
Sementara Rudy lagi kebingungan mencari Ernya .
sedangkan orang yang di cari sedang asyik berendam sambil mendengar lagu di kamar mandi.
setelah puas berendam Ernya bangkit dan melepas hanset dari kupingnya dan kemudian dia membilas tubuhnya dan keluar dari kamar mandi.
dan mengeringkan badan kemudian memakai baju santai setelah itu dia membuka pintu kamar .
" Kamu dari tadi nga dengar aku panggil ya ?" tanya Rudy yang kesal .
" Aku mandi tadi sambil berendam jadi nga kedengaran soalnya aku pakai hanset." ucap Ernya tanpa dosa.
" Tau nga aku sampai pusing tau , kok menghilang nga ngomong ,kebiasaan !" ucap Rudy cemberut.
" Maaf tadinya aku liat kamu udah ketiduran makanya aku pergi membersihkan badan." ucap Ernya dan duduk di samping Rudy dan merangkul tangannya sambil menyandarkan kepala di samping Rudy.
Rudy yang tadi agak kesal tiba - tiba saja berubah menjadi begitu manis dan dengan penuh kelembutan mencium wangi rambut ikal yang sedang di biarkan terurai.
" Tapi ngomong -ngomong tadi kamu bilang udah dari pagi brangkatnya, tapi mengapa baru nyampe ke rumah ini udah jam 3 an?" tanya Ernya dengan penasaran.
" Sebenarnya aku lagi meninjau lokasi yang akan kami bangun bengkel ? ucap Rudy dengan santai sambil memainkan rambut Ernya yang lagi terurai.
" Terus sudah dan dimana lokasinya ?" tanya Ernya.
" Di simpang empat yang ada tanah kosong itu " jawab Rudy tersenyum.
Ernya yang terkejut segera membalikkan tubuhnya dan membelalakan matanya " jangan bilang kalau kau mau membeli tanah bapaknya Hapza ? " kata Ernya dengan mata yang menatap rudy tajam.
" Emang aku udah beli dan ini juga datangnya untuk mengurus proses perijinan aja kok." ucap Rusy tertawa.
" wah kamu emang seorang , jadi brapa lama kamu di sini ? " tanya Ernya
" mungkin rabu pagi aku udah balik, soalnya aku ada ujian kamis." jawab Rudy.
" terus dimana kopernya ? masa sih kau jalan jauh cuma dengan tas pinggang?" kata Ernya dengan keheranan.
" Ya di hotel lah , aku tidak sendiri kami bertiga dengan Ayahnya Hapza, dan Anto." jawab Rudy.
" Lho...kok anto ngak di ajak ke sini ?" ucap Ernya semakin bingung dengan Rudy.
" Untuk apa ? ntar mengganggu aja , aku kan mau menghabiskan malam minggu dengan bidadariku kok," ucap Rudy cuek.
__ADS_1
" Ih emang kamu ini , aku kan kangen sama anto udah lama nga ketemuan ," jawab Ernya ketus.
" Oh ..jadi aku tidak di kangenin ya ? udah kalau gitu aku pamit aja deh." ucap Rudy dengan sikap pura - pura tersinggung.
" Kamu ini knapa sih ? gitu aja tersinggung , aku juga kangen sama kamu kok, " ucap Ernya sambil menarik Rudy duduk kembali dan kemudian menyandarkan kepala di pundak Rudy menyembunyikan rasa malunya.
" Sayang....boleh nga aku mencium dikit ," ucap Rudy dengan sangat hati - hati takut membuat Ernya marah.
dengan terkejut dan malu Ernya hanya menunduk dan menganggukan kepala pelan.
" makasih sayank, " ucap Rudy dan dengan sikap penuh dengan kelembutan mengangkat dagu dan langsung menempelkan bibirnya ke bibir Ernya.
karena sudah seminggu tidak melihat sang kekasih membuat rasa kangen dan rindu semakin menggebu sampai membuat Ernya kehabisan nafas.
" udah ah bisa habis nafasku " ucap Ernya sambil mendorong tubuh Rudy.
" Nikah yu...." ajak Rudy.
