
Beberapa saat setebelum Rio terluka...
Rio terus berjalan lalu dia pun bergumam"aduh ini gua dalam banget dimana ujungnya? Gak ada musuh atau apapun". Rio pun terus berjalan, langkah demi langkah yang tak pasti. "udah berapa hari ya di luar sana, kalau tau gini aku minta makanan kepada mereka tadi sebelum masuk kesini" ucap Rio memegang perutnya. grrrr, grrrr "aduh, suara perutku mirip suara monster, haha" ujar Rio. Mukanya mulai jadi tirus berlebih. Setelah itu Rio mendengar suara tetesan air Riopun langsung berlari dengan kondisi seperti itu. "Woah air dan ada rumput juga" ucap Rio semangat. Lalu Riopun meminum dan memakan Rumput liar itu. "Akhirnya sedikit tenang" ucap Rio merasa lega. "ngomong tempat ini sedikit terang, dan tadi sekilas aku melihat rambutku merah karena lapar aku jadi buru-buru makan dan minum. Lalu Rio pun berdiri dan bercermin di air tersebut." wah beneran merah, dan mataku ada garis emas, dan gigiku juga jadi bertaring meski kecil" ujarnya sambil meraba-raba penampilan barunya. Di saat Rio bercermin tiba-tiba ohok, dari dalam air lidah tajam menusuk perut Rio dan Rio pun terpental kebelakang.
"Apa itu tadi" pikir Rio sambil terpelanting jatuh "apa yang barusan terjadi" pikir Rio sambil terbaring dengan muka terkejut. "Ohok, ohok, apa aku akan mati" ucapnya lemas sambil memegang perutnya yang berdarah. "ini tidak keren" ucapnya agak kesal. Riopun menutup mata dengan perlahan.
__ADS_1
Tiba-tiba Riopun bangun "hah-hah, apa???" Rio menarik napas perlahan lalu melihat sekitar "ini kan kamarku,," kalau dalam komik pasti si mc bicara apa yang barusan terjadi?, dimana aku?, kenapa aku disini?. Tapi prinsip ku tetap tenang dan lihat sekitar lalu berpikir,haha" ujar Rio sambil bangun dari tempat tidurnya. Lalu dia pun meraba tembok jendela dan buku-buku nya. "hmm, ini terasa nyata" ucap Rio lalu melanjutkan investigasinya dan Rio pun melihat Handphone Rio kaget "i-ini kan tanggal sehari sebelum kamping, apa aku kembali kemasa lalu?, wah kereeen" ucapnya dengan mata berbinar. Lalu Rio pun berlari keluar kamarnya "loh kok gak ada orang, coba aku cek kedapur, loh seingatku ibu disini sedang masak Ayah dan Rehan sedang menonton televisi," ucap Rio bingung, lalu Riopun melihat handphone nya lagi karena penasaran, iya kok tanggal 13, hari jumat, dan jam 3 sore. Aneh" pikirnya sambil mengusap dagu. Lalu tiba-tiba dipintu rumah Rio "haduh, lelahnya" ucap salah seorang di depan pintu rumah, lalu mereka pun masuk, "ibu, ayah, Rehan, kalian darimana? Tanya Rio kaget." loh, tidak biasanya anak ini bertanya, haha" ucap ayah Rio. "ih, sayang, anakmu bertanya serius malah bicara kayak gitu, ibu berlibur ke ancol" jawab ibu Rio tersenyum. "tau nih kakak, lagian kan sudah di kasih tau sama aku, dan kamu bilang mau ada kamping besok" ujar Rehan menunjuk kakanya.
"eh, eeeh" teriak Rio dalam hati. "o-ok, baiklah" ucap Rio lalu ke kamarnya. "kejadiannya benar-benar berbeda dengan yang ku alami dulu, apa mungkin itu cuma mimpi? Karena khayalan akan fantasi padaku? Pikir Rio dan bertanya-tanya pada dirinya." gini nih gara-gara sering baca komik" ucap Rio kecewa. Besoknya Rio kesekolah setelah di sekolah Rio langsung berkumpul karena mau ada kamping, "haduh, apa itu benar-benar mimpi rasanya nyata sekali" pikir Rio mengela nafas. Lalu Riopun tak sengaja melihat gadis itu, "apaa" teriak Rio keceplosan, dan teman-teman yang lain pun melihat Rio. "hehe, maaf ya" ucap Rio malu.
Gadis itu pun tersenyum. Rio pun merespon lalu memutarkan kepalamya ke arah yang lain. "dia kan Rina," ucap Rio dalam hati. Lalu mereka pun naik mobil dan pergi kehutan. Setelah sampai, Rina pun bertanya "Rio ya, yang duduk di sebelahku?"
__ADS_1
Lalu Rio pun pulang kerumah, Rio masuk kamar lalu menyimpulkan kejadian di mimpi itu dan kamping tadi, Rio bahkan masih bingung itu mimpi atau bukan.
"pertama, aku benar-benar tidak mengucapkan, aku akan ada kamping besok. Kepada Rehan"
"kedua, aku dan Rina bertemu itu setelah sampai di tujuan dan di sore hari dan dia newariku minuman".
__ADS_1
"ketiga, di saat kamping bu Tuti tidak teriak dan kamping berjalan normal dan aku berhasil selamat pulang. Bukannya aku menginginkan sesuatu terjadi ya". "Tapi ini benar benar aneh sih" ucap Rio penasaran.
"Bukan, bukan itu, kenapa ini harus terjadi padaku sih, arrgh lebih baik aku tidur" ucap Rio kesal di tambah bingung.