Fantasiku Menjadi Kenyataan

Fantasiku Menjadi Kenyataan
Chapter 21


__ADS_3

Hanya dengan semalam, mereka di bantai habis. Karena ras lain meremehkan ras manusia serigala, jadi mereka hanya mengirim satu pasukan, ada yang berjumlah 100, ada yang 200, ada yang 150. Semuanya di bantai habis. Bahkan ras manusia monyet yang beristirahat di pohon-pohon. Meski Rio agak kesulitan mendeteksi beredaan mereka, namun tetap di bantai habis, (kenapa susah di deteksi oleh kemampuan merasakan sekitar?, karena tidak langsung menyentuh tanah, hanya menyentuh pohon.)


Keesokan paginya, "yang mulia bangun, ada manusia yang mirip dengan mu" ucap Dark, "apa?," Rio terkejut, karena lelah Rio tidak merasakan sekitar. Bawa dia masuk, setelah masuk.


"Rehan!!, Apa yang kamu lakukan disini" ucap Rio terkejut. "A-anu.. sebelum menyelesaikan kalimatnya Rio memotong omongan nya "tidak, tidak, bagaimana kamu bisa kesini??" Ucap Rio sambil berdiri dari kursi dan turun mendekati Rehan


Disisi lain kemarin di siang hari


(Karena Rehan masih kelas 6 SD jadi dia sudah pulang)


Kak Rina liat nih, ketik Rehan di handphone sambil mengirim foto Rio di aplikasi "Whenapp"


Apaa?? , apa Rio pulang?, Balas Rina dengan emote kaget.


Iya, kakak pulang, balas Rehan , "pfft ku isengin ah" pikir Rehan sambil menahan tawa.


"Itung-itung hiburan, karena mau ujian tengah semester, haha" ucap Rehan


Tapi berbeda banget, kamu gak bohong kan, balas Rina


Bohong dari mana mukanya sama kan, balas Rehan.


Di sisi lain di sekolah, Rina terlihat gembira, lalu dia ijin ke kamar mandi, lalu menelpon Rehan


Nada lagu sahabat (nada dering nya, hp Rehan) , "aduh dia nelpon" ucap Rehan pelan. "Aku gak memprediksi kan hal ini, tapi tenang bakat ku adalah meniru suara kaka, hahaha" ucap Rehan tertawa lalu bersiap "ekhem" lalu menekan menjawab panggilan Rina,

__ADS_1


"Iya kak Rina?" Saut Rehan, "kamu bohong ya??" Ucap Rina di telpon. "Iya, itu kak Rio, aku juga kaget dia sangat keren pas pulang" ucap Rehan serius. "Ah,, Masa, lalu ke Rio kan handphone nya, aku mau bicara" ucap Rina tenang (padahal menahan senang).


"Iya, tunggu sebentar kak, ini telpon dari si kasih(tak, tak, tak suara Rehan seperti berlari, lalu suara membuka pintu)" ucap Rehan sambil berlari di tempat dan membuka pintu kamarnya sendiri. "Apaan sih, kasih?" Suara Rio(padahal itu duara Rehan) "ini telpon" ucap Rehan. "Sini, kamu keluar sana!" Suara Rio, "ish padahal aku ingin dengar" ucap Rehan. "Kamu jangan tiru kakak, anak kecil jangan pacaran" suara Rio , "hmmp, gak seru" ucap Rehan .


Rina hanya ketawa - ketawa di kamar mandi sekolah. Rina gak sadar bahwa suara Rio bilang pacaran, padahal mereka juga gak pacaran. "Iya, kamu baik-baik saja" suara Rio. "I-iya" dengan suara menangis. "Eh, kenapa kamu menangis" suara Rio, disini Rehan merasa bersalah.


"Ti-tidak, hehe" ucap Rina sambil mengelap air matanya lalu menarik nafas dan tersenyum. "Jadi, apa kamu akan masuk sekolah?" Ucap Rina "tidak, aku akan berhenti sekolah" suara Rio.


"Rina pun kaget "kenapa??" ...


