Ernya

Ernya
subuh


__ADS_3

Kemudian Ernya berjalan ke samping rumah dan membuka garasi di dalam sana ada terparkir dengan manis sepeda motor yang berwarna merah marun dengan campuran warna putih .


" waooo..., jadi ini kekasih keduanya ?" ucap Rudy dengan penuh keterkejutan.


" Tau nga kalau disini kebanyakan orang itu memiliki sepeda motor karena angkutan umum itu dikit." kata Ernya menjelaskan.


Kemudian Rudy mengeluarkan motor itu dari garasi dan mereka pun melajuh mengelilingi kota B .


Rudy yang menggonceng Ernya begitu mengagumi keindahan kota tersebut walaupun tidak terlalu luas tapi kondisi alamnya yang begitu sejuk dan tatanan kota yang sangat rapih membuat mereka berdua sampai lupa kalau mereka berdua harus mengisi perut mereka.


" Sayank ...! kamu tau tidak kalau Hapza juga berasal dari sini ? " tanya Rudy .


" Oh iya , tau nga sayank ternyata rumah orang tua Hapza itu dekatan dengan kantor aku tau ? ntar aku liatin ya ?" kata Ernya dan Rudy pun sangat senang karena dengan demikian dia nga perlu susah -susah untuk mencari tahu lagi.


ketika motor yang mereka berada di simpang empat tiba - tiba Ernya memintah Rudy untuk menepikan motornya.


Sayank , sebentar itu yang seberang jalan itu adalah kantor aku, dan yang ada lapangan luas itu dan rumah besar itu adalah punya Ayahnya Hapza.


" Tau nga sayank , bulan depan itu Hapza akan pindah kesini lho ..., dengan suaminya soalnya suaminya di mutasi ke sini. " ucap Ernya dengan begitu senang.


" Oh ya ? bagus dong berarti kamu punya teman tu . " ucap Rudy dengan gaya seakan - akan dia baru mengetahuinya.


" Iya lah , " kata Ernya cepat.


Kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan dan tiba di sebuah retoran siput yang sangat terkenal di kota ini.


akhirnya mereka berdua masuk dan duduk di ruangan yang pemandangan menujuh ke laut .


" Sepertinya aku belum sehari di sini tapi aku sudah jatuh hati dengan kota ini." kata Rudy sambil melihat ke sekeliling kafe tempat mereka akan makan.


" masa sih ,tapi memang benar kok , waktu aku menghilang dulu itu ,aku itu ke sini karena tante aku itu beli rumah yang skarang aku tempati itu katanya untuk hari tuanya nanti.jadi waktu itu dia lagi cuti makanya aku nyusul dia ke sini , hari pertama aku langsung jatuh cinta sama kota ini lho ?" kata Ernya dengan senyum senyum karena mengenang kejadian beberapa waktu lalu.

__ADS_1


tidak lama kemudian datang pesanan mereka dan mereka langsung menikmati karena dari siang mereka belum makan apa cuma minum kopi ketika nyampe rumah tadi.


" Menurut kamu kalau.aku buka usaha di sini ,kamu setujuh nga ? " tanya Rudy sambil menatap kearah sang kekasih.


" Ah bilang aja kalau kamu mau dekat -dekat dengan diriku ?" ucap Ernya dengan gaya imutnya.


" Emang itu juga , salah satu faktor ." ucap Rudy senyum - senyum.


" Ha ha ha ....," Ernya tertawa lepas.


" Eh makan ntar nga selesai - selesai makannya.


Akhirnya mereka berdua melanjutkan makan dan sekali -sekali ngobrol dan merasa perut mereka sudah cukup kenyang , dan mereka memutuskan untuk kembali pulang.


Malam semakin larut karena begitu capenya mereka lalu berangkat beristirahat Rudy menempati kamar tamu yang sudah di bersihkan oleh Ernya sebelum mereka keluar mencari makan.


Subuh itu ketika Ernya bangun dan mempersiapkan sarapan serta makan siang, dia di kejutkan dengan Rudy yang sedang tidur di ruang tamu.


