
Hari ini terasa begitu berbeda dengan hari - hari lainnya ,kalau kemarin Rudy melakukan sesuatu dengan tidak bernyawa tapi pagi ini dia begitu banyak menaburkan senyum dan beraemangat dalam melakukan tugas dan kewajibannya dengan semangat yang luar biasa.
setelah selesai menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dia langsung meluncur dengan mobilnya kembali ke rumah. setelah kurang lebih 35 menit akhirnya dia tiba di rumah , ketika dia turun dari mobil dan berjalan memasuki teras rumah terlihat sang bunda lagi berjalan dari samping rumah menujuh ke arah depan.
" wasalam mualaikum " ucap Rudy sambil berjalan menghampiri Ibunya dan menyalami .
" Walaikum salam , udah pulang ya ? kok tumben cepat amat ,"
ucap sang Ibu yang merasa heran dengan kepulangan anaknya.
" Ntar aku pulang kemalaman di bilangnya kenapa kemalaman, pulang cepat dibilangnya kok tumben cepat.serba salah aku ini ," jawab Rudy pura - pura kesal.
Dan berjalan membuka pintu kemudian masuk dan langsung merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu,
" Sudah makan atau belum ?" tanya sang Ibu.
" Nga sempat Bu , soalnya tadi dari bengkel langsung ke kampus selesai itu langsung pulang ke rumah." jawab Rudy sambil memejamkan matanya.
" apa kau ingin makan biar Ibu minta bibi untuk menyiapkan ?" tanya sang Ibu lagi.
"Ntar aja Bu , aku mau mandi dulu , " ucap Rudy bangkit dan berjalan memasuki kamarnya.
Setelah mandi dan dan berpakaian santai kemudian Rudy pun keluar dari kamar dan berjalan menghampiri ruang makan kemudian duduk dan menikmati makanan yang sudah tersuguh di atas meja.
karena sudah terlalu lapar dengan sigapnya Rudy makan dengan begitu lahapnya .
Sang Ibu yang baru dari dapur melihat gaya makan anaknya hanya menggelengkan kepala sambil menghampiri sang anak dan duduk di depannya .
" Kamu seperti orang yang baru pernah lihat makanan aja, pelan - pelan aja kali." ucap sang Ibu.
" Lapar Bu ," jawab Rudy dengan terus memasukan makanan di mulutnya.
"Apa karena pagi tadi terlalu senang sampai nga sempat mengisi perut ya ? " tanya sang ibu yang memancing anaknya untuk menceritakan kejadian pagi tadi.
" Maaf Bu , sepertinya bisa juga." ucap Rudy dan tersenyum.
" Kamu sekarang sudah main sembunyi rahasia dari Ibu ya ? " ngancam Ibu.
" Ih Ibu kepo bangat sih ." ucap Rudy.
" Ya kepolah , kan kamu itu kalau ada apa - apa pasti Ibu yang tau duluan." jawab ibu dengan kesal dengan sikap rudy yang membuat ibu semakin penasaran.
__ADS_1
" Bu ..,aku mau balik ke bengkel dulu ya ? tadi ada yang ketinggalan ." ucap Rudy kepada sang ibu.
" Kalau mau pergi silakan siapa yang mau menahan mu lagi ,sepertinya kamu sudah nga membutuhkan ibu lagi kok." jawab ibu dengan senyum sarkasnya.
" Siapa bilang ? Rudy masih butuh ibu untuk melamar anak gadis orang kok ," jawab Rudy yang menyeleaaikan makannya dan bernjak berdiri menghampiri sang ibuserta memeluknya denganpenuh cinta.
" Nasib.., punya anak yang super sibuk seperti ini." ucap Ibu sambil melepas pelukan sang anak.
" Ibu tau nga ? Ernya sudah aku temukan , dan semalam kami berdua ngobrol sampai jam 2 an ." kata Rudy sambil duduk di dekat sang ibu kembali.
" Oh ya , terus dimana dia sekarang ? apa katanya kenapa menghilang begitu saja ? " tanya ibu dengan antusias.
" Dia tidak mau bicara tentang itu tapi ibu pasti sudah tahu kan biang lalahnya siapa ? " ucap Rudy tertawa sinis ,karena meski pun dia kesal pada ayahnya -tetapi dia masihpatuh pada pada perintah ayah.
" Kamu skarang tenang aja, sepertinya Ayah sudah berubah dia sudah tidak ingin mengekang kamu lagi, buktinya semalam setelah selesai acara makan bersama dia minta maaf ke orang tuanya Dewi , kalau dia tidak ingin perjodohan itu terjadi,jadi intinya kesepakatan perjodohan di batalkan ." ucap ibu dengan menyilangkan kedua tangan berbentuk tanda silang.
" Masa sih Bu ? tapi semalam sampai pagi tadi juga beliau diam aja ?" ucap Eudy masih kurang yakin.
" Iyalah ,beliau kan nga enak juga sama anaknya ." jawab sang ibu.
Tiba - tiba Ernya terkwjut karena dia harus kemabali ke bengkel ada pelanggan yang ingin bertemu juga.
