
Disisi lain Rina berlari dengan panik menuju ke hutan terdalam, lalu "aduh" kata Rina kesakitan, lalu dia terdiam saat melihat apa yang di tabraknya"
>kembali kesisi Rio<
"Dimana sih, gadis itu" ujar Rio sambil berlari, lalu tiba-tiba "aah" terdengar suara wanita berteriak, sontak Rio langsung berlari ke arah suara tersebut. "Perasaan ku gak enak" ucap Rio sambil berlari sekencang-kencangnya. Setelah sampai di suara tersebut ternyata itu suara Rina, Rina pingsan setelah menabrak patung berbentuk setengah manusia dan setengah hewan.
"Rina?," ucap Rio dalam hati, "ternyata cuma pingsan" ucap Rio dengan suara pelan dan merasa lebih tenang,, "dan lagian, patung apa sih ini" ucap Rio penasaran,,
"Lebih baik aku bawa dia dulu ketempat yang aman" ujar Rio sambil. Mengangkat badan Rina.
Kenapa Rio bisa tenang? Karena Rio sudah di beri tahu oleh gurunya walau dalam keadaan apapun harus tenang, karena kalau panik akan membuat sesuatunya menjadi tambah rumit, Rio di uji ini itu oleh gurunya agar bisa tetap tenang di saat apapun. Dan Rio juga menyadarinya dalam komik, itu yang membuat nya menjadi sinkron agar bisa bisa tenang dalam keadaan apapun..
*Dalam perjalanan membawa Rina ketempat yang aman, Rina perlahan sadar dari pingsan dan membuka mata perlahan-lahan dan beberapa kali berkedip,, "apa aku sedang bermimpi?" ucap Rina dengan suara lemah, "kau tidak sedang bermimpi" saut Rio, lalu tiba-tiba Rina mendadak bangun dipangkuan Rio"Ri-Rio?" ucap Rina dengan muka memerah sambil memandang wajah Rio "iya?"ucap Rio dengan tenang sambil berjalan cepat dan membawa Rina "wah, tu-turunkan aku,a aku sudah baik-baik saja" ucap Rina dengan malu dan memalingkan mukanya,, "iya nanti kuturunkan di tempat yang sudah aman" saut Rio, "lalu kenapa kainmu ada robek?" tanya Rio
"I itu, aku terjatuh saat berlari, dan aku mendengar sesuatu yang menyeramkan" saut Rina sambil memegang erat bahu Rio. "Menyeramkan?" Tanya Rio dengan muka biasa aja, "iya" saut Rina sambil merekatkan tangannya.."Mungkinkah orang di balik bayang-bayang itu?" Ucap Rio dalam hati,,
__ADS_1
"tapi kamu cukup tenang ya" ucap Rina sambil memandang wajah Rio, saat Rio mau membalas ucapan Rina tiba ada yang menyerang dengan melompat, lalu Rio menghentakan kakinya dan menghindari serangan tersebut dengan melompat ke samping sambil menendang sipenyerang sekeras-kerasnya,,
"Di saat ini tidak perlu bertanya siapa kau seperti di komik" ujar Rio dalam hati sambil berlari cepat menjauhi si penyerang itu..
Dibalik bayang-bayang "heh dia bisa menghindari orang gila itu bahkan bisa menyerang balik, dia cukup hebat untuk seroang manusia, ini akan menjadi semakin menarik" ujar orang misterius ini dengan muka menyeringai kesenangan,,
Dan menurunkan Rina
"kalau memang benar dia mengincarku, kau larilah keluar hutan sejauh mungkin dan carilah bantuan" ucap Rio meyakinkan Rina
Pergilah, aku akan menahannya" ucap Rio tegas
__ADS_1
"ta-tapi aku tidak sejahat itu dengan meninggalkan mu yang sudah menyelamatkanku" ucap Rina gelisah
"hah, ini permintaanku jadi kau tidak usah merasa bersalah" ucap Rio tidak sadar sambil mengusap kepala Rina.. "ta-tapi" ucap Rina bingung
"cepatlah, pergi sebelum dia mengejar kesini, kau akan menghambatku dan kita akan mati kalau begini" ucap Rio tegas
"ba-baiklah, aku akan pergi, tetap selamat ya, ingat tetap selamat.. aku akan segera kembali" ucap Rina pergi dengan menangis
Rio tersenyum dan berkata"baiklah" lalu dalam hati Rio berkata "aku takut inilah akhir hidupku"
"baiklah mari kita lihat apa aku bisa selamat" ucap Rio dengan semangat
Disisi lain si penyerang "mau kemana kau?" dengan suara menggeram sambil berlari mengejar Rio "AKAN KUBUNUH KAU" dengan suara marah dan penuh dengan aura dan niat membunuh,,
__ADS_1