
setelah sudah saling melepas kerinduan skarang mereka berdua pun turun dan berjalan menujuh ruang tunggu karena keberangkatan masih satu jam lagi ,mereka berdua memilih nongkrong di bandara .
ketika mereka berdua sedang asyiknya berjalan bergandeng tangan tanpa di sadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka berdua ,orang itu nampak seperti tidak menyukai pemandangan di hadapannya.
"Cih ..., memuakan ,awas aja kamu Rudy, aku akan buat kau jatuh di pelukan ku ? dan kau juga wanita tak tau diri aku akan membuat kau menyesal karena sudah mencuri kekasihku." ucap wanita yang tak lain adalah Dewi.mantan pacar Rudy di semasa SMA.
Rudy dan Ernya yang tidak menyadari keberadaan Dewi tersentak ketika seorang lelaki yang berada di belakang mereka memanggil nama Dewi.
mereka berdua serentak berbalik dan melihat ke arah suara orang yang memanggil , sementara orang itu berjalan meninggalkan tempatnya.mata mereka terus melihat orang tersebut.
" Hey...bukankah itu si Dewi ? mau kemana dia ? " ucap Ernya.
"Oh iya , tapi mana aku tau ? " jawab Rudy cuek.
" sana samparin aja, nga apa kok ," ucap Ernya dengan suara yang sedikit parau.karena dia tau kalau Rudy akan di jodohkan dengan Dewi.
" Apaan sih kamu ini ,bete aku tau kalau kau seperti ini ?" ucap Rudy emosi .
" Emang kenyataan kan , " jawab Ernya cuek.
"Jangan merusak suasana hati,sudah aku bilang sampai kapan pun aku tidak akan mau menerima perjodohan itu." jawab Rudy dengan sedikit bete.
" Mukanya nga usah di tekuk begitu juga sayank , gantengnya bisa lari lho...." ucap Ernya berusaha menghibur Rudy yang mutnya mulai terganggu.
" Kamu juga sih dari tadi suka sekali menggoda ku." jawab Rudy.
tiba - tiba ponsel Ernya berdering dan terlihat di layar ponsel nama Bos.akhirnya dia mengangkat dan tak lama kemudian dia menghampiri Rudy.
" Bos aku nga jadi brangkat ,jadi aku sendiri yang balik aja." kata Ernya.
" Oh kalau gitu biar aku temani kau kembali ke kota B." ucap Rudy dengan tegas, dan langsung mengangkat telepon menelpon seseorang .
" Hey...,apa apaan kamu ni kau kira ini perjalanan dari rumah ke kantor apa ? " jawab Ernya sambil geleng -geleng kepala,melihat kenekatan sang kekasih."
" Ok.siap ," ucap Rudy.
" Apaan ?" tanya Ernya.
" tiket aku , " jawab Rudy dengan santai .
" Sayank , jangan nekat kamu." ucap Ernya dengan menggelengkan kepala masih terheran heran dengan kelakuan laki -laki yang sangat ia cintai.
" Udah kamu tenang aja aku lebih tenang kalau sudah mengantar kamu sampai dengan selamat di tempat tujuan." ucap Rudy.
__ADS_1
Ernya hanya pasrah menerima apa yang dilakukan oleh Rudy karena dia tahu.kalau sang kekasih itu wataknya sangat keras apa yang dia udah ucapkan pasti dia akan lakukan.
setelah menunggu beberapa jam akhirnya mereka pun siap - siap untuk naik ke pesawat.
dan akhirnya pesawat mereka naikpun telah lepas landas.
perjalanan dari kota A ke kota B dengan pesawat membutuhkan waktu 45 menit.
setelah pesawat lepas landas akhirnya mereka pun tiba di kota B .kota yang menjadi harapan dan tempat mencari nafkah bagi Ernya.
" Wao...,kota ini nga seperti kota A ya ? suasana kota ini terlihat seperti kota bogor ya ? asri dan hijau berbeda jauh dengan kota - kota yang lainnya." ucap Rudy yang melemparkan pandangannya dari jendela takxi yang mereka naiki.
" Kalau kota ini memang tidak terlalu ramai seperti di kota besar, tapi kota ini sangat maju.
" masih jauh tempat tinggal mu ? " tanya Rudy.
