
Bu Tuti dan panitia berusaha mencari Rio sampai hari terakhir kemping, namun hasilnya nihil, mereka tidak menemukan petunjuk ataupun jejaknya. Dan Rina bersikeras ingin tetap disitu menunggu, namun bu Tuti membujuk Rina," Rina ayo kita lapor polisi, kalau dah melapor kita kesini lagi" ujar bu Tuti menenangkan dan membujuk Rina. Akan tetapi Rina malah ingin berlari kedalam hutan, lagi-lagi bu Tuti menarik tangan Rina dan kali ini bu Tuti memukul punggung leher Rina, lalu Rina pun pingsan. Peserta kemping yang lain sudah berkemas dan bersiap untuk pulang, peserta yang lain tidak tahu bahwa Rio hilang, ya karena mereka di beritahu bahwa Rio sakit dan pulang terlebih dahulu, ini dimaksudkan agar tidak terjadi keributan. Yah, meski para peserta juga curiga, karena Rina yang terlihat pucat dan lesu, tidak seperti Rina biasanya..
Lalu Bu Tuti, pantia, dan peserta sudah berada didalam mobil dan siap melaju untuk pulang. Rina masih dalam keadaan pingsan dan terus mengigau, Rina duduk di sebelah bu Tuti di pojok, bu Tuti sengaja, biar kalau Rina mengigau tidak akan terlalu jelas kedengaran oleh peserta lain..
"sedekat apa sih Rina sama dia, sampai-sampai membuat nya tergila-gila" ujar bu Tuti heran. "mungkin karena dia sudah diselamatkan, yah ibu juga tau seseorang yang diselamatkan disaat sedang diambang kematian dan lagi orang itu mengorbankan nyawanya" ujar salah satu panitia yang duduk di sebelah bu Tuti.. "yah, kau benar juga sih, maaf aku tidak memikirkannya" ucap bu Tuti merasa bersalah.
>disisi lain di kedalaman hutan<
"Woooah" ucap Rio kagum melihat mesin itu, "apa ini?" tanya Rio sangat penasaran
__ADS_1
"bukan apa-apa sih, hanya alat untuk bersantai" ucap orang ini.. "Sekarang duduklah" suruh orang ini.
"dia tidak tersenyum?, berarti bukan alat yang mencurigakan" pikir Rio..
Lalu Riopun duduk di mesin itu, dan benar ternyata mesin itu untuk bersantai ada banyak macam-macam pelayanan, sampai Riopun tertidur. Rupanya orang ini sengaja biar Rio tertidur,,
Di saat Rio tertidur orang ini menyuntikan cairan berwarna merah ke tubuh Rio, dan aneh nya tidak ada reaksi apapun di tubuh Rio. Sontak orang ini pun kaget "apa, tidak ada reaksi?" ucap orang ini kaget.. Lalu dia pun menyuntikan dosis yang lebih kuat. Lalu Rio pun terbangun "rasa sakit apa ini" ucap Rio kesakitan, "nah ini dia" pikir orang ini sambil tersenyum licik.
"Apanya? " saut Rio datar. "e-ekhem, tidak apa" ucap orang ini malu. "aneh sekali manusia ini" pikir orang ini penasaran. "baiklah, ayo kita pergi" ujar orang ini sambil berjalan keluar ruangan itu.
__ADS_1
Lalu di dalam perjalanan, karakteristik tubuh Rio perlahan mulai berubah tanpa disadari orang ini dan juga Rio. Matanya seperti mata kucing, namun garisnya berwarna emas menyala, namun lingkaran matanya berwarna biru. Rambut nya jadi merah namun ada garis besar hitam di kanan kirinya, dan giginya ada taring, tapi taringnya kecil jadi tidak keluar mulut. Rio merasakan sedikit perubahan pada tubuhnya yang awal nya memang tubuh bagus karena terlatih, menjadi semakin keras, dan kulit tubuhnya seperti menebal. "tubuhku terasa aneh" ucap Rio sambil meraba-raba roti sobeknya. Orang itupun melirik dan sontak orang itupun kaget, "apaa, dia benar-benar berubah tanpa rasa sakit" pikir orang ini hampir meneriakan kekagetannya.
>Disisi lain jauh beberapa hari kebelakang<
Treng, suara piring pecah, lalu seorang anak berlari menghampiri suara piring pecah itu "ada apa bu?" kata seorang anak. "Tidak apa apa nak, tangan ibu licin jadi piringnya jatuh" saut ibu itu dengan rasa khawatir yang menyelimutinya. "owh, hati-hati ya bu, sini biar Rehan bantuin" ujarnya sambil membawa piring, "makasih ya nak", ibu itu tersenyum. "jangan khawatir, hehe" saut anak tersebut tersenyum ria, "semoga Rio baik-baik saja" ucapnya dalam hati. Ternyata mereka adalah keluarga Budiman, ya keluarganya Rio.
>kembali ke masa sekarang<
Rombongan Rio yang pergi kamping sudah sampai di sekolah, namun Rina masih tetap terlelap dan anak-anak keluar, lalu bu Tuti pun membawa Rina ke ruang perawatan dan membaringkan Rina disana. Tak lama kemudian Rina pun sadar, "Rioo" Rina bangun sambil berteriak dan tangannya kedepan meneriakan nama Rio. Bu Tuti pun kaget, "dimana kita?" tanya Rina dengan panik, "ini uks" saut bu Tuti khawatir,,
__ADS_1
Tanpa pikir panjang Rina pun bangun dari tempat tidur dan berlari kepintu, namun pintunya di kunci. "Rina kamu masih lelah, istirahat lah biar ibu yang melaporkannya saja" ujar bu Tuti menghampiri Rina. "tidak, kenapa-kenapa?" Rina berteriak dan menangis. Lalu bu Tutipun memeluk Rina. "setelah kau tenang, kita lapor ke polisi bersama" ucap bu Tuti tersenyum dan mengelus kepala Rina