Ernya

Ernya
pengakuan Ayah 1


__ADS_3

Pagi ini Ernya bangun dengan dan menyiapkan bekal dan membereskan rumah kemudian bersiap untuk mandi dan berangkat ke kantor .dia tidak mau terlambat tiba di kantor karna dia masih baru .


Kemudian dengan mengendarai motor scuppy pemberian tantenya dia menyusuri kota itu dengan senyum .


Sementara itu Hapza yang kasihan sama Rudy mencoba menghubungi Rudy ingin menceritakan peristiwa semalam ketika Ernya menelpon dirinya.


" Thuuut....thuuuutt...., nomor yang anda tujuh sedang di luar jangkauan."


Kemudian dia menekan nomor ponsel Sony.


" thuuut....thuutt...."


"Hallo....Sony..."


" Hai..za...tumben pagi - pagi nelpon ada apa ?"


" Semalam Ernya nelpon aku ,"


"Dimana dia skarang ?"


"Dia pindah ke kota B "


" Sama siapa ?"


"Sendirian lah, "


" Kamu udah beri tahu Rudy ya ?"


" Belum , ponselnya nga aktif."


" Gimana kabarnya ? "


" Dia sudah bekerja disana , dia minta aku ngomong sama Rudy untuk lupakan saja dia dan buka hati untuk dewi. karena itu calon yang tepat bagi dia.dia tidak marah dia iklas asalkan dia dan keluarganya tetap harmonis."


"nanti coba aku tanya sama Anto ya "


" Iya , Son...kasihan Rudy lho."


" Oke , za.. ntar aku telepon ya , aku masuk dulu kuliahku sudah mulai."


" Oh , maaf ya Son ..."


" Nga apa , nanti kita sambung lagi ya ?"


kemudian pembicaraan mereka pun terputus.


..............


Sementara itu di dalam Rumah besar terlihat seorang anak laki -laki sedang duduk bersandar pada bahu ibunya .


" Ibu...kenapa Ayah begitu tegah terhadap Rudy ? "


" Emang apa yang telah Ayahmu lakukan sehingga kau bisa menuduhnya seperti ini nak ?" ucap sang ibu sambil membelai rambut di kepala anak bungsunya.


" Ernya meninggalkan Rudy bu ,"


" Kok bisa ,apa alasannya? kok ibu nga tau ,"


" sudah sebulan lebih bu ,hampir dua bulan ini , dia menghilang tak tahu dimana. Rudy terus mencari dan sampai sekarang ini ,"

__ADS_1


" Kan kau bisa ke rumahnya nanya sama tantenya kan.?"


" sudah bu , tapi nga pernah ketemu "


" Kamu yang sabar ya sayang , dan berdoa supaya hati ayahmu itu bisa menerima hubungan kalian , "


" Ibu ...cuma dia yang Rudy sayang bu , dia begitu memahami Rudy."


" Ya kamu sabar ya nak , kalau memang kalian jodoh sejauh apa pun dia pergi tetap dia akan kembali disisimu."


" Iya bu."


" Skarang kamu fokus selesaikan pendidikanmu dan kerjaanmu ,jangan cengeng ."


"Iya bu..."


" Udah skarang kamu solat minta pentujuk dari Allah ," ucap sang ibu dan berangkat meninggalkan putra bungsunya .


dalam hatinya dia begitu merasa kasian kepada anaknya tapi dia nga bisa berbuat apa -apa di satu sisi Ayahnya ingin menjodohkan anaknya dengan anak sahabatnya.


sambil melangkah masuk ke kamarnya dia sedih memikirkan semuanya.


Rudy yang masih duduk di sifa ruang keluarga terlihat begitu frustasi karena dia belum tenang karena belum ada kabar dari sang kekasih.


Hari ini dia tidak ke kampus tidak ke bengkel dia tidak punya semangat untuk melakukan apapun.


ketika waktu sudah menunjukan pukul 2.00.wib. dia bangkit dan menujuh kamarnya dan mencari ponselnya dan ketika dia melihat ponselnya dia terkejut sebab ponselnya mati.


kemudian dia mencas ponselnya kemudian dia mencoba menghidupkan ponselnya .


ketika ponselnya menyala dia melihat ada begitu banyak panggilan masuk di ponselnya.


" Hallo ..Son! "


" kamu ni susah bangat di hubungi "


" Ponsel aku tadi itu mati "


" kamu tau nga semalam Ernya telepon Hapza lho."


" Apa ?"


