugasnya Ernya terus berpikir" apa yang akan di bicarakan oleh ayahnya Rudy ya ? apakah dia akan merestui hubungan kami ? ataukah dia akan memisahkan kami ? ahh....pusing -pusing ." ucap Ernya pada dirinya sambil meeemas rambut di kepalanya.


" Hei.....kamu kenapa ? tanya seorang rekan kerjanya yang kebetulan melihat Ernya yang sedang meremas rambutnya.


" eh...nga sakit kepala aku ," jawab ernya mengelak Karena malu .ĺ


" Kalau begitu ,kamu pulang aja , nanti aku laporkan ke bos kalau kau sakit kepala." ucap sang teman.


" oh nga apa , ntar lagi udah istirahat mungkin karena pengaruh karena aku lupa sarapan kali." jawab Ernya berbohong.


" Ya udah ." jawab sang teman." tapi kalau sakitnya belum sembuh juga kamu boleh pulang aja." kanjut sang temannya.


" Iya , makasih ya ." jawab Ernya.


Dan memang tidak terasa jam makan siangpun tiba.Ernya dengan secepat kilat langsung beranjak keluar dengan setengah berlari segera menujuh parkiran mengambil motornya dan meninggalkan parkiran menujuh ke kantor Ayahnya Rudy.


setibanya di sana dia menujuh ke bagian resepsionis menanyakan ruangan sang calon mertua ,kemudian dia diantar sampai ke depan ruangan sang calon mertua .


" Siang mba , maaf saya mau bertemu dengan Sya ," ucap Ernya.


" Oh ...mba Ernya ya ? " tanya sang sekertaris.


" Iya mba , " jawab Ernya dengan sedikit membungkuk.


" Mari mba Ernya saya antarkan ,sudah di tunggu sama Bapak." jawab sang sekertaris yang rama dan cantik itu.


kemudian Ernya mengikut sang sekertaris masuk dalam ruangan yang luar biasa indahnya dengan suasana yang begitu adem tertata dengan rapihnya membuat Ernya menjadi terkesimah.sampai sampai dia tidak menyadari.kalau sang sekertaris sudah berpamitan keluar dan meninggalkan Ernya sendiri masih terpaku dengan ruangan kerja sang calon mertua begitu indah.


" Ayo duduk lah.tunggu sebentar ." ucap calon mertuanya.


" terima kasih Pak ." ucap Ernya dan duduk menunduk sambil menungguh apa yang akan di bicarakan oleh ayah Rudy.


" Kamu tau , mengapa saya ingin bertemu dengan kamu? " tanya ayahnya Rudy.


" Maaf Pak saya tidak tahu ,ucap Ernya sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Begini , saya langsung saja katakan ya .saya ingin kamu segera menjauhi Rudy , karena saya sudah punya calon yang tepat untuk dia ." ucap laki laki paruhbaya itu.


bagaikan di sambar petir , Ernya langsung menjadi lemas , dengan tidak ada bantahan dia segera menjawab " Baik Pak , dan saya mengucapkan terima kasih Pak karena Bapak sudah mengingatkan saya bahwa saya memang tidak pantas dengan anak bapak.Bapak tidak perlu kawartir saya akan segera menjauhi anak bapak.kalau hanya itu yang ingin bapak katakan kalau begitu saya permisi." kemudian Ernya berdiri dan menunduk kemudian melangkah meninggalkan ruangan itu.


setelah masuk di dalam lif , Ernya sudah tidak dapat lagi membendung air di kelopak matanya.dia begitu sedih, dalam hatinya dia masih begitu berat untuk meninggalkan Rudy tetapi di sisi lain dia juga tidak.mau Rudy harus menentang Ayahnya hanya untuk membelanya.


tidak lama kemudian pintu lif terbuka dan dia menyapu air matanya dengan tisu dan melangkah kembali menujuh kantornya.


setelàh tiba di kantor dia langsung membereskan semua barang-;barangnya .kemudian dia menulis surat pengunduran diri .setelah itu ketika jam kerja hampir selesai dia menemui kepala defisinya dan menyerahkan surat pengunduran dirinya.


