Fantasiku Menjadi Kenyataan

Fantasiku Menjadi Kenyataan
Chapter 13


__ADS_3

Disisi lain, "apaa!, gelombang energi apa ini!. Ucap seseorang terkejut sambil menahan energi gelombang itu. Dan seseorang muncul di dalam gua dengan mata bersinar emas. "apaa, dia berhasil melewati ujian itu" ucap Joni kaget.


>beberapa menit sebelum itu<


Rina berlari di koridor sekolah, sambil berlari ingatan-ingatan di kejadian itu bermunculan, "aku ingat, aku ingat sekarang", ucap Rina semangat, tapi saat Rina melihat kelasnya tiba-tiba ada yang bersinar. "apaa, apa yang terjadi, semoga aku tidak terlambat". Ucap Rina resah.


"Ada apa ini, kenapa tubuhku bersinar" ucap Rio penasaran. Tubuh Rio bersinar tapi teman-temannya di sekolah tidak menyadarinya, seolah-olah waktu berhenti, dan perlahan tubuh Rio mulai memudar, tiba-tiba jderr pintu kelas di tendang "Rioo!!" teriak gadis itu.


"apaa??, Ri-Rina, bagaimana bisa kamu menyadari nya tapi yang lain tidak" ucap Rio kaget.

__ADS_1


"apa ini nyata? Setelah sekian lama aku akhirnya melihatmu" ucap Rina sambil berlari ke arah Rio dan mengulurkan tangannya. "apa? Berarti ini ujian??" pikir Rio "tapi kenapa Rina punya kesadaran setelah sekian lama?" pikirnya sambil melihat lalu Rio pun tersenyum, lalu mengulurkan tangannya dan menghilang, Rina belum sempat memegang tangan Rio, Rina pun menangis dan berteriak "Rioo" sambil terbangun dari tidurnya "eh, mimpi yang aneh" ucap Rina dengan suara sedih, lalu Rina memegang pipinya "eh, aku menangis" ucap Rina dalam hati. Lalu Rina pun menatap bulan dan tersenyum, "Rio, tingkah mu dalam mimpiku yang ingin mengakrabkan diri, sangat lucu" ucap Rina yang air matanya terus bercucuran.


"hah, hah," Rio bangun dari pingsan nya sambil duduk Rio memegang jidatnya, tiba-tiba dalam air itu ada tulisan SELAMAT KAMU BERHASIL MELEWATI UJIAN NYA. "hadeeuh, bisa jelaskan kenapa rasa laparku hilang dan isi ujiannya apa sih" tanya Rio. "Baik" jawabannya "hewan yang tidur disampingmu telah membantumu, ujiannya adalah merubah keadaanmu". "hewan tidur? *ucap Rio dalam hati, lalu Riopun melihat ke sampingnya" busett, aku baru sadar ada hewan disini" ucap Rio kaget " ini hewan apa sih kecil tapi tidak diketahu, bodo amatlahi" pikir Rio "terma kasih ya makhluk kecil" ucap Rio tersenyum.


"Itu aja?" saut Rio, "iya" jawab tulisan di air itu. "merubah keadaan bagaimana?" tanya Rio kesal.


"merubah kepribadianmu, dan kamu berhasil melakukannya" jawab tulisan di air itu.


Tiba-tiba hewan itu bangun, lalu masuk kedalam tubuh Rio, Riopun kaget dan tidak bisa mengelak. Dan di gua itu tiba-tiba ada cahaya, dan cahaya itu juga masuk kedalam tubuh Rio.

__ADS_1


Saat Rio sadar tiba-tiba dia sudah ada diluar gua dan beberapa manusia seeigala bersujud. "apaa, apa-apaan ini, bangun kalian" ucap Rio tegang. Riopun bisa merasakan sekitar, gerakannya saja dan angin yang berhembus, dan bisa melihat setitik besar warna di dalam tubuh para manusia serigala itu. "warna-warna apa itu? " pikirnya penasaran.


"rajaku, akhirmya datang juga" ucap salah satu manusia serigala. "ya, akhirnya ras kita bisa bangkit" ujar salah satu manusia serigala juga, lalu para petinggi manusia serigala pun berdatangan, dari dark sampai nomor enam. Mereka pun ikut menunduk, "tch" ucap si pemarah, lalu pergi. "kami mengakuimu sebagai raja" ucap dark." Gezz gezz geez mau gimana lagi?" ucap. Manusia serigala lima tersenyum licik. Yang lain hanya diam. "aduh, tumggu, tunggu jangan panggil aku raja, aku lebih baik jadi saudara kalian semua" ucap Rio tersenyum. "haha," Joni tertawa, "kau ini memang menarik ya" ucap manusia serigala empat. "tch padahal kalian berbicara ini itu dan meremehkannya beberapa waktu yang lalu" ucap manusia serigala enam. "apaa, kau" ucap joni. Dan Dark tersenyum dan menahan kegembiraan nya.


>beberapa waktu yang lalu<


"Udah satu bulan belum keluar, dia pasti sudah mati" ucap Joni "hahaha, sudah kubilang ras kita tidak bisa melakukannya apalagi manusia biasa" ucap si pemarah bahagia. "geez geez geez dan kau kalah dari manusia biasa itu, hihi" ucap si lima sombong. "kau, mau berkelahi?" saut si pemarah dengan nada mengancam. "hadeeuh, mungkin akan ada keajaiban yang tidak terduga, kalau si tua itu benar, maka. Itu bisa saja terjadi" ucap si enam. "sudah, sudah kita tunggu saja" saut dark. "geez geez geez, ooh" ucap si lima nada sombong.. "tidak biasanya dark begitu" pikir joni.


Kembali kewaktu sekarang

__ADS_1


"Baiklah, mungkin aku harus membiasakan diri dulu" pikir Rio sambil memukulkan kedua tamgannya sendiri dengan penuh semamgat. Dibalik pohon, "dia keren juga" "iya keren" ucap kedua gadis itu.


__ADS_2