Fantasiku Menjadi Kenyataan

Fantasiku Menjadi Kenyataan
Chapter 8 Ujian


__ADS_3

Rio dan dark pun menuju ruangan misterius, setelah sampai disana ternyata ada meja lonjong dan ada beberapa orang di meja lonjong tersebut ,"geez geez geez, si gila ini kalah sama anak bau itu, haha" ujar manusia serigala lima sambil merangkul si pemarah yang ada di sebelah kanan meja. "arrgh, diam kau, kalau aku gak lengah, aku tidak mungkin kalah" ujar si pemarah ini dengan nada kesal yang berada di samping manusia serigala lima.


"apaa??,, jadi kau penyerang itu, jelas-jelas kau serius banget, bahkan di kegelapan yang menguntungkan mu" ujar Rio marah,, "hahaha, kau dengar itu Jon" ucap manusia serigala enam sambil tertawa terbahak-bahak, "iya, aku tidak tuli" jawab manusia serigala dua ketus.


"tch" dengan ucapan ketus si pemarah.


"sudah, sudah" dark menenangkan semuanya. "Ada sesuatu yang lebih menarik, aku sudah menyuntikan darah itu dan tidak ada reaksi namun ada perubahan" ucap dark menjelaskan dengan bahasa mereka. Sontak yang lain pun menjawab "apa" dengan berdiri kecuali manusia serigala lima. Dia malah menjulurkan kakinya ke atas meja dan melipatkan tangannya, "heeeh" ujarnya tersenyum.


Rio melongo melihat mereka berbicara, namun selain melongo Rio mencoba memahami situasi dari ekspresi mereka. "kalau begitu, tidak perlu basa basi lagi, kita masukan ketempat ujian itu" ucap manusia serigala tiga, "gimana?" tanya dark.. "baiklah" "ok" "geez geez" kata para manusia serigala yang lain. "baiklah ayo kita kesana" saut dark semangat.


>Disisi lain<

__ADS_1


Rina dan bu Tuti pun melaporkan kejadian tersebut kepada polisi, tapi polisi itu tidak menerima keterangan yang gak jelas, dan tidak serius mendengar kan, bu Tuti pun sempat marah kepada polisi itu, namun tak lama kemudian datang polisi lain yang bernama Rendi dan sontak polisi gak jelas itu kaget karena kedangan Rendi, "ada apa bu" ujar Rendi tersenyum, lalu bu Tuti pun menjelaskan situasi barusan dan kejadian yang di alami di waktu kemping.


Rendi dengan serius mendengarkan penjelasan bu Tuti.. "baiklah, pertama.. kamu keluar dan jangan kembali lagi" ucap Rendi tegas.. "kedua, mari kita diskusikan lebih jelas dan mendetail di ruangan ini" ujar Rendi menunjuka ruangan itu.


Bu Tuti secara mendetail menjelaskan kejadian itu, "baiklah, kami akan berusaha semampu kami" ucao Rendi. "terima kasih, kalau begitu kami mohon pamit" ucap bu Tuti lalu keluar bersama Rina. Bu Tuti berjalan ketaman, Rina hanya mengikuti sepertinya dia juga tidak sadar dia ketaman.


Sepanjang hari Rina hanya melamun,, bu Tuti pun menyuruh Rina duduk disebelahnya, "Rio akan baik-baik saja" ucap bu Tuti menenangkan Rina. "sebenarnya Rina apa yang membuatmu seperti ini?" tanya bu Tuti, "sebenarnya kejadian ini bukan yang pertama kalinya untukku, ayah dan ibuku juga dulu seperti ini dan mereka tidak pernah kembali lagi, makanya aku bersikap ceria dan pindah sekolah"ujar Rina lesu." maaf ya Rina, ibu jadi mengingatkanmu kejadian yang pertama" ucap bu Tuti sambil memeluk Rina. "tidak apa-apa, lagi-lagi aku di selamatkan" ucap Rina yang mulai bercucuran air mata.


Setelah sampai disana darkpun menjelaskan bahwa itu ujian. Rio hanya mengangguk


"Manusia! kamu bisa melewatinya atau tidak, itu terserah padamu" ucap dark tegas.

__ADS_1


"tunggu, biarkan aku memberi kabar ke orang tuaku, biasanya disini memberi kabar memakai apa?" tanya Rio. "baiklah silahkan,, media nya bebas mau hewan apapun, kamu tinggal berkomunikasi dengan mereka terutama serigala" saut dark, "emangnya aku dirimu" Rio kesal.


"nah, pakai burungku, tinggal sebutkan tempatnya dimana, dia bisa langsung pergi" ucap manusia serigala enam."terima kasih" ucap Rio dan membawa burung itu..


Riopun meminta kertas dan alat tulisnya, lalu Rio pun menulis suratnya


"Ayah, Ibu aku baik-baik saja, jangan mencariku, aku pasti pulang, aku sengaja memberitahukan ini terlebih dahulu biar kalian tidak kaget saat mendengar beritaku di sekolah. Dan jika ada anak bernama Rina bilangin jangan merasa bersalah, aku baik-baik saja.


Rio


Lalu Riopun menggulung suratnya dan menempelkannya dikaki burung, lalu memberitahu tempatnya keburung itu, dan burung itupun terbang. Dan Riopun siap masuk kesana. "baiklah, sudah siap" ucap dark, "siap" saut Rio semangat karena ada hal baru

__ADS_1


**Note : karena sudah ketahuan Ras nereka adalah manusia serigala jadi saya ganti manusia serigala lima yang awalnya orang misterius lima (orang-orang misterius di chapter 1) kecuali yang pake hoodie. Dan manusia serigala dua ternyata adalah Joni**


__ADS_2