Ernya

Ernya
Kembali ke kota B


__ADS_3

Melihat Rudy yang tengkurap seperti itu membuat Ernya menjadi takut.


" Rud...,sayank ! kamu kenapa ? " tanya Ernya sambil menggoyangkan tubuh Rudy.


" Rudy yang merasa malu karena juniornya sedang mengamuk di bawah sana hanya menjawab sambil tetap tengkurap.


" Nga apa - apa kamu cepat mandi dan kita mencari makan dulu baru pulang ya ?" ucap Rudy tanpa mau melihat ke arah Ernya.


" Tapi beneran ya kamu nga apa -apa kan ? " tanya Ernya kembali.


" Nga , aku nga apa - apa kok ," jawab Rudy dengan masih setia dengan posisinya.


"Mana coba sini aku liat dulu wajahnya ? " ucap Ernya berusaha membalikkan tubuh Rudy yang atletis itu.


"kenapa sih , nyembunyiin sakitnya dari aku ? ,sini aku lihat dulu " rengngek Ernya manja.


karena tidak ingin membuat Ernya penasaran akhirnya dia membalikkan badannya , dan tanpa sengaja mata ernya tersentak melihat Ke bagian bawah pusarnya rudy.dengan spontan dia langsung tertawa


" Hahahaa... ,oh rupanya itu ya masalahnya ? " ucap Ernya dengan langsung berlari masuk ke kamar mandi.


" awas kamu ya , ngeledek terus tunggu aja ," kata rudy yang dengan sedikit malu karena ketauan .kemudian dia pun bangun dan berjalan meninggalkan rruangan itu menujuh ke meja kerjanya.dan kemudian menyelesaikan semua pekerjaan yang menumpuk di atas mejanya.


sambil menunggu Ernya selesai mandi .


dan tidak kurang dari 30 menit Ernya terlihat keluar dengan wangi tubuhnya yang membias ke dalam ruang kerja Rudy dan rambut yang basah .membuat Rudy menjadi tertegun melihat pesona kecantikan sang kekasih yang tanpa polesan lipstik dan bedak seperti biasanya.


" Knapa melihat seperti itu ? aku jadi merasa gimana gitu ," ucap Ernya dengan sikap manja dan centilnya.


" Ayolah kita berangkat sekarang kalau nga bisa bisa besok kita kepenghulu." ucap Rudy berdiri dan mengambil kontak mobil kemudian menarik tangan Ernya untuk di gandeng menujuh ke mobil.


" Kenapa gitu ? " tanya Ernya dengan ekspresi polosnya.

__ADS_1


" Karena kau begitu menggoda ," ucap Rudy cuek.


" Emang aku seperti wanita penggoda ya ?" tanya Ernya lagi.


" my be ," ucap Rudy tertawa.


" Serius ..." ucap Ernya dengan menarik tangan Rudy.


" Nga lah kamu itu cuma di becandain gitu aja langsung parno ? " ucap Rudy dan membuka pintu mobil .ernya nya naik dan dusuk manis di samping Rudy dengan diam.


"Kita cari makan dulu ya Yangk ? sudah itu baru aku antar kamu pulang ," ucap Rudy sambil tetap mata melihat kedepan.


" Terserah kamu aja , " jawab Ernya tanpa ekspresi.


Akhirnya mereka berdua pun mampir di tempat makan kesukaan mereka semasa sekolah dulu yaitu sate samping kantor Pos yang sangat laris manis dan sangat terkenal di kota itu.


Hati Ernya begitu senang ketika tau Kalau Rudy mengajak makan di tempat itu ,karena sudah sangat lama dia tidak menikmati sate dan coto di tempat itu.


" Aku kan tahu ,kalau kamu kangen cotonya " ucap Rudy dengan melangkah memasuki tempat makan yang dari dulu sampe sekarang tidak pernah berubah bangunannya tempat duduknya semua masih seperti dulu , cuma hanya terlihat ada pengurangan tempat duduk karena harus diatur berjarak supaya tidak menyalahi protokol keaehatan yang dianjurkan pemerintah.


kemudian mereka berdua memesan makanan dan minum dan kemudian mereka makan dan setelah itu Rusy pun mengantar Ernya kembali ke Rumahnya.


