Ernya

Ernya
Dak Dik Duk.


__ADS_3

Dengan wajah yang murung Ernya bangkit dan melangkah menuju ke dapur menyiapkan makan malam untuk mama dan tante.


kemudian dia memanggil mama dan tantenya untuk makan malam.


" Ma...,makan dulu sudah Er siapin nih, " panggil Ernya.


" biar aja nanti dikit lagi , kamu istirahat aja ,nanti tanye yang bujuk mamamu." ucap sang tante.


dan Ernya pun kembali ke kamarnya. dia masih merasa bersalah kepada mamanya dia begitu bingung bagaimana dia menjelaskan kepada sang mama agar beliau bisa mengerti.


tiba - tiba Rudy vidio call.


"kok mukanya muram gitu ?" tanya Rudy tanpa basa basi.


" Kamu skarang dimana sih " tanya Ernya balik.


" dirumah ," ucap Rudy.


" Ada apa menghubungi ku tadi ?" tanyaErnya.


" mungkin minggu depan nga bisa ke sana ,kamu aja yang ke sini soalnya aku persiapan untuk ujian skripsi."ucap Rudy.


" Nga bisa sepertinya soalnya Mama sama tante baru datang ,lagian sudah hampir 4 tahun aku nga pernah ketemuan sama mama." ucap Ernya.


" wah....sayang sekali ya , aku lagi sibuk urusin skripsi , kalau nga pengen juga ketemuan sama mertua." ucap Rudy senyum.


" hmm..mertua , diakui aja belom," ucap Ernya keceplosan.


" Ha...ha...ha...harus percaya diri dong." ucap Rudy sombong.


" Kamu udah makan ?" tanya Ernya.


" Belum , nga nafsu, " ucap Rudy .


" makan jangan sampe nanti sakit , " ujar Ernya.


" Siap bosqu." jawab Rudy.


" udahan dulu kamu mandi terus makan selesai itu baru kalau mau telepon ya telepon lagi ." ucap Ernya.


" Kamu jangan tidur dulu ya nanti aku hubungi lagi ya ,I Love You sayank" ucap Rudy dan menutup pembicaraannya.


kemudian sambungan telepon pun terputus.


Ernya pun keluar kamar dan duduk menonton televisi sementara sang mama dan tante siennya lagi menikmati santap malam mereka.


" Kak ...! kok kakak nga ceritain sih kalau Er itu punya pacar tidak seiman ? " ucap Mamanya.


" Dulu kan udah aku jelasin kalau si Rudy itu sahabat semasa sekolah dulu." kata tante sien.


" Ia tapi kan kakak nga bilang kalau anak itu pacarnya ." jawab mamanya.


" Tapi anaknya itu baik kok ,nga macam - macam.aku awalnya nga setuju tapi dia ngomong sendiri ke aku kalau dia sangat mencintai Ernya , kalau masalah perbedaan keyakinan tante nga usah kwatir aku tidak akan pernah memaksa Ernya untuk itu ." ucap tante sien.

__ADS_1


" Iya sih kak , tapi keluarganya gimana ? pasti mereka tidak akan setuju dengan hubungan mereka." ucap sang mama.


" kamu tau nga ,kenapa Ernya sampai pindah ke sini ? semua karena dia mau mengakhiri hubungannya dengan Rudy, tapi apa itu anak selalu saja datang menemui aku hanya untuk minta supaya yakini Ernya kalau dia tidak akan bisa hidup tanpa Ernya walaupun Ayahnya melarang keras hubungan mereka , sampai sekarang ayahnya akhirnya sudah bisa terima hubungan mereka." ucap sang tante.


" Tapi ....?" ucap mamanya terputus.


" tapi apa lagi , biarkan saja kasihan jangan karena perbedaan keyakinan mereka harus menderita. yang penting mereka bisa menjaga batasan bagi aku itu saja ." ucap sang tante.


" tapi aku sepertinya nga bisa merestui hubungan mereka karena aku belum yakin bahwa anak itu dapat membahagiakan Ernya.kau tahu kak aku nga ingin Ernya mengalami apa yang pernah aku alami."ucap sang mama.


Kemudian mereka berdua menyelesaikan makannya dan merapikan meja makan setelah itu mereka beranjak menuju ruang santai dimana di sana ada Ernya yang sedang asyik menonton.


