
(Zrashh jderr)
Suara derasnya hujan disertai petir. Lokasi termegah di dalam hutan jauh dari daerah Rio. Terdapat 2 orang di dalam ruangan yang gelap itu
"Lapor yang mulia" ujar bawahan Raja singa sambil berlutut dan menundukkan kepalanya.
"Bicara!" ucap Raja Singa tersebut dengan aura mengancam dan tatapan tajam.
Itu membuat si pelapor ketar ketir tidak berani menatap wajah sang Raja.
"Pengintai yang kita kirim sudah mengirimkan surat" ujar bawahannya menahan ketakutan lalu memberikan kertas itu sambil berlutut dan kedua tangannya melebihi kepalanya (kepalanya menunduk)
Raja itu bangun dari tempat duduknya. Berjalan mendekati bawahannya yang sedang berlutut, lalu dibawa nya surat itu, lalu dibaca. Raja itu tersenyum.
"Kamu, lihat mataku" ujar Raja lembut
Eh, apa raja sebaik ini? Pikir bawahan itu tidak percaya
Bawahan POV.
Perlahan-lahan bawahan itu mengangkat wajahnya dan melihat wajah raja, terlihat wajah Raja yang memberikan ekspresi mengerikan. Dia diam membeku, pupil mata mengecil dan matanya terbuka lebar (melotot takut). Dan dia juga memaksakan untuk tersenyum sambil tubuhnya yang bergetar, dalam sekejap....
Eh??
Kenapa pemandangan nya terbalik??
Apa itu tubuhku??
..........
Author POV
Raja itu meremas kertas itu, mukanya sangat-sangat marah. (Terlihat banyak urat di kepalanya) Raja itu mengeluarkan aura yang membuat semua penduduk nya terintimidasi.
"BAYANGAN!" Teriak sang Raja sambil berbalik kembali ke arah kursi tahta.
(Sett) suara sekelompok bayangan datang di belakang sang Raja.
"PERGI!! HANCURKAN RAS RENDAHAN ITU" teriak sang Raja sambil meremas kertas yang di pegangnya sampai hancur. (Sobekan kertas atas dan bawah tidak hancur).
Para Bayangan itu mengangguk, lalu menghilang dalam sekejap.
Berani-beraninya Ras rendahan itu, ujar sang Raja dalam hati sambil mengepalkan tangannya sampai keluar darah.
Sobekan kertas itu terbang ke lantai yang ada bawahan mati. Dan mendarat di darah yang mengalir dan disana tertulis "Salam Rio" emote mengejek.
Dalam sekejap sobekan kertas itu jadi merah dan tulisan tersebut jadi buyar.
Disisi lain...
Rio sedang berjalan-jalan di desa tempat rakyatnya tinggal.
"Hallo" ucap Rio senyum melihat kanan kiri sambil menyapa orang-orang itu.
Orang-orang itu mulai bermunculan untuk melihat Rio. Kanan dan kiri mulai banyak orang. Sebagian orang-orang itu ada yang berbisik(murmur) suara berisik orang-orang itu, ada juga yang sedang berbicara biasa dengan orang di sampingnya
"Itu Raja" ucap seseorang dikiri Rio
"Kenapa dia kesini?" Tanya seseorang di sebelah orang yang dikiri Rio.
"Tentu saja melihat kondisi rakyat nya. Gimana si kamu" jawab orang di sebelahnya lagi.
"Sang Raja tidak ditemani pengawal?" Tanya seseorang di kerumunan itu dia memakai topi
"Yang mulia itu kuat, tidak perlu pakai pengawal pribadi" jawab orang yang di sebelah orang yang memakai topi tersebut
"Kau benar" jawab kembali orang bertopi tersebut.
Rio hanya melambaikan tangan sambil tersenyum kepada rakyatnya.
Setelah beberapa saat...
Tiba-tiba muncul Sherly. Lalu mendekati Rio dari belakang dan berbisik.
