
wildan : " tetap nanti Er.."
Silfi : " baik la."
Ernya : " mba , tenang aja ."
wildan : jadi karena ini acara pertunangan
hanya keluarga ke dua belapihak aja
setelah itu mereka menyelesaikan makan dan kemudian langsung Rudy mengantar Ernya untuk pulang dan di dalam mobil Ernya masih diam , Rudy yang memperhatikan hal itu langsung menepi mobilnya.
" ada apa ? masih belum selesai marahnya ?" tanya Rudy.
" ah..., nga kok aku hanya ngantuk aja ." ucap Ernya.
" diam .ada binatang di jidatnya, " ucap Rudy dengan segera mengangkat tangannya kemudian mengecup bibir Ernya dengan spontan.
" curang banget si kamu ni ." ucap Ernya sambil mencubit bahunya.
"hahahaaa.....biar kamu semangat , kalau nga kamu diam aja ,pusing aku liatnya." ucap Rudy.
" Rud , sepertinya Hapza bulan depan mau merrid , tapi tidak di sini di kampungnya jadi dia minta aku untuk ikut ke kampungnya jadi aku berniat ambil cuti sepertinya 3 hari," kata Ernya
" jadi kamu nginap 3 hari di tempat dia ya ?" tanya Rudy dengan nada yang kurang setujuh.
" ya iyalah , nga enak juga dia sudah jauh hari ngajaknya kok." ucap Ernya
" terus aku gimana dong ? masa aku di tinggal selama 3 hari, pokoknya aku nga setujuh 1 hari aja nginapnya." ucap rudy dengan tegas.
" nga mungkin lah ," ucap ernya dengan cemberut.
" pokoknya 2 hr biar aku antar jemput,"
ucap Rudy dengan lebih di pertegas.
" ya udah kalau kau yang mau jadi sopirnya aku nga keberatan. " ucap Ernya mengalah.
akhirnya monbil sampai di depan rumah Ernya dan kemudian Ernya pun turun.
begitu juga Rudy pun ikut turun dan mengantar Rrnya sampai di rumah , kemudian ia pun.pamit pulang.
*******
hari ini Ernya berangkat ke kantor lebih pagi karena dia harus menyelesaikan laporan bulanannya karena sebentar nanti dia akan isin keluar bersama ibunya sang Bos.dan mungkin akan memakan waktu untuk itu dia pun bergegas cepat ke kantor sampai nga sempat sarapan.
tante cien : " Er....sarapan dulu , "
Ernya : " maaf tant nanti aku sarapan
di kantor aja , soalnya kerja
an ku harus di masukan hari
ini "
tante cien : " kalau gitu bawah aja bekal.
jangan sampai kau masuk
angin."
Ernya : " iya lah tant."
__ADS_1
kemudian Ernya memasukan makanannya ke dalam rantang bekalnya dan langsung pamit sama tantenya.
ketika dia tiba di kantor , masih sangat sepi dia langsung masuk ruangannya dan segera membuka komputernya kemudian.dia sibuk mengetik laporan setelah kurang lebih sejam dia sibuk mengetik .tiba - tiba ponselnya berdering.
" titut...titut....titut..."
tanpa melihat siapa yang menelpon dia mengangkat ponselnya dan mendekatkan pada kupingnya sambil berucap,
" iya hallo, "
" say....kamu udah mau brangkat ke kantor ya ?"
" aku uda di.kantor"
" pagi amat say...?"
" iya soalnya banyak kerjaan aku hari ini.harus aku serahkan." jawab Ernya kepada Rudy.
" kamu uda sarapan.belum ?" tanya Rudy.
" ntar lagi aku ada bawah ko?" ucap Ernya dengan lembut.
" jangan lupa ibu ntar mau jemput ," ucap Rusy mengingatkan.
"makanya aku lagi mau nyelesaikan laporan ini dulu, biar kalau aku keluar sama ibu laporan ku sudah diserahkan ke pak bambang." jelas ernya buat Rudy.
" ya uda kalau gitu aku mau brangkat kampus dulu , aku sayang kamu .." ucap Rudy dan memutuskan sambungan teleponnya.
Ernya akhirnya menyelesaikan laporannya kemudian dia memasukan didalam map dan melangkah ke ruangan pak bambang serta meletakkannya diatas meja pak bambang kemudian dia keluar dari ruangan itu kembali menujuh ruangannya dan mengambil bekal makanannya membawanya menujuh ke kantin dan karena masih terlalu pagi semua karyawan baru berdatangan belum terlalu ramai di kantin , kemudian dia memesan teh hangat serta duduk menikmati bekal yang yang di bawah dari rumah.
sementara dia lagi menikmati bekalnya
" Er..." panggil samsul
" tumben pagi sekali uda di kantin " tanya samsul heran.