" maaf bu, aku harus berangkat sekarang ? nanti ntar malam kita lanjut lagi." ucap Rudy.kemudian dia melangkah meninggalkan Ibunya sambil mencium tangam sang Ibu.
" walaikum salam ,hati - hati di jalan."
kemudian dia pun melangkah keluar dari rumah dan menaiki mobil kesayangannya melajuh dengan kecepatan sedang menujuh ke arah bengkel
kurang.lebih 30 menit dia sudah memasuki bengkel yang terlihat begitu sepi hanya ada beberapa motor dan mobil yang sudah rudy hafal dengan lpelanggan setianya.
kemudian dia turun dari mobil dan berjalan memasuki ruangannya yang terbuka ,
"asalam mualaikum ."
" walaikum salam ," jawab sang tamu.
" Maaf ya saya.agak terlambat ," ucap Rudy dengan suara yang begitu tenang .
" Oh ,,nga apa Pak kami juga baru nyampai." ucap sang tamu.
" Kalau begitu , bagaimana kalau kita mulai aja ya ?" ucap Rudy tanpa banyak basa -basi lagi.
__ADS_1
" Oke Pak , silakang " kata sang tamu.
" Jadi begini Pak saya berencana ingin membuka cabang di kota B, karena Bapak lebih mengetahui kondisi kota B , jadi saya sengaja menghubungi Bapak bagaimana kalau kita membuka cabang di kota kelahiran Bapak." ucap Rudy dengan penuh percaya diri.
" Kenapa Bapak tertarik membuka cabang di kota B? maaf kalau saya agak sedikit lancang ?" ucap pak somat.
"Begini sebenarnya saya mempunyai alasan tertentu yang saya yakin Bapak juga sudah pasti tahu dari anak Bapak." ucap Rudy dengan malu - malu.
" Hehehe.., saya tadi udah kepikiran ke sana .rupanya benar apa kata Hapza kalau ternyata cinta itu bisa membuat orang menjadi rela melakukan apa saja asal bisa selalu bersama. seperti nak Rudy dan nak Ernya." ucap Pak Somat
" Sebenarnya rencana saya ini belum ada yang tahu cuma baru bapak yang saya kasih tahu dan kalau memang Bapak , bersedia maka secepatnya kita akan merealisasikannya." ucap Rudy dengan santainya.
" Oke saya bersedia nak,kebetulan semenjak PHK besar - besaran kemarin saya juga nga ada kerjaan lagi ,sebenarnya bulan depan kami sekeluarga sudah berencana kembali ke kota B kebetulan mantu saya di mutasikan ke Kota B ."ucap pak Somat.
"Okey kalau begitu sebelum Bapak dan keluarga pindah ke kota B bagaimana kalau kita survei dulu supaya ketika Bapak sudah di sana maka pembangunan Bengkel sudah bisa berjalan." ucap Rudy dengan penuh antusias.
" Kalau begitu kapan kita akan berangkat untuk survey lokasi dan tempat ?" tanga Pak Somat.
kalau Bapak tidak keberatan sabtu Depan aja , ucap Rusy kembali.
" Oh ya kalau Bapak mau mencari lokasi ,Bapak bisa mempergunakan tanah di samping Rumah saya di sana kebetulan saya juga dengan istri akan menjual tanah itu ,untuk modal usaha kami di Kota B. kalau masalah tempat itu sangat strategis karena dia.berada di dalam kota dan dekat dengan sekolahan dan perkantoran jadi sangat strategis."ucap Pak Somat dengan semangat.
"Memang Bapak mau jual dengan harga Brapa ? " tanya Rudy senang .
" Kami berencana membuka dengan 500 juta , karena tanah itu luasnya setengah hektar, tapi kalau nak Rudy mau pakai tanah itu biar nak Rudy boleh kok nyicil dulu , saya sebenarnya tidak mau menjual tanah itu .tapi karena saya sudah tidak bekerja lagi maka saya dan istri sudah sepakat untuk kami menjual tanah itu dan duitnya bisa kami jadikan modal usaha . "ucap Pak Somat dengan wajah yang agak sedikit sedih.
" Ok Pak sepertinya saya tertarik dengan tanah Bapak dan nanti minggu depan kita survey tempat ya Pak ? saya kira itu dulu .nanti kalau ada hal yang ingin saya tanyakan lagi saya akan hubungi Bapak. " Oh ya untuk sementara jangan kasih tau sama Hapza ya Pak , kalau saya ingin buka cabang di sana , biar jadi kejutan gitu, hahaha...."
kata Rudy sambil tertawa.
Ok nak Rudy kalau begitu,saya pamit dulu ya ?" ucap Pak Somat dan beranjak pergi.
.....
Bersambung
" maaf ya ,blakangan ini saya lagi sibuk jadi tidak bisa setiap hari menulis.
kemudian kalau adab
salah - penulisan atau kurang kata saya mohon maaf kedepan akan saya koreksi dan perbaiki.
__ADS_1
" selamat membaca "