
"Say....bagaimana kalau Ayah merestui hubungan kita ?apa kamu mau menikah dengan ku ?" tanya Rudy kepada Ernya ketika mereka sedang makan bersama.
"Apa kamu udah kebelet berumah tangga sampai mau menikah secepat ini ? aku aja belum tahu bagaimana tanggapan orang tua ku terhadap kamu ? " ucap Ernya dengan suara yang agak parau .
" Emang selama ni kamu belum memberitahukan orang tuamu tentang hubungan kita ?" tanya Rudy dengan nada kesal.
" Ups , maaf aku belum berani menceritakan hubungan kita buat orang tua ku ." ucap Ernya dengan tertunduk .
" pantas saja ! aku tidak pernah di kenalkan dengan orang tuamu ," ucap Rudy kecewa.
" Bukan seperti itu , kita baru saja lulus dan umur kita kita masih muda ,Ibu ku berpesan aku... aku harus bisa menjadi wanita yang sukses ." ucap Ernya dengan muka yang berubah menjadi sedih dan lemas.
" Kamu tenang aja aku tidak akan mendesakmu , aku akan selalu sabar menanti sampai kau sukses dan siap untuk menjalani hari - harimu bersama ku ." ucap Rudy dengan penuh rasa cinta.
" Terima kasih sayang , karena sudah mau memahami ku." ucap Ernya sambil menggengam erat tangan Rudy.
'ayooo....kuantar pulang kita sudah terlalu lama nanti terlambat ." ucap Rudy dan menancap gas mengantar Ernya kembali kerumahnya dan kemudian dia juga langsung balik .
"Nga usa menjemputku aku dapat berangkat sendiri ok."ucap Ernya dan melangkah memasuki pagar rumahnya.
****
Rudy pun kembali ke rumahnya.bersiap siap untuk acara pertunangan sang kakak satu - satunya dengan gadis pilihannya.
kembali dia teringat percakapannya dengan Ernya , " mengapa Ayah begitu muda menerima tunangan kakak , sementara begitu keras melarang hubungan aku dan Ernya." hmmm....sampai kapan aku harus memperjuangkan cinta ku kalau Ayah tetap seperti ini." ucapnya pada diri sendiri.
karena terdengar ketukan pintu diapun terkejut dari lamunannya.
" Rud.....! udah siap lom, ntar lagi kita mau jalan ." ucap ibunya dari balik pintu.
" Ok bu , ntar lima menit lagi aku keluar." jawab Rudy dan bergegas membersihkan tubuhnya dan tak berapa lama dia sudah siap dengan stelan jas coklat dan dasi yang melengkapi penampilannya membuat dia begitu cakep .
ketika merasa sudah siap dia pun keluar dari kamarnya dan menujuh keruang tamu karena semua keluarga sudah berkumpul dan hanya menantinya saja.semua mata pada ternah melihat penampilan Rudy ,
" Waooo....,anak ibu , begitu gantengnya sebenarnya yang mau bertunangan ini kakak atau adik si ? " ucap sang ibu. dan semua orang pun tertawa dan membuat Rudy menjadi canggung.
" Ah ibu terlalu berlebihan, buat aku grogi aja." ucap Rudy dengan gaya manjanya.
Kemudian mereka pun berangkat ke restoran tempat acara pertunangan di laksanakan.
acara berlangsung dengan hikmatnya terlihat semua yang hadir di sana menggunakan masker dan menjaga jarak tetapi tidak mengurangi hikmatnya acara sore itu.
Tamu - tamu yang hadir di acara itu adalah sebagian besar keluarga inti dan beberapa saudara dekat dari kedua pasangan. terlihat ada sepasang keluarga yang di kenal betul oleh Rudy yaitu keluarga yang sudah cukup dia kenal.
" Rud....sini nak panggil sang ayah dan Rudy berjalan mendekati ayahnya dan keluarga Dewi .
"Ada apa Yah ? " tanya Rudy
__ADS_1
" Nih ada Om dan Tante jadi gimana kalau kita juga atur rencana kapan kalian juga bertunangan ," ucap sang Ayah sambil tersenyum kepada ketiga orang didepannya .
"Ayah apa maksud Ayah ? "tanya Rudy berbisik di telingah sang Ayah.
" Ya maksud Ayah sudah jelas ,kapan kau dan dewi menyusul kakak mu." ucap sang Ayah tegas.
"Ayah....." ucap Rudy, sambil menarik tangan Ayahnya menjauh dari Dewi dan keluarganya .
" Aku dan Dewi nga ada hubungan apa - apa , kami cuma berteman, lagian aku sudah punya Ernya "ucap Rudy tegas dan kesal pada Ayahnya.
" Sampai kapan Ayah tidak bisa merestui wanita itu, yang jelas -jelas tidak tau latar belakang keluarganya. buka matamu dan lihat Dewi jelas kita tau keluarganya." ucap Ayah.
