Fantasiku Menjadi Kenyataan

Fantasiku Menjadi Kenyataan
Chapter 14


__ADS_3

Rio teringat sesuatu "eh iya, aku lupa," ucap Rio sambil memegang dan melihat perutnya " apaa, ternyata tidak ada bekas luka" ucap Rio heran. " Dan kenapa di ujian itu , seperti Rina yang ku kenal?, Dan kenapa satu tahun? ,hmm, apa ini menyangkut dengannya sehingga ujian ini bisa berhasil, kalau dia tidak sadar mungkin aku akan terjebak disana selamanya?" pikir Rio, "yah, mungkin saja" Rio pun berjalan mengikuti para petinggi manusia serigala itu. "Di situlah nanti kamu akan duduk " ucap dark sambil menunjuk kursi tahta . "Tapi sebelum itu kamu harus mengalahkan kami dulu, termasuk si pemarah itu kamu harus mengalahkan nya lagi". Ucap dark.


Lalu dark pun berbisik "sepertinya dia masih penasaran,haha". "Dan beritahu aku jika kau sudah sia" ucap dark.


"Ok" saut Rio senyum "Lalu dimana aku tinggal?" Tanya Rio, "ikuti aku" saut dark lalu pergi dari ruang tahta itu. "Kau akan tinggal di pohon itu" sambil menunjuk pohon yang sangat besar, daunnya rimbun dan tengah rimbunnya daun ada batang yang rata.


"Woooah, lalu bagaimana aku naik?" Tanya Rio sambil terkesan. "Kau pikirkanlah sendiri" saut dark lalu pergi. "Apaa" teriak Rio kesal. "Hmm, mungkin aku akan membuat dulu pisau dari batu supaya buat pijakan dulu . Rio bisa menyelesaikan nya dalam satu hari, setelah sampai di atas Rio langsung terkulai lemas, dan Rio pun ketiduran. Lalu Riopun terbangun di siang hari. "Aduh, aku bangun kesiangan, aku baru sadar tempat ini sangat berantakan dengan daun-daun yang kering yang berserakan ini, dan aku tidur pulas disini" ujar Rio tersenyum aneh. Lalu Riopun membersihkan tempat itu, "untuk renovasi nanti dulu yang penting sudah ada tempat tinggal." Ucap Rio sambil mengepalkan tangannya. "Baiklah, untuk sekarang aku akan pergi keluar dan membiasakan diri dengan kemampuan ini" pikir Rio.


Dan Rio pun terus berlatih menguasai kemampuannya itu , Rio sangat antusias. Rio bisa menumbuhkan cakarnya meskipun kecil "woooah, ini sepertinya batasku" ucap Rio tersenyum.


Rio melompat, menerjang dan menyesuaikan dengan seni beladirinya. Rio pun mencoba kekuatannya ke sebuah pohon besar, Rio berkonsentrasi pada lengannya dan langsung menancapkan lengannya ke pohon besar itu dan pohon besar itu pun berlubang dan lubangnya besar hampir membuat pohon itu tumbang. "Whooh, apa ini nyata, kenapa lubangnya bisa besar gini?" Ucap Rio semangat.


Kemudian Rio pun berjalan mengilingi desa itu" ternyata ada desa demi human di dunia nyata juga" pikir Rio sambil melihat sekitar. Riopun bertemu dengan manusia serigala tapi tiba-tiba manusia serigala itu langsung sujud dan Riopun kaget sambil menyuruhnya bangun "bangun, kamu tidak perlu bersujud" ucap Rio sambil memegang pundak nya. "Ta,tapi kami sangat senang setelah sekian lama akhirnya ada yang bisa memimpin kami" ucap manusia serigala itu. "jangan panggil aku raja dulu, aku belum bisa memimpin kalian sebelum aku mengalahkan para tetua" saut Rio tersenyum. Setiap Rio bertemu manusia serigala di desa itu mereka selalu bersujud dan lagi-lagi Rio menyuruh mereka bangun. Namun setia Rio melihat demi human itu Rio bisa melihat api berwarna di tubuh mereka. Ada warna hitam , putih tercampur hitam, merah , hijau , dan lain-lain. bahkan ada putih murni. Rio juga menelitinya ada apa dengan warna-warna tersebut. Jadi selain latihan, Rio juga mengakrabkan diri dengan penduduk disana. Dan ternyata warna-warna itu cerminan dari diri mereka. Seperti hitam dia baik di depan Rio ternyata mengumpat di belakang Rio. Warna hitam ini sebenarnya benci terhadap Rio dan sikapnya busuk. "Owh, jadi begini" ucap Rio nada dingin. dan Rio juga bisa merasakan sekitar meski jangkauan nya kecil. Dan juga Riopun tidak lupa mengirim surat kepada ibunya seminggu sekali, dan setiap Surat itu sudah tiba di rumah ibunya, pasti ada Rina.

