
Setelah Rio dan Rina selesai berjalan-jalan di sekitar hutan itu, lalu Rio kembali ke kelompoknya
"Akhirnya sekarang giliran kelompok kita" ujar Rina,, "kalian siap" kata mentor Rio dengan muka tegas,, "Siap" saut kelompok Rio dengan serentak.
Kelompok Rio berjalan-jalan menjelajahi hutan itu hingga sampai di pos satu. "tidak kurasakan lagi perasaan yang tidak enak tadi" ucap Rio sedikit lebih tenang. Setelah selesai menyelesaikan tugas di pos satu, lalu kelompok Rio lanjut ke hutan menuju pos dua, di tengah perjalanan Rina membenarkan sepatunya dan anehnya tidak ada yang menyadarinya kecuali Rio, yah meskipun Rio menyadarinya dia tetap berjalan tapi pelan-pelan, dan setelah itu Rio berhenti dan menunggu, karena biasanya di dalam komik akan ada yang terjadi, jadi dia bersiap-siap. Itu alasan pertama kenapa Rio berhenti, alasan kedua nya adalah kenapa tidak ada yang menyadari Rina dan Rio tidak ada dibarisan, setelah 10 menit Rio menunggu, Rina belum kembali juga.
Setelah itu, Rio berlari kembali lagi ketempat Rina membenarkan sepatu, setelah sampai disana Rio tidak ngos-ngosan setelah berlari karena tubuhnya sudah terlatih, dan juga disana tidak ada Rina, dengan tenang Rio berkata "kemana perginya tuh anak". Rio maju perlahan untuk mencari petunjuk. Setelah beberapa saat Rio mencari petunjuk dia hanya menemukan kain Robek saja, dikain tersebut ada sedikit bercak darah..
"Bodohnya aku,, udah tahu ada bahaya, malah di tinggal sendiri" ucap Rio sedikit marah kepada dirinya "kenapa aku tidak berhenti saja tadi dan menunggu Rina membenarkan sepatu" ucap Rio sambil berjalan mencari Rina. Setelah lama mencari, Rio tidak menemukan Rina atau pun jejaknya.. Lalu tiba-tiba di balik bayang-bayang ada yang berbicara "apa kau mencari wanita itu" dengan menggeram, Rio kaget lalu menarik nafas dengan tenang dan mengambil posisi siaga dan maju perlahan mendekati suara yang ada di balik bayang-bayang itu
>20 menit yang lalu<
__ADS_1
Saat Rina selesai membenarkan sepatu. Lalu Rina berdiri dan melihat sekeliling tidak ada siapa-siapa, sontak Rina pun terkejut dan panik. Lalu dia pun berlari......
Kembali kewaktu sekarang
Rio mendekati suara itu, saat Rio sudah dekat dengan suara itu, lalu Riopun melompat kearahnya dan tidak ada siapa-siapa lalu "siapa kau dan mau apa kau? " Rio bertanya dengan nada tegas dan waspada. "wow, wow, wow tenanglah" dengan nada santai tapi menggeram.
"aku bukanlah siapa-siapa, aku disini untuk membantumu, kalau kau tidak mau yasudahlah" dengan nada mengejek, "tunggu, kau apakan gadis itu? " ujar Rio sambil menyembunyikan rasa khawatirnya, orang misterius ini menjawab "gadis itu baik-baik saja kok,,,, , untuk sekaraaaang, haha" ucap orang misterius ini dengan santainya.
Heeeh" nada santai "kau cukup cepat juga tenangnya ya" ucap orang misterius itu "jadi dimana dia sekarang?" tanya Rio
"yaaah, apak keuntungan ku? " ujar orang misterius itu
__ADS_1
"yah, aku akan melakukan apapun yang kau suruh" jawab Rio dengan tegas "kenapa aku melakukannya sejauh ini padahal sebelumnya tidak pernah, apalagi dia gadis asing" dalam pikiran Rio.. Lalu Rio membenarkan isi pemikirannya itu dengan berpikir "untuk kepentingan bersama 3x",,
"hoooh, menarik, tapi kenapa kau melakukannya sejauh ini demi dia, padahal biasanya manusia itu egois" ucap orang misterius itu, dengan terheran juga
"manusia?" Rio sebenarnya bertanya-tanya dalam hatinya, "di pikirnya nanti aja lah" Rio meyakinkan hatinya
"Yah, itu tergantung sih" jawab Rio dengan datar
"Lalu dimana dia? Jangan mengulur waktu lagi!!" nada Rio dengan tegas
"yaa, yaa" saut orang misterius sambil menghela nafas "dia berlari kedalam hutan" ungkap nya dengan serius
"apaa? " dalam pikiran Rio "aku mendengarkan semua ini hanya untuk tahu Rina pergi ke dalam hutan yang lebih dalam? * sambil terus berlari masuk ke hutan yang lebih dalam.
__ADS_1
Sementara itu di balik bayang-bayang Orang misterius menyeringai"hehe, nonton ah, bakal seru nih kayaknya".