Dari kejauhan Ernya yang melihat perbincangan Ayah dan Anak itu sepertinya begitu serius dia mulai curiga .tapi dia hanya diam dan pura -pura tidak mengetahui .
Tidak lama acara pun selesai dan semua pun siap siap untuk mengabadikan moment tersebut terlihat sang ayah begitu sibuk menarik keluarga Dewi untuk mengabadikan moment bersama .
Ernya yang melihat itu menyadari bahwa Ayahnya tidak akan bisa menerima keberadaannya .dia mengajak Sony untuk mengantarnya pulang soalnya besok dia harus bekerja.
Sony yang menyadari hal itu hanya mengikuti kemauan Ernya.
" Nga nunggu sampai selesai aja ? " tanya Sony pura - pura ****.
" Son..., udah terlalu malam ni." ucap Ernya.
" kalau gitu kita pamit sama bos kamu dulu ?" kata Sony.
" Ya udah kalau gitu sini , kita pulang kalau gitu kabari Rudy dulu jangan nanti dia mencari lagi ." jawab Sony.
" udah , dia lagi sibuk tu kau lihat," ucap Ernya.
Kemudian mereka pun meninggalkan restoran dan tak perlu waktu lama akhirnya mereka sudah tiba di rumah Ernya.
" makasi ya Son , udah ngantar aku pulang."ucap Ernya.
" Aku nga di ajak masuk untuk minum nih ?" tanya Sony.
" emang kamu haus , " tanya Ernya.
"Ya iyalah , aku tadi baru mau ngambil makan kau ngajak pulang jadinya aku laparkan ," jawab Sony.
"Kalau gitu masuk aku buatin mie n tehnya " ucap Ernya dan mengajak Sony masuk.
Ernya mempersilakan Sony duduk di teras dan dia mengganti pakaiannya dengan baju santai kemudian di mwmbuatkan Sony Mie goreng dan teh hangat tisak beberapa lama hidangan pun siap dan di memberikan pada Sony untuk segera menyantapnya.
"makanan siap ,silakan tuan yang baik hati dan tidak sombong ." ucap Ernya dengan gaya khasnya .
" Er ...aku perhatikan ada yang ganjal dengan mu ? ada apa ? cerita padaku ? " ucap Sony.
__ADS_1
" Ah kau ni sok tau aja , cepat makan nanti dingin mienya jadi nga nikmat ," jawab Ernya sengaja menutupi kegundahanny.
" Kau pikir aku minta minum itu tanpa alasan ? aku mengenalmu ,kau jangan mencoba membohongi ku Er...,aku tau ada sesuatu yang kau sembunyikan kalau nga nga mungkin kau seperti ini ."ujar Sony dengan sedikit kesal karena Ernya tidak mau mengatakan apa - apa.
Sambil duduk di kursi rotan dan menyandarkan tubuhnya dia berucap
" Sepertinya Ayahnya menentang hubungan kami , dan aku tidak mau dia menjadi anak yang durhaka hanya karena menentang keinginan Ayahnya..Son...! aku bingung harus bagaimana ? aku mau marah tapi kepada siapa ? kedapa Rudy? tidak mungkin dia hanya seorang anak .
kepada ayahnya? juga tidak mungkin karena itu ayahnya.
dari tadi aku bingung , mau lari tapi kemana ? aahhaaa.....pusing kepala ku Son..." ucap Ernya.
" Sudah aku duga ,karena tadi secara tidak sengaja aku liahat mereka berbicara serius aku pikir masalah bisnis , tapi ketika aku lewat sempat ayahnya mengatakan tunangan Rudy dan Dewi." ucap Sony .
" Aku harus gimana Son....?" tanya Ernya .
"udah kamu jangan terlalu banyak berpikir ,serahkan saja semua kepada yang di atas. kalau memang dia jodohmu di dekatkan tapi kalau memang dia bukan jodohmu dijauhkan." ucap Sony.
Tiba - tiba ponsel Ernya berdering
" tut...tut...tut...."
" Siapa Er...,?" tanya Sony.
" Rudy ." jawab Ernya.
" angkat ," ucap Sony.
" Hallo..., " jawab Ernya
" Kamu di mana ? " tanya Rudy.
" Aku di rumah , " jawab Ernya
" Kok nga ngomong kalau mau pulang ?" tanya Rudy kesal.
" maaf...,tadi aku lihat kamu sibuk jadi aku pulang aja ." jawab Ernya.
" Sama siapa pulangnya ?" tanya Rusy lagi.
" Aku minta tolong Sony ngantar tadi." jawab Ernya.
" ya udah kalau gitu , kamu istirahat ya ,besok aku jemput ? " ucap Rudy.
...........
Bersambung.
__ADS_1