"Ada berita buruk" ujar Sherly pelan sambil memegang pundak Rio dari belakang. Rio melirik nya lalu mengangguk. Dan mereka berdua pun melompat ke pohon.
"Itu Dark, petinggi pertama" ucap seseorang di kerumunan itu.
"Ada apa nih?" Tanya orang yang di sebelah kiri sambil makan permen.
"Dari mana saja kau?" Tanya orang di sebelah kirinya lagi yang punya perawakan agak tinggi.
"Haha, tentu saja berbaur dengan manusia" ujarnya sambil tertawa "permen ini sangat enak" lanjut(bicara) orang tersebut.
"Minta satu" saut orang di sebelah yang tadi bertanya dan punya perawakan agak tinggi itu.
"Minta apa nih" Jawab orang yang memakan permen tersebut
"Yang lu makan" jawab kembali orang agak tinggi ini.
"Enak aja, pergi sono beli sendiri!" Ujar orang yang memakan permen itu.
"Tch, dasar pelit" umpat si agak tinggi ini.
Rio berdiri di atas pohon itu dengan Sherly, posisi Rio disini sambil membelakangi Sherly.
__ADS_1
"Jadi?" Tanya Rio sambil melipat tangannya.
"Ketua pasukan khusus, merasa ada sesuatu yang mendekat dan sangat cepat" ujar Sherly.
"Ketua pasukan khusus itu, sekarang ada dimana?" Tanya Rio serius.
"Mereka ada di barat" jawab Sherly. Lalu Rio memberikan isyarat tangan dan melirik Sherly untuk diam. Sherly mengangguk.
Disini Rio merasakan ke hadiran seseorang.
Aura ini....Alan?? Pikir Rio sambil memejamkan mata. Disanaa!! lanjut Rio sambil membuka mata dengan cepat.
"Hallo Alan" ucap Rio yang tiba-tiba ada di belakang Alan.
Apa??, Tapi sejak kapan. Pikir Alan tidak melihat Rio sambil melompat menjauhi suara Rio.
Namun saat Alan mendarat, Rio tidak ada di sana.
Sialll, dimana dia? Pikir Alan waspada dan muncul keringat, tapi tiba-tiba...
"Ughhh" suara Alan kesakitan lalu terjatuh dan pingsan.
Rio memukul punggung leher Alan yang membuat Alan pingsan. Lalu membawa nya dan mengikatnya. Rio memberikan isyarat. Sherly langsung turun dari pohon dan melompat-lompat diantar pohon menuju ke arah Rio.
"Ya?, Yang mulia" tanya Sherly hormat kepalan tangan di dada lalu membungkuk sedikit.
"Apa kita punya penjara?" Tanya kembali Rio.
"Ada yang mulia" jawab Sherly
"tapi sudah lama tidak terpakai yang mulia" lanjut Sherly sambil mengingat-ingat kembali.
"Owh, antar aku ke sana!" Suruh Rio sambil menepuk tangan, lalu muncul seseorang. Dan Rio melempar tubuh si Alan tersebut ke orang yang muncul itu.
"Baik yang mulia" jawab Sherly.
Dan mereka berdua pun menuju ruang tahanan (Basement)
Eh sudah lama terpakai, tapi seperti baru saja di tinggalkan. Pikir Rio sambil memegang dagu. Lalu Rio pun melihat Sherly, dan tidak disangka-sangka.... Saat Rio melihat Sherly. Sherly juga terkejut.
Rio melongo melihat ekspresi Sherly yang juga tidak percaya ruangan penjara bawah tanah itu bersih
diaa??...... Pikir Rio sambil muncul keringat ^_^'
"Lalu? Siapa yang punya kuncinya?" Tanya Rio sambil memegang jeruji besi itu.
Ini terlihat modern, seperti di kotaku" pikir Rio sambil mengelusnya.
"Yang memegang kuncinya adalah......"
Sontak ketiga orang di ruang tahanan itu kaget.
Apa?? Bagaimana mungkin?, Aku tidak merasakannya pikir Rio waspada, muka Rio sangat serius.
