Fantasiku Menjadi Kenyataan

Fantasiku Menjadi Kenyataan
Chapter 16


__ADS_3

Sset, suara cakaran dari si Blue dan Rio berhasil menghindarinya seperti biasa Rio bisa menyerang balik namun si blue menghindar dan berputar kedapan sambil melompat melancarkan serangan pada Rio, Riopun menangkisnya, tapi ternyata serangannya bukan hanya sekali tapi bertubi-tubi- cakaran demi cakaran, pergelangan tangan Rio pun banyak terluka, "apa ini persis seperti yang kupikirkan?" pikir Rio sambil tersenyum. "Geez geez geez Apa kau tersenyum" ucap blue menggeram. Lalu menerjang ke arah Rio , dengan muka serius Rio bersiap,, larii. "Blue pun tertawa "geez geez geez, ternyata lemah".


"Ternyata dugaanku benar lukaku pulih dengan cepat" pikir Rio sambil berlari.


"Huuh , huuh" teriakan penonton mencaci Rio, darkpun tersenyum lalu memejamkan mata, tapi tiba-tiba. Crat suara darah, dark pun langsung membuka matanya, ternyata Rio baik-baik saja. "Ka-kalau begitu?" Ucap dark sambil melihat blue. Lengan bahu kanan blue terluka. "Ba-bagaimana? Dalam sekejap?


Beberasa saat yang lalu


Woooah keren, aku bisa meregenerasi dengan cepat, haha" ucapnya dengan mata berbinar. "Kalau begitu apa aku bisa bergerak dengan sangat cepat" pikir Rio tersenyum, lalu dia pun mencobanya dan whossh , cratt!! Lengan blue terluka. Riopun kaget "apa" padahal tanganku ku gerakan untuk mencoba keseimbangan nya. Tapi bukannya patah, malah melukai". Pikir Rio menunduk terlihat seperti orang murung padahal dia menahan rasa senangnya, namun di pandangan penonton dan dark sendiripun, Rio terlihat keren dan dingin.


"Geez tch," blue meludah, dan tersenyum sambil memegang tangan kanan nya, blue memanfaatkan kesempatan untuk menyerang saat Rio sedang menunduk, "siara suruh kau lengah" pikir dark sambil menerjang ke arah Rio, Namun Rio juga sadar karena dia juga bisa merasakan pergerakan sekitar, dengan sett Rio sudah ada di belakang blue dengan cepat, lalu mencipratkan darah ke punggung blue dengan keren. Riopun tersenyum "kalau dalam komik biasanya pake pedang dan memuncratkan darah nya ketanah,hahaha" pikir Rio lalu tertawa terbahak bahak. Hoeek,,, blue muntah darah "a-aku kalah?" Sambil melihat tangannya yang penuh darah "geeez ini tidak keren", gedeblug blue tidak sadarkan diri.


"Apaa, blue pun kalah, mereka ber dua juga pasti kalah" pikir dark sambil mengigit jempolnya.


Para penonton melongo melihat hal tersebut, was wes wos penonton mulai berbisik, Rio melihat mereka dan mereka pun langsung terdiam, Rio saking semangatnya karena punya kemampuan seperti di komik yang selalu Rio baca dan impikan "ayo lanjut, sepertinya aku bisa istirahat nanti saja, ahahaha". Ucap Rio semangat. Si pemarah pun turun dari tempat nya dan menghampiri Rio "sebaiknya kau berhati-hati , aku sudah berbeda dari yang kemarin, aku memang sedikit terkejut kamu bisa menang darinya dan bahkan lukamu langsung pulih". Ujar Si pemarah serius. "Ahaha, asal kau tau yah, aku tidak pernah meremehkan kan lawan" ucap Rio tersenyum semangat.

__ADS_1


"Ok, mulai" teriak pengawas. "Dia punya kecepatan yang berbahaya" pikir si pemarah, dan tubuh si pemarah pun di penuhi aura yang melindunginya, mukanya yang seperti marah dan berurat membuat tanah di sekitarnya retak dan para penonton pun mengigil ketakutan. "Wooow wowow" ucap Rio kagum dengan matanya yang berbentuk bintang sambil mengacungkan jempol. "Apaa!! , Kenapa dia tidak menyerang" pikir si pemarah , dalam keadaan ini pertahananku hampir mencapai 100 persen dan seranganku benar-benar lambat" ucap si pemarah gelisah. "Sepertinya dia gelisah, apa dia menunggu ku menyerang" pikir Rio, lalu terbesit dalam pikiran Rio, Riopun dengan serius menatap si pemarah dan memasang kuda-kuda, lalu mendekati si pemarah dengan perlahan. "Akhirnya", pikir si pemarah lalu tersenyum. Setelah dekat dengan si pemarah. Rio jongkok dan mukanya melihat si pemarah "ngapain kau senyum-senyum, takut tau" ujar Rio dengan nada datar dan tatapan lucu.


