
Rio masuk ke dalam sebuah gua, di dalam gua tersebut sangat gelap, tapi Rio bisa melihat, "aneh, disini gelap tapi aku malah bisa melihat" ucap Rio terheran heran sambil garuk kepala.
"Apaa ini karena orang itu, memasukan sesuatu kedalam tubuhku?" tanya Rio. Rasanya memang benar bahwa tubuhku juga menjadi lebih ringan dan kulitku jadi tebal.. Lalu Riopun melanjutkan perjalanan nya.
Disisi lain "Rioo!!" teriak Rina terbangun dari pingsannya. Sepertinya aku bermimpi buruk.. "ciee, belum punya hubungan tapi sudah merasakan bahaya calon suami, haha" ejek orang yang berada dipintu, "apaa, kamu-kamu" blushh muka Rina memerah "ekhem jangan sembarang kamu, meski kau adik nya Rio sifat mu berbanding terbalik dengan abangmu ya" ucap Rina serius mengalihkan topik pembicaran. "tch, mengalihkan pembicaraan ya" ucap Rehan dalam hati.. "jangan samakan aku dengan kaka kutu buku itu" ucap Rehan pura-pura marah. "haha" Rina tertawa kecil, "ya ampun kamu lucu banget ya" ucap Rina tersenyum,, "apa" teriak Rehan
Lalu ada seseorang yang melihat mereka dari belakang "syukurlah dia bisa tersenyum lagi" ujarnya lega. "Tapi aku benar-benar tidak menyangka di dunia ini ada hal seperti itu, semoga mereka tidak mencampuri urusan dunia ini" ucapnya khawatir.
>flashback on<
__ADS_1
"Apa tes subjek" Lalu Rina pun pingsan. Bu Tuti juga sempat syok "ibu, kenapa ibu seperti tahu sesuatu" tanya bu Tuti serius. "saya hanya tahu sedikit, kakek buyut Rio bukan manusia, tapi seiring datangnya keturunan kekuatan itu mulai memudar, ayahnya pun tidak memiliki kekuatan itu sama sekali, namun fisiknya lebih kuat di banding manusia pada umumnya." ucap Ibu Rio menjelaskan." Tapi saat aku melihat, foto kakek buyut dia terlihat seperti manusia pada umumnya, lalu suamiku menjelaskan bahwa kakek buyut awalnya dia manusia biasa atau normal, karena suatu percobaan, dia seperti itu. Itu katanya". Ucap Ibu Rio.
Bu Tuti mendengar kan dengan serius, tapi saat ibu Rio mau menceritakan yang lainnya tiba-tiba dihentikan dengan suara bel berbunyi. "aduh, sebentar ya" ucap Ibu Rio bangun dari duduknya dan berjalan ke depan pintu dan membukanya, ternyata itu adalah ayah Rio. "Eh ayang dah pulang" ucap Ibu Rio mesra sambil menkecup bibir suaminya. "ah sayang," lalu ayahnya Rio memeluk nya. Ibu Rina tidak sengaja melihat itu lalu dia pun mundur perlahan dan duduk lagi..
"ekhem, ibu tidak baik loh, kata ibu tadi harus menunggu" ucap Rehan mengagetkan bu Tuti.
"eh, ada tamu" ujar ayah Rio. "iya, masa ayah lupa, mereka itu bu guru di sekolah Rio" saut Ibu Rio. "mereka?" tanya ayah Rio, "iya temannya ada di kamar Rio,dia pingsan" jawab ibu Rio.
"eh-eh salam kenal, sa-sa-saya Tuti, guru Rio" ucap bu Tuti bangun dari duduknya dengan panik dan muka merah. "tenang saja ibu, jangan terlalu gugup, anggap rumah sendiri l, kalau gitu saya ganti baju dulu" ujar ayah Rio lalu pergi ke kamarnya. lalu ibu Rio duduk "tadi kamu tidak seperti ini" ucap bu Rio. "eh maafkan aku, aku melihat apa yang harus tidak kulihat, maaf, maaf, maaf" bu Tuti menunduk. Buurff "kamu melihatnya" Ibu Rio memerah. "aduh, kamu pasti berpikir aku agresif, dan udah tua masih seperti anak muda" ujar Ibu Rio. "eh-eh tidak kok" saut bu Tuti, dan mereka pun terus mengobrol, "aduh, pembicaraan gak jelas antara wanita sekarang, lebih baik keluar ah"ucap Rehan lalu keluar." sebernanya kakak kau dimana sih, apa aku harus tanya ayah? "ucap Rehan penasaran.
__ADS_1
>flashback end<
Kembali ke waktu sekarang"kak Rina, apa kamu menyukai kakak?" tanya Rehan,"eh-eh anu" wajah Rina memerah, Rehan melihat ekspresinya dan dia mulai berbicara lagi" kak Rina, apa yang kamu lihat sih dari kakak, diakan kutu buku, tampan menurut ibu saja, bahkan jarang berbicara di rumah juga, dan kamu dekat dengannya" tanya Rehan ngejek.
"hmmp gak dekat juga sih, hanya baru beberapa hari ini aku kenal dengan Rio, dia laki-laki pertama yang tidak tertarik apapun" ucap Rina tersenyum. "eeh" Rehan melihat jendela sambil melirik Rina. "kakak sangat beruntung ya, ada orang lain yang mengkhawatirkannya, tapi kamu salah kakak sangat tertarik dengan komik dan novel yang dia baca, dia pasti sedang bersemangat sekarang" ucap Rehan melihat keluar dan membuka jendela.
"eh, begitu ya" ucap Rina tersenyum sedih. "yah siapa yang tahu apa yang sedang di lakukannya" ucap Rehan melihat ke atas langit. "kakak aku tidak akan memaafkanmu jika kau tidak pulang" ucap Rehan dalam hati.
Disisi lain, ohok-ohok Rio batuk darah "apa, apa aku akan mati disini" ujar Rio lemah sambil memegang perutnya yang berdarah.
__ADS_1