" Kamu nga makan ya Er...?" tanya sang Mama.


" Oh ,mama tadi udah makan sama teman -teman sewaktu pulang ." ucap Ernya sambil bangun dari tidurnya.


" Oh..., kirain nga mau makan karena marah ." ucap sang mama.


" kapan mama bisa ketemuan dengan tu pacar kamu ? " tanya mama yang langsung membuat Ernya terkejut.


" biasanya dia akan mengunjungi bengkelnya dua minggu sekali,tapi kalau minggu ini dia ada ujian skripsi" ucap Ernya.


" Oh...gitu ya ? " ucap sang mama.


dan ketika sedang ngobrol tiba -tiba ponsel Ernya berdering.


" Hallo...! " ucap Ernya


" Lagi nonton bareng mama sama tante sien."


" Oh....," ucap Rudy tertahan.


" di buka kameranya aku kenalin ke mama ?" ucap Ernya dengan nada berbisik.


" Nga apa ya ?" tanya Rudy ragu.


" Ya nga tau ,di coba aja dulu .katanya pingin ketemuan sama mertua..?" ucap Ernya menggoda .


" boleh lah , aku kok panas dingin ya?" ucap Rudy .


Dan tak berapa lama berselang kamera Rudy sudah di buka dan sekarang di layar ponsel Ernya sudah terlihat wajah Rudy yang tersenyum .


" Ma...ada yang mau kenalan ?" ucap Ernya dan menghadapkan kamera ke arah mamanya .


Mama yang lagi duduk dan sedang mendengar pembicaraan mereka melihat dan mengambil ponsel dari tangan Ernya dan sekarang sudah terlihat wajah Rudy.


dak


dak


dak...


" Hallo tant....! apa kabar ? " ucap Rudy dengan sikapnya yang sedikit canggung.

__ADS_1


" Kabar baik , lagi ngapain ? " tanya mamanya Ernya .


" Nih lagi nyelesaikan skripsinya tante, tante kapan datangnya ? " tanya Rudy.


"Oh , tadi siang ." ucap sang mama singkat.


" Tant masih lama kan di kota B ? soalnya aku minta maaf kalau minggu ini ada ujian skripsi jadi belum bisa ke sana ." ucap Rudy dengan terus terang.


" Oh..., nga apa konsentrasi sama skripsinya dulu , tante mungkin dua minggu di sini " ucap sang mama.


" Pokoknya selesai Ujian ,aku akan langsung terbang ke kota B." ucap Rudy dengan senyum senang.


" Oya...,mau ngomong sama Ernya ya ?" tanya Sang mama.


" Boleh ya tant ?" tanya Rudy .


" Oh ini orangnya." ucap sang mama dan memberikan ponsel ke Ernya.


tidak lama kemudian mereka berdua sudah berhadapan .


" Say..., tau nga kedinginan tangan aku tau , " ucap Rudy sambil tertawa.


" Hahaha....ternyata ganteng ganteng ketemu camer gugup juga ya ?" ucap Ernya sambil tertawa .tante dan mamanya yang lagi nonton pun berpaling melihat reaksi sang anak yang sedang menerima telepon.


"Yank..! senang kamu ya liat aku seperti tadi ," ucap Rudy dengan mukanya di tekuk.


" Jadi udah ngomong sama Mamaku , gimana selanjutnya?" tanya Ernya menggodanya.


" Kamu maunya gimana sayank ?" ucap Rudy ke Ernya.


" kok tanya aku sih ? kamunya yang gimana ?" ucap Ernya.


" Oh ,aku senang lah ,nanti mungkin selesai ujian aku langsung meluncur ke sana ?" ucap Rudy dengan tegas.


" kok semangat sekali , " kata Ernya.


" jelas dong , kesempatan nih , ucap Rudy dengan semangat.


" sayank ! apa aku harus mengajak orang tua ku ya ? " tanya Rudy serius tiba -tiba.


" untuk apa ?" tanya Ernya terkejut.


" Sekalian lah mau.ngelamar ," jawab Rudy dengan santai.


" Kau ada -ada aja " ucap Ernya dengan emosi.


" Kok kamu marah ," ucap Rudy


" jangan gila kamu Rudy," ucap Ernya.


..........


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2