
" Manto ko nga balik- balik sih kemana perginya ? " tanya Ernya.
" oh dia lagi di atas sama anak - anak sepertinya . " ucap Rudy
" panggil lah aku mau pulang lama - lama di sini aku bisa - bisa aku kawin duluan Hapza." ucap Ènya smbil keluar dari ruangan kerja RUdy, " hahaha.....bagus juga , biar ada yang ngurus aku kan." ucap Rudy smbil menggandeng tangan Ernya.
" Nikah yu ?" kata Rudy menggoda Ernya.
" emang uďah siap apa ? tanya Ernya nga kalah juga.
" ni rumah berjalan , kata Rudy .
" ah...rugi dong aku, jawab Ernya.
kemudian mereka berdua tertawa .
" Err....serius ni tolong kalau ada apa aku mau aku orang pertama yang kau cari bukan sony." ucap Rudy dengan wajah memohon.
" kemarin itu cuma kebetulan .kamu kok sensi gitu sih, kamu juga haruß janji sama aku ,ngak boleh sembunyi .kata Ernya.
Mereka berdua.pun saling jabat tangan..kemudian mereka berdua masuk dalam mobil dan Rudy membunyikan klason berulang kali , nga lama kemudian ngak lama terlihat manto berlari menghampiri mereka.
" uda kelar masalahnya " tanya manto dengan cueknya.
" masalah apa kata Ernya ? " tanya Ernya.
" itu masalah yayang - yayangnya , " kata manto keceplosan.
" kamu ngintip ya ?" tanya Rudy. sambil memandang Ernya dengan terkejut.
" siapa suruh pintu nga di tutup aku kan nonton gratis" ucap manto tertawa.
Ernya mencubit paha Rudy " kamu sih , malu - maluin aja."
" palingan ntar ni dia pulang cari pacarnya untuk ngerasain juga ko " kata Rudy malah ngeledek manto.
" ih sorry ya , ngapain juga gituan nga asik , kalau aku langsung buat dede." kata manto
" stop - stop ngomong apaan sih, ngaco aja kalian berdua ni." kata Ernya pura - pura marah pada hal dia lagi malu setengah ******.
akhirnya mereka bertiga terdiam , " lho kok sepi si pasti otaknya kalian berdua lagi ngeras ya " ujar Ernya menggoda mereka .
" kamu ni kami uda nga ngebahas itu kau mancing - mancing aja ni , "
kata manto.
" nto...tau nga tadi ada orang minta nikah lho, " kata Ernya.
" ya udah mikir apa lagi ayo...." kata manto semangat.
" gile lho ,rugi dong gue , belum nikmati masa muda dengan puas ih malah nyusahin diri menikah, nanti nga bisa leluasa mau kemana - mana ." kata Ernya dengan gaya khas centilnya ih ...sambil bibirnya dimonyongin.
__ADS_1
" ya uda kalau gitu biar ku ajak orang lain aja kalau kau nga mau ?" ucap Rudy dengan santainya.
" ya uda sana siapa yang ngelarang ? monggo ? " ucap Ernya dengan nada lembut namun matanya di gedein .
" ha..ha...ha...ntoh sepertinya monggonya sèbah anćaman."
" hahaha.....benar sob , seperti nga iklas gitu." ucap manto enggoda Ernya.
" akhirnya kedua laki - laki itu berhasil membuat Ernya kesal, dan sakin asiknya mereka tertawa tiba - tiba Ernya teriak " DIAM."
akhirnya mereka diam , dan kemudian moìl uda nyampai depan rumah Ernya lagsung turun tapi tidak lupa dia mengucapkan " terima kasih ya buat tumpangannya dan ledekannya." kata Ernya sambil turun dañ membuka pintu tapi kemudian tangannya di pegang oleh Rudy .kemudian Ernya membalik badannya " apa lagi "
" I Love You "
" love you to " ucap Ernya tersenyum tapi kemudian senyum itu berubah jadi jutek. dia melangkah meninggalkan Rudy dan Manto.
" kedepanlah nto....kamu pikir aku ini sopirmu ya ? " ucap Rudy ,
Manto berpindah tempat kemudian melihat kearah Ernya yang sudah masuk rumah ke mudian balik melihat Rudy. " oh.....sosuiettt " ucap manto ." knapa kamu ?" tanya rudy
aku jadi iri liat kalian berdua ni .
kemudian mereka berdua tertawa dan meninggalkan rumah Ernya.
...............