__ADS_1


6 bulan pun sudah terlewati. Rio bangun tidur dan menggeliatkan tubuhnya, "ah, tidak terasa sudah 6 bulan, saat nya menantang mereka" ucap Rio semangat. Rio pun turun dari pohon ini. "Selama ini aku gak pakai baju , cuma celana, tapi tidak terasa pun dingin di sekitar tubuhku, tapi kenapa mereka punya baju yah? Dan lagi baju itu ada di kota" ucap Rio penasaran. "Aku tanya dark deh" ucap nya sambil berjalan mau keruangan dark.


Dan sampainya disana Rio langsung masuk tanpa mengetuk dan ternyata dark itu perempuan


Dark memakai perban di atasnya dan hanya memakai bawahan. Sontak dark terkejut "keluaar" sambil berteriak. Rio pun langsung keluar "apa!! jadi selama ini dia perempuan, ini menjelaskan kenapa dua gadis itu sangat dekat dengannya" ucap Rio sambil memukulkan kepalan tangannya kebawah yang ada telapak tangannya dengan santai.


Disisi lain "apa-apaan dia" ucap dark sambil muka memerah "aku tidak bisa merasakan kehadirannya " ucap nya dalam hati serius.


"Sekarang kau boleh masuk" ucap dark dari dalam. "O-ok" saut Rio malu. "Jadi, mau apa dengan muka serius. "A-aku mau minta baju, yah soalnya sudah lama aku tidak pakai baju dan celana ku juga ini terus. Aku harus menunggu kering kalau aku mau keluar dari gua itu" ujar Rio dengan lirikan mata nya kemana-mana, "hahaha, jadi selama ini kau mandi dan mencuci disana, ahaha" dark tertawa terbahak-bahak. "Baiklah ,aku tidak marah sekarang , karena kau mengetahui rahasiaku jangan sampai tersebar. Awas saja ya!!" Ucap mengancam. Dark pun membuka lemarinya dan isi bajunya "pfft" Rio menahan tawa " apaa isi bajunya sama semua, kau tidak punya selera ya" ucap Rio ngejek dalam hati. Tiba-tiba dark menengok Rio, Rio langsung bersiul. "Nah, untuk sementara pakai baju ini, " ucap dark menyerahkan baju itu. "Ini berbeda dengan baju-baju itu" ucap Rio dalam hati. "Ok, terima kasih, aku pergi dulu" ucap Rio lalu pergi, tapi setelah beberapa saat Rio pun kembali lagi, "oh iya, aku lupa" ucap Rio yang langsung menerobos ruangan dark lagi. Dark yang sedang seperti menenangkan pikirannya pun terganggu. Di kepalanya muncul tanda kesal "apa lagi" ucap dark kesal. "Kau lagi ngapain?, Lupakan , sekarang aku siap menantang kalian para tetua" ucap Rio mengepalkan tangannya.


"Sudahlah sekarang aku akan memberitahu para petinggi dan memberi tahu semua penduduk.


Besok kau harus sudah ada di lapangan terbuka itu" ucap dark memakaikan hoodi nya lalu pergi.

__ADS_1


Sementara itu Di berbagai tempat "aku dengar ras lemah itu sudah ada pemimpin baru" ucap raja ras manusia gajah " iya rajaku" ucap penasehatnya.


Ras monyet "rajaku, aku mendengar sesuatu yang menarik" ucap bawahannya yang sedang berlutut, "apa itu" ucap raja monyet. "Anjing-anjing itu sekarang sudah ada pemimpinnya" ucap bawahan monyet itu. "Hahaha, menarik" raja monyet tertawa terbahak-bahak.


Ras harimau "serigala bodoh itu sekarang punya raja?" Ucap raja harimau. "Iya , bagaimana kalau kita serang mereka rajaku?" ucap penasihatnya."haha, kita tunggu saja dulu" ucap raja harimau. "Baik , rajaku" saut penasehatnya.


Dan terkahir yang berada di puncak ras singa "rajaku apakah kita akan menyerang serigala itu?" Ucap penasehatnya "wooarghh" raja itu mengaum ke muka penasehat, "kita tidak perlu mengurusi semut-semut itu, kita tonton saja di balik layar." Apa yang akan ras lain lakukan, hahaahahaha". Raja singa tertawa terbahak-bahak.


Lalu keesokan harinya Rio berada di lapangan dan sekeliling nya ada banyak penonton dari ras serigala.


Note: ras-ras diatas adalah ras demi human semua.


Apa yang menanti Rio kedelannya?

__ADS_1


Apa yang akan terjadi pada Rio?..


__ADS_2