
siang ini terlihat di Bengkel begitu ramai ,sehingga Rudy yang biasanya hanya duduk di blakang meja harus terpaksa turun membantu para karyawannya yang semuanya adalah kaum Adam.
Usaha bidang otomotif yang dimiliki Rudy ini terlihat selalu ramai akan pengunjung, Usahanya ini skarang sudah semakin melebar kalau dulu hanya melayani perbaikan untuk motor dan mobil sja, tapi sekarang dia juga sudah melebarkan sayapnya dengan melayani penjualan dan pemasangan untuk variasi mobil dan penjualan spare part, ban dan lain - lain. pokoknya semua onderdil mobil dan motor lengkap ada di bengkelnya.
ketika jam istirahat tiba karena pengunjung masih banyak maka siang itu Rudy memesan makanan dari Restoran sang kakak untuk mentraktir anak buahnya.
dan ketika bengkel sudah agak sepi pengunjung dia pun membabagikan kotak nasi kepada ke delapan anak buahnya.
dengan wajah yang berseri - seri mereka menikmati santap siang mereka dengan penuh canda tawa.
sementara mereka menikmati makan siang tiba-tiba.ponsel Rudy berdering, dengan tangan sebelah kiri dia mengangkat ponsel dan membaca nama yang terterah di layar ponselnya " Cinta " ucap Rudy terjejut.
kemudian dengan secepat kilat dia menekan tombol hijau.
" Hallo Sayang ...! "
" Rud ..., kamu lagi dimana ? "
" Nih lagi di bengkel sambil memperlihatkan kameranya , ntar dulu ini kamu lagi dimana ? " tanya Rudy penasaran .
" Ah kamu ,aku kan udah bilang kalau hari ini.aku pulang " ucap Ernya bete.
" Maaf sayang hari ini aku begitu sibuk sampai - sampai jam segini baru makan." ucap Rudy menyesal karena lupa .
" Ya udah , kalau gitu kamu makan dulu , jam brapa pulangnya ?" tanya Ernya.
" Biasa lah kalau matahari sudah berganti dengan lampu neon aku pulang deh...hahahaa...." kata dia dengan kelakarnya.
" Oh ya udah , slamat bekerja." ucap Ernya dan hendak mematikan ponselnya.
" Say...ntar dulu kamu dimana sekarang jawab dulu ? " tanya Rudy
" baru mau pulang ,ni baru selesai mitting." ucap Ernya.
" Ya udah kalau gitu syare lokasi aku jemput skarang ya ?" ucap Rudy langsung berdiri dan mengambil kunci mobil serta melajukan mobilnya.
" Eh ..kamu ini , bukannya tadi lagi kerja knapa mau jemput ? aku bisa pulang sendiri kok.?" ucap Ernya kesal.
Sambil menyetir mobilnya dengan meletakan ponsel di depànnya dan hanset di kuping sebelah.
" Kamu itu nga tau ya ,apa pura -pura lupa ?aku itu udah kangen bangat." jawab Rudy dengan segera menasang muka di tekuk.
__ADS_1
" Ih gitu aja ngambek , emang kamu pikir cuma kamu yang kangen ? " jawab Ernya dengan memajukan bibirnya.
" nih aku udah dekat kamu di sebelah mana ? " tanya Rudy
"di depan pintu gerbang utama " jawab Ernya.
dan tiba - tiba mobil sedan hijau terparkir di depannya.
" Say ... ayo buruan naik , nungguin siapa lagi ?" tanya Rudy dengan setengah bergurau.
kemudian Ernya langsung setengah berlari memutar dan membuka pintu mobil serta duduk .
" Lho , aku pikir kamu siapa ? mobil baru ya ?" tanya Ernya dengan mematikan ponselnya dan menatap wajah Rudy yang sudah lama dia rindukan.
" kamu kurusan sayang " ucap Rudy yang melirik pada Ernya.
" kamu juga kurusan mana breokan aku aja tadi ragu - ragu ketika kau memanggil," jawab Ernya.
" kita ke bengkel dulu ya ? " ajak Rudy.
" Aku cape , belum sempat istirahat langsung lanjut miting ,mana lama lagi mittingnya.pengen pulang mandi dan bobo."ucap Ernya.
" Udah mandi di bengkel kan bisa skalian istirahat sebentar ,sambil aku selesaikan pekerjaanku." ucap Rudy.
" Ya tinggal turun sebentar nyari di toko apa yang susah sih ,banyak alasan aja " ucap Rudy protes.
" Ya udah ,mampir kalau lewat swalayan , cerewet."omel Ernya.
dan ketika melihat sebuah swalayan Rudy memarkirkan mobilnya dan berdua mereka turun memasuki swalayan yang begitu besar.