"Sudah lama tidak ada orang kesini" ujar orang itu. "Aku hampir kebosanan" lanjutnya sambil memegang sapu di pundaknya.
Rio menatap Sherly isyarat mata, coba jelaskan, tapi Sherly mengelengkan kepalanya karena tidak tau.
"Tidak perlu tegang begitu, nah..." ucap orang itu sambil melemparkan kunci tersebut.
"Ehh?" Rio kaget dan tidak percaya sambil menangkap kunci itu.
"Kenapa?" Tanya orang itu.
"Kupikir akan ada ujian atau sesuatu seperti itu, haha" ujar Rio tertawa sambil menggaruk kepalanya.
"Hahaha, lucu sekali kau" orang itu tertawa terbahak-bahak sambil memeluk perut nya.
"Baiklah terima kasih," ujar Rio sambil membuka pintu penjara.
"Bawa si Alan itu kesini!" Lanjutnya sambil masuk ke penjara itu. Suruhan Rio masuk ke dalam penjara itu.
"Sekarang awasi pergerakan di luar, kalau ada sesuatu panggil aku" ujar Rio. Suruhan itu mengangguk, lalu pergi.
Alan di dudukan di sebuah kursi lalu di ikat. PLAKK suara tamparan dari Rio. Dan suara tamparan itu menggema di basement (ruang penjara).
Dia Raja baru itu kan? Pikir orang yang membawa sapu itu.
"Ackk, sakit sekali" ucap Alan yang baru sadar. Lalu dia melihat ke atas, ternyata Rio yang sedang melihat Alan dengan sangat tajam. Tubuh Alan bergetar ketakutan.
H**anya dalam beberapa hari dia sudah sekuat ini Pikir Alan dengan mulai muncul nya keringat dingin.
Tidak mungkin, tapi kenapa? Dia hanya manusia dulu, tapi kenapa auranya melebihi orang itu
Pikir Alan sambil menggertakan giginya.
"Alan jawab pertanyaan ku, mati atau tunduk!, Aku akan memberi mu waktu" ujar Rio sambil berjelan keluar penjara itu . Setelah cukup jauh di penjara tempat Alan berada.
"Pak, bisa bicara sebentar?" Tanya Rio sambil menundukan kepala.
"Hooh, baiklah" jawab orang yang membawa sapi itu.
"Terima kasih sebelumnya, saya Rio yang di belakang saya Dark asisten saya" ujar Rio sambil mengulurkan tanganku.
"Aku Hage" ucap Hage sambil memegang balik tangan Rio (bersalaman).
__ADS_1
"Umm, tuan Hage melihatmu begitu, itu sudah seperti kamu hidup dengan lama" ujar Rio serius.
"Panggil Hage saja, langsung saja tidak perlu bertele-tele" ujar Hage sambil menegakan sapunya.
"Sebenarnya, apa kamu tau cara agar bisa mengikat seseorang dengan kontrak? Tanya Rio.
Jadi begitu, dia memberi waktu kepada tahanan itu adalah untuk ini. Pikir Hage sambil melirik Rio.
"Ada" jawab Hage.
"Apa?? Kasih tahu dong" ucap Rio dengan mata berbinar.
"Bisa, tapi ada satu syarat" ujar Hage sambil mengarahkan sapunya ke Rio.
"Apa syaratnya?" Tanya Rio tiba-tiba serius.
"Kalahkan aku!" jawab Hage tersenyum sambil mengeluarkan auranya.
Glulp Rio menelan ludah
Pengalaman seperti apa yang di alaminya? Ucap Rio dalam hati.
Hage POV
Dahulu Aku adalah penjaga Raja ras manusia serigala ini, kami hidup dimasa perang di sebuah wilayah yang besar dan juga punya kastil. Namun tiba-tiba sesuatu terjadi....
Saat itu Raja, dan aku sedang mendiskusikan sesuatu di kastil kerajaan. Dan tiba-tiba BAM suara pintu masuk di buka.