" Apa besok mau aku jemput ya ? jam brapa ketemu sama Bosnya ?" tanya Rudy yang sudah memarkir mobilnya di depan rumah Ernya.


" Sepertinya aku brangkat agak siang soalnya mereka akan melanjutkan mitting di jam 11 nanti !" jelas Ernya.


" Ya udah aku jemput kamu jam sembilan ya ? kita sarapan sama sama ya ?soalnya siang aku nga bisa ," ucap Rudy.


" Ya udah terserah kamu aja yank," jawab Ernya dengan tersenyum manisnya.


" aku nga mampir lagi ya soalnya udah malam juga kamu kan harus istirahat," kata Rudy dan membuka pintu mobil kepada sang kekasih dan sebelum turun dari mobil dia mencium kepala sang kekasih dengan begitu lembut dan sayangnya.serta berucap " mimpikan aku ditidurmu ya ?" ucap Rusy lagi sambil tersenyum.

__ADS_1


Ernya yang di cium dengan penuh kelembutan tadi langsung tersenyum kepada sang kekasih dan " I Love You ." ucapnya dan melangkah masuk sementara Rudy langsung masuk ke dalam mobil dan ketika melihat sang kekasih sudah masuk ke dalam Rumah kwmudian dia melajukan mobil meninggalkan pekarangan rumah Ernya.


......


Selama empat hari Ernya berada di kota A rudy selalu menyempatkan waktunya untuk selalu bersama dengan sang kekasih .sampai pada pagi ini ketika Ernya akan kembali ke kota B ,untuk melanjutkan pekerjaannya.


"Kamu hati - hati di sana ya ? apa lagi kamu cuma sendiri ." ucap Rudy dengan memberikan petua seperti seorang ayah yang akan melwpas anak gadisnya merantau ke negeri orang.


" hahaha.....kau seperti Bapak bapak aja sih," ucap Ernya yang tau kalau sang kekasih lagi sedih karena mereka harus terpisah lagi ,


" jangan lupa kalau selalu telepon ya tidak ada alasan sibuk." ucap Rudy dengan posesifnya.


" Iya , tuan....! ha...ha...ha..." ucap Ernya sebenarnya dia juga masih rindu untuk bersama dengan sang kekasih tapi apa boleh buat dia sudah harus kembali.


" Kamu itu aku lagi serius kerjamu cuma bexanda melulu." kata Rudy dengan nada kesal.


" Ih gitu aja marah , kamu pikir aku nga sedih apa ? aku malah sangat sedih makanya aku sengaja supaya jangan banjir air mata di dalam mobilmu ini." kata Ernya yang melihat pada Rudy dengan tatapan sedihnya.


" Kalau gitu nga usah balik kerja disana lagi ,kamu kerja disini aja,biar kita bisa saling bersama," ucap Rudy dengan memohon.


" Ya nga bisa gitu lah , kita jalani aja hubungan ini dengan serius tanpa neko neko nanti pun kalau memang kita berdua jodoh maka apapun jalannya pasti kita dua bersama kan ?" ucap Ernya dengan tangan membelai pipi sang kekasih.


" kamu belai - belai seperti ini membuat aku tak sanggup menyetir mobil " ucap Rudy dan tertawa .akhirnya mereka berdua tertawa bersama sama.


dan mobil sudah masuk di lokasih bandara kemudian Rusi mencari tempat parkir dan sebelum beranjak turun dari mobil mereka berdua saling berpelukan dan Rudy yang sudah dari tadi nga nahan ketika di goda sang kekasih.langsung mendaratkan ciuman di bibir sang kekasih dengan pagutan yang sangat panjang itu membuat Ernya serasa mau putus nafas akhirnya dia mendorong Rudy dan terlepaslah ciuman panjang itu.


"kamu ini yangk ,bisa habis nafasku tau mana lipstikku juga habis di sapu bersih kamu lagi ," ucap Ernya ngambek.


" Ya siapa suruh kamu juga godain aku terus,nga ysah juga kali pakai lipstik segala mau menggoda mata keranjang di luar sana ?" jawab Rudy nga mau kalah juga.


......

__ADS_1


bersambung


__ADS_2