Tanpa terasa hari berlalu bulan berlalu hubungan keduanya semakin dekat walau kadang sering ada drama drama tapi itulah yang membuat keduanya semakin dekat , namun Rudy masih dilema karena ayahnya tetap menentang hubungannya dengan Ernya , untunglah sang Ibu dan kakak selalu mendukungnya yang membuat dia tetap semangat dan tidak ingin Ernya mengetahui hal itu ,dia tidak ingin Ernya menjadi sedih , dia begitu menjaga perasaan Ernya .
siang itu ketika pulang dari kampus , Rudy tidak langsung ke bengkelnya seperti biasa tetapi langsung pulang ke rumah karena Ibunya memintah supaya semua makan siang di rumah.
" eeeh...uda pulang ya ? " tanya ibunya.
" wangi benar bu masak apa sih ? tanya rudy ingin melihat tapi didorong ibunya " skrang kamu bersihin dulu tubuhmu baru bisa menyentuh semua ini , ayo cepat ." kata sang ibu.
kemudian Rudy beranjak masuk ke kamarnya dan membersihkan tubuhnya karena kakak dan Ayahnya belum datang maka rudy bersantai di dalam kamarnya dia mengambil poselnya dan kemudian.
tut...tut..tut....
" hallo sayang , lagi ngapain ? " tanya Rudy
" tidur , ya kerja lah gimana sih ? " ucap Ernya
" iya tau , gitu aja emosi..," ucap Rudy
" lagi dimana ? tanya Ernya
" di tempat tidur ," jawab Rudy
" ha...kamu sakit ? tanya Ernya
" iya , aku lagi sakit kangen kamu ," ucap rudy dengan suara dibuat serak.
__ADS_1
" gombal ," ucap Ernya.
" ha...ha...ha ..aku br pulang kuliah langsung pulang ke rumah .ntar selesai makan baru ke bengkel.
" oh....,ya uda makan sana aku mau cari makan juga sama teman - teman dulu ya ? nga enak mereka lagi nunggu." ucap Ernya, dan dia memutuskan sambungan teleponnya.
" ah kebiasaan gadis ini ," ucap rudy kesal
karena kebiasaan Ernya kalau menelpon dia selalu memutuskan kalau ada yang menunggunya. dan dia beranjak keluar kamar karena mendengar panggilan sang Ibu.
di meja makan Rudy melihat semua udah ngumpul termaksud pacar kakaknya yang juga adalah sekertaris wilman.
" ayo nak, panggil ibunya sambil menepuk kursi di samping nya dan rudy pun duduk di dekat ibunya ." sekarang mari kita makan tapi sebelumnya mari kita membaca doa " ucap sang Ayah.
sesudah itu mereka pun makan dengan tenang . tiba - tiba rudy berucap " Bu ... aku ada kegiatan kampus 3 hari di desa -desa terpencil ." kata Rudy.
" ya udah kamu hati - hati di sana ya ? " ucap Ibunya.
" siap. Ibu ku sayang," kata rudy tegas.
sementara sang ayah hanya diam saja nga mengomentari apapun dia cuma melihat ke arah rudy sebentar kemudian memalingkan wajahnya memandang sang kakak.
":Wil....jadi kapan kita akan ke rumah Sonya ?" kata sang Ayah
" kata Orang tua Sonya minggu kamis depan aja " ucap Wilman.
" jadi Rudy kamis depan kamu juga ikut ya ? " perintah sang Ayah .
" akan aku usahakan Ayah ," kata Rudy.
" pokoknya harus kalian cuma berdua jadi kamu harus mendampingi kakakmu , begitu juga dengan kakakmu kalau nanti giliranmu dia harus juga seperti itu." ucap sang ayah dengan tegasnya.
" siap bos." jawab mereka berdua spontan.
Sang Ibu yang melihat anaknya itu yang begitu kompak tersenyum dan bahagia karena anak - anaknya sudah tumbuh menjadi anak yang dewasa dan mandiri , " jangan lupa ajak Ernya juga nak ?" biar ramai ucap ibu kepada Rudy.
" Ibu lupa ya, dia itu nga tau kalau aku dan kakak bersaudara ?" ucap Rudy
" ya uda kalau gitu ajak aja Dewi ? " kata sang Ayah.
" Ayah uda brapa kali aku jelasin , pokoknya nga ada dewi di dalam keluarga kita ." ucap Rudy kesal.
" pokoknya sampai kapan pun Ayah tidak akan merestui hubuan kalian berdua.." ucap sang Ayah dan meninģgalkan meja makan.
" Rud....besok ajak Ernya ke rumah ya ?
" tapi Ayah nanti...." ucap Rudy sedih.
" itu urusan ibu " kata Ibu.
****************#####************
__ADS_1
Bersambung
Hai gaes.....jangan lupa kalau uda baca like & komen dong....👩👩