" Aku udah bangun dari tadi terus selesai solat aku nga bisa tidur ,makanya aku nonton tv aja ,eee tau tau malah ketiduran." ucap Rudy sambil bangun dan duduk .


" Ya udah tidur di kamar aja sana kalau masih ngantuk ,aku mau siapin sarapan dulu ." ucap Ernya sambil berdiri dan hendak beranjak tetapi dengan sigap Rudy menahan tangannya.


" Mau ngapain sini aja dulu ,semalam kita nga sempat ngobrol ntar lagi aku harus balik jadi kapan waktu kita bisa berdua gini kalau bukan sekarang ? " ucap Rudy dan langsung menarik Ernya jatuh di atas pangkuan Rudy .


" Ah ...kamu ni, alasan aja ," ucap Ernya dengan muka yang sudah memerah dan Rudy yang tau kalau Ernya sudah bersemu merah kemudian dengan jahilnya mencium pipi Ernya.


" Sayang....! " kata Ucap Ernya dengan wajah di buang ke sebelah kiri.


Rudy kemudian memegang dagu dan membalikan wajah Ernya .


" Knapa ? Kamu seperti anak Abg aja yang malu malu mau ," ucap Rudy sambil menahan tawanya.

__ADS_1


" kapan aku bisa siapin sarapan kalau kau terus menyimpan aku di pangkuanmu ?" tanya Ernya.


" Tidak usah repot kita cari sarapan di luar aja , kamu belum masuk kantor kan ? " tanyan Rudy sambil terus memainkan ujung rambut Ernya.


" kamu brangkat jam brapa ? " tanya Ernya.


" jam 11 .siang, " jawab rudy dengan sibuk membelai Ernya , Ernya yang merasa geli tidak bisa diam dia terus bergerak sehingga membuat Rudy yang dari tadi menekan hasratnya sudah tak sanggup lagi kemudian dengan sigapnya dia membalikan tubuh Ernya sehingga terlihat ernya sudah berada di bawah tubuh Rudy.


"Rud....aku takut." ucap Ernya sambil menatap lelaki yang menindih tubuhnya.


" Aku nga tahan lagi sayang , " jawab Rudy yang terus mencium wajah dan bibir begitu juga tangannya sudah tidak dapat di kondisikan lagi terus menjalar menyusuri setiap lekuk tubuh Ernya.


" Ernya yang berusaha menolak tapi karena belaiang dan kelembutan yang di berikan Rudy membuat dia akhirnya terlena dan menikmati setiap kecupan yang diberikan oleh Rudy.


dan karena hasrat yang sudah tidak bisa di bendung lagi Rudy menggendong dan membawah Ernya masuk ke kamar dan sambil menempelkan bibirnya dia meletakan tubuh Ernya diatas ranjang dan terus melakukan aksi belaiannya kemudian dia memasukan tangannya ke dalam baju tidur Ernya meremas kedua bukit yang sudah terlihat menegang .


sementara Ernya sudah terbuai dengan permainan rudy sudah juga tak tinggal diam dia terus menikmati setiap permainan yang rudy mainkan.


dan seketika dia terkejut ketika bibir rudy bermain di area pegunungan kembarnya.


" Aaaahhhh....., Rud....aku takut ...." ucap Ernya yang semakin terangsang dan ketika tangan Rudy mulai bermain di area sensetifnya tiba - tiba saja dia tersadar dan langsung mendorong tubuh Rudy dengan sekuat tenaganya.


" sayang...jangan ini salah , " ucap Ernya langsung bangkit dan turun dari ranjang serta merapikan pakaiannya.sementara Rudy yang sudah dari tadi terangsang langsung tersadar .


" Sayang ...maafkan aku , maafkan aku, " merasa menyesal dan langsung bangkit memeluk Ernya serta terus meminta maaf.


" aku juga minta maaf , aku mencintaimu tapi tidak harus seperti tadi kan ? " ucap Ernya sambil terisak.


" Maafkan aku sayank , aku janji tidak akan mengulangnya lagi." ucap Rudy menyeka air mata yang mengalir di pipi sang kekasih.


..........

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2