" Nga dikit lagi kita udah nyampe kok.".
dan memang tidak sampai 15 menit takxi yang mereka tumpangi sudah memasuki daerah perumahan.dan di depan sebuah rumah sederhana namun asri takxi itu pun berhenti.
kemudian setelah membayar Ernya dan Rudy pun turun kemudian mereka melangkah memasuki
sebuah rumah yang terlihat tataan tanam kecil yg unik dan tamannya yang hijau dan bunga - bunga warna warni yang menyambut sang empunya rumah.
"ayo , silakan masuk !" ucap Ernya setelah pintu di buka .
" Sendirian aja ," ucap Ernya.
" Nga takut ya tinggal sendirian ?" tanya Rudy yang sudah duduk menyandarkan tubuhnya di kursi panjang.
" Emang mau takut apaan ?"tanya Ernya heran melihat ke arah Rudy.
" Orang jahat gitu ?" ucap Rudy santai.
" Orang jahat aja liat aku malah lari " kata Ernya tertawa.
kemudian dia masuk ke dapur dan membuat kopi dan teh untuk dia dan Rudy. setelah itu mereka menikmati minuman bersama.
" mandi dulu nanti kita keluar cari makan , " ajak Ernya.
" tapi aku nga bawah salin and handuk ," kata Rudy.
" Ntar aku ambilin handuk and salinnya ?" ucap Ernya berjalan masuk ke kamarnya .
__ADS_1
tidak berapa lama Ernya sudah keluar dengan membawah sebuah handuk yang sepertinya baru belum pernah digunakan and baju kaos hitam yang ukuran size XL.
" punya siapa ini ? " tanya Rudy curiga .
" Ya itu punya kamu sendiri kok,kamu lupa ya ini kan kaos yang kau beri wkt kita di puncak itu ?" kata Ernya.
" Kok masih ada ya ? pada hal sudah lama sekali kan ? "
"Kan nga pernah di pakai di jadikan pajangan jadi otomatis awet lah " ucap Ernya.
" Udah nga usah banyak curigaan ,cepat slesai itu kita cari makan nanti aku ajak jalan - jalan keliling kota B ," ucap Ernya lanjut.
" Okey , sayank ku ,"sambil mencium pipi sang kekasih dengan segera.
Ernya menjadi terkejut ,pada hal sebenarnya sudah sering dia lakukan pada saat Ernya lalai.
" Ah ..,kebiasaan dee.." ucap Ernya cemberut.
Rudy yang melihat itu hanya tersenyum dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
sambil menungguh Rudy mandi Ernya segera membersihkan kamar tamu untuk Rudy beristirahat. karena besok sore lagi dia telah kembali ke kota A.
sementara Rudy yang sudah selesai mandi langsung keluar dari kamar mandi tapi dia tidak melihat Ernya di ruang keluarga dia mencoba berjalan menyusuri setiap ruang yang ada dalam rumah itu.
" Dimana dia ? rumah ini nga terlalu besar hanya memiliki 3 kamar dan ruang keluarga yang terlalu besar serta dapur yang cukup minimalis tapi bagus juga ya ?" ucapnya dalam hati.
kemudian dia kembali masuk ke ruang keluarga dan dia melihat Ernya sudah keluar dengan kaos hitam and celana jeans pensil begitu terlihat seksi di tubuhnya.
"Darimana aja kamu sayank ?" tanya Ernya.
"Aku lagi liat - liat aja rumah kamu ini rupanya keren juga ya kalau punya rumah seperti ini ?" ucap Rudy.
" maklumlah tanteku cuma bisa mampu beliin seperti ini , maklum kantong pegawai negeri golongan 3.hahahaaa..."ucap Ernya tertawa.
" udah siap yu kita jalan ?" kata Ernya?
" pakai apa ? " tanya Rudy.
" Oh pakai scuppy dong ?" kata Ernya.
"Ya udah mana barangnya ?" tanya Rudy yang dari masuk ke rumah penasaran tidak melihat scuppy yang di bilang sama Ernya.
.........
__ADS_1
Bersambung
hai....teman -teman , tolong kalau kalian tidak keberatan tolong dong setelah membaca like and komen ya ? supaya autor dapat mengetahui apa yg harus di perbaiki dari tulisan ini .Thankz semua......👌