Fantasiku Menjadi Kenyataan

Fantasiku Menjadi Kenyataan
Chapter 17


__ADS_3

Rio selalu berpikir saat dia membaca komik, "kalau aku punya kekuatan seperti itu, aku tidak akan menyembunyikannya, hidup penuh tantangan sepertinya seru" ini yang selalu di pikirkan Rio, Rio juga sering berpikir ingin masuk kedalam komik dan memukul mc naif. Kini Rio pun mempunyai kekuatan itu. Pengalaman Rio bertarung dengan para petinggi itu dan tau gerakan-gerakan aneh itu adalah hasil dari Rio membaca komik, namun yang membuat Rio sangat bersemangat adalah karena kekuatannya bisa meniru adegan yang ada di komik itu, meskipun hanya terbatas pada fisik dan cakaran jarak jauh itu. Rio sudah sering mencoba kekuatan yang lain seperti magis, tapi tetap tidak bisa Rio lakukan.


Pertandingan pun berakhir, dark menyuruh joni untuk membawa para tetua itu kedalam temat istirahat di gua tempat mereka tinggal. Lalu dark menghampiri Rio "baiklah, sekarang kita ke ruangan tahta itu" ucap dark sambil menepuk pundak Rio


Dark pun mengantar Rio ketempat tahta itu, setelah sampai. Riopun menuju kursi tahta yang terbuat dari batu itu, setelah Rio duduk "sepertinya ini bukan batu biasa, terasa nyaman saat duduk" ucapnya dalam hati. "Oh iya, apa ini satu-satunya ras demi human?" Tanya Rio.


"Sebenarnya ada ras lain, dan ras kami ras terlemah karena sudah lama tidak ada pemimpin " jawab dark. "Apaa??, Tinggal duduk disini dan di pilih oleh kalian yang terkuat apa susahnya" ucap Rio setengah kaget. "Orang yang tidak bisa menyelesaikan ujian itu, tidak bisa duduk disana" ada semacam energi khusus di kursi itu. "sudah kuduga ini bukan batu biasa" pikir Rio mengelus kursi batu itu. "Lalu kemana mereka yang gagal ujian nya?" Tanya Rio. "Mereka mati" jawab dark , "seperti yang ku pikirkan saat di gua, mereka pasti mati kelaparan". "Lalu kenapa kau yang terkuat bisa lepas dari ujian itu?" Tanya Rio lagi. "Lepas?, Apa maksudmu? Sejak awal aku tidak pernah melakukan ujian itu" jawab dark. "Apaa, tapi kenapa?" Ucap Rio kaget tiba-tiba berdiri. "Karena orang terpilih saja yang bisa masuk gua itu, seperti ada penghalang" jawab dark


Riopun duduk kembali "sejak awal dia hanya bertaruh, dia tidak menjelaskan itu, dia hanya menjelaskan aku yang di bawa kesini untuk melakukan ujian" pikir Rio. "Jadi maksudmu mereka mati di gua, tapi aku tidak melihat mayat mereka" ucap Rio dingin. Dark sedikit terkejut dengan perubahan sikap Rio, "iya mereka mati disana, mungkin mayat mereka terserap oleh gua itu." Jawab dark. "Haah, biarlah itu sudah berlalu, juga aku punya kekuatan ini" pikir Rio menenangkan diri. "Baiklah, aku mau istirahat dulu" ucap Rio dingin.


Beberapa hari kemudian


Karena para petinggi terlalu memfokuskan perhatiannya pada Rio bahkan mereka pun kalah.


Berita tentang Riopun menyebar dengan sangat, cepat. Rumor-rumor tentang Rio mulai bermunculan.

__ADS_1


Dan dark pun menjelaskan keadaan itu kepada Rio. Rio yang sudah lebih tenang mendengar hal tersebut bukannya takut, Rio malah makin bersemangat. "Pasti ras yang lain akan menyerang kita" ucap dark. "Hahaha, aku tidak sabar menanti mereka, baiklah kumpulkan orang yang bisa dipercaya" suruh Rio kepada dark. Dark berdehem dan seseorang dari bayangan muncul membungkuk lalu pergi. Rio tidak terkejut karena dia sudah tau. Dark pun heran lalu bertanya, "kenapa kau tidak terkejut?" Ucap dark. "Aku sudah tau, bahkan ada beberapa lagi disana" ucap Rio sambil menunjuk bayangan. "Dia juga punya kemampuan seperti itu?, ras kita benar-benar akan bangkit kali ini" Pikir dark, tersenyum kagum.


