Ernya

Ernya
Memasak


__ADS_3

Siang itu Ernya mengantar Rudy untuk kembali ke kota A, dengan wajah yang tidak seceria biasanya.


" Knapa tu wajah di tekuk seperti itu?" tanya Rudy.


"Ya sedih la, emang kamu nggak sedih? " jawab Ernya dengan wajah di tekuk.


" Nga usah sedih - sedih, kan kalau rindukan tinggal telepon, " ucap Rudy dengan senyum yang menggoda.


" Kapan datang lagi kesini? " tanya Ernya kembali.


" ini pulang aja belum udah pada nanya kapan datang? nga takut? goda Rudy.


" Takut apaan? tanya Ernya dengan tampang pura - pura begonya.


" Ooo... lupa ya? ucap Rudy sambil menarik Ernya sehingga tubuh mereka pun saling ber dempetan.


' Ih.. malu tau dia liatin orang banyak. " jawab Ernya berusaha melepaskan diri dari dekapan Rudy.


"Ha ha.. ha... coba liat mukanya seperti udang rebusan. " goda Rudy.


" Udah ah aku balik aja deh, kalau kau terus menerus menggoda ku, " jawab Ernya dengan wajah kesal.


" Ih gitu aja udah ngambek? " jawab Rudy sambil mencoba mencubit pipi Ernya.


dan Ernya yang karena terkejutnya secara tidak sengaja menghindar akhirnya dia hampir terjungkal ke belakang karena kurangnya keseimbangan. dengan spontan Rudy langsung menarik tubuh Ernya dan alhasil dia memeluk Rudy.


" Makanya jangan suka ngambek, akhirnyaa bermain deh di dada ku ini sayang, hahaha...." ucap Rudy sambil memeluk Ernya lebih erat.


" kamu sih usil terus jadinya aku kan takut kau lakuin yang Aneh aneh gitu. " jawab Ernya sambil melepaskan diri dari dada Rudy.


" Tapi aku kan sayang kamu, " jawab Rudy yang hanya menggaruk kepadanya yang tidak gatal.


dan akhirnya mereka kembali mencari tempat duduk dan menanti waktu keberangkatan


dan memang belum 15 menit mereka duduk tiba - tiba sudah ada panggilan untuk para penumpang yang tujuan ke kota A untuk segera naik.


Akhirnya mereka berdua pun berdiri dan sebelum melangkah masuk Rudy memeluk dan mencium kening Ernya dan Ernya tidak menolak dia menikmati ciuman itu, dan Rudy berbisik "jangan sedih minggu depan aku datang lagi . " ucapnya kemudian melepaskan pelukan dan mengedipkan makan kanannya sambil tersenyum lebar.


Ernya hanya memandangnya dengan terpaku, kemudian Rudy melangkahkan kakinya meninggalkan Ernya yang masih terdiam di tempatnya.


setelah melihat Rudy yang sudah melangkah dan menghilang di balik pintu akhirnya Ernya memutuskan untuk langsung pulang.

__ADS_1


.....


sudah seminggu setelah Rudy kembali ke kota A, Ernya terlihat menyibukkan diri dengan pekerjaannya.


Sore ini hari sabtu, Ernya libur kantor jadi dia bermalas - malas di tempat tidurnya pada hal waktu sudah menunjukan pukul 8 pagi,


Dia mencari ponselnya dan kemudian dia menelpon.


" thut... thut... thut...,nomor yang Anda tuju sedang di luar jangkauan. "


" ah mending aku bangun dan mandi kemudian blanja keperluan dapur aja deh. " ucapnya pada dirinya sendiri.


Dan kemudian dia bangun dan merapihkan tempat tidurnya dan membersihkan rumah, kemudian dia mandi dan berdandan sederhana kemudian dia melangkah menuju garasi dan mengeluarkan motornya.


setelah itu dia melajukan motornya menuju ke pasar tradisional yang tidak jauh dari rumahnya


setelah mbeli semua keperluan dapurnya dia kemudian segera kembali pulang karena memang dia tidak suka berada lama - lama di luar rumah apa lagi sekarang ini masih begitu rawan kalau berada di luar karena corona.


dan setelah tiba di rumH dia langsung membereskan smua belanjaan nya dan masak untuk makannya siang dan malam nanti.


selesai masak dia duduk santai menonton acara televisi.


tiba - tiba pintu rumahanya di ketuk dari luar.


kemudian dia melangkahkan kakinya untuk membukakan pintu dan dia menjadi terkejut karena rupanya yang datang adalah Rudy.


