
Rio dibawa ke sebuah gua, tak lama kemudian Rio pun sadar, Rio membuka mata perlahan-lahan lalu Rio pun melihat kedua gadis bertelinga binatang dihadapannya yang sedang terbaring, kedua gadis itu sedang mencolek pipi Rio,,
"apa ini dunia lain, seperti didalam komik itu?" gumam Rio lemah.
"apa itu dunia lain?" "dunia lain?" ucap kedua gadis itu bingung.
Lalu Rio pun bangun perlahan, "lalu kita dimana dan apapaan kalian" ucap Rio. "kereeen" teriak Rio dengan mata berbinar, kedua gadis itu kaget "dia gila" , "gila" , "iya gila" kata ke dua gadis itu terlihat merasa jijik.
"ekhem, jadi ini dimana?" tanya Rio dengan pipi memerah.
Lalu orang misterius itu muncul dan kedua gadis itu sembunyi ke orang misterius itu. "Kau memang beda dengan manusia normal ya, bukannya kesakitan malah kelihatan bersemangat sekali" ucap orang itu dengan nada mengejek. "iya, iya leherku sakit nih dipukul di belakang" ucap Rio menyindir "jadi dimana ini?" tanya Rio kesal
"ini dia gua" saut orang itu.
"Udah? " ucap Rio tambah kesal, dengan muka tanpa dosa orang itu menjawab "iya"..
"apapaan sih dia" ucap Rio di dalam hati. "kalian ini ras manusia kucing ya?"tanya Rio mengejek.
__ADS_1
" kamu tidak lihat ya, jelas-jelas ini telinga serigala" ucap salah satu gadis "dan apa-apaan dia, gak punya telinga seperti kita, bweeh" ucap gadis satunya lagi mengejek.
"Keh,×" Rio kesal.. "Sudah, sudah kalian" ujar orang itu kepada kedua gadis itu.
"ku kira kau bakal bersikap tenang, ternyata tidak" ucap orang itu..
Rio pun heran kenapa dia tidak tenang lalu dia pun bergumam "apa ini gara-gara ada hal baru?" "aku jadi tidak bisa mengendalikan diri jika menyangkut hal-hal yang baru.
" Sepertinya kau sudah tidak apa-apa, sekarang ikuti aku" ucap orang lalu pergi.
Tanpa pikir panjang karena penasaran akan hal baru Rio pun menjawab "baiklah" lalu Rio mengikuti orang itu..
"Apa sudah menemukan jejak lain?" tanya bu Tuti "ada bercak darah bu" saut salah satu panitia.
"Dimana itu, tunjukan kepadaku" ucap bu Tuti sambil memegang pundak panitia tersebut.
Lalu mereka pun ke tempat yang ada bercak darah itu, "seperti bekas pertarungan disini" ucap salah satu panitia. "Iya, kau benar" jawab bu Tuti, "tapi tidak ada jasad ataupun jejak lain bahkan darahnya hanya ada di sekitar sini" ucap bu Tuti menjelaskan. "kita tidak tau Rio selamat atau tidak, mengingat ini hutan, kecil kemunngkinan dia selamat" ujar bu Tuti.
__ADS_1
Lalu mereka pun lanjut mencari, dan terus mencari matahari mulai pudar menunjukan hari mulai malam dan mereka belum menemukan apa-apa. "Kita pulang dulu, kita jelaskan situasi ini jika Rina bertanya saja, ok" ucap bu Tuti khawatir..
Lalu mereka pun sampai di kamo, tiba-tiba Rina berlari dan langsung bertanya kepada bu Tuti "dimana Rio, bu?" tanya Rina dengan muka pucat, lalu bu Tuti pun memperlihatkan baju Rio dan menjelaskan situasi nya, Rina kaget dan menangis"padahal dia sudah menyelamatkan ku"gumam Rina dengan terisak-isak. Bu Tuti pun menunduk lalu mendekat ke Rina "kami akan berusaha semampu kami, hingga kamping ini berakhir, kalau sudah pulang kita lapor polisi" ucap bu Tuti sambil menenangkan dan mengelus kepala Rina. "tapi" ucap Rina lalu berlari mau ke hutan , tapi di tahan bu Tuti"jangan impulsif, ibu tidak akan membiarkan mu pergi" ucap bu Tuti "menurut mu untuk apa Rio menyelamatkan mu, untuk kau bunuh diri?" bu Tuti mulai tegas
"ibu, tidak mau kehilangan salah satu dari kalian lagi" ucap bu Tuti dengan tersenyum menahan kesedihannya.
>kembali ke sisi Rio<
"Oh iya, ngomong-ngomong di mana manusia yang menyerang ku itu? " tanya Rio sambil menempelkan kedua tangannya di belakang kepala dan berjalan dengan orang itu
"oh, dia dirumah nya" ucap orang itu.
Di pikiran Rio "dia memakai hoodie terus dan mukanya di topeng, apa dia itu manusia?".
"Ehmm, anu... namamu siapa?" tanya Rio ragu "panggil aja aku dark" ucap orang itu.
"anoo... Bapak dark kita mau kemana?" tanya Rio datar.. X orang itu kesal "dark aja, apa kau ini sebenarnya bodoh"..
__ADS_1
"hahaha, ternyata kau ini bisa marah juga ya" Rio mengejek. "terserah kau, kita sudah sampai" ujar orang itu... "wooooah" mata Rio tercengang.