
Rudy yang melihat kehadiran sang Ayah menghampiri mereka langsung berubah menjadi diam dan segera pergi.
tapi sebelum dia melangkah Ibunya menarik bajukaos yang di pakainya dan rudy pun tak dapat melangkah dan hanya berdiam di tempat.
"Hey, mau kemana anak nakal ," ucap sang ibu.
"Mau ke kamar lah bu ," jawab Rudy.
" ngapain ke kamar ? cepat mandi dan kita mau keluar." perintah sang ibu.
" Kemana sih bu ? "
" Pokoknya anter aja , nga ada komen." ucap sang ibu.
Dengan sikap malas - malasan akhirnya Rudy beranjak masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya setelah kurang lebih 20 menit dia sudah keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menempel pada tubuhnya serta rambut yang basah dia menuju ke lemari dan mengambil pakaian setelah kurang dari 10 menit dia telah siap keluar dari kamarnya dan menanti sang ibu di ruang keluarga sambil memainkan remot tv .
tidak lama kemudian terlihat Ayah dan Ibu sudah berjalan ke luar dari kamar dengan rapinya.
" Sebenarnya Ibu sama Ayah mau kemana sih ? biasanya juga kalau mau kemana -mana nga pernah mau ngajak kok tumben hari ini aku diajak ?" Ucap Rudy mendekati orang tuanya.
" knapa kamu keberatan ? " jawab Ibu dengan melirik sinis sama sang anak.
" Bukan keberatan lho Bu, tapi aku cuma mau nanya aja kok apa nga boleh ? "
"Pokoknya kamu anter aja , Ayah kamu cape makanya ibu nga ijinin dia untuk nyetir sendiri." ucap ibu kemudian masuk ke dalam mobil dan disusul oleh sang Ayah.
sementara Rudy sudah berada blakang stir menghidupkan mesin dan keluar dari garasi mobil di depan rumah ketika mobil sudah berjalan keluar dari lingkungan komplekx perumahan elit itu ibu menepuk bahu Rudy.
" antar kami ke Restoran cina di dekat bengkelnya kamu ,"ucap ibu dengan nada memerintah.
" baik bu ,"
Sementara Ayah tidak banyak berbicara , semenjak keluar dari kamar sampai didalam mobil pun ayah tetap diam seribu bahasa.
" Kenapa Ayah kok hanya diam ,biasanya juga dia sudah akan menceramahinya ,kok tumben ,apa mungkin dia lagi sariawan kali ?" ucapnya dalam hati tanpa di sadari dia senyum - senyum sendiri.
ibu yang memperhatikan anaknya dari spion langsung menepuk lagi bahu sang anak.
" Hey...knapa senyum - senyum sendiri ? ada apa dengan kamu ? perhatikan itu jalan jangan senyum senyum seperři orang gila aja kamu ?"
" Ah ..Ibu ini ngagetin aja , siapa juga yang lagi senyum - senyum ? " ucap Rudy.
" Itu apa ? "
" ha...ha..ha..,aku hanya lagi heran aja , tumben Ayah kok diam pikir aku Ayah sariawan."
ucap Rudy yang melirik Ayahnya dan tertawa.
" Dasar ini anak , sepertinya dia senang di omelin ya ? " ucap sang Ayah yang mencolek bahu Rudy .
__ADS_1
akhirnya mereka bertiga pun tertawa bersama -sama , suasana yang tadinya kakuh akhirnya ramai oleh tawa canda ketiga orang .
tanpa terasa akhirnya tiba lah mereka di restoran yang menjadi tempat tujuan ke dua orang tua Rudy.
" Kamu mau ikut masuk nga ?"
tanya sang Ibu ke pada sang putra.
" Nga ah bu , aku nunggu di bengkel aja nanti kalau udah selesai baru aku jemput ya ?" ucap Rudy.
" ikut aja Rud..., " ucap sang Ayah.
" Malas Yah, mending aku di bengkel." ucap Rudy.
" Ya udah terserah kamu aja , kalau gitu Ayah sama ibu masuk dulu ya ? kamu jangan ngebut ." ucap sang Ayah dan menggandeng tangan sang istri kemudian mereka berdua masuk ke dalam restoran.
sementara itu Rudy melajukan mobilnya meninggalkan restoran menujuh ke bengkel miliknya .
Ketika tiba di sana suasana bengkel terlihat begitu sepi cuma ada dua orang karyawannya yang lagi duduk di depan gerbang , dan ketika melihat sang bos mereka langsung membuka pintu pagarnya.
dan mobil Rudy pun masuk kemudian dia turun dari mobil dan menghampiri kedua karyawannya ." kalian kalau mau istirahat , silakan saya masih lama biar nanti pagernya saya kunci aja."