" Jangan karena nafsu sesaat akhirnya semua cita - cita harus kandas." ucap Ernya berdiri dan melangkah pergi meninggalkan Rudy yang masih duduk bersandar di kursi.
" Hey...mau kemana ?" tanya Rudy dan berdiri mengejar Ernya.
" Aku ikut ah,nga mau di tinggal sendiri." ucap Rudy mengikuti langkah Ernya dari belakang.
kemudian Ernya membuat teh hijau kepada Rudy dan mereka duduk di meja makan sambil menikmati teh dengan roti yang di beli oleh Ernya pagi tadi.
Setelah selesai itu mereka berdua bersiap untuk pergi ke hotel untuk menemui anto yangn sedari siang di tinggal pergi oleh Rudy.
Ketika mereka tiba di hotel dan Rudy menghubungi anto untuk segera menemui mereka di lobbi dan tidak sampai 10 menit terlihat anto sudah keluar dari liff dan mencari - cari.
Anto yang melihat Rudy sedang duduk dengan seorang wanita yang dia tau adalah Ernya segera menghampiri mereka dan mengejutkan ernya.
ketika Ernya berbalik dia begitu terperangah melihat anto yang banyak sekali berubah .
"Hai....Anto ! apa kabar ? wahh kamu tambah ganteng aja to, waduh...jadi kangen masa duduk di SMoA dulu." ucap Ernya yang dengan spontan langsung menghamburkan diri ke pelukan Anto.
Añto yang berďiri didepan Ernya dengan senang hati menerima pelukan yang datang kepadanya.
Rudy yang melihat hal itu segera saja dengan sikap posesifnya diamenarik tangan Ernya.
ni
__ADS_1
" Kamu ini seenak jidat aja peluk - peluk pacar orang, kalau mau peluk ya cukup peluk aku , biarpun dia itu sahabat kita." ucap Rudy dengan wajah yang ditekuk.
" Ah...kamu ini ,sama sahabat sendiri kok seperti itu." ucap Ernya.
" Bodoh amat ," ucap Rudy.
Anto hanya geleng kepala dan tertawa" biar aja Er, nanti juga kita berdua akan saling ketemuan
akhirnya Ernya dan Anto pun saling bertos ria. Rudy semakin kesal dengan kedua orang didepannya.
" Anto ...! sepertinya saya tidak dapat mempercayakan kau untuk menghandel bengkel di sini kau mendingan kembali ke kota A.itu aku rasa lebih cocok untuk dirimu." ucap Rudy kepada Anto yang tadinya tertawa - tawa akhirnya berubah menjadi sedih.
" Ah , kau ini dasar sahabat yang suka pling plan , terserah kamu ja deh, " balas Anto dengan wajah kesalnya.
" Skarang mending kita cari makan yuu...? dari pada melihat kalian dua yang kerjanya hanya berdebat meluluh." ucap Ernya dan berjalan meninggalkan mereka berdua.
dan ketika mereka melihat Ernya yang melangkah pergi segera mereka berlari mengejar dari belakang.
akhirnya mereka bertiga kemudian menikmati hidangan yang tersedia malam itu dengan candaan yang tak habis - habisnya.
ketika selesai mereka pun kemudian mengunjungi rumah ayahnya Hapza. dan karena malam sudah semakin larut akhirnya mereka pun pamit dan kemudian Rudy dan Anto mengantar Ernya untuk pulang .
ketika sudah tiba di rumah, Ernya meminta untuk Rudy dan Anto supaya bermalam saja di rumahnya karena masih ingin reuni .
dan akhirnya di setujui oleh Rudy .
malam itu mereka bertiga bersedah gurau tak lupa mereka vidio call Sony dan Hapza.
" waoo...ceritanya ini kita lagi reunian nih , " ucap Sony.
" kamu santai aja bulan depan kita ketemuan di sini ya ? " ucap Hapza.
" Ooo ..iya , Hapzakan sudah disini ya ?" ucap Rudy.
sementara Ernya hanya diam tidak berkomentar , semua yang lagi ngobrol akhirnya beralih melihat ke arah Ernya.
" Kamu kenapa ? "
........
Bersambung
__ADS_1