"Nga usah kaget gitu ,"


" Son...kamu tau skarang dia ada dimana ?"


"Ya mana gua tau ,elho nanya aja sama Hapza ,karena tadi si Hapza nelpon elho ...tapi ponsel mu katanya nga pada aktif.makanya dia nanya sama aku ku bilangin ntar ku nanya anto eee....sekali nanya si anto katanya mobil kamu ada di rumah brarti orangnya di rumah.makanya aku telpon ulang lagi nih.."


"Oke boy , skarang biar aku ke tempat Hapza aja dhe.thankz ya ! "


" Okey..."


kemudian Rudy menutup ponselnya dan langsung keluar dari kamar mencsri Ibunya untuk berpamitan .


" Ibu..., Aku keluar dulu ya " teriak Rudy dan langsung masuk dalam mobilnya dan ketika mesin mobil di hidupkan ibunya langsung membuka pintu kamar dan melangkah dengan cepat keluar menujuh teras rumah dan menghampiri Rudy.


" Mau kemana kamu ndho..."


"Aku mau ketempat Hapza bu ? "

__ADS_1


" Ngapain ? udah di rumah aja jangan kluyuran nga jelas .,"


" Bu ...semalam si Nia nelpon Hapza dan tadi karena ponsel aku mati makanya dia minta tolong sony untuk kabarin aku ,jadi aku mau ke tempat Hapza dulu ya bu ?" ucap Rudy memohon pengertian ibunya.


" Ya wess , tapi kamu hati - hati di jalan ya ? "


" Siap bos."


dan akhirnya Rudy pun pergi dengan hati yang senang ketika mendengar kabar tentang sang kekasih.


sementara ibunya hanya berdoa agar Tuhan memberikan yang terbaik bagi anaknya .


Ketika sang ibu akan masuk ke ruang tamu ,tiba -tiba mobil Ayah masuk ke garasi.


ibu pun berhenti dan berdiri menyambut kedatangan sang ayah.


" assalam muwalaikum."


" Walaikum salam " jawab ibu.


" Itu si Rudy kemana bu ?" tanya Ayah.


" Ke rumah temannya Yah."


" Dia nga kuliah ? " tanya sangr Ayah lagi .


" Nga Ayah , dan skarang juga Ayah harus jawab jujur sama ibu ya apa yang ayah lakukan di belakang Ibu dan Rudy ?"


" Apa maksud Ibu ,Ayah nga ngerti ," ucap ayah dengan intonasi yang meninggi.


" Nga usah marah -marah itu keliatan Ayah sedang menyembunyikan sesuatu lho ?" ucap ibu dengan nada mengejek ayahnya.


" Ayahkan hanya ingin memberikan yang terbaik untuk Rudy ."


" tapi tidak usah sampai protektif gitu kali Yah.,dia anak laki - laki biar dia yang menentukan masa depannya kita tinggal melihat dan mengarahkan dia ,tetapi tidak mencampuri keputusan dia gitu dong." ucap ibu dengan nada yang santai tapi kesal.


" Ibu ini Ayah baru pulang bukannya buat minum eee malah langsung diajak perang aja.


" kan Ibu nga marah Ayah cuma Ibu nanya aja , karena Anak kita jadi uring - uringan hampir dua bulan ni karena semangat hidupnya menghilang tanpa ada kabar berita."


" Ya, bagus to supaya kita tidak susah -susah menjodohkan dia dengan Dewi kan ?"


" Oh...berarti benar nih kepergian Nia itu adalah ulah Ayah ya ?"


" Ayah kan cuma minta dia tinggalkan Rudy bukan memintah dia keluar dari negeri ini." ucap Ayah dengan berjalàn duduk di kursi kebesarannya sambil mbuka sepatunya.


Ibu yang mengekor dari belakang Ayah terus memperhatikan Ayah.di hadapan dengan tingkah gugupnya.


" Yah , ibu cuma minta tolong biarkan Rudy yang menentukan sendiri pasangan masa depannya .


kita sebagai orang tua setujuh aja lah ,kasihan anak kita Ibu ridak tegah melihat nya.


" Tapi bu ...mereka itu tidak seiman,Ayah debenarnya juga sangat menyukai Nia dengan sikap sopan santunnya cuma itu saja yang ayah berat untuk menrrima dia masik dalam keluarga kita." ucap sang Ayah.


Ibu yang mendengar penuturan Ayah langsung menarik kesimpulan bahwa ayah juga menyukai ernya.


.....


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2