" Iya Bos , nga apa kami juga lagi nongkrong aja ni , " jawab salah seorang dari mereka.
" Ya udah kalau gitu ,saya mau kedalam dulu ya ? " ucap Rudy dan berbalik menujuh ruangan kerjanya.
" Iya Bos." ucap meeka berdua serempak.
" hmm...Er,coba aja kamu ada disini , aku nga mungkin seperti anak ayam yang kehilangan induknya." ucapnya pada diri sendiri.
Rudy kembali mengenang kebersamaannya bersama Ernya yang bergitu membuatnya merasa sedih,bahagia karena Ernya sosok gadis yang cuek tapi perhatian dan sangat pengertian berbeda dengan Dewi gadis manja yang lebai super duper .
tiba tiba dia beranjak dari tempat tidur dan mengambil ponsel yang ada di saku celananya kemudian mencoba menghubungi nomor ponsel yang sia minta dari Hapza.
" tut...tut...tut..."
terdengar suara dari sebrang
" Hallo ! Maaf siapa ya ?" ucap sang gadis yang tak lain adalah Ernya.
Rudy tidak langsung menjawab dia begitu terkejut , suara wanita yang sudah dua bulan ini membuat dia menjadi tak semangat untuk hidup.
" Hallo , say ....gimana kabar mu ? " ucap Rudy dengan hati berdebar -debar.
Ernya yang mendengar suara Rudy langsung terdiam ,dia begitu terkejut karena orang yang dia hindari mati - matian ,sekarang sedang menelponnya.
" em...baik , kamu gimana ? " tanya Ernya dengan suara yang bergetar menahan rasa yang begitu mendebarkan.
" Aku , tidak baik , " ucap Rudy dengan suara yang parau.
__ADS_1
" Maaf kan aku ya ? karena pergi tanpa pamit padamu ,"
" Kamu tau kan , aku tidak dapat hidup tanpa mu ? knapa kau tegah bangat sama aku yang ? berbulan - bulan aku mencarimu ."ucap rudy dengan suara yang sudah mulai meninggi karena sakin rindu dan juga ada kesal di hatinya.
"Iya ,maaf." ucap Ernya yang dengan suara yang terisak .
" Kita sudah janjikan , kalau akan selalu terbuka ,tidak boleh ada yang rahasia -rahadia ," ucap Rudy juga yang penuh dengan tekanan.
" Iya , maaf ," ucap Ernya karena tidak tau mau memberi alasan apa .
" Apa kamu tidak mempercayai aku ya ? aku tau saat ini ayah tidak menyetujui hubungan kita , tapi kita berdua, sudah sepakat akan berusaha menyakinkan ayah bersama -sama , knapa kau jadi malah meninggalkan aku pergi tanpa ada pesan atau kabar ."ucap Rudy yang sudah mulai emosi.
"Iya ,maaf ." ucap Ernya dengan terisak karena merasa bersalah kepada Rudy.
"Lalu skarang aku harus bagaimana Er ?" tanyanRudy pasrah.
kemudian mereka terdiam sesaat.
" Boleh kah kita sementara begini dulu ya ?" ucap Ernya dengan terbata - bata.
" maksud kamu apa ?" Rudy yang dari tadi menahan emosinya akhirnya berteriak.
" nga ada maksud apa -apa kok , aku cuma mau kau selesaikan study mu supaya orang tua mu dapat bangga kepada mu." ucap Ernya dengan suara yang lembut.
" Emang kau bisa hidup berjauhan dari aku ? hmm." tanya Rudy Emosi.
" akan aku usahakan " jawab Ernya dengan spontan membuat Rudy terkejut.
" Ernya ." teriak Rudy.
" Beri alamatmu ?" perintah Rudy
" untuk apaan ?" tanya Ernya.
" untuk menculikmu ", jawab Rudy kesal.
karena mendengar Rudy yang sudah emosi maka dia berusaha membujuk Rudi.
" minggu depan aku akan kembali menemui tante ku , sabar ya cinta ku aku juga sudah sangat merindukan kekasihku ." ucap Ernya dengan godaannya yang membuat hati Rudy seketika itu langsung berubah 99 % girang.
"Benar ya ,jangan coba - coba kau membohongi ku lagi " ucap Rudy.
" siap bos."
akhirnya mereka berdua ngobrol sampai tiba tiba ada telepon masuk dari ibu .
" Say...sebentar aku jemput Ibu dulu , ntar pulang kita lanjut lagi ya ?" ucap Rudy. dan belum mendapat persetujuan dari Ernya dia langsung mematikan ponsel dan berangkat menjemput Ibu dan Ayahnya.
........
__ADS_1
Bersambung