Ernya

Ernya
Cemburu


__ADS_3

ketika Ernya sedang melangkah keluar tiba - tiba sony menarik tangannya dan mengajak Ernya pergi , Hapza yang melihat langsung berdiri dan mengejar mereka serta berteriak


" Haiii......mau kemana kalian ? tunggu ucap Hapza .


" ke ruangan Osis , ayolah sambil nunggu informasi Kepsek." jawab Sony sambil melangkah menarik tangan Ernya tanpa peduli dengan mata - mata yang melihat ulahnya.


( memang sony adalah tipe cowok yang paling cuek dan sok ganteng tapi emang wajah si cukup ganteng , tapi masih lebih ganteng si Rudy , pintar , memiliki banyak talentah dia juga menjabat ketua Osis uda dua Periode, orangnya mandiri dan sangat berkarisma. ucap ernya dalam hati.)


" uda lepasin tangannya aku bisa jalan sendiri, seperti anak kecil aja yang di tuntun." ucap Erny


agak sedikit sebal dengan sikap sony yang super cuek itu.


sony berucap " bodoh amat dengan mereka ."


" kau jangan seperti itu , akunya yang bermasalah , nga enak di tatap seperti itu. jawab erny sebal.


"ayo ...., duduk sini aja biar kalau si bosy datang bisa keliatan dari sini ." ucap Sony senyum - senyum .


" siapa bosy.....?" tanya Hapsa sambil menurunkan alis keheranan


" bos saya " ucap sony.


" za....itu singkatan yang sony pakai untuk Rudy,jawab Ernya . sambil menjelaskan kepada temannya itu kalau dia juga baru tau semalam waktu bercakap - cakap dengan sony. Hapza hanya senyum - senyum dengan gaya sony yang ada aja perbendaharaan kata - katanya.


" Er....nyanyi yu....?" ajak sony sambil memegang gitar dan memetiknya sambil melantunkan syair


suatu hari .....


dikala kita duduk di tepi pantai...


dan memandang ombak di lautan yang kian menepis.......


burung camar.....terbang tinggi di derunya air...


suara alam ini hangatkan jiwa kita......


kemudian di sambung oleh Ernya


sementara


sinar surya perlahan mulai tenggelam ....


suara gitarmu ,....


mengalun kan melodi


tentang cinta....


ada hati.......


membara erat bersatu....


getar sluruh jiwa hangatkan jiwa kita...

__ADS_1


kemesrahan ini .....


janganlah cepat berlalu....


kemesrahan ini ,


ingin ku kenang selalu ......


hati ku damai ........


jiwaku tentram bersamamu.....


hati ku damai......


jiwaku tentram bersamamu.......


sementara itu Rudy yang baru datang terus berdiri dan memandang kedua orang yang sangat dia kenal itu dengan tatapan yang berbeda.


cih.. uda pegang gitar dan nyanyi, nga peduli lagi dengan orang lain apa apan mereka ini.


" Hapza .....! sini , " panggil Rudy.


Hapza pun beranjak menunggalkan sony dan ernya yang masih asik menyanyi.


" knapa ? " tanya Hapza.


" uda dari tadi ya , mereka itu ? " tanya Rudy


" Iya , kata kamu jam delapan sekarang uda jam sepuluh kok belum - belum juga si...!"


" cemburu ya....? diacuhin ya ....? " kata Hapsa sambil mencolek dagu Rudy yang lagi kesal dan hahaaha.....meninggalkan Rudy.


Er.....uda dong nyanyinya , ada orang yang bete tu...ndoo mana orangnya ?" ucap Hapza sambil kebingungan sendiri orang yang di tunjuk uda nga ada di tempatnya .


" siapa ?" tanya Ernya.


" ya siapa lagi kalau bukan bosy " jawab Hapza .


" trus mana orangnya ? " ucap Ernya.


" itu dia tadi di sana ," jawab Hapza


kemudian mereka bertiga berjalan keluar dari ruang Osis dan mencari Rudy.tapi ketika melewati kelas Bahasa mereka terkejut dan berdiri memperhatikan Rudy yang lagi berdua dengan dewi , lagi ngobrol tapi nga jelas apa yang sedang obrolin tapi terlihat dari wajah mereka seperti lagi berdebat.


tiba - tiba Erny berjalan meninggalkan mereka dan tidak perduli dengan sony dan Hapza yang masih terpaku melihat Rudy dan Dewi.perasaan Erny serasa sesak melihat adegan tadi , pada hal semalam katanya nga punya pacar tapi itu apa ? cih dasar laki - laki nga bisa dipegang ucapannyà. sakin kesalnya Ernya dia langsung pergi menujuh perpustakaan.kemudian mematikan ponselnya.