"Aku bukan orang normal lagi" suara Rio "boleh Video call??" Ucap Rina, "eh jangan, kamu kan di sekolah" suara Rio, "gimana nih??" Pikir Rehan panik. "Gapapa kan sebentar aja" ucap Rina keluar dari toilet lalu bercermin, lalu Rina langsung mengakhiri panggilan nya. Agak lama Rina memanggil dengan video call karena membenarkan wajahnya dan membersihkan wajahnya juga. Rehan panik," aduh seharusnya aku pake phone call aja, dasar whenapp, kenapa ada Video call sih" ucap Rehan. "Kok lama ya??, Apa gak jadi?, Semoga gak jadi" ucap Rehan mondar mandir. Pas Rehan mondar mandir ada orang yang membuka pintu awalnya cuek tapi pas orang itu keluar pintu lagi, " siapa sih keluar masuk se-enak jidat " ucap Rehan menengok jendela, "apa?,kaka?" Pikir Rehan, lalu berteriak "Kaka, tunggu" , Rio diam dan melihat jendela. Rehan gak perlu pikir panjang langsung berlari ke arah Rio. "Kakak, hos hos" teriak Rehan. "Iya, iya aku gak tuli kok, pake teriak segala" ucap Rio.


"Kak sebenarnya....omongonan Rehan terpotong dengan nada dering sahabat.. sontak Rehan kaget. "Jawab kak pliiss", ucap Rehan memohon dengan tangannya. "Lah Rina, kamu pacaran sama Rina?" Ucap Rio. "Bukan ih, angkat aja telponnya" ucao Rehan. "iya, iya minta tolong tapi maksa" ucap Rio, lalu mengangkat video call nya. "hy Rina, kamu sehat, tidak ada bekas luka kan??" Ucap Rio. Rina hanya melamun dan diam seribu bahasa. Tanpa di sadarinya air matanya mulai menetes, wajah yang dari tadi dibenerin hancur seketika. "Halo, Rina??, Aku baik-baik saja kok gak perlu menangis" ucap Rio tersenyum. "Eh eh, i-iya maaf" ucap Rina sambil mengelap air matanya. "Syukurlah, kamu baik-baik saja" ucap Rina . Lama kelamaan mereka mulai bercanda "Rio kamu mengecat rambut dan memakai lensa ya, haha?" Ucap Rina sudah mulai tenang, "haha, keren kan" Rio tertawa. Rehan hanya sebagai lalat saja.


Rina sampai lupa menanyakan Rio akan berhenti sekolah. Bel istirahat berbunyi, "aduh, udah ya pasti teman-teman akan ada yang kesini" ucap Rina. "Baiklah dah" ucap Rio " dah" Rina menutup video callnya. Lalu keluar kamar mandi sambil senyum-senyum sendiri. Setelah istirahat berakhir. "Kemana aja kamu Rina??" Ucap pak guru "anu, sakit perut pak" saut Rina. "Owh,, baiklah,,,,kita lanjutkan yang tadi, buka bukunya" ucap bu guru.


Kenapa Rehan bisa suara Rio?


Pada suatu hari Rehan suka isengin ibu nya dengan bilang "aku pulang" dengan suara Rio. "Rio tolong ambil barang di meja itu" ucap Ibu sedang memasak, ibunya menunggu lama, hanya terdengar suara pffft, pfft, "ada apa sih ni anak" ibunya berjalan menuju ruang tamu. Pas ibunya ada di ruang tamu hanya ada Rehan yang menahan tawa, lalu tertawa pas ibunya datang. "Rehan!!!!. Sini kamu," ibunya menjewer kuping Rehan, "aduh, aduh maaf ibu,pfft" Rehan menahan tawa. Dan itu tidak hanya sekali. Bukan ke ibunya saja ke ayahnya juga sama.


Yah mau bagaimana lagi, ibunya harus percaya mungkin saja itu Rio beneran.


>Setelah pulang sekolah<


Rina teringat kalau Rio mau berhenti sekolah, dan dia lupa menanyakan itu. Rina langsung bergegas ke rumah Rio. (Tok, tok tok) suara pintu, "iya sebentar" (suara wanita). Pas pintunya terbuka ternyata itu ibu Rio. "Tante, Rio nya ada??" Ucap Rina. Saat itu Rehan berada sedikit jauh (dipinggir jalan) di belakang Rina sedang mengobrol dengan temannya sehabis bermain bola. " Itu siapa, cantik bener" ucap teman Rehan. "Kak Rina?, Aku pulang dulu ya" ucap Rehan melambaikan tangan ke temannya sambil berlari ke rumahnya.