" biasa aja kali , " jawab Ernya santai.
kemudian mereka duduk menikmati makan pagi dengan santainya .setelah itu mereka kembali ke ruangan mereka lagi untuk melanjutkan pekerjaan masing - masing.
ketika Ernya sedang merapikan lembaran -lembaran kertas yang berserahkan diatas meja tiba - tiba namanya di panggil oleh mba maya yang adalah kepala devisi keuangan .
" Er....kamu di panggil menghadap Pak Direktur., sekarang",ucap mba maya yang adalah atasannya.
" baik mba , kalau begitu saya permisi ." jawab Ernya sambil melangkah menujuh ke ruangan Direktur.
" siang mba .saya diminta menghadap Bos ,"
" skarang kamu masuk aja , udah di tungguh sama Ibu.
kemudian Ernya mengetuk pintu dan terdengan suara mempersilakan Ernya untuk masuk.
" maaf pak Bapak memanggil saya ,"
" iya duduk dulu dan tungguh sebentar ibu lagi ke kamar mandi.
" eeee....sayang , kamu uda siap.ayo kita brangkat." ucap tante indah.
" wildan ...ibu ajak Nia dan Silfi ya ?"
" trus wild, gimana dong ? "
" ya uda kamu ikut sekalian biar d ukur juga ." ucap sang ibu.
__ADS_1
akhinya .mereka pun meninggalkan kantor tapi sebelum itu Ernya minta ijin untuk kemb ali ke ruangannya menambil tasnya ,kemudian dì menyusul rombongan keluarga pacarnya itu ke tempat parkir.
" lho....ibu mana Er...? "
tanya Rudy pada Ibunya
" ntar nanti dia nyusul , takut amat amat aja nga ada takutnya ," ucap sang ibu tertawa meliat anak bungsunya yang begitu ia sayangi.
" itu orangnya" ucap wildan sambil menunjuk ke arah pintu keluar.
Ernya berjalan menghapiri mereka dan kemudian ingin masuk ke dalam mobil tapi dia dibuat kaget karenà yànģ duduk di bèakang stir mobil adalah Rudy.
" lho....tadi katanya ke kampus, " ucap Ernya dengan terkejut.
" heheheee....aku juga kan mau di beliin baju , bukan kakak aja." ucap Rudy cengar cengir menunjukan barisan giginya yang putih itu.
Ibu....yang melihat anak kesayangannya dan pacarnya ni hanya tersenyum bahagia namun tiba - tinnba raut wajahnya bersedih karena mengingat kekeraasan hati sang ayah yang belum bisa ditaklukan.
" ayo..kita berangkat skarang soalnya tante melly udah menunggu kita ." kata sang ibu.
akhirnya mobilpun berangkat dan segerah menujuh lke butik yang letaknya berada pas di pusat kota.
tidak berapa lama akhirnya mereka pun tiba di butik di sana mereka di sambut oleh karyawan toko yang kelihatan begitu akrab kepada dengan sang ibu.
" gimana udah siap semua pesanan.saya ? " tanya sang ibu sang penjaga butik.
" silakan bu , ke ruangan mba melly ." kata sang penjaga toko.
sementara di dalam ruangan .mba melly yang adalah penanggung jawab butik sekaligus disainer itu tersenyum menyambut rombongan keluarga Rudy.
" wah....ibu., cantik - cantik ya menantunya ." kata melly.
" Ernya yang melihat lihat isi butik itu terkagum - kagum dengan pakaian yang berjejeran di patung , namun dia begitu terkejut mendengar suara itu sepertinya tidak asing dan dia pun melihat ke arah suara tersebut
" haa...tante Melly?" ucap Ernya kaget.
" Er......kamu," kaget tante melly.
" dia kekasih anak bungsu ku " ucap tante indah.
" oooo.....,rupanya kamu ya ," seru tante mely.
" ya udah ibu ini kebayanya ibu , dan non sifi ini kebayanya , kalau kedua ganteng ini silakan di ukur dulu di kamar ganti cowok, Er...kamu ini coba di pasin dulu kali aja udah tambah gede badan kamu, tapi sepertinya nya nga juga kok." ucap tante mely pada Ernya.
" Er....kamu uda lama pacaran sama anaknya bu indah? tanya tante mely sambil memperbaiki baju di badan Ernya.
" kami berdua teman sekolah tant ," jawab Ernya.
" jadi ceritanya calon mantu ni ?" goda tante mely
" ah tante , nga kok." jawab Ernya spontan membuat Rudy yang pas keluar dari kamar pas baju terkejut...
" nga apa ? " tanya Rudy dengan wajah sinis , dia kelihatan emosi mendengar ucapan Ernya.
tante melly dan Ernya pun kaget.
*********(&&&&*******************
Bersambung
hallo para pembaca setia ku jangan lupa ya di comen & vote ya .
salam sehat buat kalian semua
__ADS_1
tetap di rumah aja ya sambil baca novel aku 👧👧👧