" K.. a.. u..., " Ernya tidak dapat melanjutkan perkataan nya.


" Iya sayankk ini aku, waktu itu bukan nya aku udah bilangin kalau minggu depan aku balik lagi? " jawab Rudy sambil senyum - senyum menang.


" pantesan tadii ponsel mu nggak aktif. " ucap Ernya sambil mengangguk kepalanya.


" Emang aku sengaja " jawab Rudy senang.


" Ayo masuk? " kata Ernya yang baru sadar kalo belum mempersilahkan Rudy masuk.


dan kemudian Rudy masuk dan kemudian menjatuhkan tumbuhnya di kursi yang panjang dan langsung membaringkan tubuhnya.


" Ah... capek, " ucapnya.


" Emang brangkat dari sana jam berapa? tanya Ernya.

__ADS_1


" pesawat jam 8 pagi. " jawab Rudy sambil memejamkan mata nya.


" Kok jam segini baru nyampe? " tanya Ernya penasaran.


" Aku nga di tawarin minum keh, ""apa makan siang? nanya terus seperti detektif aja? " ucap Rudy sambil beranjak dari tidurnya.


" Oh iya kebetulan aku juga baru selesai masak. langsung makan aja ya? " dan kemudian menggandeng tangan Rudy menuju ke ruang makan.


" Aku bersihin dulu tubuhku ya? rasanya lengket. ' kata Rudy.


" Oh iya, ntar aku siapin dulu handuknya sama perlengkapan mandinya. " Ucap Ernya. dan kemudian dia melangkah menuju ke kamarnya tak lama kemudian dia sudah keluar dengan membawa handuk dan kaos yang punya Rudy yang tertinggal kemarin.


" nih mandi lah majunya nih udah aku bersihin. " kata Ernya dan menyerahkan kepada Rudy.


" makasih sayankk, aku mandi dulu ya selesai itu baru sayangnya ya? " ucap Rudy dan melangkah menuju kamar tamu yang pernah di pergunakannya.


setelah kurang lebih 20 menit Rudy sudah keluar dengan wajah yang terlihat segar. " sayang... sini deh ada yang mau aku tunjukin ke kamu ? " ucap Rudy.


Ernya dengan penasaran cepat cepat menghampiri Rudy dan belum lagi bertanya dengan sigap nya Rudy langsung menarik Eenya kedalam Pelukannya dan langsung menghamburkan ciuman bertubih tubuh sampai Ernya hampir kehabisan nafas.


" stop - stop aku kehabisan nafas "Ucap Ernya sambil mendorong tubuh Rudy.


" Kau ini sudah tau kalau aku kan udah kangen.? malah pura-pura **** lagi. " ucap Rudy ngambek.


" ntar aja kangennya, kita makan dulu aku juga sudah lapar bangett tau? " ajak Ernya ke Rudy untuk menuju meja makan yang sudah di penuhi dengan masakan Eenya.


Kemudian mereka berdua pun melanjutkan makan siang bersama walaupun waktu sudah melewati jam makan siang. tapi mereka berdua terus menikmati hidangan yang tersedia.


selesai makan Ernya membersihkan meja dan kemudian mereka pun bersantai di ruang keluarga yang tidak terlalu besar itu . sambil duduk karena waktu sudah menunjukan pukul 5 sore, Ernya pun berdiri dan berjalan meninggalkan Rudy yang sedang nonton sambil Membaringkan tubuhnya di sofa panjang yang ada di situ. sehingga tanpa dia sadari Ernya sudah tidak berada di dekatnya.


ketika dia membuka mata dia melihat tidak ad Ernya di sampingnya kemudian dia bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju ke arah dapur tapi dia tidak menemukan sosok wanita yang dia cari.


" Kemana nih anak main tinggal gitu aja? " ucap Rudy smbil berjalan masuk de dalam ruang tamu tapi tidak juga di temukan.


dia menuju ke pintu kamar Ernya dan mencoba mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban dia menempelkan kupingnya tapi tidak mendengar suara apa pun,


Rudy menjadi heran kemana dia? seluruh ruangan ini sudah aku susuri tapi ngga ada, tapi kalau dia keluar juga pasti dia akan kabarin.


............


Bersambung

__ADS_1


hallo gaes.... jangan lupa mampir like and komen ya? author sangat mengharapkan partisipasinya ya....


__ADS_2