Dan entah mengapa si pemarah gagal fokus, lalu melihat muka Rio, si pemarah pun melongo dan dalam sekejap Rio menendang perut si pemarah. "Buffff" si pemarah pun terbang kebelakang, lalu diapun merenung di tanah, "kenapa, kenapaaa, padahal aku sudah berlatih selama ini, aku terus menahan malu" pikir si pemarah, lalu melihat Rio "Siaaal" teriak si pemarah sambil memukul tanah, si pemarah pun berdiri sambil mengelap bibirnya, tanpa di sadari si pemarah Rio sudah ada di belakang, "apa dimana dia" ucap si pemarah lalu menengok kebelakang, saat setelah si pemarah melihat Rio, yang dilihatnya adalah tinjunya, dan si pemarahpun langsung menggunakan 100 persen pertahan dalam sekejap, "heh dengan begini pertahanku kuat dan counter serangan ku juga mematikan" pikirnya dalam sekejap "BUKKK" suara pukulan Rio, pertahanannya yang 100 persen pecah, matanya putih saat di pukul" apa-apaan, kekuatannya ini" pikirnya dalam hati, brukk si pemarah terkapar di tanah dan pingsan. "Apa" ucap Rio kaget sambil melihat kepalan tangannya. "Apa aku memang sekuat ini, atau mereka yang lemah, tidak-tidak mereka kan demi human, mana mungkin selemah itu" ucap Rio dalam hati. Penonton pun kaget, aura si pemarah yang mengintimidasi itu kalah dengan sekejap oleh Rio. "Dia sekuat ini, dalam 6 bulan?" Ujar dark tersenyum, lalu diapun menggigit ujung jari jempolnya, "aku tidak sabar ingin merasakan, kekuatannya" ucap dark semangat. "perkataan si tua itu memang benar, haha mungkin dia akan membuat suku kita berada di puncak di ras demi human" pikir dark.


"Kau memang kuat, seperti yang diharapkan dari orang yang berhasil melewati ujian itu, haha" ujar joni tepuk tangan sambil turun dari tempatnya berada, menuju lapangan itu.


Riopun melirik joni "hoooh" ucapnya sambil mencoba mengeluarkan auranya, dan sontak para penonton pun sangat tertekan dan dirasakan oleh joni juga "aura yang mengerikan, apa manusia itu pernah membunuh sesamanya, heh menarik" pikir joni menyeringai.


>Beberapa saat yang lalu<


Dan Rio merasakan gerakan di bangku Joni lalu mendengar tepuk tangan dan ocehan Joni.


Dan Riopun bersikap keren dan mencoba mengeluarkan aura dan niat membunuh nya.


"Hoooh" ucap Rio keren . Dan Rio pun merasakan sekitarnya, "aku berhasil, haha" ucapnya dalam hati.

__ADS_1


Rio tidak menyadarinya saat dia mengeluarkan aura , garis mata emasnya bersinar. Itu seperti hewan buas yang bisa bisa memangsa segalanya dengan kata lain haus darah.


Joni pun telah berada di lapangan , "apa kalian siap" ucap si pengawas. "Siap" saut Rio "ok" saut Joni. Dan Joni pun melancarkan serangan jarak jauh, itu membentuk 3 cakaran yang langsung menuju Rio dengan sangat cepat, "apa, bisa gitu juga ya" pikir Rio sambil menghindari serangan tersebut. "Tch, Responnya juga sangat cepat" pikir Joni. Kalau begitu, aku akan melancarkan serangan bertubi-tubi. "Apa itu seperti tenaga dalam, atau ki atau mana yang para komik sebutkan." Pikir Rio sambil mencoba memusatkan kekuatannya di tangan. Dan Joni pun mulai melancarkan serangan bertubi-tubi. "Akan ku coba lepaskan sekarang" ucapnya pelan , whoss dqn serangan itu muncul membentuk 5 cakaran dan lebih besar dan cepat, semua serangan Joni terpotong oleh serangan Rio, insting Joni mengatakan "aku akan mati" tapi tiba-tiba sett dark muncul dan menyelamatkan Joni. Lalu serangan itu pun dark tahan dengan kekuatan pelindung nya, pelindung dark pun retak dan hampir pecah. "Pelindung ku juga hampir tidak bisa menahan serangannya" ucap dark mengernyitkan giginya.


Rio pun melongo "padahal itu percobaan, dan juga serangan itu tidak menguras banyak staminaku" pikir Rio senyum kaget.


>Beberapa saat sebelum nya<


Saat Rio mengumpulkan energi di tangannya dark merasakan sesuatu yang mengerikan. "Apa dia mencoba menggunakan serangan seperti Joni, namun apa-apaan perasaan mengerikan ini?" Pikir dark dan bersiap. Saat Rio mengeluarkan serangannya dugaan dark pun benar dark langsung melompat dari tempatnya menahan serangan Rio.


Kembali ke waktu sekarang


"Apa kau tau artinya menahan diri?" Ucap dark , "apa?, ahaha" saut Rio lalu berpikir "apa mereka akan takut kalau aku bilang itu serangan biasa, sebaiknya tidak deh, aku tidak mau jadi pemimpin yang sangat ditakuti, kalau ditakuti boleh, haha" pikir Rio. "Iya, maaf" jawab Rio. "Tapi kalau ke musuh aku tidak akan segan" ucap Rio dalam hati sambil mengepalkan tangannya.


Semua orang disana kaget dan melongo melihat serangan itu. "Baiklah, pertandingan nya selesai" ucap dark sambil menepuk tangannya dengan keras dan para penonton pun sadar. "tidak apalah aku sudah merasakan kekuatan nya" pikir dark senyum "eh, pe-pertandingan selesai," ucap pengawasa itu. "baiklah, kalian sudah lihat kemampuan nya kan , jadi tidak ada keluhan lagi, dia jadi raja" ucap dark tegas. Dan penonton pun bersorak semangat "yaa, hidup serigala" "hiduup hidup serigala". "Hah" Rio tersenyum.

__ADS_1


Note : kenapa Rio bilang si dua karena dia belum tahu namanya Joni, dan kenapa Rio mengepalkan tangannya dan bilang "kalau ke musuh aku tidak akan segan" karena Rio tidak menyukai karakter yang menyembunyikan kekuatannya yang ada di komik, Rio sudah sering melihat komik seperti itu, mau mc OP atau zero to hero. meskipun Rio tahu sangat penting menyembunyikan kekuatan, agar dia aman, apalagi zero to hero.


__ADS_2