Rio melihat dark "kau sangat berbeda saat pertama kali kau membawaku kesini" ucap Rio.


Dan orang-orang terpercaya pun sudah berkumpul di ruang tahta itu, di depan kursi batu , di hadapan sang raja Rio, mereka membungkuk. Para petinggi yang terlihat sudah mulai baikan juga hadir disana. "Wow, tenanglah jangan terlalu formal" ucap Rio sambil melihat warna dalam tubuh mereka, warna-warna itu memang mencerminkan kepribadian mereka, tapi dalam hal kepercayaan warna mereka beda lagi, "menurut ku selama 6 bulan ini, ku simpulkan .


Warna Putih artinya suci atau orang baik, mereka dapat di percaya.


Warna Hitam artinya ancaman atau jahat (dark) , mereka tidak bisa di percaya


Warna biru artinya ketenangan, mereka biasanya punya sifat dingin.


Warna hijau artinya periang


Warna ungu artinya misterius dan bijak

__ADS_1


Warna kuning artinya ingin selalu di perhatikan dan energik."


Warna kepribadian dan kepercayaan selalu bercampur, kepribadian warnanya lebih dominan atau lebih banyak dari warna kepercayaan hanya ada hitam dan putih, tidak hanya warna kepribadian dan kepercayaan saja yang bercampur, tapi ada juga warna-warna kepribadian itu bercampur dalam satu orang hanya dua warna kepribadian saja, jadi disini Rio punya keunggulan menilai seseorang dari warna mereka.


Dan Rio hanya harus fokus agar bisa melihat warna-warna itu.


"Baiklah" ucap Rio sambil menepuk kursi batunya lalu berdiri, karena berita tentang ku sudah tersebar, tidak lama lagi pasti ras yang lain akan menyerang kita" ucap Rio tegas.


"Was wes wos - was wes wos" orang-orang itu saling berbisik. "Baiklah, kita akan memulai latihan ketat kalau kalian sudah siap, kalian akan latih tanding denganku" ucap Rio sambil menepuk tangannya sekali otomatis orang yang berbisik itu dengan serentak diam.


"Tapi sebelum itu aku ingin tahu" ucap Rio dengan mata yag sangat serius melihat mereka, dan mereka pun menatap Rio dengan serius. "Kalian dapat baju dimana ya?, Ini kan hutan terdalam mana ada jualan baju, dan setelah kulihat lagi selama 6 bulan ini, aku tidak pernah melihat salah satu dari kalian keluar hutan." Ucap Rio serius. Para manusia serigala "haah" sambil ilustrasi pingsan. Dan ada yang mengacunkan tangan menjawab "tentu saja ini dari manusia yang tersesat di hutan ini, ahaha" manusai serigala itu tertawa terbahak-bahak. "Baguss" ucap Rio sambil menatap manusia serigala. Manusia serigala itu seperti panik. Rio pun menunjuk nya "nah gitu dong, lebih santai dengan ku,haha" ucap Rio sambil tersenyum.


"Dengan ini perkumpulan ini selesai, sekarang kalian boleh ke habitatnya masing-masing". Lalu Riopun kembali ke kursi batu itu. Dan duduk dengan keren. Manusia serigala itu pun pada keluar, mur mur-mur- mur. dan ruangan tahta pun hanya tersisa Rio dan para petinggi itu. "Apa kalian sudah baik baik saja?. Tanya Rio. Ke empat petinggi itu hanya mengangguk, "baiklah kalian boleh pergi" ucap Rio, dan mereka pun dengan cepat menghilang.


Note : Para petinggi yang pingsan di lapangan itu , di letakan dulu di pinggir lapangan agak jauh dari tempat Rio bertanding, setelah Rio berhasil mengalahkan nya satu persatu.

__ADS_1


__ADS_2