" Ernya, apa ini ?"


" Maaf Pak , ini surat pengunduran diri saya , alasannya sudah saya jelasin di dalam surat ini."


" Apa ada yang menyakitimu ?"


" Tidak Pak ."


" Tapi mengapa begitu mendadak?"


Ernya hanya diam ,dan tidak menjawab sedikit pun kemudian dia keluar dan ketika waktu sudah menunjukan pukul 15.00. Ernya pun bersiap meninggalkan kantor dia sengajja tidak menggunakan liff karena dia tidak ingin bertemu dengan siapa pun yang akan membuat dia harus memeras otak untuk menjawab setiap pertanyaan mereka.


ketika dia sudah sampai di parkiran motor dia segera mengambil kontak motor di dalam tas dan meletakan karton yang berisi barang bawahannya di depan kemudian dia melajukan motornya meninggalkan kamtor.


..........


Sementara itu di bengkel Rudy lagi kedatangan tamu yang tak lain adalah Dewi wanita yang di jodohkan oleh.ayahnya dengannya.


"Kamu ngapain ke sini ? ada apa ? "


" Aku sibuk , banyak pelanggan jadi aku nga bisa je kampus,"


" Ntar lagi kita akan turun praktek , jangan lupa itu."


" Iya ."


" Udah aku mau pergi dulu , "


"Ya , silakan aja." jawab Rudy dengan santainya.


" Ih menyebalkan ." jawab Dewi dengan kesal sambil melangkah meninggalkan Rudy.


Rudy kemudian mengambil ponselnya dan merasa bingung karena seharian ini dia tidak mendengar kabar dari sang kekasih.


tiba - tiba dia menekan nomor ponsel dan tidak berapa lama terdengar suara


nomor yang anda tujuh sedang di luar jangkauan...


" Kok nga aktif HP nya sih , Whatsap aja nga ada , ada apa nih ? " Rudy bertanya dalam hatinya.


Malamnya ketika Rudy udah nyampe Rumah dan sedang makan bersama dengan keluarganya tiba - tiba sang kakak yang baru saja melap mulutnya dengan tisu berdiri dan meminta Rudy untuk mengikutinya di taman blakang rumahnya.dan Rudy tidak berapa lama pun berdiri dan pamit pada Kedua orangtuanya dan menyusul kakaknya ke taman belakang.

__ADS_1


" Ada apa kak ? "


" Kamu tau nga kenapa Ernya mengundurkan diri ?"


" Ha...knapa ?"


" Iya, kakak nanya kamu ,kok malah kamu balik nanya kakak sih ? "


" Sumpah kak, aku juga kaget nih ,nga tau aku ."


" Soalnya tadi kepala Defisinya menyerahkan surat pengunduran dirinya pas sebelum pulang kerja."


" Ada apa ya ? pantas seharian ini dia nga ada kabar berita sama sekali."


" Apa kalian berdua bertengkar ya ?"


" nga ada kok kak? "


Rudy kembali ke kamarnya dan dia menelpon Hapza .


" Hallo ....Hapza !"


" Eh Rud...tumben kok kamu telepon aku malam - malam gini , ada apa ? "


" Sa...,Ernya ada telepon kamu nga ? "


" Kapan ?"


" Hari ini , ooo tadi siang ,"


" Terus, ngomong apa dia ? "


" nanya siang ini aku mau kmena ? tapi karena aku mau ke rumah mertua,"


" terus."


" nga cuma itu aja , knapa ? "


" Dia mengundurkan diri dari kantor kakak ."


" Hah...."


" Ada apa ya ? nga biasanya dia seperti ini ? "


"Udah ini juga udah larut besok aja aku ke rumahnya ,"


" jam brapa kau mau ke sana biar nanti aku jemput ya ? "


" Suamiku brangkat kerja dulu baru, aku ke rumahnya."


dan Rudy pun menutup percakapan mereka dan membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur sambil terus berpikir knapa dia mengundurkan diri ?

__ADS_1


........


BERSAMBUNG


__ADS_2