__ADS_1


"Rio sudah..omongan ibunya di potong oleh teriakan Rehan "kak Rinaa!!".


Ibunya muncul tanda kesal di kepalanya. "Maaf, kalau kak Rio sudah pergi lagi". Ucap Rehan.


"Apaa??,kemana?" Ucap Rina, "nak Rina ayo masuk dulu" ucap ibu.


"Eh eh i-iya maaf,hehe" ucap Rina lalu masuk.


"Silahkan duduk" ibu Rio mempersilahkan diduk.


"Sebenarnya Rio sudah pergi 3 hari kemarin" ucap ibunya. "Apa??, Tapi aku tadi telponan sama Rio" ucap Rina. Ibu Rio melihat Rehan, Rehan kaget. " Haduuh, maaf nak Rina Rehan emang bisa meniru suara Rio" ucap ibunya menghela nafas. "Apa??, Gak kok tadi aku Video call sama Rio dan itu memang Rio." Ucap Rina. "Apa??". Ibu kaget. Rehan pun mulai berbicara dan membenarkan dirinya. "sebenarnya kak Rio pulang tadi, ada yang ketinggalan katanya, saat ka Rina dan kaka telepon na aku hanya jadi nyamuk" ucap Rehan "dan setelah selesai video call nya, ka Rio bilang, ada sesuatu yang harus dilakukan, lalu pergi". Ujar Rehan percaya diri. "Yang benar kamu?" Ucap ibunya. "iya benar ibu gak percaya an banget" ucap Rehan. Ibu nya melihat tatapan Rehan "sepertinya dia tidak berbohong" pikir ibunya..


"Sebenarnya apa yang terjadi oada Rio?, Sampai putus sekolah" ucap Rina.


Ibu melihat Rehan, lalu menjelaskan. Bahwa Rio jadi pemimpin disana. "Pemerintah?" Ucap Rina.


Rehan menyerobot pembicaraan. "Iya sih, lagian kak Rina pingsan saat tau kakak jadi tes subjek" ucap Rehan (Chapter 10). "Diam Rehan, itu reaksi Manusia normal, apalagi nak Rina ini perempuan" ucap ibu Rio. "Iya ibu", muka Rehan menunduk lucu.


"Maaf ya nak Rina, anaku yang satu ini sangat jenius" ucap ibu Rio.


"I-iya gapapa kok,hehe" saut Rina tersenyum. Lalu ibu Rehan melanjutkan bicaranya. "Apa di hutan itu??" Ucap Rina. "Bukan kok, tante juga gak tahu tempatnya.kan Rehan" Ucap ibu tersenyum mengancam. "Iya, haha, haha" ucap Rehan. "Oh" Rina terlihat tidak percaya, karena sikap mereka berdua. "aduh gawat nih" pikir Rehan.


Setelah beberapa saat.


Mereka semua ada di depan pintu, karena mengantar Rina pulang "terima kasih dan maaf mengganggu waktu kalian " ucap Rina menunduk. Lalu Rina pergi. di perjalanan Rina berpikir "melihat ekspresi mereka, pasti Rio berada di hutan itu. mungkin besok aku akan ijin dulu sekolah, dan kehutan itu". setelah pulang, "putriku darimana saja kamu" ucap ayahnya. ayahnya merasa curiga dengan gerak gerik Rina. "Rina kamu besok ijin sekolah dulu ya, ikut ayah berlibur." ucap ayahnya, "apa, ayah tapi, tapi.. sebelum menyelesaikan kalimatnya, "tidak ada tapi-tapian mumpung ayah libur" ucap ayahnya. "baik ayah" ucap Rina lalu masuk kekamarnya "maaf Rina ayah tidak mau kehilangan seseorang lagi" ucap ayahnya.

__ADS_1


Rina mau menyelinap keluar, namun dia mengurungkan niat nya, karena ayahnya terus terjaga sepanjang malam, dan akhirnya Rina pun tertidur.


Malamnya Rehan menyelinap, dan keluar menuju hutan.


__ADS_2