"Yang Mulia kita punya pemberontak, dan musuh sudah masuk wil.....arggh" seseorang menghentikan omongan si pelapor tersebut dengan menusuk jantung nya dari belakang dengan tangan dan kuku nya yang tajam.
Sontak kami berdua langsung berdiri.
"Hallo Yang Mulia" ucap orang itu sambil membungkuk hormat dan darah bercipratan di wajahnya, dia tersenyum.
"KAUUU!!" Aku menggeram saat itu dan sangat marah
"Wow, wow, wow Hage tenanglah, aku hanya inginkan bersenang-senang" ujar orang itu sambil menjilati tangannya yang penuh darah.
"Tch, Aku akan membunuhnya"
Lalu Aku berjalan ke depan tapi yang mulia mencegah ku.
"Kenapa Yang Mulia?" Dengan penasaran aku melihat Yang Mulia. Yang Mulia menggelengkan kepalanya dan bilang "Pergilah sembunyi kan batu itu!"
"Yang Mulia aku adalah penjaga mu, bagaimana mung....." Yang Mulia langsung memotong omongan Hage.
" INI PERINTAH!" Titah Sang Raja, yang mengeluarkan auranya.
"Ba-baik Yang Mulia"
"Mereka pasti menginginkan sumber batu itu, pastikan kau membawa batunya ketempat yang aman" ujar sang Raja sambil tersenyum.
"Apa sudah selesai?" Tanya pemberontak itu di sela-sela percakapan Raja dan Aku.
Dan dia pun langsung menerjang ke arah kami berdua.
"CEPATLAH!" Ucap Yang Mulia.
Tch, kalau saja aku mengetahui ini dari awal
Saat itu aku sangat kesal pada diriku sendiri, karena tidak bisa melakukan apapun sebagai penjaga Raja, saat itu aku hanya bisa menatap tajam si penghianat itu sambil berlari menjauhi si penghianat itu. Lalu mengepalkan tangan sampai berdarah.
Raja membasmi hampir seluruh pasukan pemberontak, dan musuh yang menyerang. Namun sang Raja juga punya stamina, dia kalah dengan bangga sebagai Raja. Pertarungan tanpa senjata hanya mengandalkan kekuatan fisik dan tenaga dalam.
*Aku membuat batu tersebut jadi sebuah kursi sampai saat ini,....
Apakah dia bisa melampaui Raja yang ku akui* ??
Harapanku tinggi saat melihat anak itu. Aku melihat punggung anak itu seperti Raja yang ku akui yang mempertahankan kerajaannya dengan tersenyum.
Aku tersenyum melihat anak itu.
semoga dia bisa mendapatkan kembali kejayaan dan mengambil kembali kastil itu.
...............
Author POV
setelah beberapa saat Hage, Rio, dan Sherly pun sampai di tengah-tengah tempat yang luas. dipinggiran sana terdapat patung sang Raja.
Rio tidak tahu, dia hanya takjub melihat sesuatu seperti itu dan tempat ini di bawah penjara.
"Baiklah tunjukan kemampuanmu" Ujar Hage sambil memukulkan kedua tangannya dan tersenyum.
Sepertinya ini akan sedikit merepotkan pikir Rio tersenyum terpaksa.
Sherly hanya duduk menonton di samping sambil memakan sesuatu.
Tidak kusanggka ada tempat mengambil makanan di tempat seperti ini Pikir Sherly sambil memakan makanan tersebut.
"hihi, bakal seru nih" ujar Sherly pelan.
Sial dia malah enak-enakan Pikir Rio kesal tangan dan jidat nya berurat.
"Jangan memalingkan pandanganmu" ujar Hage sambil menerjang. BUKK darr suara memukul Tanah dengan sangat kencang sampai hancur.
__ADS_1
Wow, aku bisa lumpuh kalau kena itu. Pikir Rio sambil menyusut kotoran yg tanah yang ada di wajahnya.