************


Disisi lain Hapza dan sony berdiri di ambang pintu kelas sambil melipat kedua tangan pada perut dan bertanya '


" Bosy......ada apaan ni ? sepertinya serius banget," kata Sony. dengan suara seperti mengintimidasi kawannya itu.


" Jangan - jangan kalian ....." ucap Hapza menggantung kalimatnya.

__ADS_1


" Rudy yang melihat ke dua sahabatnya itu langsung meninggalkan Dewi dan menghampiri mereka .


" uda bubuar kalian, kau juga tau tadi ku suruh kau yang tungguin tu bengkel, bukannya menghadap KEPSEK, malah asik - asikan di ruang osis, kata Rudy dengan tatapan yang kesal kepada Sony.


" lalu kau sendiri , ngapain berdua -duaan di kelas itu , tanya Sonny yang juga tak kala sinis kepada Rudy.


Hapza yang berada diantara keduanya mulai mencium arwa - arwa ketegangan antara ke dua laki -laki itu langsung berteriak.


"Hei.....kalian berdua cari mana Ernya , katanya slesai ini mau belajar kelompok .skarang orangnya uda kabur entah kmana ?" kata Hapza kesal.


" lho bukannya tadi kalian bertiga , knapa kalian mencarinya. ? tanya Rudy.


" emang tadi dia disini tapi pada menghilang kmana tu anak " jawab sony.


" ayoo.... ke kelas mungkin, kita nyusul kesana aja." jawab Rudy sambil berjalan meninggalkan kesua sahabatnya itu.


tapi ketika tiba dia bertanya pada teman - teman di kelas mereka nga tahu ,


" Satuma , liat Ernya nga ? " tanya Rudy


" ooo.... sama Hapsa dan Sony tadi ke ruang Osis, ." jawab Satuma.


" uda balik kok " kata Rudy


kata Hapza yang muncul dengan Sony berucap " coba kita nyusul ke kantin mungkin. atau coba di telepon aja deh.


" nga aktif pnsel nya " jawab sony.


" kemana dia ya ? apa sudah pulang ya tapi nga mungkin juga. " ucap Rudy sambil berpikir. Kemudian dia teringat kalau semalam Ernya berniat ke perpustakaan. kemudià enan cepat dia pergi ke perpustakaan tanpa bicara apa -apa kepada ke dua sahabatnya itu, setibanya disana dia masuk dan melihat ditempat biasa para siswa suka membaca tapi tidak ada orangnya kemudian dia mengitari rak buku tapi tidak juga dia menemukan orangnya. dia kembali ke meja tempat pengisian buku absen mencari ada namanya tapi nga orang di ruangan perpustakaan. penasaran dia kembali lagi mengecek untuk memastikan dia mengelilingi perpustakaan , dan begitu terkejutnya dia ketika melihat seorang gadis lagi duduk melantai sambil membaca pojok paling ujung dengan santainya.kemudian mendekat sambil berucap


" dicari kmana - mana rupanya disini ya ?"kata Rudy Sambil duduk di samping Ernya.dan mengambil ponselnya


" Hei.....uda ketemu , di perpustakan paling pojok , kata Rudy dan menutup ponselnya.


Ernya tidak menanggapi Rudy dia tetap diam , karenamasih kesal dengan Rudy.


" Er.....! kami cari kemana - mana lho " kata rudy kembali dengan nada yang begitu lembut.


" alasan ! " kata Ernya ketus


" nga percaya , nanti kamu tanya aja sama teman - teman mu aja ." kata Rudy Dengan Bada yang kesal karena dianggap berbohong.


" bukanya tadi kamu lagi pacaŕan , mengapa mau mèncaŕi aku, " jawab Ernya dengan suara yang sudah terdengar serak karena menahan emosinya.


Rudy yang menyadari bahwa tadi pasti Ernya kesal melihat dia dengan Dewi .


" kamu marah ya sama aku " tanya Rudy.


" ngapain juga marah , emang kamu siapànya aku? nga ada kerjaan kali , jawab Ernya sambil melanjutkan membaca bukunya.


Tiba- tiba Rudy menarik buku yang sedang di pegang Ernya dan berkata " kalau orang lagi ngomong itu jangan seperti itu ,ayo kita bicara ," kata Rudy.


********

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2