"selesai cari keperluannya ikut aku di tempat snaek ya ," ucap Rudy dan melangkah memasuki super market.
Setelah mencari keperluannya segera Ernya beranjak ke kasir dan membayar semua pbelanjaanya kemudian dia menghampiri Rudy yang masih memilih jajan kesukaan mereka berdua.
" kok cepat bangat ? tanya Rudy.
" Ya cepat lah orang cuma beli 3 potong kok," ucap Ernya.
" kalau.gitu masukin di troly biar nanti skalian aku yang bayar ?"
" Udah aku bayar kok , " jawab Ernya cuek .
__ADS_1
" Ah kamu ini ,ya udah ayo kita ke kasir jangan kelamaan di sini , nanti yang ada waktu kita habis di jalan.
Ernya tertawa , karena dia tau kalau Rudy sudah nga sabar ingin memeluk dirinya.
setelah mereka membayar dan langsung keluer dari swalayan kemudian Rudy melajukan mobil ke bengkel dan tidak sampai 15 menit mereka telah tiba di bengkel.
Mereka pun turun dan ketika melewati anak buah Rudy Ernya menyapa beberapa dari mereka yang dia kenal.serta menebarkan senyuman manisnya bagi mereka.
" mba Nia lama baru keliatan ? " ucap salah seorang anak buah Rudy.
" Iya ,bang...kangen ya ? " tanya Ernya dengan menggoda .
" Pantasan Bos kami nga ke urus , hehehe...." ucap karyawan satunya lagi serta tertawa.
"Hey...,perhatikan itu kerjaannya , kalau.nga mau saya potong gajinya." ucap Rudy sambil menarik tangan Ernya mengajaknya masuk.
" Kamu mau menggoda anak buah ku ya ?" ucap Rudy yang langsung menarik tangan Ernya serta langsung merangkulnya.
" Kamu ni apa -apaan sih ,nga enak di lihat dari luar sono tu." ucap Ernya yang berusaha melepas tangan Rudy.
sementara Rudy dengan tidak lagi peduli dengan lingkungan sekitarnya langsung saja menarik kembali Ernya masuk di ruangan pribadinya yang biasa di gunakan olehnya ketika dia lembur atau nga ingin pulang ke rumah.
" Tau nga dari tadi itu aku udah nga sabar ingin memelukmu , ucap Rudy yang langsung memeluk Ernya dan mencium kelapa kemudian ke dua kening dan langsung tanpa meminta isin ******* bibir tipis milik sang kekasih ,Ermya yang menyadari akan hasrat yang ada dalam diri sang kekasih tidak memarahi malah terlihat begitu menikmati .mereka berdua masih saling melepas rindu dengan terus berciuman tanpa mau ada yang mengalah, setelah permainan bibir dan lidah yang begitu menggairahkan akhirnya mereka berdua pun melepas ciuman karena nafas keduanya seperti mau putus seperti orang yang sedang mengikuti lombah lari.
" Say...,terima kasih karena mau menjadi kekasihku." kata Rudy yang belum mau melepaskan pelukannya.
" Aku juga mau bialang terima kasih karena tetap setia menungguku ," ucap Ernya dengan tangan yang masih melingkar di leher Rudy.
" janji ya jangan lagi mengulangi perbuatan yang dulu itu , dengan pergi menghilang tanpa ada jejak. kamu tau aku hampir putus asa, setiap hari Hapza selalu aku teror untuk minta nomor ponselmu say." ucap Rudy sambil tersenyum mengingat kelakuannya.
" Aku janji , tapi jangan minta aku untuk kembali kesini dulu ya ? soalnya aku sudah merasa nyaman di sana lagian juga aku baru masuk kerja." ucap Ernya karena dia yakin pasti rudy akan membujuk dia untuk kembali kekota ini.
" kamu nga usah kwatir , karena aku tidak akan memaksamu.bagiku asalkan komunikasi kita berdua lancar aku tidak akan memaksamu." jawab Rudy sambil membelai rambut Ernya.
"Kalau gitu aku mau mandi dulu ah ,udah nga tahan lagi badan aku lengket -lengket." ucap Ernya.
Dan Rudypun melepas pelukannya dan membiarkan Ernya untuk membersihkan tubuhnya.
" Oh ya , ada handuk bersih di dalam lemari , kamu pakai aja .ucap Rudy melempar tubuhnya diatas tempat tidur.
" Ya udah kamu keuar sana aku mau mandi," ucap Ernya dengan heran memperhatikan Rudy yang bukan keluar malah membalikkan tubuhnya tiarap.
__ADS_1
"Udah kamu mandi saja , aku cuma mau pejamkan mata ku sebentar aja." ucap Rudy tanpa melihat ke arah Ernya.
" Ih Ada apa sih ,dia kok balah tengkurap gitu? ucap Ernya penasaran.